
Happy reading ❤️
Setelah nya mereka pun sampai di rumah mewah yang di depan nya sudah di penuhi dengan mobil-mobil. Mereka pun memarkirkan mobilnya.
"Yuk Nat, turun jangan lupa undangan nya di bawa" ucap lexa.
"Iya Lex" sahut nata.
Setelah nya mereka pun berjalan ke arah gerbang yang banyak sekali pelayan. Setelah mengasih kembali undangan nya mereka pun mengikuti pelayan sampai ke taman belakang yang sudah dirombak menjadi pesta ulang tahun yang megah.
Di saat nata dan lexa berjalan di red carpet mereka semua menjadi sorotan karena nata dan lexa terlihat sangat cantik malam ini.
Eh itu nata sama lexa bukan sih?
Eh iya bener itu nata sama lexa
Sumpah ya ternyata nata kalau dandan tambah cantik
Lexa juga tambah cantik
Besok udah jadi primadona sekolah nih
Nata sama Abang aja yuk
Yeh kutil kuda
Yeh Iri aja lu
Bisik-bisik terdengar karena memang undangan disini rata-rata murid-murid SMA Wijaya.
Nata dan lexa pun tidak ambil pusing dan tetap berjalan ke arah nada yang terdapat gio dan farel di samping nya.
"Happy birthday nad, wish you all the best" ucap nata sambil menyodorkan sebuah kado kepada nada.
"Makasih nat, udah mau Dateng" ucap nada.
"Happy birthday" ucap lexa singkat sambil menyodorkan sebuah kado.
"Makasih Lex, udah mau Dateng" ucap nada sambil tersenyum.
Yang di balas senyum singkat oleh lexa.
***
Gio diam-diam sedari tadi terus memperhatikan nata yang hari ini sangat cantik rasa nya ia tidak rela untuk berbagi kecantikan nata dengan yang lain.
Tiba-tiba Rendy datang sambil mengucap kan selamat dan memberi kado. Dan mendekat ke arah nata.
"Hai Nat" sapa Rendy.
"Hai juga kak, udah baikan?" Tanya nata.
"Udah kok, gausah khawatir" ucap Rendy sambil tersenyum.
Nata pun mengangguk sebagai jawaban.
Gio yang melihat itu pun cemburu dan ingin sekali membawa nata pergi dari sini dan duduk berdua bersama nya saja. Tapi ketika mengingat kejadian tadi pagi pun membuat gio segera menepis pikiran nya itu.
"Panas ngeliat dia lebih perhatian sama yang lain ya Lex" ucap farel menyindir gio.
"Iya rel, panas tapi salah dia sendiri sih ngomong yang enggak-enggak tanpa tahu kebenaran nya" ucap lexa sambil melirik sinis gio.
"Kebenaran apa?" Batin gio.
Menyadari posisi yang sudah ga enak akan sikap lexa dan farel pun membuat nata turun tangan dan memilih untuk mengajak lexa pergi.
"Ehm nada, gw sama lexa kesana dulu ya" ucap nata.
"Eh jangan Nat, bentar lagi acara mulai tinggal nunggu MC nya aja" bukan nada yang menjawab tetapi farel yang menjawab.
"Sok tau" ucap gio pelan yang masih bisa di denger oleh mereka yang berada di dekatnya.
"Hallo gais perkenalkan gw Rio sebagai MC di acara ulang tahun ini" ucap seseorang dari atas panggung.
"Kan apa gw bilang" ucap farel ketus kepada gio.
"Jadi kita langsung mulai aja acara nya, untuk nada silahkan naik ke atas" ucap sang MC tersebut.
Dan nada pun berjalan ke atas panggung yang di depan nya sudah ada kue tart besar dengan lilin angka 17 yang menyala.
"Nah karena udah ada nada nya, silahkan make a wish dan tiup lilin nya" ucap sang MC dan nada pun langsung melakukan hal tersebut.
Alunan lagu milik Jamrud pun mengalun indah.
