Sad To Happy

Sad To Happy
Episode 5



Happy reading ❤️


Setelah melewati perjalanan yg sunyi mereka akhirnya sampai juga di gerbang sekolah yg sudah tertutup rapat hanya ada pak satpam dan guru BK yg berkumis tebal dan menyeramkan.


Nata dan gio pun berjalan menghampiri guru BK itu, saat langkahnya mulai mendekati guru BK wajah keduanya berbeda beda. nata yg memasang wajah ketakutan sedangkan gio hanya memasang wajah santainya seolah olah dia tidak membuat kesalahan.


"dari mana saja kalian hah!?" tanya guru BK itu Sambil menunjuk nata dan gio. "ini udah jam berapa hah" lanjutnya sambil melirik arloji di tangan nya.


nata dan gio hanya bisa menunduk saja, eh ralat hanya nata yg menunduk ketakuatan sedangkan gio menatap guru BK itu dengan tatapan malas sambil mengunyah permen karet nya.


"saya kesiangan dan terjebak macet di perjalan" bohong nata sambil melirik cowo tinggi di sebelahnya yg kelihatan santai banget tanpa ada rasa takut apapun, seakan akan dia udah terbiasa dengan itu semua.


"sekarang kalian lari keliling lapangan sebanyak 20 kali perorang" ucap guru BK itu sambil


"APA!" ucap nata kaget, yg benar saja dirinya suruh berlari 20 putaran dengan lapangan seluas itu.


"kerjakan sekarang atau mau saya tambah hukuman nya" ucap guru BK itu


"i-iya pak" ucap nata gugup karena ketakutan.


Saat nata mau mengajak gio ke lapangan ternyata gio terlebih dahulu meninggalkan nata.


nata pun berlari menghampiri gio yg sudah persiapan untuk lari mengelilingi lapangan.


"lu kok ninggalin gua sih" ucap nata ngosngosan sambil memasang wajah heran.


"berisik" Ucap gio singkat padat jelas nyakitin. nata pun langsung memonyongkan bibir sexi nya seperti anak kecil yg sedang ngembek, Gio yg melihat pun jadi gemas rasanya ingin mencubit pipi cuby nya, tetapi dia hanya senyum sekilas dan langsung berlari.


Akhirnya mereka berlari bersamaan tetapi berbeda hitungan putaran gio yg sudah mengelilingi sebanyak 18 kali putaran, sedangkan nata yg masih 10 putaran itupun sudah mengap banget bagi nata sampai dia ketinggalan jauh oleh gio.


Saat putaran terakhir gio menghampiri nata yg sudah mengelap keringat nya beberapa kali.


"duduk" ucap gio dingin sambil menunjuk nata dengan dagunya untuk duduk di selasar lapangan yg teduh.


"tapi gua belum selesai" ucap nata.


ketika mau melanjutkan ucapan nya nata langsung mendapat kan tatapan tajam nya, dan langsung berlari ke tempat yg di tunjuk gio tadi karena ketakutan.


setelah gio menyelesaikan 5 putaran dan tersisa 5 putaran lagi, nata Berlari ke kantin karena inisiatif untuk membelikan minuman bakal gio.


Saat mau kembali ke lapangan bel istirahat berbunyi menandakan bentar lagi kantin akan penuh di serang oleh siswa yg kelaparan.


Selama melewati koridor yg rame oleh para kaum hawa entah mereka melihat apa tumben gak seperti biasanya yg langsung menyerang kantin sekolah. Tiba tiba nata mendengan pujian pujian para wanita itu ketika melihat gio selesai berlari dan mengelap keringatnya.


