
Happy reading ❤️
Setelah 6 jam lamanya akhirnya penderitaan murid-murid pun selesai karena bel pulang telah berbunyi
Semua pun pergi keluar kelas.
Tap tap tap
Suara derap langkah bergema di koridor sekolah.
"NATA.." teriak gio saat menemukan nata baru keluar dari kelasnya, gio pun langsung berlari menghampiri nata, tetapi gadis itu terus melangkah ke area parkiran dan pandangannya tetap fokus sama handphone nya yg sedang di digenggamnya, sepertinya dia tidak mendengar panggilan gio sejak dari tadi.
Setibanya di area parkiran Sekolah gio sibuk mencari keberadaan nata.
"nat.." gio mengurungkan untuk memanggil nata kedua kalinya saat melihat nata di rangkul oleh lelaki yg memunggungi gio, sehingga gio tidak bisa melihat wajah lelaki itu.
gio pun menatap bingung saat mobil yg membawa nata pergi telah melaju membelah jalanan. ada apa dengan gio mengapa dirinya sendu saat melihat nata bersama laki laki lain.
dreet..dreet..
Getaran di Hp nya membuat gio tersadar dari lamunan nya. tanpa melihat nama yg tertera di layar hp nya gio langsung menggeser tombol yg berwarna hijau.
"halo assalamualaikum bunda"
"iya gio lagi di jalan"
"yaudah see you bunda ku"
Setelah mematikan panggilan dari bunda nya gio langsung melajukan motor ninja nya, selama ini gio hanya dekat dengan satu wanita yaitu bundanya sendiri, dulu ada dua wanita yg gio prioritaskan, bundanya dan masa lalunya yg sekarang hilang begitu saja.
.........................
dilain tempat nata dan fernand telah berada di makam mama mereka, lagi lagi nata meneteskan air mata nya saat melantunkan surah pendek dan doa kepada dinda mama nya.
"nat ayo pulang" ucap fernand setelah melihat arloji di tangan nya.
Nata hanya mengangguk kan kepala sebagai jawaban nya.
Fernand dan nata pun meninggalkan makam mamah dan mobil nya melaju dengan kecepatan sedang.
30 menit kemudian..
nata langsung turun dari mobil yg di tumpangi nya dan di ikuti oleh fernand.
"Nata " ucap reynand tiba tiba mengagetkan nata yg baru masuk ke dalam rumah nya.
"pa--pah" ucap nata gugup karena heran melihat papah nya menyapa dirinya. Dengan tergesa-gesa nata pun lari ke kamarnya.
Seketika senyum nya meluntur saat melihat anak nya berlari menjauhi dirinya.
"Masih inget pulang?" Tanya Fernan sambil menatap ayahnya pulang.
"Masih berani menginjakkan kaki disini bersama wanita jalang itu?" Lanjut Fernand sambil menunjuk wanita yang di sebelah papah nya.
"Jangan sebut dia jalang, dia itu sekarang mamah kalian!" Ucap reynand marah.
"Mamah? Gasudi saya menyebutnya mamah! Mamah saya cuman 1 bukan dia!" Ucap fernand marah.
"Pintu keluar ada di sebelah sana, jika hanya ingin membuat keributan silahkan angkat kaki dari sini." Setelah berkata seperti itu fernand pergi ke kamarnya.
.......................
Dikamar nata duduk di balkon sambil melihat semburat jingga di awan yang perlahan lahan menghilang.
Tes
Satu air mata lolos dari matanya melewati pipinya.
Dengar. Nata mendengar semua ucapan kakak nya terhadap papah nya.
"Jangan sebut dia jalang, dia itu sekarang mamah kalian!"
Ucapan papahnya kembali terngiang-ngiang dipikiran nya.
" Mamah aku cuman mamah bukan yang lain" ucap nata lirih sambil menggelengkan kepalanya.
"Nata kangen mamah, mah" ucap nata dengan berderai air mata.
Tanpa sepengetahuan nata ada seorang yang mendengar kan keluh kesah nya di pintu kamarnya.
Fernand, ya orang itu fernand dia melihat sendu sang adik yang sedang menangis.