Setelah nada meniup lilinnya ia pun memotong kue nya.
"Kue pertama buat siapa nih kira-kira?" Seru MC tersebut.
"Kue pertama yang pasti buat mommy dan Daddy dong" ucap nada sambil menyuapi kedua orang tua nya.
"Yang kedua buat aku ya?" Ucap MC membuat semua orang menyorakinya
"Hahaha canda gais" ucap MC tersebut sambil terkekeh.
"Yang kedua buat--" nada menggantung kalimat nya. "Gio" lanjut nada. Gio yang merasa dirinya di panggil pun menegang dan mau tidak mau ia naik ke atas panggung untuk menerima suapan kue tersebut.
"Cieee" ucap MC tersebut setelah nada menyuapi gio.
Gio pun mengalihkan pemandangan nya dan terhenti kepada mata dan terdapat pancaran ke-kecewaan.
***
Sakit. Satu kata yang menggambarkan hati nata saat ini. Tapi ia tetap mencoba untuk tetap tegar dan tidak memperbolehkan air matanya turun saat ini.
"Jangan lemah cuma karena cowok kaya dia Nat" ucap lexa sambil menggenggam erat tangan nya.
Nata pun menoleh dan tersenyum seolah memberitahu bahwa semua nya baik-baik saja.
"Baik acara inti sudah selesai dan selamat menikmati hidangan" ucap MC tersebut.
Nata, lexa dan Rendy pun memilih untuk menikmati hidangan.
"Duduk disitu yuk Nat" ucap Rendy sambil menggandeng tangan nata.
"Eh, iya kak yuk Lex" ucap nata.
"Yuk" sahut lexa.
Dilain tempat farel dan gio duduk berdua tadinya farel ingin bergabung dengan kekasih nya tapi apalah daya gio yang menahan nya untuk tetap menemani nya.
"Gi gimana kalau kejadian nya itu ga seperti yang lu pikirkan?" ucap farel.
"Ga seperti terjadi gimana? Kalau kenyataan nya bukti udah ada" ucap gio datar.
"Gi lu tuh udah keterlaluan tau ga! Lu bilang nata murah, lu bilang dia yang enggak-enggak tapi lu sendiri ga tau kan kebenaran nya. Gw mohon gi sebelum terlambat lu sadari semua nya. Ga ada sebuah foto yang di ambil secara ga sengaja semuanya itu bisa di atur gi termasuk foto itu yang jelas-jelas ga sama sekali bener!" Ucap farel kesal.
Bugh
Tiba-tiba satu tinjuan mendarat di wajah gio. Dan berasal dari fernan Kakak nata.
"Brengsek" ucap fernan dan memukuli gio lagi.
Bugh bugh bugh
"Dengan mudah nya Lo ngatain adik gw murahan! Dan dengan mudah nya juga lu percaya sama foto yang jelas-jelas ga bener itu! Gw udah percaya nitipin nata ke Lo yang bilang nya mau bahagiain! Tapi apa sekarang hah? Apa? Lo ngerusakin kepercayaan yang gw udah kasih ke Lo! Brengsek" ucap fernan diliputi amarah dan ingin menghajar gio lagi yang sudah terkulai lemas di bawah. Tetapi sebuah suara menghentikan kegiatan nya.
"STOP KAK STOP! JANGAN PERNAH KAKAK KOTORIN TANGAN KAKAK BUAT MUKULIN DIA" teriak nata.
"Ayok kak ikut aku" ucap nata sambil menarik tangan fernan ke tempat tadi dia duduk.
"Bubar kalian semua, kembali ke kegiatan kalian masing-masing" pekik lexa dan membuat semua kembali ke kegiatan masing-masing.
Gio yang mendengar ucapan nata pun mematung dan memilih bangkit pergi menjauh dari pesta.
