Say Love

Say Love
Dua puluh tiga



Selamat membaca ya semoga suka..


Jangan lupa like, komen dan subscribe sayangkuh..


-----


"Jadi kalian bertunangan" ekspresi Nessy berubah seketika melihat siapa yang bersuara. Dan berdirinya Nessy membuat Kean ingin melihat siapa yang baru saja memotong pembicaraan mereka.


"Aku bisa jelaskan Hyung" Min mundur beberapa langkah saat Nessy menghampirinya. Jelas sekali jika ia tak ingin mendengar penjelasan apapun dari Nessy.


"Jangan dekati Wang lagi!" Tegas Min memperingatkan Nessy setelah sekian lama ia hanya diam.


"Tunggu Hyung" Nessy menahan lengan Min yang hendak pergi. Wajar saja Min bersikap dingin padanya karena Nessy memang keterlaluan sudah menutupi hal sepenting itu dari Wang.


"Hyung" Nessy melembutkan suaranya "biar aku sendiri yang mengatakannya langsung pada Wang" begitu lebih baik pikir Nessy. Tanpa menoleh sedikitpun, Min melepaskan pegangan Nessy dilengannya sebelum ia kembali melanjutkan langkahnya.


"Gimana gua jelasinnya sama Wang" gumam Nessy memijat pelipisnya.


"Gak ada pantes-pantesnya muka lu sedih begitu" ujar Kean melewati Nessy yang masih belum bergerak dari tempatnya.


Memicingkan matanya "berisik lu" teriak Nessy.


Melihat langkah Kean yang semakin jauh Nessy berjalan cepat untuk mendahuluinya. Kean yang merasa Nessy sengaja melakukannya kembali mempercepat langkahnya untuk memimpin.


"Kean!" tidak terima karena langkahnya disalip. Akhirnya Nessy berlari kecil untuk menyusul langkah Kean meski kakinya terasa perih.


Begitu seterusnya keduanya berjalan saling salip menyalip sampai mereka masuk kedalam mobil Kean.


"Segitu berubahnya ya orang yang lagi jatuh cinta" gumam Thomas saat keduanya mengamati kelakuan Kean dan Nessy "Kean yang dulu keren jadi aneh begitu".


Mark menoleh "setuju sih gua" sahutnya. Beranjak meninggalkan pintu lobby menuju tempat dimana mobilnya terparkir.


"Tapi kalo lu kayaknya gak bakal berubah drastis" sambung Mark yang selesai memasang sabuk pengaman.


"Pasti ada bedanya lah?" merasa yakin melihat perubahan Kean yang begitu jelas.


"Kalo lu kan udah aneh dari dalem perut" Mark mulai melajukan mobilnya.


"Sialan"


***


"Loh kita mau ngapain kesini?" tanya Nessy saat Kean membelokkan mobilnya menuju klinik.


"Emang luka lu gak perlu diobatin?!" Kean sudah turun dari mobil.


"Besok juga sembuh" akhirnya ikut turun juga. Berjalan agak pincang.


"Jalan lu aja kayak abis disunat gitu" celetuk Kean membuat Nessy melempar sepatunya.


Kembali memakai sepatunya "Ngomong sama kadal sono" jawab Nessy.


"Giliran gua serius kaga didengerin, giliran gua becanda diseriusin. Dasar manusia" gerutu Kean yang kembali mensejajarkan langkahnya dengan Nessy.


Perawat yang mengobati kaki Nessy tersenyum penuh arti. Dipikirnya mereka sepasang kekasih yang sedang bertengkar.


"Bayar Kean!" teriak Nessy melihat Kean yang melewati bagian administrasi begitu saja.


"Idih yang kakinya sakit siapa?!"


"Kan lu yang ngajakin gua kesini" balas Nessy yang semakin sewot "bayarin apa mau gua bilangin mama lu ya!" Kean memutar bola matanya jengah.


"Daripada suaminya diomelin terus, mending di hibahkan ke saya aja mbak" kasir yang menerima kartu kredit Kean membuka suara.


"Mau saya aduin sama atasan mbak" sungut Nessy. Enak saja minta Kean di hibahkan. Eh.


"Maaf ya mbak, istri saya lagi hamil mud.." Nessy menyikut perut Kean "..da" lanjut Kean meski sedikit terkejut. Dua perempuan yang sedari tadi menggoda Kean ber-oh-ria. Merasa kecewa dengan pengakuan Kean.


Buru-buru Nessy menarik lengan Kean untuk meninggalkan bagian administrasi. Kesal sekali melihat dua wanita yang terang-terangan menggoda Kean.


****


"Kean, laper gua" keluh Nessy saat mobil Kean berhenti di lampu merah.


"Padahal ada pertemuan penting gua Nes" menghela napas "yaudah mau makan apa" putusnya kemudian.


"Emm..gimana kalo makan mie" usul Nessy penuh semangat.


"Gak ada, mending lu kerumah gua aja biar mama atau Keyra yang nemenin lu makan" ucapnya.


"Gak asik lu Kean" cibir Nessy melipat kedua tangannya.


"Tapi ngangenin kan" godanya saat Kean menghentikan mobilnya dihalaman rumahnya.


"Apalagi bibir gua" jarak keduanya hanya tinggal beberapa senti lagi.




author : cuma mau nanya, alur cerita ini menurut kalian gimana sih? banyak yang suka atau ngebosenin?


soalnya author kek kurang dapet feel nya gitu nulis SAY LOVE. Gak tau kenapa lebih suka kisah masa SMA kayak Ruang Hati S1 + S3..


kalo dirombak gimana?banyak yang mau apa engga? tapi pastinya bakal butuh waktu lumayan..