Dengan emosi yang melonjak fernand pergi dari rumah nya.
..................................
Suara dentuman musik terdengar, yang di bawakan oleh seorang DJ perfesional.
"Satu lagi" Pesan seseorang kepada waiters di depan nya. Fernand lah orang yang sedang memesan minuman itu.
Seorang bartender pun memberikan minuman itu. Ketika hendak minum tiba-tiba gelas yang di pegang nya terlempar jauh dan pecah di lantai.
Dengan emosi yang memuncak ia menengok dan terkejut melihat adik nya di belakang.
Plak
Dengan emosi yang memuncak dan tidak sadar fernand menampar adiknya karna telah mengganggu waktu nya itu.
"Kak..ka-kak nampar a-aku?" Ucap nata sambil menatap kakak nya dengan tatapan kecewa.
"Dek.. dek, maafin kakak dek, kakak ga sengaja" ucap fernand dengan menyesali apa yang dia perbuat.
"A-aku kecewa sama kakak" ucap nata sambil berlari tanpa menghiraukan panggilan dari kakak nya.
"Arghh" teriak fernand sambil mengacak ngacak rambut nya dan terduduk di lantai club yang dingin.
"Maafin kakak dek" lirih fernand.
------------------------
Dilain tempat seorang gadis duduk di kursi taman seorang diri. Nata seorang gadis yang sedang duduk di kursi taman itu enggan untuk meninggalkan taman walaupun cuaca sedang mendung.
Kejadian di mana kakak nya menampar nya masih terngiang di kepala nya.
Tes
Satu air mata lolos dari matanya yang lama kelamaan berubah menjadi banyak.
Jdarr
Suara petir bergumuruh menandakan sebentar lagi akan hujan.
Nata tidak perduli dia tetap menangis di bawah guyuran air hujan.
.....................
"Nata kamu di mana sih dek" ucap fernand lirih sambil menengok kanan dan kiri karna sedang mencari adiknya.
Disaat melewati taman dekat perumahan nya Fernand melihat ada seorang yang tergeletak di bawah tanah. Dengan rasa penasaran dan gelisah dia turun untuk melihat siapa yang tergeletak disana.
"Astaga nata!" Pekik Fernand saat melihat nata yang tergeletak di tanah. Dengan segera nata mengendong nata dan di bawa nya ke mobil.
"Nata tahan ya Nat" ucap fernand.
------–––––––––
Setelah sampai dirumah Fernand segera mengendong nata dan di bawa ke kamarnya. Dan menelpon dokter pribadi keluarga nya.
Sambil menunggu dokter pribadi nya datang Fernand menyempatkan diri untuk berganti pakaian.
Ting tong
Suara bel berbunyi, dengan segera Fernand membuka pintu dan terlihat lah seorang dokter pribadi keluarga nya.
"Silahkan masuk dok" ucap fernand. Setelah menutup pintu fernand dan dokter pun pergi ke kamar nata.
"Gimana dok keadaan nata?" Tanya fernand khawatir.
"Dia hanya demam dan juga kecapekan, ini resep nya." ucap dokter tersebut.
"Baik dok terima kasih"
"Kalau begitu saya permisi" pamit dokternya.
Setelah mengantar kan dokter tersebut ke depan fernand pergi ke dapur untuk membuat bubur.
Setelah bubur nya matang Fernand menelpon Alexa untuk kerumah nya.
"Halo lexa"
"Halo kak ada apa?"
"Bisa kerumah sebentar?"
"Bisa kak kenapa?"
"Gini sekarang itu nata demam jadi kakak mau ke apotek untuk menebus obatnya".
"Hah? Yang bener kak nata sakit? Yaudh aku otw sekarang!"
"Ok"
Setelah sambungan telepon terputus Fernand membawakan bubur kekamar Nata dan menaruh nya di atas nakas.
"Cepet sembuh dek, kakak sayang kamu, kakak juga minta maaf karna ga sengaja tampar kamu" lirih fernand sambil mengusap kepala adik nya.
––––––––––––––––——
Jangan lupa vote and komen guys
Iluvyu:*
See you