Sad To Happy

Sad To Happy
Episode 19



Happy reading ❤️


Sudah 1 jam yang lalu nata berada di balkon kamar sejak Rendy mengantarkan nya pulang.


"Serumit ini ya hubungan diam-diam?" Batin nata.


Tok tok tok


"Nata" panggil Fernand seraya mengetuk pintu.


Ketukan di pintu membuat nata yang sedang melamun kembali sadar dan Segera membuka kan pintu untuk kakak nya.


"Iya kak kenapa?" Tanya nata setelah membuka pintu.


"Di bawah ada gio katanya dia mau ketemu kamu" ucap Fernand.


"Suruh pulang aja kak, bilang aja aku tidur gitu" ucap nata yang malas bertemu dengan gio.


"Loh kok gitu? Kasian tau dia udah jauh-jauh kesini cuman mau nemuin kamu" jelas Fernand.


"Biarin aja aku males ketemu dia" jawab nata sambil memutar kedua bola matanya.


"Kalian lagi ada masalah? Kalo iya bicarain baik-baik" ucap Fernand menyelidik.  karena biasanya kalau nata tidak mau ketemu dengan gio karena lagi ada masalah.


"Engga kok kak, cuman emang lagi ga mau ketemu aja" ucap nata meyakinkan Fernand.


"Yaudh kalau gitu biar gio yang kakak suruh kesini biar kalian bicarain masalah kalian baik-baik" ucap Fernand dan segera pergi dari kamar nata.


"Kak apaan sih" ucap nata tapi tidak di hiraukan oleh Fernand.


Karena kesal nata  memilih untuk menutup pintu dan satu ide terlintas di kepala nya. 


" Mending gw pura-pura tidur aja" batin nata dan segera melangkah menuju kasur nya dan berbaring tidak lupa dengan selimut yang menutupi seluruh tubuhnya.


Tidak lama kemudian terdengar suara pintu di buka oleh seseorang.


Ceklek


Nata pun segera memejamkan matanya.


"Bangun Nat, aku tahu kamu ga tidur" ucap gio yang berdiri di samping ranjang nya.


Nata pun memilih terus memejamkan matanya.


Karena kesal bercampur emosi, gio yang melihat nata tidak kunjung menyibak selimut nya pun segera menarik selimut nata yang menutupi seluruh tubuhnya.


Nata yang kaget karena selimut nya yang tiba-tiba di tarik akhirnya refleks berteriak dan loncat dari kasurnya.


"Kamu apa-apaan sih" ucap nata kesal di hadapan gio.


"Kamu yang apa-apaan! Bilang nya mau pulang bareng sama lexa tapi tau nya pulang bareng sama Rendy dan pelukan di jalan" ucap gio setengah membentak.


Nata yang mengetahui gio berbicara seperti itu terkejut. "Kamu tau dari mana?" Ucap nata.


"Nih" ucap gio sambil menunjuk sebuah foto di handphone nya dimana dia dan Rendy sedang berpelukan di jalan sore tadi dan juga di saat nata berboncengan dengan Rendy.


"Apa maksudnya dari foto ini Nat! Kamu selingkuh di belakang aku iya?" Ucap gio keras.


"Gi dengerin penjelasan aku dulu kamu salah paham" ucap nata sambil memegang tangan gio dan di lepaskan dengan kasar oleh gio.


"Salah paham? Salah paham dimana nya? Jelas-jelas disini kamu pelukan sama dia, apa itu belom cukup buat bukti kalau kamu ada apa-apa sama dia?" Ucap gio datar.


"Gi, kamu itu bener-bener salah paham aku ga ada hubungan apa-apa sama kak Rendy" ucap nata sambil berkaca-kaca.


"Udah lah Nat, aku ga mau dengerin penjelasan apapun dari kamu, kita ini backstreet Nat, bukan putus jadi kamu ga bisa seenaknya pelukan sama orang lain" ucap gio sambil membentak nata.


Nata yang di bentak hanya bisa memejamkan matanya berusaha menghilangkan rasa takut nya karena dia tidak bisa di bentak.


"K-kamu nge-ngebentak aku gi?" Ucap nata terbata sambil menatap gio dengan tidak percaya karena gio tau nata paling tidak bisa di bentak.


"Nat maaf Nat aku emosi tadi" ucap gio menyesal sambil menggenggam tangan nata.


Nata pun segera menghempaskan tangan gio dan berjalan mundur menjauhi gio sambil menangis.


"Kamu jahat gi! Kamu udah berani bentak aku! Kamu juga salah disini gi! Kamu pelukan sama nada di parkiran dan kamu ngelewatin aku gitu aja di jalan  yang jelas-jelas kamu ngeliat aku tadi!" Pekik nata sambil menjauh dari gio.


"Ka-kamu ngeliat nat? Tapi Nat dengerin penjelasan aku dulu nat" ucap gio.


