Say Love

Say Love
Season dua - bagian dua



Mon maap mau nongol 😂😂😂


masih adakah yang nungguin wkwkwk


About Wang


Sepotong hati yang rapuh. Itulah gambaran seorang idol besar bernama Wang. Ia yang merasa baru menemukan wanita yang berbeda harus patah karena Kean.


"Udah Wang, kau sudah seharian berlatih koreografi. Jika kau teruskan kakimu akan cedera" berulang kali managernya mencoba mengingatkan Wang. Namun ucapannya sama sekali tidak didengarkan.


"Aku harus bagaimana Hyung" menatap pantulan managernya dari kaca.


"Hentikan Wang, Nessy sudah punya kehidupan baru. Jangan pedulikan dia lagi" menepuk pundak Wang sebelum ia berbalik badan hendak pergi.


"Kau sendiri melihat betapa keras usahaku Hyung" menghela napas "kurang seberapa keras usahaku!" berteriak melampiaskan emosinya.


Tanpa ingin melihat bagaimana ekspresi Wang, managernya berlalu pergi meninggalkan artisnya berdiri sendirian. Membiarkan ia melampiaskan gundah hatinya karena percintaannya.


Selalu..


Akan selalu ada sebab akibat atas setiap tindakan yang kita ambil. Sama seperti yang Wang yang berlebihan dalam latihan dance mengakibatkan kakinya cedera. Membuat ia harus istirahat dari dunia hiburan selama hampir dua bulan lamanya.


****


Esok harinya...


Ceklek..


"Wang" kuping Wang menegang karena mengenali suara wanita yang menyapanya.


Wang yang semula memunggungi pintu ruang rawatnya berbalik menatap sosok Nessy yang berjalan menghampiri ranjangnya "Mana Kean?" berusaha menetralkan degub jantungnya.


"Kerja" menjawab cepat "Ceroboh banget sih Wang bisa sampe cidera begini" memeriksa kaki Wang yang diperban. Nessy yang mendapat kabar dari manager Wang segera bergegas menuju rumah sakit tempat Wang dirawat.


Bagi sebagian orang waktu beberapa detik saja bisa berjalan begitu lambat, sama seperti saat Nessy memeriksa kaki wang "Keseleo doang kali, sampe diperban" gumam Nessy yang sudah dalam posisi duduknya.


"Cidera Nes, kamu kira aku bohong" sahut Wang menatap lurus kedalam mata Nessy, meskipun hal itu tidak disadari sama sekali oleh Nessy sendiri.


"Cuma kamu Nes yang jenguk orang sakit bawa martabak telur" protes Wang "Enak" komentarnya saat mencicipi makanan buatan Nessy.


Pura-pura kesal lalu melipat kedua tangannya didepan dada "Dimakan juga ternyata".


Sejak kedatangan nessy, manager Wang melihat semua interaksi antara Nessy dengan Wang. Melihat dengan jelas betapa bahagianya Wang saat bersama dengan Nessy. Meski ia juga tahu jika perasaan Wang tidak seharusnya ada untuk Nessy yang sudah menikah dengan orang lain. Tapi, sisi lain hatinya ikut merasa lega melihat perubahan mood artisnya itu.


Ceklek..


"Ternyata ada Nessy" berlagak baru sadar akan kedatangan Nessy.


"Selamat siang Hyung" reflek berdiri menyapa manager Wang yang baru masuk kedalam ruang rawat.


"Duduklah Nes" ucap manager Wang pada Nessy "Apa kau ada keperluan lain setelah ini Nes?" tanyanya.


"Tidak Hyung" jawab Nessy sopan.


"Aku ada urusan, bisa aku titip Wang padamu sebentar saja" meraih jaket yang ada di sofa.


Setahu Wang, managernya itu tidak ada urusan apapun hari ini. Entah apa maksudnya berkata seperti itu pada Nessy. Namun untuk itu semua Wang merasa perlu berterimakasih pada managernya itu. Karena berkat dia, ia bisa berduaan dengan Nessy meski ia tidak bisa seleluasa seperti dulu lagi.


"Hanya sampai akhir tahun nanti Wang, kau harus melupakan Nessy selamanya" gumam manager Wang saat ia duduk di restoran yang ada di rumah sakit.


dikantornya Kean berulang kali melihat ponselnya karena Nessy tidak kunjung membalas pesan singkatnya. Begitulah Kean, ia akan selalu khawatir berlebihan ketika menyangkut tentang Wang. Meskipun Nessy hanya mengatakan sebentar saat ingin menjenguk Wang dirumah sakit.


----


"Yakin gak bakal sakit perut martabaknya langsung dimakan semua?" tanya Nessy keheranan. Menatap kotak makan yang nyaris kosong.


"Laper Nes, makanan rumah sakit gak ada yang enak" keluhnya.


"Tapi sehat" sanggah Nessy menyahut pada Wang.


Ceklek..


keduanya kompak melihat kearah pintu ruang rawat Wang ditengah obrolan santai mereka.