Sad To Happy

Sad To Happy
Episode 8



Happy reading ❤️


Setelah adegan di koridor tadi lexa tak henti hentinya menggoda nata.


"Ciee yang tadi mesra-mesraan di koridor gimana rasanya digituin doi?" Ucap lexa sambil menaik turun kan alis nya.


"Apaan sih Lex, udah ah" ucap nata sambil cemberut.


Kring kring


"Eh udah bel tuh kantin yu" ajak nata sambil mengalihkan pembicaraan.


"Ayo deh, yang udah ga sabar ketemu doi di dikantin" ucap lexa sambil tersenyum menggoda.


"Apaan sih, tau ah kesal gw" ucap nata kesal sambil melenguh pergi.


"Eh, ehh Nat tungguin elah, jangan ngambek kenapa" ucap lexa sambil berlari ke arah nata.


"Tau ah sebel gw sama lu"


"Iya deh iya ga akan ngegodain lagi, jangan marah dong"


"Iya, awas aja kalau masih ngegodain" ucap nata sambil mendelik ke arah lexa.


"Iyaa"


Tak Terasa mereka sekarang sudah berada di kantin yang ramai sampai-sampai mereka tidak kebagian tempat duduk.


"Eh Lex sini aja" ucap farel sambil melambai-lambaikan tangannya.


"Ahh tuh Nat, disitu aja yuk bareng sama farel sama gio" ajak lexa sambil menarik tangan nata menuju tempat farel dan gio.


Nata yang ditarik tangan nya sama lexa pun hanya bisa pasrah.


"Hai rel" sapa lexa.


"Hai juga Lex, mau pesen apa?" Tanya farel.


"Emm gw bakso deh sama jus mangga, lu apa Nat?"


"Emm gw jus alpukat aja"


"Makan nya engga Nat?" Tanya farel.


"Engga"


"Ok, lu apa gi?


"Nasi goreng dua sama lemon tea satu"


"Banyak amat"


"Udah sana cepet pesen" usir gio.


Selagi menunggu farel memesan makanan nata pun bertanya kepada lexa.


"Emm Lex, lu kenal farel dimana?"


"Ohh itu gw ketemu dia seminggu yang lalu pas, mau ke toilet sebelum masuk, nah dia itu ternyata anak baru dan nanya sama gw di mana ruang kepala sekolah, setelah nganterin dia gw juga di suruh sama kepsek buat nganterin dia keliling sekolah supaya dia tahu tempat di sekolah ini, nah dari situ kita deket" jelas lexa panjang lebar.


"Ohh, gitu" ucap nata sambil mengangguk-angguk kan kepala nya.


Setelah itu datang lah farel bersama seorang dibelakangnya sambil membawa pesanan mereka.


"Nih"


"Makasih" ucap mereka.


"Sama-sama"


"Nih makan, jangan minum jus aja" ucap gio sambil menyodorkan sebuah nasi goreng ke arah nata.


"Ehh engga gw udah Kenyang kok" tolak nata.


"Makan!" Tegas gio.


Dengan segera nata makan nasi goreng nya karena takut akan ucapan tegas gio.


Gio yang melihat nata makan pun tersenyum tipis.


"Sweet banget Astaga" ucap lexa.


"Nanti kita nyusul" ucap farel enteng.


"Hah? Nyusul apaan?" Jawab lexa bingung.


"Seperti mereka"


"A-apaan sih" ucap lexa sambil tersipu.


Sedangkan gio dan nata hanya makan dengan tenang tanpa menghiraukan dua makhluk di depannya.


Kringg kringg 


"Udah bel tuh Nat, kelas yuk" ajak lexa.


"Yuk, gw sama lexa duluan ya" pamit nata.


Saat dia hendak berjalan dia merasa tangan nya ada yang memegang dan dengan segera ia menengok kebelakang dan gio lah yang sedang mencekal tangan nya itu.


"Nanti pulang bareng, gw jemput di kelas, gw duluan" ucap gio sambil mengacak-acak rambut nata sebentar dan berlalu pergi tanpa menunggu farel.


Nata yang di perlakukan seperti itu hanya bisa terdiam membisu. Dan lagi-lagi dia merasakan getaran di hatinya.


"Ada apa sama hati gw?" Batin nya.


Nata dan lexa masih sama-sama diam membisu akibat perlakuan cowok-cowok tadi. Sampai suara membuyarkan lamunan mereka.


"NATA, LEXA KENAPA KALIAN MASIH DISINI HAH? GA DENGAR BEL SUDAH BERBUNYI HAH?" suara milik Bu Dian menggelegar di kantin.


