Sad To Happy

Sad To Happy
Episode 23



Happy reading ❤️


Karena jarak rumah sakit yang tidak begitu jauh mereka pun dapat sampai dengan cepat.


"Pasien atas nama Natasya pranata" ucap gio kepada suster di depan.


"Ruang UGD di lantai dua" ucap suster tersebut.


Gio dan nada pun segera naik lift untuk ke lantai dua.


Saat sampai di lantai dua mereka segera mencari ruang UGD dan terletak di ujung sana.


Saat di lorong UGD gio dan nada melihat fernan dan lain nya sedang menunggu di kursi tunggu.


Fernan yang melihat ada nya gio yang berjalan ke arah sini pun kembali naik pitam.


"Mau ngapain lagi Lo kesini hah?" Tanya fernan sinis.


"Gw mau liat nata kak" ucap gio datar.


"Apa? Nyesel sekarang iya?" Ucap fernan sambil mendengus.


Dokter pun keluar membuat semua orang menoleh pada nya.


"Gimana keadaan adik saya dok?" Tanya fernan.


"Karena luka yang cukup serius dan pendarahan yang cukup banyak membuat keadaan pasien saat koma" ucap dokter tersebut menjelaskan.


Semua terdiam mencerna ucapan dokter tersebut.


"Kira-kira berapa lama dok?" Tanya gio.


"Tergantung pasien yang ingin bangun" ucap dokter tersebut.


"Jika ingin menjenguk pasien bisa satu-satu, Kalau gitu saya permisi" pamit dokter tersebut.


Seketika tangis lexa pun pecah dan farel pun segera menarik nya ke dalam pelukannya.


Dan tubuh gio pun luruh ke lantai. Ia tekuk kedua kaki nya dan menelungkup kan kepalanya di atas sana. Tanpa sadar air matanya jatuh.


Tidak hanya gio, fernan pun sama ia menyesal karena sudah lalai dalam menjaga adik nya.


Tiba-tiba ada seseorang yang menepuk bahu nya.


"Gimana keadaan nata fer?" Tanya Arum


"N-nata koma Bun" ucap fernan.


"Astaghfirullah" ucap Arum dan langsung menangis di pelukan reynand.


"Kenapa ini bisa terjadi fer" tanya reynand sambil menenangkan Arum.


"Nata di tabrak mobil pah" ucap fernan.


"Maaf sebelumnya om, tabrakan ini di lakukan dengan sengaja dan om bisa mencari mobil ini beserta pemilik nya" ucap nada sambil menyodorkan sebuah foto plat nomor mobil.


"Bagaimana kamu bisa tau?" Tanya reynand bingung.


"Karena-- karena kejadian nya di depan rumah saya om dan foto ini di ambil oleh salah satu supir saya" ucap nada berbohong.


"Ohh, terimakasih sebelumnya, bisa kamu kirimkan foto nya ke handphone fernan?" Ucap reynand.


"Bisa om bisa sekali" ucap nada.


Reynand pun mengangguk kan.


Tanpa mereka sadari gio sekarang sudah berada di ruangan nata seorang diri.


"Kamu kuat sayang, pliss cepet bangun buat aku dan juga yang lain" ucap gio sambil menggenggam erat jemari tangan nata.


***


Sudah satu bulan lama nya namun nata belum juga bangun dari koma nya.


Bahkan sang penambrak pun sudah di temukan dan di penjara. Si penambrak itu tak lain adalah Alya.


Saat ini gio sedang berada di ruangan nata seperti biasa dia menunggu nata setiap sepulang sekolah.


"Udah satu bulan loh Nat kamu belum bangun-bangun juga" ucap gio sambil mengelus pelan rambut nata.


Di lain tempat


Nata sekarang berada di sebuah taman bersama mamah nya.


"Nata kamu harus balik sayang, kasian papah, bunda, gio dan teman serta kakak kamu sayang" ucap mamah nata.


"Aku suka disini mah tenang, damai" ucap nata.


"Tapi kamu harus balik Nat, ada saat nya kita akan sama-sama lagi di sini nata" ucap mamah nata sambil mengelus lembut rambut nata.


"Tapi nata mau sama mamah disini" ucap nata sambil memeluk mamah nya.


"Dengerin mamah sayang, kamu dengarkan suara tangis di sana? Itu semua tangisan mereka nat, kamu harus kembali agar mereka tidak menangis, sekarang kamu ikutin cahaya itu sebelum terlambat sayang" ucap mamah nya.


"Yaudah mah aku akan ikutin cahaya itu, aku pergi dulu, aku sayang mamah" ucap nata sambil melepas pelukannya.


"Mamah juga sayang nata" ucap mamahnya.


