
“Hmm, Huang Qingyue kah”
“Nama yang indah untuk gadis yang cantik”
Tian Jie mengangguk - angguk seolah setuju dengan nama yang dimiliki oleh gadis didepannya.
Dia kemudian duduk diakar pohon dan bersandar pada batang nya. Sambil menepuk - nepuk akar disampingnya seolah mengisyaratkan Huang Qingyue untuk duduk disampingnya.
“Sekarang gadis cantik, bisa kamu ceritakan kenapa kamu di hutan ini ?”
“Dengan tingkat kultivasimu yang masih kultivator spiritual, kamu seperti berusaha bunuh diri disini”
‘sebulan yang lalu aku juga masih kultivator spiritual sih, tapi aku memiliki sistem’
Huang Qingyue sedikit ragu untuk duduk disamping Tian Jie, wajahnya memerah karena malu dengan kata - kata menggoda yang terus diarahkan padanya. Sebagai wanita tentu saja disebut cantik membuatnya senang, tetapi entah kenapa cara Tian Jie menggodanya sangat efektif membuatnya tersipu malu. Dia yang sudah sering mendengar banyak laki - laki dari sekte mengeluarkan puisi - puisi untuk menarik perhatiannya, tetapi baru kali ini menghadapi serangan langsung tanpa basa - basi seperti yang dilakukan Tian Jie.
Huang Qingyue akhirnya memberanikan diri untuk duduk disamping Tian Jie. Dia menatap Tian Jie sebentar kemudian berpaling menatap kedepan karena masih sedikit malu.
“Um, Tuan Tian, bisakah anda tidak memanggilku dengan panggilan gadis cantik ?”
“Itu sedikit ..”
Dia sedikit gelisah duduk disamping Tian Jie.
Tian Jie yang melihat gerak gerik Huang Qingyue tertawa cekikan.
“ha haha hahaha ha”
“Apakah kamu malu ? ku ku ku”
“Apakah kamu tidak pernah digoda oleh laki - laki di sektemu ?”
“Aku kira kamu sudah sering digoda dan tidak akan memberikan reaksi kepada diriku”
Tian Jie mengusap air matanya karena tertawa.
Huang Qingyue hanya bisa menunduk dan menahan rasa malunya. Wajahnya terlihat sangat merah.
“...”
“jadi, kamu ingin dipanggil dengan bagaimana ?”
“Q-qingyue saja !”
“Baiklah jika itu yang kamu inginkan Qingyue”
“Sekarang bisa kamu jelaskan kondisimu saat ini !”
Huang Qingyue diam sejenak. wajahnya yang memerah mulai digantikan dengan raut wajah yang serius. Dia sedikit meremas kain di pahanya. Matanya yang menatap kebawah terlihat sedikit berkaca - kaca.
“Aku disini untuk mencarikan ibuku obat dari tanaman herbal tertentu”
“Bersama saudariku dari sekte, aku mencari dihutan ini selama sepuluh hari”
“disaat aku sudah menemukan tanaman itu, kami dihadang oleh sekelompok manusia kadal itu”
“karena kalah jumlah kami berusaha kabur dan pada akhirnya kami terpisah”
“aku sudah dikejar selama tiga hari”
“aku bahkan tidak tahu kondisi dari saudariku yang terpisah itu”
“Lebihnya lagi aku tidak tahu apakah ibuku masih memiliki waktu untuk bisa bertahan”
“aku hanya bisa berharap …”
Dia kemudian menjadi diam. Tubuh dan pikiran Huang Qingyue sudah lelah. Perjuangannya dihutan ini sudah cukup lama, tetapi dia tidak ingin menyerah mencarikan obat untuk ibunya.
Tian Jie yang mendengar cerita Huang Qingyue merasa iba .
‘apakah dia menceritakan hal yang sebenarnya atau tidak, aku mungkin belum tahu’
‘tapi melihat kondisinya saat ini, sepertinya dia mengatakan yang sebenarnya’
“apakah ibumu terkena penyakit mematikan ?” Tian Jie
“mm mm, dia terkena racun alami dari tanaman langka” ujar Huang Qingyue sambil menggelengkan kepalnya.
“Ayahku meninggal setahun yang lalu dan meninggalkan perusahaan dagangnya kepada ibuku”
“Karena itu ibuku mencari obat untuk mempercepat kultivasinya dan memberikan dukungan kepada perusahaan dagang milik keluargaku”
“Tetapi obat yang digunakan ibuku mengandung energi spiritual dingin yang terlalu banyak sehigga dia membekukan jaringan energi spiritual didalam tubuhnya”
“Cara menetralisir dampak tersebut adalah dengan menggunakan obat dengan energi spiritual panas yang kuat”
“Informasi dari guruku, dihutan ini terdapat tanaman bunga amarilis yang hidup didekat sumber air panas”
“Aku ingin mendapatkan bunga itu untuk di jadikan ramuan obat”
Kali ini kepala Huang Qingyue terangkat memandang jauh ke dalam hutan. Sorot matanya menunjukkan semangat juang yang masih membara. Tubuh penuh luka dan kelelahan tidak akan menghambatnya.
Dia kemudian menghadap ke Tian Jie dan tiba - tiba berlutut ditanah. Kedua telapak tangan diletakkan secara mendatar di lantai dan punggung ditekuk sehingga kepala menyentuh tanah.
“Tuan Tian Jie aku paham ini tidak sopan karena anda baru saja menyelamatkanku”
“Tapi aku mohon bantuan tuan untuk mencari saudari seperguruanku dan mendapatkan bunga amarilis itu”
“Aku tidak peduli imbalan apa yang anda inginkan akan aku penuhi”
“Saat ini keluargaku hanya tersisa ibu dan adikku yang berumur lima tahun, aku tidak ingin kehilangan siapa - siapa lagi”
Tian Jie hanya diam melihat Huang Qingyue yang merunduk dan memohon kepadanya. Dari sela - sela rambut yang menutupi wajah Qingyue, terlihat kilauan air mata yang mengalir dari matanya yang tertutup. Dia memikirkan skenario yang kemungkinan terjadi, beserta resiko menerima permintaan ini.
‘Aku baru saja menjadi kultivator tingkat kondensasi spiritual, menghadapi dua atau tiga kultivator tingkat kultivator spiritual masih mudah’
‘Tetapi aku tidak mengetahui medan dan lawan yang akan aku hadapi, permintaan ini sedikit sulit’
Huang Qingyue menjadi sedikit risau karena Tian Jie tidak mengatakan apa - apa. Dia masih merunduk dan tidak mengangkat kepalanya. Tian Jie merupakan harapan dan bantuan satu - satunya yang bisa dia dapatkan saat ini. Jika dia melewatkan bantuan Tian Jie bisa dikatakan semua usahanya akan berakhir dengan ibunya yang tidak tertolong dan saudarinya yang masih belum bisa dipastikan kondisinya.
‘Kumohon , kumohon , kumohon’ Qingyue mengulangi terus didalam hatinya berharap Tian Jie akan membantu.
Tian Jie mengeluarkan nafas panjang. