Sad To Happy

Sad To Happy
Episode 4



Happy reading ❤️


Tidak terasa sudah satu jam lamanya nata menangis dalam diam nya ditemani dengan hujan.


Tok..tok...tok 


"Nata, nat turun yuk, makan dulu" ucap fernand.


"Iya kak, nanti aku turun"ucap nata dengan suara serak akibat menangis terlalu lama.


Setelah nya nata pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka nya yang sembab dan turun kebawah untuk makan.


saat sudah berada di anak tangga nata melirikan mata nya ke seluruh ruangan.


"Dia udah pergi" ucal fernand seakan mengerti dari pandangan mata nata.


"yaudah yu makan" lanjut fernand mengajak nata makan.


Tetapi gadis itu hanya berdiri di tempat tanpa ada niatan untuk melakukan apa yg di suruh fernand.


"udah lah de jangan di pikirin, anggap aja gak terjadi apa apa" ucap fernand sambil berjalan menghampiri nata yg sedang berdiri tanpa ada gerak sedikitpun.


"ini beli??" tanya nata heran saat melihat bermacam menu makanan kesukaannya.


"yaiyalah masa masak sendiri ya kali bisa gw" jawab fernand sambil cengengesan.


setelah fernand mengambil lauk dan nasinya ke piring keduanya.


Mereka siap untuk menyantap makananya. tetapi beda dengan gadis yg ada di hadapan nya, cuma mengaduk adukan nasi di piringnya.


"di makan dek nasinya, kasian tau cuma di aduk aduk doang" ucap fernand tanpa mendapatkan jawab dari adik nya. "lagian kamu belum makan kan sore ini" lanjutnya.


"aku mau ke makam nya mamah kak" ucap nata tanpa menghiraukan omongan kakak nya.


"iya tapi nanti besok ya, soalnya udah malam banget kalo sekarang" jawab fernand


nata hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban.


"eits.. tapi ada syaratnya" tiba tiba terlintas di pikiran fernand agar adeknya mau makan.


"ribet, yaudaha apa" jawab nata sambil memutar bila matanya malas.


"gampang kok dek" ucap fernand sambil senyum senyum gak jelas.


"yaudah buru apaan" ucap nata tidak sabaran.


"habiskan  makanan nya sekarang" ucap fernand.


"yaelah itu mah gampang" jawab nata menyombongkan diri sambil mulai makan.


Akhirnya makanan di piring nata habis tidak terisisa satu butir pun nasi.


Fernand hanya bisa tercengang melihat nata makan seperti tidak biasanya.


"hah kenyang" ucap nata sambil mengelap mulutnya pakai tisu.


"ini beneran lu de?" tanya fernand sambil memasang muka heran nya.


"he..he..he.." nata hanya bisa nyengir kuda karena malu kepada kakaknya.


"yaudah gue kan udah menuhi persyaratan dari lu kan" lanjutnya sambil menantap keyakinan pada fernand.


"yaudah iya, kalo gitu gue ke kamar ya ngantuk banget, hoaaaaamm" ucap fernand sambil menguap.


"ih jorok bukannya di tutup, yaudah sono lah pergi" ucap nata sambil memberitahu kakaknya.


Setelah melihat fernand naik keatas nata pun membersihkan meja makan, dan segera menyusul kakaknya ke lantai atas.


Saat sudah berada di dalam kamar nata membaringkan badan nya yg terasa sangat melelahkan, rasa kantuk pun menghampirinya sehingga dia terlelap dalam tidur.


_______


pagi pun telah tiba saat nya semua orang menjalankan aktivitas keseharian nya, berbeda dengan gadis yg satu ini masih saja betah bergelanyut manja dengan guling kesayangan nya. iya gadis itu adalah nata yg mulai membuka mata nya perlahan karena pantulan Sinar matahari dengan  jendelanya sehingga membuat dia merasakan kesilauan.


