Sad To Happy

Sad To Happy
Episode 17



Happy reading ❤️


"E-eh.. Hm enggak kok ga ada hubungan apa-apa cuman teman" ucap gio.


Bagaimana di sambar petir siang bolong nata merasa hatinya sakit karena gio yang mengaku kepada nada kalau nata adalah hanya sebatas teman.


"Ohh teman, kirain lebih dari teman" ucap nada.


Brak


Karena kesal akhirnya lexa pun menggebrak meja dan bangkit.


"Maksud lu apa?" Ucap lexa kesal sambil menatap tajam gio.


"Lex, udah Lex" ucap nata sambil menenangkan lexa dan menarik tangan lexa untuk pergi meninggalkan kantin.


"Nih rel" ucap nata sambil menyodorkan uang kepada farel sebelum meninggal kan kantin.


Nata pun menarik tangan lexa sampai ke taman belakang sekolah.


"Lo itu apa-apaan sih nat? Hah? Lu rela cuman di anggap teman sama gio yang jelas-jelas pacar Lo sendiri?" Marah lexa setelah sampai di taman belakang sekolah.


"Enggak, gw ga rela cuman di anggap teman sama dia lex, tapi gw tau dia pasti ada alasan yang ngebuat dia anggap gw cuman teman di depan nada" ucap nata bergetar tetapi berusaha tenang.


Lexa yang mendengar suara nata yang bergetar segera menarik nata ke pelukan nya. Nata pun membalas pelukan lexa dengan erat dan menumpahkan tangisan nya di dalam pelukan lexa.


"Tumpahin semuanya Nat, jangan di Pendem lagi" ucap lexa lirih sambil mengelus rambut nata.


Tidak lama kemudian terdengar suara bel masuk, nata yang mendengar suara bel pun melepaskan pelukannya.


"Izinin gw Lex, gw masih mau disini" ucap nata pelan sambil menunduk.


"Tenangin dulu diri lu ok, gw balik ke kelas" ucap lexa sambil menepuk pelan bahu nata dan berlalu pergi meninggalkan nata sendiri di taman belakang sekolah.


"Bahkan untuk nyusul gw aja enggak, haha udah ga se perduli itu kah? Terus apa gunanya hubungan 5 bulan ini? Kalau ujung-ujungnya dia kembali ke masa lalu?" Batin nata.


Nata tidak sadar kalau sedari tadi seseorang sudah duduk di samping nya.


"Maaf" ucap seseorang di samping nata mengejutkan nata.


Nata terkejut mendengar suara seseorang yang di nanti nya sedari tadi tiba-tiba ada di sampingnya. Gio.


"For?" Ucap nata setenang mungkin.


"Maaf karena aku ga akuin kamu di depan nada" ucap gio sambil menunduk.


"Aku butuh alasan yang lebih jelas" ucap nata datar.


"Alasan?" Tanya gio Bingung.


"Siapa nada?" Tanya nata.


"Dia anak baru di kelas aku" ucap gio berusaha tenang.


"Yakin?" Tanya nata.


"E-em iya" ucap gio gugup.


"Di dalam hubungan harus di  landasi dengan saling percaya kalau salah satu pihak sudah ga percaya lagi buat apa hubungan terus di jalani?, Aku tahu semua gi, Nada itu sebenarnya mantan kamu kan?' ucap nata dengan nada bergetar.


"Nat aku bisa jelasin-" ucapan gio terpotong.


"Jelasin apa lagi gi? Bahkan untuk jujur aja kamu ga bisa? Sebenarnya kamu ini anggap aku apa? Hubungan 5 bulan ini apa gi? APA!" Ucap nata sambil terisak.


"Lebih baik kita put-" ucapan nata di potong oleh gio.


"Stop! Jangan pernah sebut kata-kata itu Nat, jangan pernah" ucap gio sambil menarik nata ke dalam pelukan nya.


Nata pun yang di dalam pelukan nata pun memberontak ingin melepaskan tetapi karna tenaga gio lebih besar nata pun pasrah.


"Aku jelasin sekarang kenapa aku ga akuin ke kamu kenapa kalau aku ga anggap kamu di depan nada" ucap gio.


