
Happy reading ❤️
Yah terkunci karna nata melihat pak Agus pergi kedepan gerbang dengan kunci di saku belakang celana nya.
"PAK, PAK AGUS, PAK BUKAIN PAK" teriak nata dengan sekuat tenaga nya namun nihil karna pak Agus terlanjur sudah jauh.
"Gimana nih, masa iya gw nginep disini seharian, mana seram lagi" ucap nata sambil melihat sekeliling.
Disaat nata melihat kebelakang ada yang menarik pundak nya dan dengan refleks nata teriak.
"AHHH, AMPUN ITU SIAPA, KALAU SETAN PLISS JANGAN GANGGUIN GW, PERGI!..PERGI!" teriak nata karna ketakutan.
"Hei, ini gw gio.. udah jangan takut" jawab gio.
Dengan perlahan nata menengok kebelakang dan benar dia menemui wajah gio di Belakang.
"Lu tuh ya, ngagetin aja bisanya, udah tau disini seram" jawab nata kesal.
"Yah maap Nat, gw kan ga tau kalo lu kaget, abisnya gw Bingung kok lu teriak-teriak di perpustakaan kenapa, padahal kan ga boleh berisik" jelas gio.
"Itu tadi kan gw disuruh pak Bondan taruh buku di perpus, eh gw belom selesai udah di kunci aja pintunya, terus gw lihat pak Bondan jalan ke depan gerbang makanya gw teriak-teriak minta tolong di bukain eh pak Bondan nya terlanjur jauh" jelas nata.
"Eh, btw kenapa juga lu bisa disini?" Tanya nata.
"Gw bolos jam pelajaran terakhir" jawab gio.
"Tas lu dimana?" Tanya nata.
"Di meja sana" jawab gio.
"Ohh" ucap nata sambil mengangguk anggukan kepalanya.
"Hmm, berati kita sekarang ga bisa keluar dong?" Ucap gio.
"Eh iya ya, aduh gimana nih, gw takut dicariin" ucap nata panik.
"Handphone lu dimana?" Tanya gio.
"Ada di tas kenapa?" Jawab nata.
"Telpon keluarga lu, bilang kalau kita ke kunci disini" ucap gio.
"Ehh, iya ya kenapa gw ga kepikiran sih" ucap nata sambil berdecak sebal dan mencari handphone di dalam tas nya.
"Nah ini dia, yah tapi mati kayanya lowbat deh" ucap nata sambil menghela napas pelan.
"Yaudh ikut gw" ucap gio sambil berjalan ke arah meja pojok perpustakaan dekat jendela.
Nata pun hanya mengikuti gio sambil mengangkat bahunya acuh.
"Kita ngapain sekarang disini?" Tanya nata setelah sampai di meja tersebut dan duduk di samping gio.
"Kita coba pakai handphone gw" ucap gio.
"Yaudh" jawab nata.
"Handphone gw mati" ucap gio sambil menatap nata.
"Yah terus gimana dong? Masa iya kita harus nginep disini" tanya nata melas.
"Yah mau gimana lagi" ucap gio.
Setelah percakapan itu mereka sama-sama terdiam.
Tidak lama kemudian terdengar suara perut berbunyi.
Krucuk krucuk
Suara perut nata yang berbunyi cukup kencang karena posisi mereka yang sedang terdiam menghancurkan lamunan gio dan segera menoleh ke arah nata yang sedang nyegir polos.
"Hehehe, maaf gi.. biasa kalau laper yah suka gini berbunyi nya ga liat tempat" ucap nata sambil menyegir polos.
Dengan segera gio mengambil tas nya yang berada di ujung meja dan membukanya.
"Nih, makan aja" ucap gio sambil menyodorkan kotak makan berisi salad buah yang cukup banyak".
"Wow, salad buah.. tapi kalau gw makan lu makan apa dong?" Tanya nata.
"Udah makan aja, tadi sebelum gw bolos kesini gw udah ke kantin buat makan" ucap gio.
"Yaudh gw makan ya?" Tanya nata.
"Iya udah makan aja" jawab gio.
Tetapi tiba-tiba..