"aduh gantengnya"


"subhanallah calon imam ku makin hari makin ganteng"


"eh sorry ya itu laki gua jangan so ngaku ngaku"


"ya allah nikmat mana lagi yg kau dustakan"


Seperti itulah bisikan bisikan yg terdengar oleh nata. saat mau menghampiri gio, nata mengkerutkan dahinya karena gio terus berjalan menuju rofftop sekolah tanpa sadar nata mengikuti langkahnya.


setelah sampai di atas nata melihat ada sebuah ruangan, di buka lah pintunya dan nata pun dibuat takjub akan keindahan pemandangan dari sana. Nata pun berjalan ke ujung pembatas, semilir angin langsung menerpa wajahnya. Dan nata memejamkan matanya sambil menikmatinya.


"gue kira rofftop itu kumuh kotor panas ternyata tidak seperti yg gue bayangkan" ucap nata menikmati suasana yg bisa membuat hati nata tenang.


"ini lu semua yg merubah rofftop nya?" tanya nata sambil membalikan badan dan berjalan ke arah gio berada.


"hm.. lu gak istirahat" tanya gio heran karena tiba tiba nata sudah ada di belakangnya, gio pikir dia mengikutinya.


nata langsung membulatkan matanya karena baru kali ini mendengar gio yg terkenal cuek dingin bertanya kepada dirinya.


"why, are you okay?" ucap gio karena ke heranan melihat ekspresi nata yg membulatkan matanya seperti kekagetan.


Sedetik kemudian nata tersadar akan tingkahnya "ah i-ya gue baik baik saja kok" ucap nata salting "lagian gue masih mau disini bareng lu, e-eh maksud nya masih mau disini menikmati suasana nya" lanjutnya sambil menggaruk kepala nya yg tidak gatal.


"ohh begitu" ucap gio sambil mengangguk angguk kepalanya dan menahan tawanya melihat nata salah tingkah begitu, gio merasa ada yg berbeda pada diri nata membuat gio ingin lebih dekat lagi dengan nata.


"kalau nyaman disini datang saja kesini sesuka hati" ucap gio sambil berjalan keluar dan duduk di ujung pembatas.


Untuk kedua kalinya nata dibuat takjub karena melihat cowo kulkas ini berbicara sepanjang itu dan tanpa sadar jantung nata berdebar dua kali lipat dari biasanya.


"ada apa dengan hati gue, gak, gak boleh baper pokoknya enggak!" ucap nata dalam hati menyadarakan dirinya.


Ada apa dengan hati nata, apa jangan jangan dia telah jatuh dengan pesona yg gio berikan selama ini. Seakan tidak mau memperpanjang pikiran nya yg entah kemana nata bergegas ke arah gio untuk berpamitan meninggalkan rofftop.


"emm, gio gua pamit ke kelas, Nih" ucap nata sambil memberikan kotak bekal nya dan air mineral yg dia beli di kantin tadi.gio hanya mengkerutkan dahinya Kebingungan.


"eum ini kotak bekal dari gua buat elu sebagai ucapan terimakasih untuk pagi ini" ucap nata Seakan mengerti dengan kerutan di dahi gio. "yaudah gua ke bawah ya" lanjutnya


saat gio mau mengucapkan terimakasih nata langsung berlari begitu saja.


"namanya nata.. dia mempunyai sifat sama seperti kamu yg hilang entah kemana" ucap gio dalam hati sambil mengingat masa indah di masalalunya. "gak mungkin cuman namanya aja yang sama"gumamnya.


Selanjutnya gio pun memakan bekal yang diberikan oleh nata.


"enak"ucap nya disela-sela makan nya.


Kringg kringg


Bel tanda masuk pun berbunyi bertepatan dengan habis nya bekal yang di kasih nata. Setelah selesai gio segera bangkit dan kembali ke kelas nya.


Disaat ia pergi kearah kelas pun pujian tidak ada habis nya untuk gio.


Walaupun bel masuk sudah berbunyi masih banyak murid-murid yang masih di luar.


Setelah sampai di kelasnya gio pun langsung duduk dan tidak lama kemudian guru yang mengajar pun datang.


______________


Jangan lupa vote and komen:)


Iluvyu:*


See u


Salam manis


  Dua dara:)