
Happy reading ❤️
"ASTAGHFIRULLAH, KALIAN LAGI NGAPAIN, HAH?"
Nata dan gio yang terkejut akibat teriakkan pak Agus pun segera bangun.
"Astagfirullah pak, bisa ga sih jangan ngagetin? Kita disini itu di kunciin sama bapak, makanya kita ga bisa pulang dan akhirnya tidur disini!" Ucap nata kesal akibat rasa terkejut nya.
"Owalah kok bisa toh" ucap pak Agus.
"Yah bisa lah pak, lagian bapak kenapa sih saya kan belum keluar, kok bisa-bisanya perpus malah di kunci" ucap nata.
"Loh, kata teman situ yang kemarin, katanya Situ udah pulang jadinya saya kunci langsung perpustakaan nya" ucap pak Agus.
"Teman saya yang kemarin bantu saya bawa buku pak?" Tanya nata.
"Bukan teman situ yang satu lagi" ucap pak Agus.
"Hah, teman saya yang mana lagi pak? Teman saya cuman yang kemarin" ucap nata bingung.
"Ahh, Ndak tau lah saya bingung jadinya ini" ucap pak Agus sambil menggeleng geleng kan kepalanya.
"Yaudh pak, kalau gitu kita pamit dulu pak, permisi" ucap gio sambil menarik nata keluar dari perpustakaan.
"Kita mau kemana sih gi?" Tanya nata.
"Kita izin aja, lagian kalau kita masuk juga kita belom ganti baju" ucap gio.
"Yaudh" jawab nata.
"Gw anter pulang ya?" tanya gio.
"Iya" ucap nata.
Ketika sampai di parkiran ada yang teriak memanggil nata.
"NATA! ADEK GW" teriak fernand karna melihat nata yang sedang berjalan ke arah parkiran.
Nata yang melihat Fernand segera berlari menghampirinya dan dengan segera Fernand memeluk adik nya yang sudah membuat nya khawatir semalaman.
"Kamu kenapa semalem ga pulang? Terus juga kenapa sekarang udah ada disekolah? Terus sekarang mau kemana lagi?" Tanya fernand bertubi-tubi.
"Satu-satu kak tanya nya" ucap nata sambil mendengus kesal.
"Hehehe iya dek, abisnya kakak khawatir tau ga?" Ucap fernand.
"Yaudh aku jawab pertanyaan kakak, pertama aku ga pulang karna aku ke kunci di perpustakaan, kedua kenapa sekarang aku udah ada di sekolah yah karna aku ke kunci di perpustakaan dan otomatis aku bisa di sekolah, ketiga sekarang aku izin pulang aja ya kak?" Jelas nata.
"Yaudh kamu izin aja, tapi kenapa kamu bisa ke kunci di perpustakaan?" Tanya fernand.
"Nanti dirumah aku jelasin ya, aku mau pulang dulu udah lengkeng nih badan dari kemaren ga mandi" ucap nata.
"Pantes dari tadi, seperti ada bau-bau yang tidak sedap gimana gitu" ucap fernand sambil terkekeh pelan.
"Ish, kakak mah aku ga bau tau, masih wangi kok" ucap nata sambil mengerucutkan bibirnya kesal.
"Hahahaha, iya-iya kakak percaya deh" ucap fernand.
"Yaudh aku mau pulang" ucap nata.
"Sama siapa?" Tanya fernand.
"Tuh" ucap nata sambil menunjuk gio yang di samping nya dan sedang duduk di atas motornya.
"Siapa nih?" Tanya fernand
"Teman aku kak" ucap nata.
"Temen apa demen?" Tanya fernand sambil menaik turun kan alis nya.
"Ishh, kakak mah apaan sih" ucap nata sambil menatap kakak nya sebal.
"Hehehe, iya maaf, kenalin bro gw Fernand kakak nya nata" ucap fernand memperkenalkan diri nya.
"Gio" ucap gio dingin.
"Dingin amat kek batu es" ucap fernand Pelan. Sampai-sampai tidak ada yang mendengar ucapan nya.
"Yaudh gw titip Ade gw ya" ucap fernand sambil menatap ke arah gio.
"Hm" jawab gio.
