Say Love

Say Love
Dua belas



Aloha..


Adakah yang masih menunggu???..


Mon maap yak say telat..


----


Masih berkumpul dirumah Ardit saat bunyi kembang api menyambut pergantian tahun 2020.


..


Sambil bersandar pada kursi yang ia duduki Nessy hanya memandangi mereka yang sibuk makan.Lelah berkutat dengan dapur sejak pagi hingga membuatnya tidak bernafsu makan sama sekali.


"Makan nih" Kean menyodorkan daging yang sudah ia panggang


"Kenyang gua liat orang-orang makan" mendorong balik piring yang disodorkan oleh Kean.Tidak tertarik.


"Gua udah capek-capek,lu kaga mau makan" menaruh piring diatas meja dengan suara cukup keras


Nessy menatap Kean yang berlalu pergi "Datang bulan kali tuh anak" penasaran dengan rasanya Nessy mengambil satu potong daging "Lumayan" komentar Nessy setelah mencicipinya.


"Dari siapa kak?" Keyra datang diikuti Wina yang berjalan dibelakangnya.


-Wina adalah anak Maya dan Oktav.


"Kean" menggeser piring kedepan mereka yang ikut duduk bersamanya


"Demi apa!" Keyra menggebrak meja saking terkejutnya


Wina yang terkejut dengan reaksi Keyra sampai tersedak saat mencicipi daging yang dipertanyakan "uhukk..uhukk" meminum air putih yang disodorkan oleh Nessy


"Key.." protes keras dari Wina yang menjadi korban dari reaksi Keyra


"Mama aja gak dibikinin" gerutu Keyra yang melipat kedua tangannya


"Kata siapa!" Kean datang membawa piring berisi daging panggang


"Buat MAMA" menekankan kata mama dengan gerakan bibir perlahan "Panggang sendiri" dengan gerakan menghindar saat Keyra hendak mengambil daging dari piring yang akan ia berikan pada mamanya kemudian berlalu pergi


"Batalin aja kak pertunangannya sama kak Kean.Ngeselin begitu orangnya" Kean yang masih mendengar mendelik tajam pada adiknya sebelum kembali melanjutkan langkah


"Kalo kak Nessy gak mau Wina mau nampung kok" terpesona dengan ketampanan Kean sejak pertama kali bertemu


"Yaudah ambil aja Win" sahut Nessy yang beranjak masuk kedalam rumah


"Nessy!" Eva memanggil Nessy untuk bergabung dengan para orang tua yang tengah berkumpul


"Cicipin daging yang dipanggang sama Kean" menyuapi Nessy meski ia harus sedikit memaksa


"Enak Tante" komentar Nessy sopan


Lalu dengan alasan ingin mengambilkan air minum Nessy berusaha kabur dari sana.Dan saat ia hendak menuju dapur seorang pelayan menghampirinya sambil berlari kecil.


"Siapa bi" meminum air dingin yang ia ambil dari dalam kulkas


"Yang artis itu lho non..siapa ya namanya bibi lupa" menggaruk pelipis dengan telunjuknya.Berusaha mengingat.


"Oh..namanya Wangsit non" dengan wajah berubah cerah setelah merasa mengingat namanya dengan jelas


"Puftt.." air yang Nessy minum sampai muncrat


Mengelap air disekitar bibirnya "Titip bentar bi" Nessy memberikan gelas yang tadi ia gunakan untuk minum pada bibi sebelum berlari menuju gerbang.


Yang membuatnya kaget bukan kesalahan penyebutan nama.Melainkan Nessy tahu yang dimaksud oleh bibi adalah Wang.


Bisa kacau urusannya jika ada yang mengetahui kedekatannya dengan Wang sampai membuat lelaki itu datang ditengah acara kumpul keluarganya dan keluarga Kean.


"Kau sedang apa?" Wang tidak menyangka dengan reaksi yang akan diberikan oleh Nessy setelah melihat dirinya.Ia pikir Nessy akan senang melihat kedatangannya yang mendadak.


"Aku hanya ingin memberikan ini" menyodorkan kotak berisikan cincin


Keadaan di dalam rumah masih ramai meski hampir jam dua malam.


"Kak Nessy kemana kak?" Wina menghampiri Kean yang sedang duduk sendirian


"Ke laut"


"Loh..kan udah ada ikan ngapain mancing ke laut" entah polos atau apa sebenarnya Wina ini.Mukanya berubah bingung mendengar penjelasan ngawur dari Kean.


"Tunggu gua cariin dulu" tidak sungguh-sungguh dengan apa yang ia katakan


Kean berjalan menuju teras depan.Dengan niatan ingin pergi ditengah acara yang ia rencanakan sendiri.


"Cih" tak sengaja melihat Nessy tengah mengobrol dengan Wang melalui pintu gerbang kecil yang terbuka


"Siapa itu?" tanya Ardit yang berdiri disamping Kean


"Eh..itu anu om temen Kean" tak tahu kenapa Kean jadi ingin menutupi hal tersebut


"Kenapa gak dipanggil" usulnya berjalan menghampiri Nessy yang masih mengobrol dengan Wang didepan gerbang


"Papa!" reaksi Nessy ketika melihat kedatangan papanya yang datang menghampiri mereka


"Kenapa temennya gak diajak masuk" ujar Ardit yang menyalami Wang


"Ayo masuk" ajaknya pada Wang setelah berjabat tangan


"Baik om" Wang berjalan beriringan dengan Ardit.Baginya ini kesempatan untuk mendekati keluarga Nessy.


"Mampus gua!" umpat Nessy yang tak sanggup membayangkan kekacauan yang akan terjadi nanti


visual : Wang