Say Love

Say Love
Delapan belas



Hay kalian yang selalu like,komen dan baca tulisan author ❤️❤️❤️


Jan lupa subscribe ya 😂😂😂


----


"Tapi gak semua orang sama Len" sanggah Nessy karena menurutnya Wang berbeda dengan yang lain.


"Emang iya Nes, tapi kita cuma gak mau lu salah pilih". Imbuh Tae dengan pandangan sendu. Nessy hanya memiliki mereka sebagai sahabat, jadi sebisa mungkin Lena dan Tae akan menjaga Nessy dengan baik.


"Jadi menurut lu Kean bener gitu" tentu saja Nessy merasa lucu dengan apa yang ia ucapkan. Siapa yang tidak mengetahui jika Kean sering bergonta-ganti pasangan.


"Sini gua urut pala lu Nes, kayaknya otak lu kecengklak" Lena mengapit kepala Nessy lalu memberikan pijatan layaknya tukang urut profesional.


"Mama tolong" teriak Nessy namun tak mendapat respon seperti yang ia harapkan.


Tak ingin terlalu lama membicarakan obrolan yang sedikit berat ketiganya memutuskan pergi menuju mall untuk menonton film. Berbeda dengan Kean yang kembali ke kantornya untuk urusan pekerjaan.


"Gimana Nessy?" Mark dan Thomas masih menunggu diruangan Kean.


"Please ya.. panggil gua pak, kita lagi dikantor" ucap Kean dengan lebay-nya. Begitulah Kean semenjak mengenal Nessy.


"Tayi!" Thomas melempar bantal sofa kearah Kean. Tidak tahu saja jantung mereka hampir loncat dari tempatnya melihat kemarahan Ken pada anaknya karena kesalahpahaman yang terjadi.


"Kan bener, tiap abis ketemu Nessy muka lu langsung bersih bersinar kayak abis dicuci paket sunlek" oceh Mark tidak jelas.


"Gak mudeng gua sumpah" Thomas melirik Mark dengan tatapan aneh. Apaan sih temannya ini.


"Gimana masalah iklan?" melanjutkan obrolan yang sempat tertunda karena insiden kedatangan Ken. Wajah-wajah konyol Mark dan Thomas langsung berubah serius mendengarkan pertanyaan yang dilontarkan oleh Kean.


Thomas menjelaskan jika hanya menunggu penayangan di stasiun televisi dan untuk iklan cetak dan sebagainya sudah selesai dirilis.


Dan tanpa diminta Mark ikut membuka suara, mengatakan jika orang yang menjadi mata-mata sudah resmi mengundurkan diri secara baik-baik. Sesuai perintah Kean untuk tidak memecatnya karena mengetahui statusnya sebagai seorang wanita single parents yang masih mempunyai anak berumur satu tahun.


Tok..tok..


"Maaf pak, tuan Arthur sedang menunggu dilobby" Kean tampak kaget, jangan bilang jika masalah itu sudah sampai ke telinga keluarga Nessy.


"Cobaan apalagi ini Tuhan" gumam Mark yang memang suka mendramatisir keadaan.


Sebelum Mark semakin parah Kean segera turun untuk menemui Arthur disana.


Kean menutup pintu ruangannya, berjalan menuju lift untuk menemui Arthur yang sedang menunggunya di lobby.


"Kenapa tidak langsung ke ruangan ku" sapa Kean melihat Arthur yang duduk sambil menyilang kan kakinya.


"Duduk" adik dan kakak sama saja. Padahal ia sedang berada di kantor Kean tapi seolah Kean yang sedang berkunjung.


"Kudengar kau masih senang menemui perempuan dibelakang Nessy" Kean menangkap ada rasa ketidaksukaannya dalam nada bicara Arthur. Belum tahu saja jika Nessy yang sering berkencan diam-diam.


"Apa Nessy tidak menjelaskan detail kejadiannya?" bukannya menjawab Kean malah balik bertanya.


"Saat itu aku hanya ingin menangkap basah karyawanku yang menerima uang suap dari perusahaan pesaing" jelas Kean. Kenapa semua mata hanya mengawasinya sedangkan Nessy bisa leluasa pergi dengan Wang.


"Jangan pernah sakiti Nessy" tentu Arthur merasa sangat perlu untuk mengingatkan Kean.


"Katakan itu pada adikmu juga" pesan Kean sebelum Arthur pamit untuk kembali ke kantornya.



Galon karena dijodohin sama Kean



Yang kencan siapa yang kena omel siapa?


Apapun itu, jangan pernah menilai sesuatu dari luarnya saja. Karena kebenaran tidak bisa disimpulkan hanya melalui apa yang kita lihat sekilas - Kean