Sad To Happy

Sad To Happy
Episode 3



Happy reading ❤️


"ehh engga kok, udah yuk jalan"ucap nata sambil mengalihkan pembicaraan.


Selama di perjalan mereka sibuk membicarakan hal konyol yg bisa membuat mereka ketawa terbahak bahak.


"oh iya katanya lu punya abang, kok gw gak liat abang lu tadi nat" tanya lexa setelah puas dengan tawa renyah nya.


"hmm biasalah dia kan ayam kampus ya begitulah" jawab nata sambil tarik nafas dalam dalam.


"hahaha bisa aja lu nat" ucap lexa sambil ketawa.


setibanya di mall mereka langsung menyerbu tempat yg menyediakan diskon besar besaran.


"lex gw ke toilet dulu ya" ucap nata.


"perlu gw antar?" tawar lexa pada nata.


"gak usah lah, yaudah gw ke toilet ya" pamit nata kepada lexa yg sedang mengangguk angukan kepalanya.


Saat di toilet nata hanya membasuh muka saja dan seperti biasa menangis jika mengingat dinda ibunya.


Setelah selesai dari toilet nata kembali ketempat tadi saat nata berpamitan kepada lexa untuk ke toilet. tetapi nihil lexa tidak ada disana, Membuat nata kelimbungan mencari lexa ke tempat lain.


Tiba tiba handphone yg di genggam nata berdering dengan menampilkan nama yg sudah membuat nata panik setengah mati, yaitu lexa.


Dengan menggeser  tombol yg berwarna hijau akhirnya sambungan terhubung.


"xa lu dimana? lu gakpapa kan?" kata nata sambil memasang muka panik nya.


"hahaha lu kenapa nat panik banget? santai aja kali nat gw gak papa" jawab lexa sambil ketawa dan meyakini bahwa dia gak kenapa napa.


"terus lu dimana sekarang ?" tanya nata lagi karena penasaran dimana bocah itu berada.


"gw di restauran pelangi di depan mall lu tau kan" jawab lexa


"yaudah gw otw nih" ucap nata sambil memasukan handpone nyaa ke dalam tas slempangnya.


Ketika nata sudah nyampe di depan restaurant dia celingak celinguk mencari teman rese nya.


"woy nat.." panggil seseorang gadis yg sedang di cari oleh nata, sambil melambaikan sebelah tangan nya ke udara "sini" lanjutnya.


Akhirnya nata berada di depan orang yg membuat dirinya malu dan panik setengah mati Karena telah membuat dirinya kelimpungan mencari lexa kesana kamari di tengah tengah mall yg padat itu.


Tanpa di sadari lexa, nata langsung menjewer telinga lexa. sampai sang empunya mengaduh kesakitan.


"arrghh.... nata lu apa apaan sih" kata lexa sambil mengusap usap telinga nya yg kena jeweran nata.


"harusnya gw yg nanya lu apa apaan sih ninggalin gw di tempat umum gitu, hah" ambek nata kepada lexa.


"yaudah lexa minta maaf sama nata ya" ucap lexa sambil bibirnya di samakan seperti anak kecil yg sedang meminta maaf.


Sedangkan nata hanya membalas ucapan lexa dengan memutar bola mata malasnya.


"udah pesan makanan xa?" tanya nata


"belum hehehe" jawab lexa sambil nyengir kuda.


"yaudh pesan dulu" ucap nata.


"mas" panggil lexa ke pelayan disini.


"mau pesan apa?"ucap pelayan tersebut.


"nasi goreng spesial satu, sama lemon tea nya"ucap lexa.


"lu apa?" tanya lexa.


"samain aja" ucap nata.


"baik, di tunggu sebentar ya mba, permisi" ucap pelayan sambil berlalu.


"gw sih ga mau beli apa-apa, kalo lu?" ucap nata.


"gw juga sih, yaudh langsung pulang aja ok" ucap lexa.


"Ok" ucap nata.


