Sad To Happy

Sad To Happy
Episode 7



Happy reading ❤️


Ting tong


Karna mendengar suara bel berbunyi Fernand turun kebawah untuk membuka kan pintu.


"Masuk Lex" ucap fernand.


"Eh iya kak"


"Kakak mau ke apotek dulu ya, kakak minta tolong temenin nata di atas" pamit Fernand.


"Iya kak" jawab lexa. Dan setelah nya dia langsung berlalu ke kamar nata.


Setelah sampai dikamar nya nata lexa langsung masuk kedalam dan terlihat nata yang pucat. Lexa pun duduk didekat nata, tidak lama nata pun sadar.


"Eh Nat udah sadar, mau minum ga?"


"Iya Lex"


Setelah nya lexa segera mengambilkan minum untuk nata.


"Nih, minum dulu Nat"


"Makasih Lex"


"Kok gw bisa disini Lex?" Lanjut nata.


"Tadi lu pingsan di taman"


"Ohh, makasih ya karna udah bawa gw Kerumah"


"E-eh iya sama-sama Nat" ucap lexa gugup.


"Sekarang lu makan dulu ya" ucap lexa sambil mengambil bubur yang ada di nakas.


"Hm"


Lexa menyuapkan nata dengan hati-hati, sampai makanan nya habis.


Tok tok


"Masuk" ucap lexa.


Ceklek


Terlihat lah Fernand yang membawa obat.


Fernand mendekat ke arah nata yang sudah bangun dan memalingkan wajahnya.


"Kamu udah bangun Nat? Ada yang sakit ga?" Ucap fernand khawatir.


Fernand menghela nafasnya berat karna adiknya tidak menjawab pertanyaan nya.


Fernand melihat ke nakas dan terlihat mangkuk yang sudah kosong.


"Karna kamu udah makan, sekarang minum obatnya ya" Karna melihat adiknya yang tak kunjung melihat kearah nya Fernand tersenyum getir, dan memilih keluar.


"Lex bantu nata minum obat ya, kakak mau kebawah sebentar"


"Iya kak" ucap lexa dan Fernand segera keluar dari kamar nata.


Setelah Fernand sudah tidak terlihat barulah nata melihat ke arah lexa.


"Ayo nat, minum obat nya"


"Iya" ucap nata dan lexa langsung membantu nata duduk dan minum obat.


Setelah selesai lexa memberanikan diri untuk bertanya apa yang terjadi sama mereka berdua.


"Emm Nat, kalau boleh tau ada apa sama kalian?" Tanya lexa dengan sedikit ragu.


"Jadi gini," dan mengalir lah cerita nata dari awal pertengkaran ayah dan kakak nya sampai dia menangis sendiri di taman di saat hujan.


" Yang sabar ya Nat, gw tau ga mudah menjalani ini semua, tapi ga seharusnya lu bersikap seperti itu sama kak Fernand, dia juga tertekan nat, sama seperti lu bedanya dia ga ngerti cara melampiaskan itu semua itu kemana, jadi mungkin dengan ke club itu satu-satunya cara melampiaskan kan emosi nya, ga mungkin juga kan dia ngelampiasin nya ke lu?"


Setelah mendengar apa yang lexa ucapkan nata Hanya diam membisu.


Tes


Satu air mata lolos dari matanya.


"Iya apa yang lu ucapkan itu bener Lex, gw harus minta maaf sama kak Fernan lex" ucap nata berderai air mata.


Dengan segera lexa menarik nata ke pelukannya dan menenangkan nya.


"Udah dong jangan nangis terus"


"Gw kebawah dulu ya mau samperin kak fernand"


"Gausah Nat biar gw aja yang panggilin kak fernand kesini, lu kan masih sakit"


"Engga Lex, biar gw aja yang kebawah, lagian gw juga udah mendingan"


"Yaudh, gw bantu lu jalan kebawah sampe tangga ya?"


"Hm, yaudh"


Lexa pun membantu nata turun kebawah untuk menemui fernand.


"Nah karna udah disini gw langsung balik ke kamar ya Nat, selesaikan baik-baik jangan egois apalagi pakai emosi" nasihat lexa dan langsung pergi ke atas.


Setelahnya nata melihat kakaknya yang masih melamun.


"Kak" ucap nata sambil mendekat dan menepuk bahu kakak nya.


Fernand yang sedang melamun pun terkejut karna mendapatkan tepukan di bahunya dan dengan segera dia menengok kesamping dan melihat adiknya yang pucat sedang berdiri di sampingnya.


