Roleplay As Cultivator

Roleplay As Cultivator
8 :Gadis berambut hitam



Tiga hari setelah pertarungan dengan owlbear Tian Jie melanjutkan perjalanannya. Dia selalu berjalan ke arah barat, tetapi terkadang berbelok untuk mencari jalur yang lebih aman dan nyaman untuk dilalui. Dia juga sering berhenti di sungai dan sumber air untuk beristirahat menghilangkan lelah sambil memasak.


Saat ini Tian Jie duduk bersila dibatu besar di tepi sungai. Dia sedang membaca panel status miliknya.


 [ Name : Tian Jie


Level : Kondensasi spiritual


race :  Manusia


class : Magus


Strength : 18


Dexterity : 12


Constitution : 16


Intelligence : 18


Wisdom : 12


Charisma : 12 ]


“saat menerobos ke tingkat kondensasi spiritual kemarin aku sudah menambahkan delapan poin status yang aku dapat, ke STR, CONS, INT, dan WIS”


“sepertinya sistem ini tidak sepenuhnya menggunakan aturan TRPG”


“berbeda dengan TRPG dimana poin status hanya bertambah di level tertentu dan memiliki batas atas”


“Sistem ini akan memberikan ku poin setiap terobosan ke tingkat berikutnya”


“Tapi memang aneh jika aku menerobos tapi tidak bertambah kuat”


Tian Jie kemudian membuka panel spell miliknya.


[ Spell yang diketahui ]


[ Cantrip (0)


Create flame


Lightning spark


Magic hand


Magic Shield


Wrap step ]


[ Spell level 1 ( charge : 2 )


Thunder grasp


True strike ]


Tian Jie sudah sering melatih semua spell yang dia miliki. Kecepatan rapalan dan penggunaan spellnya lebih efisien dari pada saat bertarung dengan serigala dan DIrewolf. Walaupun dia berharap tidak menemui monster yang berbahaya lagi, tapi bagaimana lagi ini dunia kultivasi. Kultivator harus selalu siap melawan bahaya untuk tetap maju dalam kultivasi miliknya.


Matahari sudah mulai turun dari posisi tertingginya.


“Saatnya melanjutkan perjalanan”


Tian Jie memberesi barang - barang miliknya dan melangkah kembali ke arah barat, berharap dia segera menemukan batas hutan. Dia baru saja berjalan selama lima belas menit dan tiba - tiba mendengar suara dentuman. Ia menengok kekanan - kekiri mencari sumber bunyi tersebut.


“Hmm .., arahnya dari balik bukit, apakah aku harus mengeceknya”


Dia berjalan mengitari bukit sambil mengendap - endap , entah apa yang terjadi dibalik bukit dia harus hati - hati. Tidak lama dia sudah mendekati sumber bunyi dan apa yang terjadi disana semakin jelas.


“Ada pertarungan didepan, apakah antara sesama monster atau manusia yang sedang memburu monster”


“Aku mengharapkan kondisi yang terakhir, aku membutuhkan informasi tentang hutan ini segera”


Tian Jie mendekat perlahan sambil mengamati dari jauh. Dia berhenti karena melihat bayangan dan asap dari pertarungan.


Dari jarak sekitar seratus meter terlihat pertarungan dari dua individu dengan postur manusia. Tetapi salah satu memiliki ekor yang panjang. Karena merasa kurang mendapat pandangan yang jelas Tian Jie kembali bergerak maju, tentu saja dengan mengendap - endap secara perlahan.


Setelah mendekat lebih dari lima puluh meter Tian Jie bisa melihat dengan jelas kondisi pertarungan di depan.


Salah satu petarung adalah gadis cantik dengan rambut hitam panjang, mengenakan semacam seragam cheongsam putih dengan garis merah. Dia memegang pedang pendek dan perisai kecil. Dari tampangnya gadis ini dalam kondisi kelelahan dan hampir pingsan. Matanya tampak tidak bercahaya dan setengah menutup.


Tian Jie mengamati lawan dari gadis itu, dan sedikit terkejut.


Sesok mahkluk yang berpostur mirip manusia dengan dua kaki dan dua tangan. memiliki ekor panjang bagaikan biawak dan tubuh penuh dengan sisik berwarna hijau. Dia memiliki kepala dan cakar mirip bunglon. Dia juga menggunakan armor dari kulit dan membawa tombak. Mengarahkan tombak yang dibawanya kearah gadis berambut hitan tersebut seraya berkata.


“Ckckck, Kamu sudah tidak bisa lari lagi gadis kecil, menurutlah denganku dan kamu akan selamat”


“hehehe, aku tidak tahu kemana gadis peri satunya itu pergi, tapi …”


Lizardfolk itu mulai tersenyum lebar sambil menyipitkan matanya. DIa menarik tombak yang dia arahkan ke gadis itu dan berjalan mendekat di depannya.


“Kau dasar mahkluk hina .. KUH !”