"Ini pesta ulang tahun adik nya temen Kakak dek, nah lexa udah cerita semua sama kakak kemarin karena kakak ga sengaja dengerin pembicaraan dia sama cowok nya. Kakak mau jawaban yang jujur dari kamu, kamu ga ciuman sama dia kan?" Ucap fernan.
"Enggak kak enggak! Kakak tau kan kalau waktu itu aku sakit nah aku itu di tolongin sama dia dan ada yang sengaja memfoto itu dari belakang dan di sebar luaskan" jelas nata.
"Kenapa kamu ga berontak Nat! Jelas-jelas itu udah keterlaluan" ucap fernan.
"Udah lah kak aku cape urusin semua nya" ucap nata sambil tersenyum sendu.
"Kamu harus kuat dek" ucap fernan.
"Aku udah cape kak, aku mau hidup tenang dan ga mikirin masalah-masalah ini kak" ucap nata.
"Kamu ngomong apa sih udah lah" ucap Fernan.
"Aku kebelakang dulu kak" ucap nata.
Fernan pun mengangguk sebagai jawaban.
***
Gio saat ini sedang duduk di bangku taman ini yang jauh dari tempat pesta.
Saat ia sedang memejamkan matanya ia mendengar suara.
"Gw udah bilang kan kalau gw ga mau!" Ucap seseorang tersebut.
"Kalau Lo ga mau yah gapapa cuman siap-siap aja salah satu dari mereka akan celaka" ucap seseorang satu nya lagi.
Karena penasaran ia pun bangkit dan berjalan mengikuti suara tersebut dan ia berhenti di balik pohon ketika melihat dua orang yang sedang cek-cok.
"Nada? Ngapain dia dan sama siapa?" Batin gio sambil menguping pembicaraan mereka dari balik pohon.
"Dengerin gw baik-baik kalau sampai sesuatu terjadi dari salah satu mereka dari mereka celaka berati Lo udah cari masalah sama saya! Lu itu keterlaluan tau ga! Lo yang foto nata sama Rendy kan? Jelas-jelas mereka ga ciuman! Pada saat itu nata itu sakit dan Rendy nolongin nata! Dan disitu juga pikiran lu yang entah kemana malah memfoto mereka dari belakang dan menyebarluaskan foto itu! Dan sekarang lu juga mau nyelakain dari salah satu mereka! Sadar al sadar lu tuh bukan cinta sama dia tapi obsesi! Kalo lu cinta harus nya lu tuh bahagia ngeliat dia bahagia sama pilihan nya!" Ucap nada memburu.
"Jadi ini semua lu yang merencanakan hah?" Ucap gio keluar dari tempat persembunyiannya.
"G-gio?" Ucap Alya terkejut. Seseorang yang sedang mengobrol dengan nada.
"Gw ga nyangka ya lu bisa berbuat sekeji ini! Bener yang di bilang nada lu itu obsesi bukan cinta sama gw!" Ucap gio dingin.
"Engga gi aku beneran cinta sama kamu" ucap Alya sambil mencoba mengambil tangan gio.
"Licik tau ga Lu! Sifat lu yang kaya gini yang malah buat gw jijik" ucap gio sambil menghempas kasar tangan Alya.
"Ayo nad, kita pergi aja dari sini" lanjut gio menghiraukan panggilan Alya.
Alya yang di tinggal oleh gio pun kesal dan memilih pergi dari sana untuk menjalankan rencana yang terakhir.
"Gi" ucap nada dan membuat langkah gio berhenti.
"Gw harus kedalam dan lu harus tetap disini. Redamkan emosi nya dulu baru kedalam" ucap nada sambil menepuk bahu gio pelan.
Gio pun menghembuskan nafasnya berat.
"Gw udah keterlaluan sama nata" batin gio.
***
Nata saat ini sedang berdiri melihat bintang-bintang di atas sana. Ia pun menghela nafas berat.
"Mungkin ini akhir dari kisah kita gi. Kalau memang kamu mau kembali ke masa lalu kamu aku ikhlas karena bahagia nya aku adalah ngeliat kamu bahagia gi" batin nata.