"Ehh, kamu kok kesini ada apa? Ada yang masih sakit?" Tanya fernand khawatir.


"Engga kak, aku udah mendingan, aku kesini cuman mau minta maaf sama kakak" ucap nata sambil menunduk.


"Minta maaf buat apa dek? Kamu ga ada salah apa-apa sama kakak" ucap fernand sambil mengelus rambut nata.


" Aku minta maaf kak, karna masalah sama  papah kemarin, andai aja aku ga naik keatas pasti kakak ga akan berantem sama papah dan se-emosi kemarin, dan ujung-ujungnya kakak harus memenangkan diri dengan cara kesana. Seharusnya kakak Jangan pergi kesana kak, kakak bisa kok cerita sama aku jangan ngerusak diri kakak sendiri dengan cara minum-minuman alkohol itu kak" ucap nata dengan berderai air mata.


Dengan segera Fernand menarik nata ke pelukannya.


"Kamu ga salah dek, disini kamu ga salah, kakak yang salah karna sudah datang ketempat seperti itu, maafin kakak, kakak janji ini untuk pertama dan terakhir kalinya kakak datang kesana" ucap fernand sambil menenangkan adiknya.


"Bener ya kak ini untuk pertama dan terakhir kalinya kakak datang kesana, janji sama aku" ucap nata mendongak keatas untuk menatap kakaknya.


"Iya kakak janji" ucap fernand dengan sedikit terkekeh karna melihat wajah adiknya yang lucu.


Dengan segera nata kembali memeluk kakaknya, membenamkan wajahnya di dada kakak nya, karna itu pelukan hangat kedua setelah mamahnya.


____________________


Pagi pun tiba, matahari sudah menampakkan sinarnya membangunkan kedua gadis cantik yang sedang terlelap di bawah tebalnya selimut.


"Woy Nat bangun" ucap lexa membangunkan nata.


"Hoam.. emang jam berapa sih Lex" tanya nata sambil menguap.


"Astaga, jorok bener jadi cewe" ucap lexa sambil menggelengkan kepalanya.


"Udah buruan sana mandi, selesai itu turun kebawah sarapan" lanjut nya.


"Hm" ucap nata sambil melenggang pergi ke kamar mandi.


Setelah 15 menit nata pun sudah siap dan ia segera turun kebawah untuk sarapan bersama.


"Pagi" sapa nya kepada kakak dan sahabat nya.


"Pagi juga" jawab mereka.


Mereka pun mulai sarapan dalam keadaan hening hanya suara dentingan sendok yang terdengar sampai mereka semua selesai dan berangkat ke sekolah.


"Yuk udah semua kan?" Tanya fernand.


"Udah yuk, buruan takut telat" ucap nata.


Dan di angguki oleh lexa dan Fernand.


Semua memasuki mobil dan Fernand segera mengemudikan mobilnya. 15 menit kemudian mereka sampai di sekolah, karna  memang jarak dari rumah nya kesekolah tidak terlalu jauh.


"Aku sama lexa duluan ya kak" pamit nata sambil bersalaman dengan Fernand begitu juga dengan lexa.


"Iya, nanti pulang kakak jemput"


"Iya kak, hati-hati"


Nata dan lexa pun berjalan di koridor sambil bersenda gurau sampai-sampai dia tidak sadar kalau di depan nya ada orang.


Dug


Bunyi dahi nata yang menabrak dada bidang seseorang.


"Awsh.." ringis nya sambil mengusap dahinya.


"Kalau jalan lihat-lihat dong, sakit kan jadinya" ucap gio sambil mengusap usap dahi nata.


Nata pun mendongak keatas dan terkejut karna melihat gio yang sedang menatap nya khawatir sambil mengusap usap dahinya.


"Ehh iya, maaf tadi keasikan ngobrol" ucap nata.


"Iya gapapa lain kali hati-hati ya" ucap gio sambil tersenyum.


"Ekhem.. sadar kali disini masih ada orang, mesra-mesraan nya nanti aja dulu" ucap lexa sambil tersenyum meledek.


"Ehh apaan sih" ucap nata malu.


Sedangkan gio hanya tersenyum lalu mengacak pelan rambut nata dan melenggang pergi.


Deg


Nata yang di perlakukan seperti itu hanya bisa terdiam membisu, seperti ada sengatan dikala gio mengacak rambutnya pelan.


"Perasaan apa ini?" Batin nya.


_____________________________


Jangan lupa vote and komen:)


See you:*