Sad To Happy

Sad To Happy
Episode 9



Happy reading ❤️


Senja sudah berganti malam tapi seorang gadis di atas kasur nya masih saja tersenyum membayangkan kejadian tadi, sampai-sampai kakak nya menatapnya dengan tatapan heran.


"Kamu kenapa sih? Dari tadi kakak liatin senyum terus" ucap fernand dengan tatapan bingung kepada nata.


"Ohh, engga kok kak, gapapa"


"Yakin?"


"Iya kak"


"Ah masa, dari tadi senyam senyum terus ga mungkin ga ada apa-apa atau jangan-jangan..." Selidik fernand.


"Jangan-jangan apa kak? Engga kok beneran ga ada apa-apa" potong nata.


"Jangan-jangan kamu lagi jatuh cinta ya?" Goda Fernand.


"A-apaan sih a-aku lagi ga jatuh cinta kok" ucap nata gugup.


"Ahh masa gugup gitu sih jawab nya" ucap fernand sambil menaik turun kan alis nya.


"Engga kak beneran" ucap nata dengan pipi yang memerah.


"Yaudah kalau belom siap cerita kakak tunggu kok, saran kakak jangan terlalu jatuh terhadap seseorang, jatuh cinta itu ada sakit nya ada bahagia nya, jadi kalau dia juga cinta sama kamu begitupun sebaliknya, lebih baik kalian bangun cinta itu bersama jangan sampai sebelah tangan" ucap fernand seraya tersenyum dan mengelus lembut rambut nata.


"Iya kak makasih, jadi sayang" ucap nata sambil memeluk kakaknya.


Fernand terkekeh pelan karna mendapatkan pelukan dari nata.


"Yaudh sekarang kami tidur yah, udah malam" ucap fernand. "Good night" lanjutnya.


"Iya kak, good night juga"


Setelahnya fernand langsung berlalu dari kamar nata untuk ke kamar nya.


Dan nata pun segera bangkit untuk mematikan lampu utama dan segera naik ke atas kasur dan menarik selimut.


Bunyi nada dering telepon mengganggu aktivitas nya yang ingin tidur dengan terpaksa dia mengambil handphone nya tanpa melihat siapa yang menelpon nya.


"Halo siapa sih malam-malam nelpon" ucap nata sedikit ketus.


1 menit kemudian tidak ada jawaban dari si penelepon dan nata pun segera bicara kembali.


"Halo-halo, siapa sih kalo ga penting gw tutup nih ngantuk!"


"Yaudh tidur, good night jangan lupa besok gw jemput dan jangan lupa di save gio" ucap orang di sebrang sana lalu segera mematikan sambungan telepon nya.


Nata yang diucapkan begitu dengan tiba-tiba hanya bisa terdiam membisu dan semburat merah pun kembali terlihat di pipinya. Dan tidak lama kemudian dia tersadar dan langsung melihat handphone nya.


"Astaga gw baper masa" batin nya.


Dan setelah nya nata pun segera tidur dan tidak lupa dengan senyum yang selalu menghiasi wajahnya.


-------------------------------


Kringg kringg


Suara alarm membangunkan nata yang masih tertidur pulas di kamarnya.


Nata yang merasa terganggu karna suara alarm yang tidak berhenti pun akhirnya segera bangun.


"Jam 5" gumam nya.


Nata pun segera bangkit dan berjalan menuju kamar mandi untuk bersih-bersih dan mengambil air wudhu untuk menunaikan ibadah sholat.


Setelah sholat nata pun bersiap-siap untuk sekolah dan segera turun kebawah untuk sarapan.


"Pagi kak" sapa nata ketika sampai di meja makan dan melihat Fernand yang sedang makan sambil memainkan jarinya di atas keyboard laptop.


"Pagi dek" jawab fernand tanpa melihat nata.


"Makan dulu kak, ngerjain nya bisa nanti kan!" ucap nata karna sering kali melihat Fernand yang tergesa-gesa mengerjakan tugas nya di pagi hari.


" Iya dek, ini sambil makan kok, lagian ini tugas buat bahan presentasi nanti siang" jawab fernand.


"Yaudh, aku udah selesai sarapan nya, aku berangkat dulu ya, bye kak" ucap nata sambil menyalimi tangan kakaknya.


"Gak mau kakak anterin dek?" Tanya fernand.


"Gausah kakak kerjain aja tugas nya, aku bisa berangkat sendiri kok" ucap nata.


"Yaudh hati-hati" peringat Fernand.


