
Happy reading ❤️
prang...
Lemparan guci terdengar sampai kamar seorang gadis yang sedang memegang kedua lutut sambil menumpukan kepala nya.
"Papah!" terdengar suara nyaring dari lantai bawah.
Dengan tergesa gesa nata pun keluar dari kamarnya.
Setibanya di tangga bawah, dia terkejut melihat ibu nya terkapar dilantai dan sang kakak pun menangis tersedu-sedu di samping ibu nya.
"Mamah"teriak nata dengan kencang.
"apa yang papah lakuin ke mamah hah" ucap nata sambil menatap papah nya dengan tatapan benci.
Tanpa menjawab ucapan anak nya reynand pun berlalu keluar rumah meninggalkan kedua anak nya yang sedang menangis tersedu-sedu di samping tubuh istrinya.
"kak Fernand ayo kak, kita bawa mamah ke rumah sakit" ujar nata kepada kakaknya sambil mengusap air mata yg berderai di pipi mulusnya.
Dengan tidak banyak bicara Fernand langsung mengangkat tubuh ramping ibunya ke dalam mobil.
Setibanya dirumah sakit nata dan Fernand langsung berlari menuju UGD.
"kak mamah kenapa kak"tanya nata kepada kakaknya.
Fernand pun menoleh dan melihat adiknya yang sudah berderai air mata. dengan perlahan fernand membawa nata kedalam pelukannya.
"tenang dek, mamah ga akan kenapa-napa" ucap fernand sambil menenangkan adiknya.
ceklek
Pintu ruang UGD terbuka menampilkan sesosok lelaki paruh baya yang memakai jas putih.
Fernand dan nata segera menghampiri dokter tersebut.
"bagaimana keadaan mamah saya dokter?"tanya fernand.
"pendaharan yang dialami nya cukup parah, dan menyebabkan nyawa ibu kalian tidak bisa diselamatkan"ucap dokter tersebut.
Nata yang masih dipelukan kakaknya segera berlari memasuki ruang UGD.
"Mah bangun mah, jangan tinggalin nata disini sendiri mah, mamah yang bilang kan gak akan ninggalin nata sendirian di dunia ini" ucap sambil menangis dan memeluk jasad ibu nya.
"ga kak! enggak! mamah begini karna papah kak!" ucap nata dengan marah terhadap papah nya.
"Yaudh kamu tenang dulu, kita urusin dulu jasad mamah" ucap fernand.
Akhirnya nata pun tenang dan dengan segera Fernand mengurusi jasad mamahnya.
Acara pemakaman telah selesai tetapi gadis cantik itu masih saja memeluk batu nisan yg bertulis kan Dinda pranata untuk terakhir kalinya.
"nat udah yuk kita pulang ini udah sore, mau hujan lagi" ajak Fernand kepada nata yg masih saja menangis sambil memeluk batu nisan ibunya.
"udah kakak duluan aja pulang, aku masih pengen disini" jawab nata sambil sesegukan.
"yaudah kamu jangan sore sore pulang nya mau hujan" pamit fernand sambil mengusap kepala natasya.
Setelahnya fernand meninggalkan nata sendiri.
"mah kenapa mamah ninggalin aku mah" ucap nata dengan sedih.
Tiba-tiba ada suara berat milik seorang laki-laki di belakang nya.
"Orang tua lu ga akan tenang kalau lu masih nangisin dia disini"ucap lelaki itu dengan dingin.
"Lu siapa?" tanya nata bingung.
"Nih" ucap lelaki itu sambil menyodori sapu tangan.
Dan diterima dengan nata, baru saja nata ingin bilang terima kasih, lelaki itu sudah berkata kembali dan berlalu .
"Cepet pulang bentar lagi hujan" ujarnya dengan dingin sembari berlalu.
Nata melihat keatas dan benar langit sudah gelap dan rintik hujan pun sudah mulai turun seperti mengerti kondisinya saat ini.
"Mah aku pulang dulu, aku udah ikhlas, mamah yang tenang disana" ucapnya sambil mencium batu nisan mamah nya.
bersambung.....
Btw, ini cerita baru kita jadi kalau ketemu typo bisa comment
Jangan lupa vote and comment.
Terima kasih.