Say Love

Say Love
Dua puluh



Double loh ini 😄


Bisa kali bagi votenya 😁😁😁


Selamat membaca semoga suka 😘😘😘


Jangan lupain Like,komen sama subscribe nya yak 😂😂😂


-----


"Nes" panggil Juliana.


Nessy diam sejenak sebelum menjawab "Iya kak".


"Jujur sama kakak, kamu ada hubungan apa sama Wang" menebak dengan tepat. Dari sekian banyak orang yang berkumpul diacara malam itu hanya Juliana yang sadar dengan gelagat Nessy dan Wang.


"Keliatan banget ya kak" memaksakan seulas senyum "Kakak tahu kan...sejak pertama kali lihat Wang debut aku udah ngefans sama dia" memorinya berputar mengingat Wang yang baru pertama kali ia lihat dilayar kaca televisi. Senyum Nessy mengembang.


"Iya" jawab Juliana singkat.


"Dan soal skandal itu.." Nessy menghentikan ucapannya, enggan menceritakan secara lengkap skandal yang menimpanya dengan Kean. Toh Juliana juga sudah tahu dengan jelas.


Lalu Nessy kembali melanjutkan kalimatnya. Menjelaskan bagaimana kronologi yang sebenarnya terjadi, sampai akhirnya mereka harus menerima perjodohan yang tidak diinginkan keduanya.


"Abis kamu kalo papa sampai tahu" tak habis pikir dengan kelakuan Nessy. Juliana memang tahu Nessy sering melakukan hal-hal konyol. Tapi kali ini ia sudah melewati batas apalagi sampai menimbulkan masalah besar.


"Tolongin Nessy kak" berharap Juliana mampu menyelesaikan masalah itu untuknya.


"Coba kamu ngomong ini dari awal Nes, mungkin Arthur bisa bantu ngomong sama papa" merasa kasihan dengan Nessy namun Juliana juga tak bisa berbuat apa-apa. Perjodohan sudah disepakati, ditambah keluarga mereka sudah menentukan tanggal untuk melaksanakan pertunangan keduanya. Dan jika pertunangan itu sampai batal, mungkin bisa jadi akan berdampak buruk bagi hubungan baik diantara keluarga mereka.


**


"Nasib lu ngenes amat sih" tutur Thomas saat menemani Kean pergi ke klub malam. Mark ikut menyetujui ucapan Thomas.


"Kalo lu gak berani ngomong biar Thomas yang jelasin sama bokap lu" usul Mark yang mendapat tabokan di kepalanya.


"Kenapa gak lu aja yang ngomong nyet, pake gua yang dijadiin tumbal" protes Thomas. Dan alasan takut dari Mark kembali membuat Thomas kesal.


"Terus lu pikir gua berani" ucap Thomas.


"Temenan sama lu berdua berasa ngasuh bayi gorila gua" keluhan Kean malah membuat mereka tergelak kencang.


"Beruntung dong lu" jawab Mark disela tawanya, Thomas sampai menyeka sudut matanya.


"Terserah lu berdua aja lah, pusing gua dengernya" Kean beranjak pergi. Padahal baru satu jam Kean duduk disana tapi ia sudah memutuskan untuk pulang. Tidak seperti biasanya jika ia bisa pulang di jam yang hampir pagi.


"Kasihan gua liat Kean" ucap Mark setelah cukup lama Kean pergi dari sana. Thomas yang menenggak bir sampai tetes terakhir tampak menghela napas kasar.


Lalu tawa mereka meledak di saat keduanya sama-sama menoleh "Gua pikir selera Kean yang anggun kayak putri keraton gitu" membayangkan sosok wanita idaman Kean yang selama ini ada dalam imajinasinya. Thomas menggelengkan kepalanya, buyar sudah sosok cantik nan lemah gemulai.


"Sama. Tapi gua masih gak yakin Kean suka sama Nessy yang pecicilan kayak kuda lumping itu" tambah Mark.


"Kita liat aja dulu, gua pengen ngerjain Kean kalo dia sampai minta bantuan kita" Thomas tidak sabar menanti momen dimana Kean akan memohon pada mereka berdua.


"Baru ngebayangin aja udah keras perut gua" puas sekali Mark menertawakan Kean jika benar temannya itu menyukai wanita seperti Nessy.


Terkadang mata lebih bisa menjelaskan semuanya - Juliana