"masih ada waktu 10 menit lagi ok jadi tenang" ucap nata menenangkan dirinya sendiri.


Bagai kan angin lewat nata berlari ke kamar mandinya dan tidak sampai 5 menit dia sudah kembali ke kamarnya memakai baju seragam, tanpa make up apapun dia langsung menuruni tangga dengan berlari


saat sudah berada di lantai bawah nata kelimpungan mencari kakak nya


"kemana sih kak fernand? jangan jangan dia ninggalin aku lagi" ocehnya, dan saat itulah dia menemukan note yg terisi tinta hitam di atas meja makan. Dengan rasa penasaran akhirnya nata membacanya.


Selamat pagi gadis kecilku..


Jan lupa kotak bekal nya di bawa ya, maaf kakak tidak bisa mengantarkan mu kesekolah soalnya ada kelas dadakan di kampus, tapi kakak bakalan nepatin janji Yg semalem  kok pulang sekolah kakak jemput ya.


See you bidadari kecil kakak.


fernand abang mu yg ganteng...


saat membaca isi nota nya nata tahenti henti nata ketawa karena isi dari notenya. sedetik kemudian dia tersadar dan melihat arloji di tangan nya.


"astaga" kaget nata saat melihat arlojinya memunjukan 6:59 dan satu menit lagi gerbang sekolahnya segera di tutup.


Secepat kilat nata memasukan kotak bekal nya ke dalam tas dan berlari ke halte untuk menunggu kendaraan umum. kebetulan rumah nata tidak jauh dengan halte.


"aduh gimana nih mana sih angkotnya" oceh nata sambil memasang muka paniknya.


Saat nata kelimpungan tengok kanan kiri untuk mencari angkot, dan akhirmya angkot pun tiba dan berhenti di hadapan nata.


Natapun langsung menaikinya.


Saat di pertengahan jalan tiba tiba angkot yg di tumpangi nata berhenti  egitu saja.


"pak kok berhenti disini" tanya nata heran.


"aduh maaf dek kayak nya angkotnya mogok nih" jawab supir angkot itu sambil memasang muka gak enak nya kepada nata.


"astaga pak" ucap nata sudah berkaca kaca di matanya. "yaudah deh pak saya cari angkot lain aja deh" lanjutnya.


bapak supir angkot itu mengangguk sebagai jawaban ucapan nata Tadi.


Nata pun berjalan menyusuri trotoar yg sepi tiba tiba motor ninja berhenti tepat di depan nata.


"naik" ucap orang itu


"lu siapa" tanya nata heran kepada seseorang cowo yg diatas motor itu.


Si cowo pun membuka helm fullface nya. nata pun langsung refleks menutup mulut nya karena kaget melihat cowo itu lagi.


"lu" ucap nata sambil menunjuk muka si cowo.


Sedangkan si cowo hanya mengangkat sebelah alisnya karena heran sama cewe di hadapan nya.


detik kemudian dia langsung memakai helm nya kembali.


Saat melihat pergerakan cowo itu nata langsung berbicara kembali "yaudah gw naik nih" ucap nata


Tanpa sepengetahuan nata, gio pun tersenyum di balik helm nya yg fullface sehingga siapa pun tidak bisa melihatnya.


Yah, cowo itu adalah elgio yg sejak awal menguntit nata, sebenarnya tidak ada niatan menguntit nata tapi karena dia penasaran pas angkot yg di tumpangi nata mogok dan melihat nata berjalan di trotoar yg sepi jadi dia mengikuti nata dari belakang, sampai akhirnya gio tidak tega melihat nata berjalan sejauh itu sehingga dia rela berhenti di hadapan nya dan memberika cewe tumpangan, jarang jarang gio mengajak cewe naik motor kesayangannya, dan nata lah wanita pertama yg gio ajak berangkat bareng.


_____________


Bersambung..


Jangan lupa vote and komen.


Terima kasih.


See you.