"Iya kak, aku berangkat, assalamualaikum" ucap nata sambil berlalu keluar.


Sesampainya di luar nata terkejut melihat gio yang sedang duduk di motornya sambil melihat kearah nata dan tersenyum.


"Oh iya gw lupa kalo si gio hari ini ngajak berangkat bareng" batin nata.


Nata pun segera menghampiri gio.


"Udah lama?" Tanya nata.


"Engga kok barusan" ucap gio sambil menyodorkan helm nya kepada gio.


"Kenapa ga masuk aja?" Ucap nata sambil memakai helm nya.


"Gapapa" ucap gio sambil menyodorkan jaket Kepada nata.


"Nutupin paha Lo"


"Ohh makasih" ucap nata sambil memasang kan jaket gio di pinggangnya dan segera menaiki motornya.


"Yuk jalan" ucap nata.


"Pegangan dulu dong" ucap gio.


"Nih udah" ucap nata sambil memegang bahu gio.


"Kok disitu sih gw bukan tukang ojek ya, dipeluk dong pegangannya" ucap gio sambil menggoda nata.


"Modus lo kerdus, udah Buruan jalan" ucap nata sambil menepuk pundak gio.


"Iya-iya" ucap gio Sambil menjalankan motornya.


20 menit kemudian sampailah mereka di sekolah.


"Nih makasih ya" ucap nata sambil menyodorkan helm dan jaket gio.


"Iya sama-sama" ucap gio.


"Yaudah gw ke kelas ya"


"Bareng gw" ucap gio sambil menggandeng tangan nata dan berjalan ke arah koridor sekolah dimana banyak pasang mata yang melihat mereka dengan berbagai tatapan dan ucapan.


Eh eh itu apa-apaan gio sama nata gandengan


Ihh baru kali ini ngeliat ka gio senyum


Kak gio makin hari makin cakep ya


Apaan sih nata caper banget


Sok kecantikan banget dia


Kurang lebih seperti itu lah ucapan-ucapan mereka yang berada di koridor.


"Udah gausah di dengerin omongan mereka" ucap gio datar.


"Eh iya, engga kok, gw mau tanya dong kenapa kok sikap lu ke orang lain sama ke gw beda?" Tanya nata.


"Beda gimana?"


"Ya gitu, lu kalo ke gw gitu, tapi kalo ke yang lain dingin"


"Gitu gimana gw kalau ke lu?" Tanya gio sedikit menggoda.


"Emm.. ish gitu pokoknya lah" ucap nata salah tingkah.


"Karna lu itu berbeda bagi gw" ucap gio sambil menepuk pelan kepala nata sambil tersenyum.


Berbeda dengan nata dia merasa ada sengatan disaat gio menepuk pelan kepala nya.


"Udah sampe, gw ke kelas ya bye!" Ucap gio yang membuat nata sadar dari lamunannya.


Bukan nya pergi tetapi gio mendekatkan wajahnya ke wajah nata sambil berucap.


"Muka nya di kondisikan, pakai blush-on nya kebanyakkan ya?" Ucap gio di telinganya dengan nada menggoda dan pergi berjalan ke kelas nya yang hanya berjarak satu kelas.


Nata yang mendengar bisikan itu pun pipinya semakin memanas dan dengan segera dia berteriak.


"GIOO.." teriak nata.


Gio yang mendengar teriakkan nata hanya bisa menahan tawanya dan segera masuk ke kelasnya.


Teriakkan nata mampu membuat semua murid menatap nya heran. Karna malu dia pun segera masuk dan duduk di tempat nya.


Brukk


Nata membanting tas nya di atas meja membuat lexa yang sedang membaca thread terkejut.


"Nata bego, gw kaget anjing" ucap lexa sambil menatap nyalang nata yang sekarang menyengir polos.


"Hehehe maaf  Lex, refleks tadi" ucap nata sambil nyengir.


"Huh, lagian lu itu kenapa sih, hah?" Tanya lexa.


"Jadi tadi tuh si g-" ucapan nata terpotong karna ucapan salam seorang guru.


"Assalamu'alaikum" salam guru tersebut.


"Waalaikumussalam" jawab murid-murid.


"Cerita nya sambung nanti aja ya tuh guru udah Dateng" ucap nata.


"Iya-iya" ucap lexa.


Semua murid pun langsung duduk dan mendengarkan apa yang guru tersebut jelaskan.


----------------------------------------


Jangan lupa vote and komen guys:)


See you di part berikutnya, jangan bosen untuk membaca cerita ini.


Sayang kalean:*