Say Love

Say Love
Empat belas



Biar makin semangat bantu vote author dong..


Jangan lupa like,komen dan subscribe juga ya 😂😂😂


-------


Say


"Duh sakit" erang Nessy memegangi kakinya yang terkilir


"Mampus lu!" mendengar teriakan Kean Nessy langsung menoleh cepat.Menatapnya kesal karena ekspresi bahagia yang ia tunjukkan saat Nessy terjatuh.


"Kean!" dan teriakan dari Eva langsung membuat Kean kicep-cep-cep


"Ya ampun Kean" Eva berkacak pinggang "Itu bantuin Nessy,ngapain diem aja!" kesal dengan perilaku anaknya yang seperti kekanakan


Kean melebarkan langkahnya saat melihat Nessy yang berusaha berjalan limbung dan hampir saja jatuh.


"Bisa jalan gak sih lu Nes, makanya pelan-pelan jangan kayak kuda lumping pecicilan banget" gerutu Kean yang menangkap badan Nessy


Nessy berusaha menepis tangan Kean "Kalo gak ikhlas gausah nolongin" namun Kean malah mengeratkan pelukannya


"Apaan sih Kean" berusaha berontak.Gila,Kean pasti sudah gila.


"Diem Nes,biar keliatan mesra dikit kita" canda Kean yang mendapat pukulan di bahunya


"Kang cimol" tertawa juga dengan ucapan Kean


"Pait..pait..pait" Jessie berjalan cepat didepan mereka sambil menutupi sebelah wajahnya dengan tangan


Kean melepaskan pelukannya pada Nessy saling pandang melihat kelakuan Jessie.Bahkan Ardit yang hendak naik ke lantai atas ikut tertawa melihat kelakuan istrinya.


"Gak jelas banget kamu mah" mencubit gemas pipi Jessie saat langkah mereka sejajar


"Mama juga pengen pah sekali-kali romantis sama papah" mengingat keduanya memang jarang sekali punya momen romantis (Gak percaya?baca RUANG HATI season tiga)


"Idih..gausah mah" tolak Ardit saat Jessie menggelayut manja di lengannya.Bergidik ngeri.


"Iya pah.Mama jadi ngerasa gimana gitu" keduanya tertawa


"Bukan" candanya yang mulai duduk di sofa.


Kean mengambil kotak p3k.Lalu setelah kembali duduk disebelah Nessy,Kean menarik kaki Nessy kedalam pangkuannya agar memudahkan Kean membersihkan lukanya.


"Pelan-pelan,Kean" titah Nessy yang sibuk berkutat dengan ponselnya.Berusaha memotret Kean diam-diam.


"Sa.." dapat!!


Tepat saat Kean meliriknya dengan mulut membuka hendak bertanya sesuatu pada Nessy.


Kean menurunkan kaki Nessy dari pangkuannya "Hapus gak!" berusaha merebut ponsel yang sedang dipegang oleh Nessy.


Nessy menjulurkan lidahnya"Ambil kalo bisa" ponsel yang menjadi rebutan keduanya


"Sial" mengumpat saking kesalnya karena ia tak mungkin merebut ponsel Nessy.


Kean berlalu pergi meninggalkan rumah Nessy saat mendapat pesan dari Mark jika ia sudah mengetahui informasi tentang masalah ide iklan.


"Loh kak Kean mana kak Nessy?" tanya Keyra yang sengaja menginap dirumahnya karena ajakan Wina


"Ditelfon pacarnya tadi" niat hanya ingin bergurau malah ditanggapi serius oleh Keyra


Keyra tampak kaget "Wah..perlu diaduin nih sama papa" ujarnya karena papa dan mamanya sudah pulang sejak tadi


"Pacarnya siapa kak,biar kita labrak nanti" Wina ikut merasa emosi


"Tau Kean" memasang wajah pura-pura sedih agar meyakinkan mereka


"Mampus lu Kean!pembalasan baru akan dimulai" gumam Nessy dalam hatinya


Kean semakin memacu mobilnya menuju sebuah apartemen dimana Mark dan Thomas sudah menunggunya sejak tadi di lobby apartemen itu.


"Mana orangnya?" tanya Kean saat menemui kedua temannya tengah duduk santai


"Cewek bro" Mark mengingatkan sebelum Kean menuju pintu apartemen yang disebutkan oleh Mark dan Thomas


"Lu taulah gimana gua" dengan senyum penuh arti