"E-eh ibu iya ini bu saya pamit ke kelas, duluan Bu" ucap lexa dan nata sambil menyengir polos dan segera berlari karna takut terkena teriakan maut milik guru tersebut.


"Hosh, hosh , tuh guru ga ngejar kan ya?" Ucap lexa setelah sampai dikelas sambil mengatur nafas nya dan menengk kebelakang.


"Engga, udah yuk langsung masuk ke kelas"


"Yaudh yuk"


Setelah mereka duduk di kursi guru yang mengajar pun datang.


Kring kring


Bel pulang pun berbunyi semua murid yang di kelas pun seketika wajah mereka segar semua tidak seperti tadi saat pelajaran sejarah.


"Baiklah, karna bel sudah berbunyi, saya pamit, sampai ketemu lagi, assalamualaikum" ucap guru tersebut sambil berlalu keluar.


"Yuk, Nat gw udah selesai nih"


"Yuk"


Setelah sampai di depan pintu kelasnya nata dan lexa kaget karna gio dan farel sudah berada didepan nya.


"Eh lexa, udahan kan? Yuk" ajak farel.


"E-eh yuk, Nat gw duluan ya" pamit lexa kepada nata.


"Iya Lex, hati-hati ya"


"Sip, dah" ucap lexa sambil melambaikan tangan nya.


"Dah" jawab nata pun sama sambil melambaikan tangannya.


"Udah kan? Yuk" ajak gio sambil menyodorkan tangan nya.


"E-eh yuk" ucap lexa gugup sambil menyodorkan tangan nya juga dan langsung di genggam oleh gio.


Ketika mereka melewati koridor sekolah, semua murid yang masih di sekolah memandangi mereka dengan tatapan kaget, aneh dan iri kepada nata karna bisa bergandengan tangan dengan most wanted nya sekolah.


"Gi, lepasin gaenak diliat orang" ucap nata pelan yang hanya bisa di dengar oleh gio saja.


"Gausah dengerin omongan orang" ucap gio sambil melihat nata dan menyunggingkan senyumnya.


Akhirnya mereka berdua sampai di parkiran dan gio segera mengambil motor nya dan menghampiri nata.


"Yuk naik" ucap gio. "Eh sebentar" lanjut gio sambil turun dari motornya.


"Kenapa?" Tanya nata bingung karna melihat gio yang turun dari motornya dan membuka jaket nya.


"Ehh" ucap nata kaget karna melihat gio yang sedang memasangkan jaket nya di pinggang nya.


"Biar pahanya ketutupan" ucap gio sambil tersenyum dan segera menaiki motornya.


Blush


Seketika nata merasakan pipinya memanas karna perlakuan gio.


"Yuk naik" ucap gio sambil menyodorkan tangannya membantu nata naik ke motornya.


Nata pun mengambil tangan gio dan menggenggam nya menjadikan tumpuan nata untuk menaik ke atas motor.


"Udah yuk jalan" ucap nata.


"Ok" ucap gio sambil menghidupkan mesin motornya dan melakukannya dengan kecepatan sedang.


Di perjalanan nata merasa ngantuk akibat angin yang menerpa wajahnya dan tanpa nata sadari nata pun tertidur di punggung gio. Gio yang melihat nata tertidur pun segera menarik tangan nata ke perutnya agar nata tidak jatuh.


15 menit kemudian gio sampai dirumah nata dan segera membangunkan nata yang masih tertidur di punggung nya.


"Nat, Nat bangun udah sampe" ucap gio sambil membangunkan nata.


Nata yang merasa terusik pun perlahan membuka matanya dan melihat sekeliling.


"Eh udah sampe ya" ucap nata sambil turun dari motor gio.


"Makasih ya, dan maaf ngerepotin karna ketiduran di punggung Lu, pasti berat ya?" Ucap nata.


"Engga kok, yaudh gw balik duluan ya udah sore, jangan lupa makan" ucap gio sambil menepis pelan kepala nata dan tersenyum lembut.


Blush


Seketika pipi nata pun menampilkan semburat merah.


"I-iya, hati-hati di jalan dan jangan lupa makan juga" ucap nata sambil menunduk karna takut gio melihat pipinya yang memerah.


Gio yang melihat pun gemas dan segera mengangkat wajah nata dengan jarinya.


"Jangan di tutupin nanti cantik nya ilang" ucap gio sambil tersenyum dan segera pergi dari pekarangan rumah nata dan meninggalkan nata dengan semburat merah yang semakin menjadi merah.


Nata pun segera memasuki rumah nya sambil tersenyum.


__________________________


Halo guys semoga suka ya sama cerita nya jangan lupa vote and komen :)


Makasih


See you:*