"silahkan dinikmati mba" ucap pelayan yang datang sambil membawa pesanan mereka.


"makasih" ucap nata.


Setelah selesai makan pun mereka langsung pulang, karna memang waktu sudah malam.


"yuk gw udah"ucap lexa.


"yuk" ucap nata sembari berjalan keluar.


Setelah nya mereka memasuki mobil dan lexa menjalankan mobil nya dengan kecepatan sedang.


30 menit kemudia mereka sampai di depan rumah nata.


"makasih lex, mau mampir dulu ga?" ajak nata.


"ga nat gw langsung balik aja" ucap lexa.


Setelah mobil lexa sudah tidak terlihat barulah nata memasuki rumah yg mewah tapi sepi tanpa penghuni nya itu. saat sudah berada di dalam rumah nata tidak pergi ke kamar nya melainkan pergi ke taman rumahnya untuk menelusuri keadaan taman tanpa ada alasan yg jelas dan pikiran nya berkecamuk saat mengingat segala hal yg sudah berlalu dan meninggalkan luka mendalam yang perlahan mengikis senyum manis nya.


Matanya memanas ketika melihat dua sejoli sedang memadu cinta di bawah sinar rembulan.


Lidah nya terasa kelu untuk mengucapkan sepatah kata melihat sebegitu bahagianya mereka.


"jadi ini alasan papa sering meninggalkan rumah, dan ini juga alasan papa yg tidak pernah Menjenguk makam nya mama, di alam sana mama sedih pa melihat papa kayak begini. tapi apa, papa malah berduaan dengan wanita lain dan bercumbu mesra, inget pah, papah sudah mempunyai anak dua yg butuh kasih sayang papah disaat terpuruk" ucap nata sambil menggit bibir bawahnya menahan isak tangis yg akan terdengar memilukan.


"ngapain kamu kesini, sana pergi!"


"mama pasti sedih pah, nata mohon satu kali saja papa pergi ke makam nya mama" ucap nata dengan air mata yg sudah tidak bisa terbendung lagi.


"saya sudah tidak peduli dengan orang yg sudah tidak ada di dunia" ucap reynand dengan wajah tanpa dosa.


"maksud papa apa, hanya karena wanita ini papa berubah! dasar wanita jalang" ucap nata sambil menunjuk wanita yg disamping reynand.


"jaga mulut kamu nata, saya tidak pernah mengajarkan kamu begitu" kata reynand sambil menatap tajam anaknya.


"memang benar kan pah aku sama kak fernand gak pernah di didik selama mama meninggal" ucap nata memancing emosi reynand.


"dasar anak gak tau diuntung" ucap reynand sambil mengangkat tangan nya untuk menampar pipi nata tetapi sebuah tangan langsung menahan tangan reynand.


"cukup pah! apa dengan meninggalnya mama, papa masih kurang hah!" marah fernand kepada papa nya sambil menghempaskan tang sialan itu.


"gak nyangka ya ternyata gw mempunyai papah sebajingan gini" ucap fernand sambil senyum mengejek. "nata naik ke atas" lanjut fernand menyuruh sang adik agar masuk ke kamar.


"buat anda, pergi dari sini dan bawa jalang ini pergi" kata fernand sambil memandang remeh wanita simpanan reynand.


Setelah dua sejoli itu pergi fernand langsung mengehempaskan badan nya ke sofa yg ada di ruang tamu.


Berbeda dengan seorang gadis yg berada di dalam kamar. tubuh nata merosot kebawah seolah olah tidak ada lagi tulang ditubuhnya.


Benar benar sangat menyakitkan ketika melihat ayah nya bercumbu dengan wanita lain selain ibunya.


isakan pilu terdengar menyesakan dada bagi siapa saja yg mendengarnya.


alam seakan ikut merasakan hingga mengundang hujan guna menghapus jejak air mata sang gadis yg akan sangat terlihat menyedihkan bila melihatnya.


Bersambung.......


dapet feel nya ga?


Jangan lupa vote and komen.


Terima kasih.