
Happy reading ❤️
"Ehh, maaf bapak siapa ya pak?" Tanya nata bingung.
"Saya mang asep penjaga rumah pohon ini neng, neng siapa nya den gio?" Jawab mang asep.
"Ohh, saya nata pak, saya pacar nya gio" ucap nata.
"Jangan pak atuh neng panggil mang asep aja" ucap mang Asep.
"Ohh iya mang" ucap nata.
"Den gio nya masih tidur?" Tanya mang Asep.
"Iya mang, kalau saya boleh tau siapa aja ya mang yang udah kesini?" Tanya nata.
"Ohh kalau yang udah kesini keluarga nya sama neng nada" ucap mang Asep.
"Nada itu siapa ya mang?" Tanya nata.
"Neng nada atau nama lengkap nya nada Xavier Anisa, teh dulu nya pacar den gio, hampir setiap hari den gio sama neng nada ke taman ini, nah dari situ den gio minta sama papah nya buat bikin rumah pohon ini dan mamang yang disuruh jagain sama bersih-bersih seminggu sekali" ucap mang Asep.
"Ohh terus sekarang nada sama gio masih sering kesini mang?" Tanya nata yang masih penasaran.
"Udah jarang neng, ehh tapi-" ucapan mang Asep terpotong.
"Eh mang Asep apa kabar mang?" Ucap gio yang memotong ucapan mang Asep.
"Eh den gio, kabar baik den" ucap mang Asep.
"Anak istri sehat juga mang?" Tanya gio.
"Alhamdulillah sehat semua den" jawab mang Asep.
"Alhamdulillah kalau gitu, emm Nat.. pulang yuk aku udah di telp sama mamah buat disuruh pulang" ucap gio.
"Ohh gitu yaudh dek yuk pulang" ucap nata sambil turun kebawah sambil mengambil barang-barang yang di kasih gio.
"Mang saya sama nata pulang dulu ya" pamit gio.
"Iya den, neng hati-hati" ucap mang Asep.
"Mari mang, kapan-kapan kita cerita-cerita lagi mang hehehe" ucap nata sambil terkekeh pelan
"Atuh siap neng" ucap mang Asep.
Setelah nya gio pun menjalankan motor nya setelah nata naik dan berpegangan pada gio.
"Kamu ngobrol apa aja sama mang Asep?" Tanya gio.
"Ngobrol biasa aja" ucap nata.
"Bukan jawaban itu yang aku mau Nat" ucap gio datar.
"Nanti aku kasih tau kalau udah sampai rumah" ucap nata sambil menelan Saliva nya kasar.
Setelah nya suasana hening mereka tenggelam dalam pikiran masing-masing.
"Ehh kok ke kesini, rumah aku di perumahan sana gi" ucap nata.
"Iya emang" ucap gio enteng.
"Ya terus kenapa ke perumahan ini gi" ucap nata gemas.
"Sampe, turun" ucap gio.
"Ini rumah siapa gi?" Tanya nata setelah sampai di rumah tersebut.
"Aku" ucap gio singkat.
"Hah?" Ucap nata bingung.
"Ayo masuk" ucap gio sambil menarik tangan nata untuk masuk ke dalam rumah nya.
"Assalamualaikum" ucap gio.
"Waalaikumusalam udah pulang sayang? Eh ini siapa?" Tanya Bella mamah gio.
"Iya mah, kenalin ini nata pacar aku" ucap gio sambil menyalami mamah nya.
"Natasya Tante, panggil nata aja" ucap nata juga sambil menyalami mamah gio.
"Cantik dan manis, jadi ga bosen di liat nya" ucap mamah gio sambil mengelus pelan rambut nata.
"Makasih Tante" ucap nata sambil tersenyum.
"Kamu duduk aja dulu, tante mau lanjut masak dulu" ucap Bella.
"Emm apa aku boleh bantu Tante?" Tanya nata.
"Boleh banget yuk ikut Tante ke dapur" ucap Bella.
"Yaudh aku ke atas dulu mau mandi" ucap gio.