"Nih aaa" ucap nata sambil membawa sendok berisi salad ke depan mulut gio.
"Gausah lu makan aja biar kenyang, kita disini bisa sampai besok" tolak gio.
"Nah karna kita disini bisa sampai besok, lu juga harus makan.. ayo aaa" ucap nata.
Akhirnya dengan terpaksa gio memakan salad tersebut.
"Lu gapapa makan satu sendok sama gw? Tanya gio.
"Gapapa lah, emang kenapa? Toh lu juga ga ada riwayat penyakit apa-apa kan?" Jawab nata sambil terkekeh pelan.
Gio yang melihat tersebut ada perasaan aneh didalam dirinya dan gio hanya membalas nya dengan tersenyum.
Tidak terasa salad buah sudah habis dimakan oleh mereka berdua.
"Ini gw bawa kerumah ya? Biar gw yang cuci" ucap nata.
"Gausah, biar gw aja yang bawa pulang" ucap gio.
"Udah gapapa" ucap nata sambil menaruh kotak makan di dalam tas nya dan mengambil air minum dan meminumnya.
"Nih, lumayan buat nurunin salad ke perut" ucap nata.
"Gw abisin ya?" Ucap gio sambil mengambil botolnya.
"Iya abisin aja" ucap nata.
Tidak lama setelah itu terdengar suara adzan Maghrib berkumandang.
"Udah adzan tapi ga ada satupun bantuan yang datang" ucap nata sambil melihat ke arah jendela.
"Udah santai aja, lagian lu kan disini ga sendiri ada gw" ucap gio sambil tersenyum berusaha menenangkan nata.
Nata hanya membalas nya dengan tersenyum.
Tidak lama kantuk menyerang nata dan nata pun menjatuhkan kepalanya di atas meja dan terpejam menuju alam mimpinya.
Gio yang sadar tidak adanya pergerakan dari nata pun segera menoleh kearah nata dan melihat nya yang sedang tertidur.
Karna kasihan melihat nata yang harus sakit akibat posisi tertidur salah ia berinisiatif untuk membangunkan nata dan membenarkan posisi tidur nya.
"Nat, Nat bangun dulu tidur pindah disini" ucap gio sambil menepuk pelan pahanya.
Nata yang masih setengah sadar hanya bergumam dan turun kebawah untuk tidur di paha gio dan mencari posisi nyaman nya.
Gio yang melihat nata kembali tertidur dengan pulas nya hanya bisa tersenyum dan mengusap pelan kepala nata tenang.
Karna tidak ada yang mengajak nya mengobrol gio pun menjadi mengantuk dan tertidur dengan posisi menyender di tembok.
✨
Suara adzan subuh berkumandang membangun kan nata yang sedang terlelap, karna terbiasa selalu bangun pas sekali adzan subuh.
Nata yang merasa sedang tertidur di paha seseorang terkejut dan segera melihat paha siapa yang sedang ia tiduri. Nata melihat gio yang sedang tertidur bersandar di tembok dengan kepala dan tangan di bangku.
"Kok gw bisa tidur disini ya" ucap nata Bingung bagaimanapun caranya ia bisa tertidur di paha gio. Karna tidak tega melihat gio yang sedang tertidur dengan posisi seperti itu nata segera bangun dan berpindah duduk di samping gio dan menaruh kepala Gio di bahunya.
"Makasih gi" batin nata sambil mengelus pelan rambut gio agar nyaman.
Gio yang merasa ada yang mengelus rambut nya Segera mengambil tangan itu dan di genggamnya.
Nata yang melihat tangan nya di genggam terkejut dan sebisa mungkin untuk menetralisir kan terkejut nya.
Karna masih mengantuk nata pun akhirnya tidur kembali dengan kepala yang tanpa sengaja jatuh di atas kepalanya.
1 Jam kemudian ada yang berteriak disaat mereka sedang tertidur.
"ASTAGHFIRULLAH, KALIAN LAGI NGAPAIN, HAH?"
-----------------------------------------
Sampai jumpa di part berikutnya, jangan bosen untuk membaca cerita ini:)
Dan jangan bosen pula untuk vote and komen cintah.
Follow my ig: enslvyn07