"Kamu aja ga mau ngedengerin penjelasan aku kenapa aku harus dengerin penjelasan kamu? Kamu egois gi kamu egois! Disini seolah-olah aku yang salah padahal aku pelukan sama kak rendy di jalan dan pulang bareng sama dia itu karena kamu gi! Karena kamu! Aku sakit ngeliat kamu yang pelukan sama nada di parkiran, aku sakit ngeliat kamu yang ngelintas aja di jalan yang jelas-jelas kamu ngeliat aku waktu itu di jalan! Kamu tau apa yang aku rasain? Aku sakit gi! SAKIT!" Ucap nata sambik terisak.


"Nat aku ga tau kalau yang di jalan itu kamu, karena waktu itu kamu beda banget makanya aku jalan aja dan soal pelu-" ucapan gio terpotong.


"Apa? Soal pelukan kalian waktu itu ga seperti yang aku lihat gitu?" Ucap nata datar walau air mata nya masih turun dengan deras nya.


"Nat pliss" ucap gio pelan.


"Stop gi! Mulai sekarang aku ga mau ngeliat muka kamu lagi! Jadi lebih baik kita put-" ucapan nata di potong.


Nata yang berada di depan pintu kamar nya segera minggir membiarkan gio pergi dari kamar nya dengan pandangan kosong.


Di saat gio sudah memegang knop pintu gio pun berbalik badan dan dengan segera menarik badan nata untuk mendekap nya.


Nata yang mendapat pelukan tiba-tiba dari gio pun menegang di tempat. Tetapi tidak membalas pelukan nya apalagi memberontak karena sejujurnya ia juga rindu dengan pelukan ini.


"Aku sayang kamu" ucap gio di sela-sela pelukan mereka.


Nata yang mendengar ucapan itu pun kembali menangis tapi ia berusaha untuk menangis dalam diam.


Setelah mengucapkan kata-kata itu pun segera melepaskan pelukan nya dan pergi dari kamar nata.


"Aku juga sayang kamu gi" ucap nata pelan.


Gio yang mendengar suara nata pun tersenyum. Dan setelah nya ia benar-benar pergi dari sana.


Tidak lama kemudian Fernan masuk karena merasa nata dan gio sudah tidak lagi bertengkar bahkan berteriak-teriak karena suara teriakan nya sampai ke kamar Fernand.


"Kamu gapapa dek?" Tanya Fernan di hadapan nata.


"Hiks aku gapapa kok kak" ucap nata sambil berusaha mengehentikan tangisan nya.


"Tenang dek jangan terlalu di bawa emosi" ucap Fernan sambil menarik adik nya kedalam pelukan.


Nata pun berusaha mengontrol emosi nya di dalam pelukan hangat fernand.


Setelah merasa nata tenang Fernan pun segera melepaskan pelukannya.


"Sekarang kamu mandi terus kalau udah selesai kamu makan nanti makanan nya kakak bawa ke kesini" ucap Fernan sambil mengelus pelan rambut nata.


Nata pun membalas nya dengan mengangguk-anggukkan kepalanya saja. Dan segera pergi menuju kamar mandi nya.


Fernan yang melihat nata sudah masuk ke dalam kamar mandi pun segera keluar dari kamar nata dan menunggu nya di ruang makan.


15 menit kemudian nata sudah selesai dan segera turun kebawah untuk makan dan juga minum obat karena dia merasa kepalanya sedikit pusing.


Fernan yang melihat nata berjalan lemas pun bertanya.


"Kamu sakit dek?" Tanya fernan khawatir.


"Engga kak cuma pusing sedikit aja karena telat makan mungkin" ucap nata seraya tersenyum.


"Yaudah kamu makan sekarang nanti minum obat pereda pusing baru nanti tidur" ucap fernan.


"Iya kak" ucap nata.


Setelah nya mereka pun makan bersama.


"Nih dek obat nya minum dulu" ucap fernan setelah makan dan mengambil obat untuk nata.


"Makasih kak" ucap nata dan segera meminum nya.


Setelah selesai fernan menyuruh nata untuk istirahat saja.


"Kamu istirahat aja dek biar kakak yang ngeberesin" ucap fernan.


"Gapapa kak aku aja" ucap nata.


"Udah sana kamu istirahat aja ke kamar" suruh fernan Keukeh.


"Yaudah aku naik ya kak" ucap nata pasrah.


"Iya dek, langsung tidur jangan mikirin apa-apa lagi" ucap fernan.


Yang di balas anggukkan oleh nata dan segera naik ke kamar nya karena sakit di kepalanya menyerang kembali.


Setelah sampai di kamar nata pun segera merebahkan diri di ranjang nya.


"Gio marah artinya cemburu, nah kalau cemburu artinya dia sayang sama gw" ucap nata pelan seraya tersenyum sambil melihat langit-langit kamar nya.


"Tapi gio dapet dari mana foto itu?" Tanya nata dalam hati.


Karena tidak menambah sakit di kepalanya nata pun memutuskan untuk tidak memikirkan nya lebih lanjut. Dan memilih segera tidur dan semoga saja bangun dengan keadaan yang sudah baikan.


Hati yang sudah membaik, dan pikiran yang sudah tenang.


Semoga!.


***


Part sudah di revisi!


Masih typo? Harap di maklumi


Typo? Komen di bawah.