"Yaudh dek, kakak pamit yah mau langsung ke kampus, kamu kalau sudah sampai rumah jangan lupa buat makan ya" ucap fernand sambil mengelus rambut nata.
"Iya kak, kakak juga jangan lupa makan" jawab nata.
"Iya, yaudh kakak duluan, byee!" Ucap fernand dan masuk ke dalam mobil nya.
"Iya kak, hati-hati" ucap nata sambil melambaikan tangan nya.
Setelah melihat mobil fernand yang sudah menjauh nata segera menengok ke arah gio.
"Yuk gi" ucap nata.
"Kenapa?" Ucap nata sambil mendekat.
Deg
Nata speechless akibat perbuatan gio yang memakai kan nya helm.
"Udah, yuk naik" ucap gio membuyarkan lamunannya.
"Ehh i-iya" ucap nata sambil naik ke atas motor gio. Ketika sudah duduk di atas motor gio nata segera menunduk menyembunyikan rona merah di pipi nya.
Gio yang melihat nata menunduk hanya bisa mengulas senyum nya padahal ia tau bahwa nata sedang blushing.
Dan dengan segera gio menjalankan motornya dengan kecepatan sedang karna melihat 20 menit lagi Gerbang di tutup.
"Gw mau ngebut pegangan" perintah gio.
"Iyaa" ucap nata. Karna refleks nata memeluk gio dan menyandarkan kepalanya di bahu gio sambil menutup matanya akibat ketakutan.
Deg
Gio yang di peluk secara tiba-tiba menegang dan jantung nya berpacu lebih cepat. Tetapi dengan segera ia fokus kembali ke jalan.
Akhirnya 10 menit kemudian mereka berdua sampai di parkiran sekolah dengan aman sentosa. Tetapi semua murid histeris melihat most wanted yang dingin itu berangkat bareng dan terlebih heboh dengan posisi nata yang memeluk gio dari belakang.
Kok bisa sih gio berangkat sama nata
Apaan sih nata centil banget sampai meluk-meluk gio
Ya ampun nata kenapa engkau menghianati kakanda
Pupus populasi cecan sama cogan disini
Kurang lebih seperti itu lah ucapan-ucapan mereka. Nata yang mendengar segera turun dari motor gio dan menunduk malu.
"Makasih gi, maaf lancang udah meluk-meluk Lo" ucap nata sambil menunduk.
Gio yang melihat nata menunduk segera mendongak kan kepala nata dengan jari telunjuk nya.
Dan menarik tangan nata untuk ke tengah lapangan.
Nata yang di bawa ke tengah lapangan Bingung.
"Gi kenapa kita kesini 7 menit lagi bel" ucap nata.
"Hmm 7 menit cukup lah" ucap gio.
"Cukup untuk apa gi?" Tanya nata bingung.
"Gw mau ngomong sesuatu sama lu, tapi plis jangan memotong ucapan gw sebelum gw tanya ok?" Ucap gio.
Nata menatap gio bingung dan segera mengangguk.
"Mungkin ini terlalu cepat buat lu atau pun gw, cuman gw ga bisa lagi untuk menunda ini, disini di tengah lapangan di saksikan semua murid gw mau minta buat lu jadi pacar gw, so Will you be my girlfriend Natasya Fransiska Pranata? Ucap gio sambil menyodorkan sebuket bunga yang di ia titip di farel.
Deg
Jantung nata pun berdetak lebih kencang, ia bingung harus apa karna ia sendiri masih belum bisa memastikan perasaan nya.
Terima.. terima
Ahhh gio so sweet banget sih
Ahh gio potek hati dedek bang
Terima nat, terima
Iya terima
Kurang lebih seperti itu lah suara-suara murid-murid yang berada di sekolah dan membuat pipi nata semakin memerah.
Nata melihat dalam mata gio dan ia melihat ketulusan disana. Akhirnya keputusan nata sudah bulat ia akan menerima konsekuensinya karna sudah jatuh.
"Bangun gi" ucap nata.
Gio pun segera bangkit dan tetap menatap ke arah nata sambil tersenyum.
"Gw....
--------------------------------------------------------
Halo gais, kira-kira apa yah yang akan menjadi jawaban nata. Komen yuuu.
Jangan lupa like and komen gengs:)
See you:*
Follow my ig: enslvyn07
Ok!