Say Love

Say Love
Tujuh belas



Say


"Mama..Nessy ternodai" menyilang kan kedua tangannya didepan dada. Orang-orang yang melintas mulai menyingkir dan menjaga jarak saat berpapasan dengan Nessy.


"Apa!" sentaknya kesal pada mereka yang memandangnya aneh. Tak sadar jika dirinya semakin membuat mereka yakin jika Nessy mengalami gangguan.


Kean belum juga beranjak dari dalam mobilnya "Cewek bar-bar" senyum yang mengiringi ucapannya melihat kelakuan Nessy.


Nessy masih saja mencak-mencak tak karuan. Berlari lalu berhenti sejenak untuk mengusap frustasi rambutnya. Terjadi sampai beberapa kali sampai suara klakson mobil mengagetkannya.


Tinn..


Nessy menoleh kesal sambil mencebikkan bibirnya.


"Kamu ngapain?" Jessie melongokkan kepalanya keluar jendela. Disampingnya Ardit ikut melihat keluar mobil.


"Mama" rengek Nessy yang bergegas masuk kedalam mobil. Drama sekali anaknya ini.


Entah semangat atau karena apa Nessy berjalan buru-buru, lupa sudah jika ia tengah berada di trotoar. Dan..


Bugh..


Nessy tersandung kakinya sendiri sampai menabrak badan mobil. Terlihat Ardit menghela napasnya.


"Ya ampun kamu gimana sih jalan gak lihat-lihat. Mata kamu dimana Nes?" seperti itulah mamanya ketika khawatir dengan anak-anaknya.


"Pah..mama" rengek Nessy yang sudah duduk di kursi belakang sambil memegangi kakinya yang keseleo.


"Kaki kamu gak apa-apa Nes" Ardit memastikan keadaan Nessy sebelum kembali melajukan mobilnya "Hemm" jawaban singkat yang keluar dari mulut Nessy.


Selama beberapa waktu masih begitu aman, tapi lama kelamaan Jessie mengerutkan keningnya seperti mencium aroma-aroma yang menusuk hidung. Ia menoleh pada Nessy yang bersandar pada kursi belakang. Mencurigai anaknya sendiri yang terakhir kali masuk kedalam mobil.


"Bau apaan ini ya pa" Ardit mengedikkan bahunya. Sama pileknya dengan Nessy.


"Oh..tayi burung ma" jawab Nessy santai.


Jessie menoleh cepat mendengar ucapan anaknya itu. Sudah tahu ia terkena kotoran burung kenapa tidak mencari toilet terlebih dulu untuk membersihkan diri, jadilah Jessie mengomel panjang lebar pada Nessy.


"Iya maaf ma" jawaban jitu untuk meredam omelan mamanya dan selalu berhasil. Karena dalam kehidupan nyata-pun tak ada orang tua yang senang jika ucapannya dibantah oleh anaknya.


"Loh..kita mau ngapain kesini ma?" saat Ardit menghentikan mobilnya.


Nessy tampak bingung meski akhirnya ia turun juga "Tae lagi pergi sama Lena ma" ucap Nessy kala Jessie dan Ardit menuju pintu rumah sahabatnya itu.


Perasaan khawatir sudah menyelimuti dirinya, ia pikir orang tuanya sudah tahu perihal cerita dibalik skandal yang menerpanya.


"Ayo..silahkan masuk" ajak mama Tae yang menyambut kedatangan mereka. Ternyata hanya mengundang secara langsung keluarga Tae untuk hadir di acara pertunangan Nessy dengan Kean. Padahal ia sudah berharap masalah itu akan terbongkar meski Nessy sendiri tidak berani mengatakannya secara langsung.


Rumah Tae maupun Lena sudah seperti rumah sendiri. Karena itulah Nessy tidak canggung untuk menumpang mandi dirumah sahabatnya itu.


"Kesini cuma numpang mandi lu" sindir Tae yang baru datang bersama Lena.


"Bentar lagi juga ke dapur dia" imbuh Lena "Tuh kan bener" ucapnya kala melihat Nessy membuka kulkas untuk mengambil camilan. Diabaikan oleh Nessy.


"Kenapa gua yang berasa numpang ya" ikut mencomot camilan yang sudah dibuka Nessy "Yeee" protes Nessy pada Lena yang malah merampas camilan yang belum sempat ia makan.


"Tumben banget nyokap sama bokap lu barengan kesininya" tanya Lena yang menyandarkan kepalanya di dada Tae. Selalu mesra tanpa memandang tempat.


"Ngomongin pertunangan gua sama Kean" wajahnya berubah mendung. Lalu perhatiannya beralih pada foto yang ia gunakan untuk wallpaper ponselnya.



"Terus Wang gimana?" tanya Tae yang paham jika Nessy malah menyukai artis KPop itu.


"Makanya bantuin gua ngomong kalo skandal kemarin cuma salah paham" menarik lengan Lena.


"Gak sanggup gua ngadepin nyokap lu" ucap Lena terang-terangan. Sedangkan Tae yang ditatap Nessy pura-pura sibuk memakan camilan.


"Lah emang Wang belum tahu?" tanya Tae yang sedikit mengalihkan topik. Dan anggukan Nessy sudah jelas sekali untuk menjabarkan masalahnya tanpa ia perlu bertanya lebih lanjut.


"Udah Nes, lepasin aja Wang. Kayak gak tahu aja lu artis gimana. Mending sama Kean yang cuma karena nyium lu doang langsung serius dan mau nikahin lu" sindir Lena karena ia tidak kunjung dilamar oleh Tae setelah tiga tahun berpacaran.


"Nyindir Bu" sahut Tae yang malah membuat Lena semakin manyun.


Jika saja kamu datang sebelum kekacauan itu terjadi, mungkin keadaan tidak akan serumit sekarang - Nessy