
Akhir dari sebuah perjuangan adalah ketika melihat orang yang kita cintai resmi menikah. Begitulah yang ada dalam pikiran Wang saat itu. Namun tidak dengan managernya yang merasa Wang seperti kehilangan separuh hidupnya. Sumber semangatnya dalam menjalani kehidupan idol yang begitu melelahkan. Untuk itulah managernya bertekad akan memisahkan Nessy dari Kean agar Wang bisa mendekatinya. Terlebih bisa bersatu dengan Nessy yang begitu ia cintai. Membuat ia kembali menemukan semangat hidupnya.
"Sebesar itu kau mencintainya Wang?" gumam managernya saat melihat Wang terlelap dalam tidurnya. Kembali menatap kerlip lampu yang berasal dari gedung-gedung yang berada di kejauhan.
"Aku akan membantu mencapai semua impianmu Wang, itu adalah janjiku yang pernah aku ucapkan dulu" gumam manager Wang. Berjalan menuju sofa untuk segera beristirahat menjelang tengah malam.
***
Kembali ke apartemen Kean. Dimana ia sedang memeluk Nessy dari belakang saat istrinya hendak menuju kamar mandi.
"Ngapain sih? Mau ke WC ini" berusaha melepaskan tangan Kean yang melingkar diperutnya.
"Jangan lama-lama" ucap Kean setengah berteriak. Duduk diatas ranjang dengan tangan menahan tubuhnya.
"Nes" panggil Kean setelah dua menit berselang. Hening tak ada jawaban "Nessy lu pingsan?" Menggedor pintu kamar mandi.
"Berisik. Gak konsen nih" omel Nessy yang berteriak saat keluar kamar mandi.
"Kayak ujian aja perlu konsentrasi" cibir Kean yang menarik Nessy ke depan lemari pakaian mereka. Alis Nessy menyatu. Mengambil jarak saat melirik Kean yang masih berdiri dibelakangnya.
"Apaan?" tanya Nessy menengok Kean yang masih berada dibelakangnya.
"Cantik kan?" Bertanya balik setelah mengambil kotak perhiasan yang segera ia tunjukkan pada Nessy.
"Cantik" gumam Nessy dengan mata yang berbinar. Meraih kalung dari kotak perhiasan.
"Kapan belinya?" sudah duduk diatasnya ranjang. Kean berusaha membantu Nessy untuk memakainya kalung pemberiannya.
"Kemarin" jedanya "Desain aku sendiri loh" membanggakan dirinya.
"Yang bener? Yakin bukan milih di toko?" Selidik Nessy.
"Emang kamu doang yang jago desain kalung?" Melipat kedua tangannya didepan dada.
"Ngeselin ya" menggelitik pinggang Nessy.
"Stop Kean!" berusaha menahan tangan Kean ditengah tawanya.
Tidak ada yang terlalu spesial memang dalam kehidupan rumah tangga mereka. Hanya hari-hari yang mereka lalui bersama orang yang dicintai saja. Namun meski begitu rasanya sudah sangat membahagiakan bagi Nessy dan Kean.
Drttt..
Telfon Nessy berkedip. Satu panggilan tidak terjawab dari kakak iparnya Juliana.
"Halo kak, kenapa?" sapa Nessy saat menelfon balik Juliana.
"Kakak pengen nasi goreng yang ada di restoran deket rumah Lena, Nes" ujar kakaknya.
"Kak Arthur emang kemana kak?" heran kenapa Juliana sampai meminta tolong padanya.
"Kakak maunya kamu sama Kean yang beliin" rengeknya. Apa sebegitu berpengaruhnya hormon ibu hamil sampai membuat Juliana yang ia ketahui selalu mandiri sampai merengek seperti ini padanya.
"Udah" Kean bersuara pelan. Mengkode Nessy agar mengiyakan permintaan kakaknya yang sedang mengalami masa ngidam.
Berangkatlah mereka berdua menuju restoran yang tak jauh dari rumah Lena. Restoran yang menjadi awal mula Nessy dan Kean jadi terlibat skandal atas apa yang mereka lakukan.
"Nasi goreng empat, dibungkus ya" ucap Nessy pada seorang pelayan yang hendak memberikan buku menu.
"Empat?" tanya Kean "Kak Juliana bakal abis?" tanya Kean lagi untuk memastikan.
"Buat kak Juliana dua, sisanya buat kita" ucap Nessy menunjukkan deretan giginya.
Author : Mon maap kalo kalian sampai lupa jalan ceritanya. Dan makasih buat yang masih sabar menunggu Say Love..