Disaat sedang melamun ia terkejut akan kedua lengan kekar sedang memeluk pinggang ramping nya dari belakang beserta gumaman kata maaf.
"Maafin aku Nat, aku salah" ucap gio. Dia lah yang sudah memeluk tubuh nata dari belakang.
"Lepas" ucap nata berontak.
"Enggak Nat enggak sebelum kamu maafin aku" ucap gio sambil mempererat pelukannya.
"Aku murahan ga baik kamu dekat-dekat aku, lepas!" Sentak nata.
Gio yang mendengar itu pun semakin merasa bersalah.
"Maafin aku Nat, aku udah tau semua nya. Aku nyesel lebih percaya foto di banding semua penjelasan dari kamu" ucap gio lirih.
"Penyesalan kamu sekarang udah ga ada guna nya lagi gi aku terlanjur kecewa sama kamu" ucap nata.
Tes.
Hancur sudah benteng yang sudah ia buat. Dari satu tetes menjadi banyak.
"Aku mohon Nat, kasih aku satu kesempatan lagi" ucap gio sambil membalikkan tubuh nata. Agar menghadap ke arah nya.
Nata pun menggelengkan kepalanya dan langsung berlari menjauhi gio.
Lari dan jauhi. Kata-kata itu terus berada di pikiran nya. Dan ia pun akhirnya memilih berlari menjauhi gio dengan air mata yang mengalir. Karena mata yang tertutup air mata nata tidak melihat ada seseorang di depan nya dan--
Bruk
Nata pun menabrak orang itu membuat orang tersebut jatuh.
"Maaf " ucap nata lirih sambil menunduk.
"Nata kamu dari mana aja, lah ini kok nangis" ucap fernan. Orang yang di tabrak nata.
Saat nata mau menjawab suara gio terdengar
"NATA" Teriak gio dari kejauhan.
Karena tidak mau bertemu dengan gio akhirnya nata memilih untuk berlari lagi sampai-sampai dia tidak sadar kalau sudah di luar rumah nada. Ia berhenti sebentar untuk mengatur nafas nya. Tetapi sebuah teriakan membuat nata menoleh kebelakang dan terkejut karena dari arah sana ada sebuah mobil yang berjalan ke arah nya.
"NATA AWAS" teriak gio tetapi terlambat mobil itu sudah terlebih dahulu menghantam tubuh nata. Membuat nata terpental jauh. Mobil tersebut pun melarikan diri.
"NATA" ucap gio dan langsung berlari menuju ke arah nata.
"Nat, tahan Nat tahan, aku akan bawa kamu ke rumah sakit secepatnya Nat tahan ya" ucap gio sambil mengangkat kepala nata yang sudah berlumuran darah dan di taruh di paha nya.
"A-aku U-udah g-a k-uat g-gi, a-aku s-sayang k-ka" kalimat yang belum selesai pun terputus dan nata tidak sadarkan diri.
"NATA" bukan suara gio melainkan suara fernan. Fernan pun berlari menghampiri nata dan di ikuti farel, lexa, dan Rendy.
"Kak ayo kak kita bawa nata ke rumah sakit kak" ucap lexa menahan air matanya.
Fernan pun dengan segera membawa nata ke mobil nya.
Farel, lexa dan Rendy pun ikut kedalam mobil fernan.
Gio pun memilih untuk berangkat sendiri karena keadaan yang tidak memungkinkan bagi gio untuk satu mobil dengan mereka.
"Gi aku ikut ya" ucap nada yang sudah tau kejadian.
Gio pun mengangguk. Dan setelah nya mereka berdua pun menyusul ke rumah sakit.
***
Part sudah di revisi!
Masih typo? Harap di maklumi
Ketemu typo? Komen di bawah.
Nata ketabrak:'(
Kira² siapa ya yang nabrak nata?
See you di part berikutnya 👋🏻
Follow: enslvyn07