Gadis berambut hitam itu ingin menyerang lizardfolk tersebut tetapi begitu dia melangkah tiba - tiba badannya lemas. Dia terjatuh dan berada diposisi menunduk. Berusaha menatap sang lizardfolk , gadis itu menengok ke atas perlahan.


“k-kau .., Apa yang sudah kamu lakukan ?”


Lizardfolk hanya tersenyum tidak menjawab pertanyaan sang gadis.


“hehehe aku yakin kamu akan memberi tahuku dimana temanmu setelah aku bermain dengan dirimu”


Gadis berambut hitam itu menunduk kembali sambil menggigit bibirnya. Tubuhnya terasa lemas, dia yakin racun ditubuhnya baru memunculkan sebagian efeknya. Dia mulai merasa takut dan tidak tahu mau bagaimana lagi. Pegangan pada pedangnya terlepas dan dia tergeletak ke tanah. Kesadarannya belum hilang tapi pandangannya sudah mulai berat.


Lizardfolk tersebut maju ingin menggapai gadis berambut hitam tersebut. Tetapi tepat satu meter sebelum dia menggapai gadis tersebut, sebuah kilatan kecil mengalir dari dalam hutan ke arahnya. Dengan sigap dia bergerak ke belakang menghindari kilat tersebut  dan hanya terkena sedikit aliran kejut yang membuat lengannya kesemutan.


“Wrap step (0)”


Tian Jie bergerak cepat dan sampai di samping gadis itu. Dia membungkuk dan mengecek kondisi dari gadis berambut hitam tersebut.


“Tetap diam dan gunakan energi spiritualmu untuk menahan racun di dalam tubuhmu” dia berbisik ke gadis tersebut.


Tian Jie kemudian mengambil pedang yang tergeletak di tanah.


“Shortsword ya, jika ada dua aku bisa melakukan dual wielding, tapi yah, ini lebih mending dari pisau dapur yang aku gunakan sekarang” Gumamnya.


Setelah lepas dari kondisi kesemutannya Lizardfolk itu memasang kuda - kuda dan mengangkat tombaknya ke arah Tian Jie.


“Siapa kamu ? Dan apa tujuanmu datang kesini ?”


Lizardfolk tersebut geram dengan aksi Tian Jie yang menghalangi kesenangannya. Tapi dia juga waspada karena laki - laki di depannya baru saja menyerangnya dengan petir. Bagi mahkluk didunia ini, apalagi mahkluk alam liar, petir merupakan kekuatan langit.


Petir alami terjadi ketika ada awan gelap dilangit, tapi ada petir yang terjadi ketika kultivator akan melakukan terobosan ke ranah koneksi jiwa atau di atasnya. Semakin tinggi tingkat kultivasi yang akan diterobos semakin kuat petir yang turun. Petir ini seperti ujian bagi kultivator. Petir ini sering disebut petir surga.


Petir yang banyak ditakuki oleh para kultivator, baru saja digunakan oleh laki - laki di hadapan lizardfolk. Tentu saja membuatnya ragu untuk melakukan konfrontasi langsung. Dia berusaha tenang dan menggali informasi dari laki - laki di depannya.


‘Wooah,dia mengucapkan pertanyaan yang mainstream dari penjahat’


‘Apakah aku harus memerankan posisi pahlawan yang akan menyelamatkan gadis ini‘ gumam Tian Jie.


‘yah, ini akan sedikit mengasikkan, aku akan mencoba memerankan karakter overpower yang mengintimidasi lawan’


Tian Jie sedikit mengangkat senyum dimulutnya.


“Siapa aku itu tidak penting dan tujuanku bukan urusanmu”


Dia memasang wajah garang sambil memegangi bilah pedang pendeng ditangannya. Dia merasa terlihat keren tapi juga sedikit memalukan.


“Gadis cantik ini”


Sambil menunjuk gadis berambut hitam yang setengah sadar.


“Aku menginginkannya”


Tian Jie berusaha mengintimidasi lizardfolk tersebut dengan mengaktifkan Lightning spark di pedang pendeknya.


Lizardfolk yang melihat petir di pedang itu sedikit mundur dan menelan ludahnya tapi setelah menahan keraguannya dia berbicara.


“Aku mohon maaf tuan, aku hanya diperintah oleh pangeran untuk menangkapnya”


“Jika tuan berkenan, aku bisa mengantarkan anda ke tempat pangeran untuk bisa berbicara langsung”


Tian Jie diam dan berfikir sejenak kemudian menjawab.


“Baiklah, tapi berikan penawar racunnya ke gadis ini dulu”


Tian Jie menambah momentum yang dia keluarkannya. Petir di pedang pendek Tian Jie semakin membesar dan sekarang ada sedikit kobaran api di tangan kirinya yang tidak membawa senjata.


Lizardfolk yang melihat hal tersebut kembali menelan ludahnya dan perlahan mengangguk.


‘kekekek , aku tidak tahu apa yang akan terjadi tapi ini seru’ Tian Jie tertawa didalam hati.