Nata pun berlari mengikuti cahaya tersebut.


Sementara di ruangan ini semua menangis karena jantung nata yang sudah tidak berdetak kembali.


"Nat bangun Nat!" Ucap gio sambil memegangi tangan nata yang dingin sambil menangis. Bagaimana tidak mesin yang tadi nya menggambarkan gerakan tak searah sekarang searah dan mengeluarkan bunyi yang tidak ingin sekali di dengar gio.


Arum pun terus saja memeluk tubuh nata.


"Nata bangun sayang" ucap Arum lirih.


Tiba-tiba mesin tersebut menampilkan garis dengan gerakan tak searah bersama suaranya.


Dokter yang berada di situ pun segera memeriksa nya.


"Sungguh kuasa yang maha esa, jantung nata berdetak kembali normal" ucap dokter tersebut.


Semuanya pun kembali menangis bahagia.


Tidak lama jemari yang di genggam gio bergerak di ikuti kelopak mata yang terbuka.


"B-bunda" ucap nata lirih.


"Sayang kamu udah sadar?" Ucap Arum dan langsung memeluk tubuh nata di ikuti oleh reynand.


Gio yang berada di samping nata pun tetap menatap nata dengan intens dan tidak melepaskan genggaman nya.


"Ehem semuanya ikut Tante ke kantin yuk, kalian kan belum pada makan, Tangerang traktir deh" ucap Arum.


Seakan semuanya peka terhadap lingkungan mereka pun mengiyakan ajakan Arum.


"Nat gw sama yang lain mau makan dulu ya, kita tinggal dulu" ucap lexa. Dan mereka pun pergi meninggalkan gio dan nata.


"Bisa lepas?" Tanya nata dingin.


"Nat aku benar-benar nyesal udah percaya gitu aja aku minta maaf Nat" ucap gio sambil menundukkan kepalanya.


Nata pun hanya diam saja tidak menjawab.


"Aku benar-benar minta maaf Nat, pliss kasih aku kesempatan untuk memperbaiki semua nya Nat" ucap gio sambil menitikkan air mata nya.


Nata yang merasa tangan basah pun terkejut karena melihat gio yang menangis.


Nata pun mencoba untuk duduk bisa. Ia pun dengan segera mengangkat wajah gio yang semula menunduk menjadi menatap nya.


"Jangan nangis nanti ganteng nya ilang" ucap nata sambil menghapus air mata gio.


"Aku udah maafin kamu gi. Jujur aku kecewa sama kamu tapi rasa cinta aku ke kamu besar gi sampai-sampai rasa kecewa aku ini tertutupi" ucap nata sambil tersenyum.


"Aku kasih kamu satu kesempatan buat memperbaiki semua nya gi" ucap nata dengan tetap tersenyum.


"Makasih nat, makasih" ucap gio sambil memeluk tubuh nata.


"Aku akan pergunakan dengan baik kesempatan ini Nat" lanjut gio yang masih setia memeluk nata.


"Iya udah dong lepasin pelukan nya aku sesak" ucap nata.


Gio pun seketika melepaskan pelukannya.


"Yang mana yang sakit?" Tanya gio khawatir.


"Engga sakit cuman pengap dikit aja karena badan kamu yang tambah gede" ucap nata sambil terkekeh pelan.


"Aku ga tambah gede kok segini-segini aja kayanya" ucap gio sambil cemberut.


"Bercanda" ucap nata tetap terkekeh.


"Jail sekarang ya" ucap gio sambil mengapit hidung nata.


"Sakit ishh" ucap nata sambil mempoutkan bibirnya.


"Sakit ya? Sini-sini aku sembuhin" ucap gio dan--


Cup..


Sebuah kecupan mendarat di hidung nata.


Nata pun terkejut dan membulatkan matanya.


"Ihhh giooo" ucap nata sambil menutupkan wajahnya yang sudah pasti memerah.


"Hahahaha udah dong jangan di tutupin gitu mukanya" ucap gio sambil terkekeh dan menarik tangan nata dan dengan segera nata menubruk nya dengan pelukan.


"Aku malu" cicit nata.


Gio pun terkekeh gemas terhadap tingkah nata.


Seperti ini lah akhir cerita mereka hubungan yang tengah di terjang badai dan hampir putus bersatu kembali karena perasaan mereka yang sama-sama kuat dalam mempertahankan hubungan mereka.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


TAMAT


Huaaa akhirnya ini lah akhir dari kisah mereka:).


Tamat juga akhirnya:)


Semoga suka sama ending nya:)


Tunggu epilog nya gais:)


Sampai jumpa di epilog.


Follow my ig : enslvyn07