"Dia psyco, semua yang dia inginkan harus dia miliki, termasuk aku. Dulu dia salah paham, aku ngedeketin dia karena aku ingin dekat dengan adiknya laura, dan pada akhirnya dia tau dan dia..dia " ucapan gio terhenti.


"Dia apa gi?" Tanya nata penasaran sambil melepaskan pelukannya.


"Dia membunuh adik nya sendiri" ucap gio pelan sambil menunduk.


"Makanya karena itu aku ga akuin kamu di depan dia karena aku ga mau kehilangan untuk kedua kalinya" ucap gio sambil menatap nata sendu.


"Maaf aku ga tau kalau kenyataan nya seperti itu, maaf" ucap nata sambil menunduk.


"Kamu ga salah, aku yang salah karena ga mencoba buat jujur sama kamu, karena aku takut buat membuka luka lama itu kembali" ucap gio.


"Hey, don't cry baby" ucap gio sambil menarik nata ke dalam pelukan nya.


"Nat aku mau kita backstreet" ucap gio setelah melepas pelukannya.


"Backstreet?" Tanya nata Bingung.


"Iya Nat, aku takut kalau nada tau kamu pacar aku dia akan nyakitin kamu" ucap gio sambil mengelus pelan pipi nata.


"Kalau emang tujuan kamu buat jagain aku, aku terima" ucap nata dalam sekali tarikan nafas.


"Beneran?" Tanya gio.


Nata pun hanya mengangguk dsn tersenyum sebagai jawaban nya.


"Makasih sayang" ucap gio sambil menatap nata seraya tersenyum.


Nata pun hanya membalas dengan senyuman.


Dan tanpa mereka sadari, sedari tadi ada seseorang yang mendengar ucapan mereka berdua.


"Kamu cuma milik aku gi, bukan yang lain dan aku akan rebut kembali yang seharusnya milik aku" batin seseorang itu.


-----------------------------------------------


Tidak terasa mereka cukup lama berdua di taman belakang itu karena bel pulang sudah berbunyi.


"Udah bel tuh yuk pulang" ucap gio sambil menggenggam tangan nata.


"Ingat gi, mulai hari ini kita backstreet dan orang-orang harus tau nya kita putus gi" ucap nata sambil melepaskan genggaman nya.


"Huh, iya aku yang buat keputusan nya aku juga yang berat jalanin nya" ucap gio.


"Jangan gitu dong, katanya mau jagain aku? Semangat dong" ucap nata sambil tersenyum.


"Iya deh" ucap gio sambil mengacak-acak rambut nata.


"Yaudh aku duluan ya kamu di belakang aku aja, tapi ingat jangan terlalu dekat" ucap nata memperingati.


"Iya-iya" ucap gio.


Setelah nya nata pun berjalan duluan ke kelas nya.


Setelah sampai di kelas ternyata ada lexa dan farel yang sedang menunggu nata.


"Nat tadi kata si farel gio samperin lu, lu gapapa kan?" Ucap lexa sambil memutar badan nata.


"Lex gw gapapa" ucap nata sambil tersenyum. 


"Syukur lah" ucap lexa.


"Tapi lu ga berantem hebat kan Nat?" Dan sekarang farel yang bertanya.


"Engga rel, tadi dia jelasin kenapa dia bilang gitu" ucap nata.


"Jelasin apa?" Ucap farel dan lexa berbarengan.


Nata yang mendengar mereka ngomong barengan pun hanya tersenyum.


"Jadi alasan dia ngomong kaya gitu adalah..." Mengalir lah cerita dari nata.


"Ohh jadi gitu" ucap lexa sambil manggut-manggut.


"Iya, yaudh yuk pulang, kak Fernand udah mau sampai kayanya" ucap nata.


"Yaudh yuk ke depan" ucap lexa.


Akhirnya mereka pun pergi ke depan mengantarkan nata yang sedang menunggu kakak nya karena farel dan lexa pastinya akan pulang bersama.


------------------------------------------------


Huhu menuju konflik.


Semoga suka sama ceritanya ya:)


Jangan lupa like 👍


Ketemu typo? Komen di bawah.


Tunggu part selanjutnya!


Follow my ig: enslvyn07!