Gio yang melihat itu hanya tersenyum dan segera pergi ke kamar nya.
"Tante mau masak apa?" Tanya nata setelah sampai di dapur.
"Nasi goreng sama udang tepung, itu makanan kesukaan gio sama papah nya" ucap Bella.
"Ohh yaudh biar aku yang buat udang tepung nya Tante yang masak nasi goreng nya" ucap nata.
"Yaudh" ucap bella sambil tersenyum menatap nata.
Mereka berdua pun akhirnya bergelut dengan masakan masing-masing.
"Kalau boleh tau mamah kamu kerja atau dirumah?" Tanya Bella.
"Emm, mamah aku udah ga ada Tan" ucap nata sambil tersenyum getir.
"Ya ampun maafin Tante sayang Tante ga tau" ucap bella sambil menatap nata sendu.
"Iya gapapa tan" ucap nata.
"Kamu mulai sekarang manggil Tante mamah ya" ucap Bella.
"Eh-" ucapan nata terpotong.
" Ga ada penolakan sayang ok" ucap Bella sambil menarik nata kedalam pelukannya.
Nata yang di peluk Secara tiba-tiba hanya bisa terdiam dan kemudian membalas pelukan hangat khas seorang ibu milik Bella.
"Mulai sekarang Tante ini mamah kamu ya sayang" ucap Bella sambil mengelus pelan rambut nata yang berada di pelukan nya.
"Iya mah" ucap nata.
Setelah nya mereka pun menyudahi acara peluk-pelukan nya dan segera menata makanan di meja makan.
"Kamu panggil gio ya sayang, Tante juga mau panggil om" ucap Bella
"Iya mah, kamar nya dimana?" Tanya nata.
"Kamu naik ke atas pas banget di depan tangga ada pintu warna putih itu kamar nya gio" jelas Bella.
Nata pun hanya mengangguk angguk kan kepalanya saja dan segera naik ke atas.
Sesampai nya di atas nata melihat pintu putih dan segera mengetuk nya.
Tok tok tok
Karna tidak ada Sahutan dari dalam akhirnya nata pun membuka pintunya dan kebetulan pintu nya ga di kunci.
Di saat membuka pintu hal yang pertama kali tercium di hidung nya ada lah wangi maskulin khas seorang gio.
Ia melihat gio yang sedang tiduran di atas kasur dengan handuk yang berada di bahu nya dan dengan keadaan rambut yang masih basah.
Nata yang melihat itu hanya menggeleng geleng kan kepalanya saja.
"Gi, bangun dulu yuk sarapan" ucap nata sambil menggoyangkan tangan gio.
Tidak lama kemudian gio pun membuka matanya dan segera bangun.
"Eh kamu kok disini?" Tanya gio.
"Kamu disuruh turun sama mamah buat sarapan" ucap nata sambil mengambil handuk yang berada di bahu gio dan mulai mengeringkan rambut gio.
"Lain kali itu rambutnya di keringin dulu kan kasur nya jadi basah" omel nata sambil mengeringkan rambut gio.
"Ga biasa" ucap gio singkat.
"Makanya di biasain biar ga jadi kebiasaan gi" ucap nata.
"Iya sayang" ucap gio.
"Nah udah kering sana sisir" ucap nata.
"Sisirin" ucap gio.
"Manja banget sih ga biasanya" ucap nata sambil menyisir kan rambut gio.
"Nah udah rapi yuk turun" ucap nata sambil menaruh sisir di nakas dan menaruh handuk.
"Aku ga akan manja kalau bukan sama orang yang aku sayang, jadi kalau aku manja sama kamu wajar karena kamu orang yang aku sayang " ucap gio tersenyum sambil merangkul nata untuk turun ke bawah dan sarapan bersama keluarga nya.
-------------------------------------
Jangan pernah bosen buat baca cerita nya:)
Ketemu typo komen di bawah 👇
Jangan lupa like juga ya🤗
Sampai jumpa di part berikut nya!
Follow my ig: enslvyn07.