
Ada yang nungguin kah??
Sebelumnya makasih buat yang udah ngasih vote buat Say Love 😍😍😍
Selamat membaca semoga suka 😘😘😘
-----
Masih merebahkan diri di ranjang sembari menatap langit-langit kamar dengan tas dan sepatu yang belum Nessy lepaskan. Sudah setengah jam Nessy tetap dalam posisi itu, terngiang ucapan Juliana saat mengobrol dengannya diruang tamu.
"Kamu yakin cinta sama Wang, bukannya ngefans doang?" Nessy mengerang frustasi karena tak bisa berhenti memikirkan ucapan Juliana.
Tok.. tok..
Nessy yang semula rebahan merubah posisinya menjadi duduk. Fokus untuk menajamkan pendengarannya.
Tok..tok..
Tidak salah lagi memang ada seseorang yang mengetuk pintu kaca yang menjadi pembatas balkon menuju kamarnya. Nessy bangkit dari ranjang lalu melepaskan tas selempangnya.
Ceklek..
Nessy mundur selangkah saat pintu kaca itu mulai bergeser. Memasang posisi kuda-kuda untuk mengantisipasi serangan.
1..
2..
Nessy mulai menghitung dalam hati, memperkirakan kapan waktu yang paling tepat untuk memberi serangan.
Satu langkah pria itu memasuki kamar Nessy "Salah milih target lu" batin Nessy yang hendak memberinya tendangan.
"Hay" gerakan Nessy tertahan, lelaki itu melambaikan tangan sambil menyapanya tanpa dosa.
"Ngapain lu!" ucap Nessy ketus menyadari siapa yang nekat masuk kedalam kamarnya lewat balkon dijam yang sudah malam.
"Kangen" ucapnya manja saat memeluk Nessy. Dan saat itu barulah Nessy mencium bau alkohol dari baju yang dikenakan oleh Kean.
"Lepasin, lu bau alkohol" mendorong bahu Kean karena tidak tahan dengan baunya.
"Padahal cuma sedikit Nes" ucapnya.
Cupp..
Tanpa aba-aba Kean menyatukan bibir mereka. Memberi lumatan kecil pada bibir yang selalu membuatnya candu.
"Kean!" protes Nessy saat otaknya kembali berfungsi.
"Tapi enak kan?" Pertanyaan Kean berhasil membuat kuping Nessy ikut memerah, merutuki kebodohannya karena membalas ciuman Kean.
"Pait!" Jawab Nessy cepat. Terlalu cepat malah. Membuat Kean jadi tersenyum senang.
"Bibir lu nagih Nes" memeluk Nessy yang hendak menghindarinya. Wangi. Itulah yang ada dalam pikiran Kean saat ia mencium leher jenjang Nessy.
"Kean.." lebih mirip seperti desahan yang keluar dari mulut Nessy. Kean buru-buru melepaskan pelukannya. Berbalik hendak pergi namun lengannya ditahan oleh Nessy.
"Awas kalo lu sampe ketahuan" ucapnya sebelum memberi kecupan sekilas dibibir Kean. Buru-buru bersembunyi dibalik selimut.
***
Nessy terbangun saat merasakan sentuhan di pipinya. Buru-buru ia membuka mata mencari seseorang. Dan betapa leganya saat ia tidak menemukan Kean didalam kamarnya. Lupa jika semalam Kean segera pulang setelah ciuman sekilas yang ia berikan.
"Udah siang" ucap Jessie lembut "Hari ini jadwal ke dokter kan" Nessy mengangguk.
"Mandi, selesai sarapan mama anter kamu" pesan Jessie sebelum keluar dari kamar anaknya.
Flashback on..
Sekitar dua tahun yang lalu, Nindya dan Deny sedang dalam perjalanan mengantar Nessy untuk memenuhi undangan dari agensi di Korea. Bakat menari serta suara yang bagus yang biasa Nessy perlihatkan di kanal YouTube membuatnya banyak dilirik oleh agensi besar.
"Oma sama oppa gak capek?" tanya Nessy yang masih mengenakan seragam sekolah SMA.
"Ya gak dong" jawab Deny yang duduk bersebelahan dengan supir.
"Oma bangga sama kamu Nes" menangkup wajah Nessy.
"Nessy takut Oma" tak bisa menutupi kekhawatirannya.
"Takut dibully?" Deny menoleh pada Nessy yang duduk di kursi belakang bersama Nindya.
"Bukan opa. Nessy takut aja tapi gak tau kenapa" bahkan ia sendiri tidak tahu apa yang membuatnya takut.
Nindya mengusap lembut kepala Nessy "Katanya cucu Oma pejuang benteng Takeshi, kenapa jadi cemen begini".
Perjalanan kembali berlanjut...
Mereka tiba di agensi yang menjadi pilihan Nessy.
Dan disanalah. Di agensi itu Nessy pertama kali melihat Wang yang hendak latihan untuk debutnya yang akan dilaksanakan tiga hari mendatang.
Senyumnya.....membuat Nessy ambyar seketika saat mata mereka saling bertemu.
"Fix target, ganteng banget sumpah" ucap Nessy dalam hatinya.
Namun harapan untuk bisa dekat dengan Wang hanya sebatas wacana. Karena setelah Nessy pulang dari agensi ia mengalami kecelakaan hebat yang membuatnya tak bisa menari lagi. Kontrak eksklusif juga dibatalkan. Girlband itu debut dengan anggota baru yang segera dipilih setelah pembatalan kontraknya.
Namun yang membuatnya sedih bukan karena impiannya sebagai idol kandas.
Melainkan kematian Oma dan Opa-nya serta supir yang mengantarnya tak ada yang selamat, termasuk supir truk yang menabrak mobil mereka pula. Dengan kata lain hanya Nessy yang selamat dalam kecelakaan itu.
Flashback end..
"Kuat Nes" menyemangati diri sendiri. Dan sebagai orang tua Ardit dan Jessie memutuskan pindah dari Korea menuju Singapura. Semua demi mengurangi kenangan pahit yang dialami mereka.
Satu hal pasti yang kini aku sadari - Nessy
yang mendadak sakti bisa manjat sampe balkon kamar Nessy
lagi bang 😂😂😂