Say Love

Say Love
Season dua - bagian tiga



"Selamat siang" sapa perawat yang memasuki ruang rawat Wang.


"Selamat siang" balas Nessy yang beranjak berdiri. Memberi ruang pada perawat untuk memeriksa keadaan Wang.


"Eh" sadar Nessy saat ia melirik jam tangannya. Lupa jika ia hanya ijin sebentar pada Kean. Bisa-bisa ia kena jurus diam Kean jika terlalu lama mengunjungi Wang seorang diri.


"Kenapa Nes?" tanya Wang saat perawat selesai memeriksa kondisi kaki Wang. Merasa tidak senang dengan ekspresi Nessy yang baru saja ia lihat.


Ceklek..


"Nes" panggil Kean dari ambang pintu. Terlihat sekali jika ia enggan masuk untuk melihat melihat keadaan Wang.


"Maaf Wang, Kean sudah menjemput. Aku harus pulang" meraih ponsel yang ia letakkan diatas meja "Semoga lekas sembuh" ujarnya yang berjalan kearah Kean sembari melambaikan tangannya.


Tak ada yang bisa Wang lakukan selain tersenyum meski hatinya sakit dan membalas lambaian tangan Nessy. Perkataan perawat yang mengingatkannya untuk meminum obat sampai tidak terdengar oleh Wang.


"Patah hati ternyata" batin perawat yang menyusul Nessy keluar bersama dengan Kean.


Nessy sudah paham jika Kean sedang tidak dalam mood yang bagus. Karena itu sepanjang perjalanan pulang Nessy terus memandang keluar jendela mobil tanpa mengucapkan sepatah katapun semenjak mereka meninggalkan area parkiran rumah sakit.


Sampai Kean membuka pintu apartemennya ia masih saja diam.


"Yang" panggil Nessy manja.


"Yang...yang" ketus Kean "Yang aus..yang aus" sahut Kean menirukan gaya Nessy.


"Minumlah kalo aus" balik ketus. Berlalu pergi menuju kamar setelah meletakkan segelas air dingin diatas meja tepat didepan Kean duduk diruang tamu.


"Lah..kan harusnya aku yang ngambek yang!" Teriak Kean menyusul Nessy yang sudah menutup pintu kamar.


Membuka pintu kamar "Yakin mau ngambek?" ledek Kean. Berjalan menghampiri Nessy yang menyelimuti seluruh tubuhnya.


"Nes.." panggil Kean yang duduk ditepi ranjang. Lama tak ada jawaban membuat Kean merasa penasaran karena tak ada pergerakan sama sekali dari balik selimut.


"Sa.." sambil menarik selimut "Ya ampun" pantas saja dari tadi Nessy tidak merespon karena ternyata ia sudah tertidur. Tak ingin menganggu tidur Nessy, Kean kembali menarik selimut sampai dada lalu membenarkan rambut Nessy yang berantakan.


Lama Kean memandangi wajah tenang Nessy. Membuat ia merasa amat takut jika harus kehilangan satu-satunya wanita yang ia cintai.


Drttt..


Satu pesan masuk dari Mark.


*Mark


*Kean


Lupa kalo gua bosnya?


*Mark


Iya yaelah


"Kenapa lu?" tanya Thomas yang baru masuk kedalam ruangan Mark.


"Restoran yuk" ajaknya.


"Telat, gua udah makan siang bareng Alfred barusan".


"Tayi banget lu, soulmate apaan yang ninggalin begitu" cibir Mark.


"Idih najis" bergidik geli "Perempuan aja gak doyan sama lu apalagi gua" cemooh Thomas.


"Sialan lu!" melempar miniatur kearah Thomas.


"Bar-bar amat gua punya temen" kata Thomas "Bukannya ini hadiah dari kasir itu?" teringat kehebohan Mark saat mendapat hadiah dari perempuan yang ia suka.


"Bangke, sini balikin" berteriak kesal meminta kembali barang pembelian Anita.


"Gua bilangin Lina ah kalo hadiah dari dia dibuang ke tong sampah" mengamati benda mungil itu lekat-lekat.


"Awas aja lu sampe ngomong yang enggak-enggak sama Anita".


"Jangan bilang lu punya nomor Anita?!".


"Punya dong" jawab Thomas dengan santainya.


"Temen sialan lu Tom" mengumpat kesal.


Author : Jam satu update Say Love demi kalian meski besok pagi-pagi banget harus berangkat kerja 😖