
Bagian satu - Hari pertama
-------
Melelahkan itulah definisi dari serangkaian pesta pernikahan yang dijalani Nessy dan Kean. Berdiri berjam-jam sembari menyalami tamu undangan satu persatu.
"Cantiknya istri Kean, sayang dulu sini" merentangkan kedua tangannya saat Nessy baru saja keluar dari kamar mandi.
Nessy berjalan menghampiri Kean namun bukan untuk memberi pelukan seperti yang Kean mau, melainkan ingin menaruh handuk di sofa yang tengah diduduki oleh Kean "Besok aja ya, capek banget Kean" melewati Kean lalu rebahan di ranjang begitu saja.
Jangankan memeluk Kean atau bahkan bermesraan seperti yang Kean mau, menyisir rambut selepas keramas saja tidak. Terlalu lelah sampai merasa tidak sanggup melakukan pekerjaan sekecil itu.
"Huh.." Kean menghela napas lalu ikut merebahkan diri di ranjang menyusul Nessy.
***
Kringgg..
Nyaring suara jam weker mengganggu tidur nyenyak Nessy yang memang kurang istirahat. Dengan mata yang masih terpejam tangan Nessy terulur untuk mencari sumber suara yang merusak mimpi indahnya.
"Aaaaaaa" teriak Nessy spontan saat merasakan sebuah pelukan dari belakang. Dengan kesadaran yang belum kembali sepenuhnya ditambah hari itu adalah hari pertama Nessy menjadi istri Kean. Nessy belum terbiasa dengan adanya Kean yang tidur satu ranjang dengannya.
"Kenapa..kenapa?" tanya Kean panik dalam posisi duduknya diatas kasur. Menoleh ke segala arah untuk mencari penyebab istrinya berteriak.
"Kean lu ngapain tidur disini?!" dahi Kean mengkerut dalam mendapat pertanyaan seperti itu. Jangan bilang Nessy lupa jika kemarin mereka sudah menikah.
Mematikan jam weker yang masih berbunyi "Karena ini" menunjukkan cincin yang terpasang di jari manisnya. Tanpa ingin melihat bagaimana ekspresi Nessy, Kean kembali merebahkan diri lalu menarik selimut mencapai dadanya.
"Eh.." kaget. Memaksa otaknya untuk kembali mengingat kejadian yang ia lalui kemarin.
Mungkin dulu Nessy bisa menuruti kemauannya yang ingin tidur lagi. Namun tidak dengan sekarang yang sudah menikah. Tidak perduli seberapa ia mengantuk Nessy harus tetap mempersiapkan segala kebutuhan Kean mulai dari sarapan sampai pakaian yang akan dikenakan oleh suaminya.
Selepas mandi Nessy bergegas menuju dapur untuk membuat sarapan. Membuat dua porsi roti panggang yang ia olesi selai kacang kesukaan Kean.
"Ke..bangun. Sarapan dulu" mengguncang bahu Kean berulang kali.
"Hmm" bergumam tidak jelas.
"Sarapan dulu" mengusap lembut kepala Kean.
Cupp
Ciuman yang mendarat di keningnya membuat Kean membuka mata dengan cepat.
"Kean!" teriak Nessy saat tangannya ditarik kedalam pelukan Kean.
Pagi yang semakin beranjak siang karena Kean berhasil mendapatkan apa yang tidak ia dapatkan tadi malam. Masih berbalut selimut tebal yang menutupi tubuh polos keduanya, Kean mengecup punggung Nessy berulang kali. Menyalurkan rasa bahagianya karena telah memenangkan hati dan raga Nessy sepenuhnya.
"Cepet gede ya sayang" ucap Kean mengusap perut datar Nessy. Mendengar ucapan Kean, Nessy berbalik menghadap suaminya itu.
"Baru juga bikin sayang" baru sadar jika Nessy mengatakan kata-kata yang begitu vulgar.
"Mau lagi biar cepet jadi?" tawar Kean yang membuat Nessy menggeleng cepat. Sakit yang ia rasakan pada intinya saja belum sembuh namun Kean malah menawarinya lagi. Tidak. Nessy tak mau kesulitan berjalan seharian nanti.
Author : Halohh yang nungguin season dua Say Love jangan ragu buat kasih saran. Mampir yuk ke ANDIRA novel baru aku..
peluk sayang dari author 😍😍😍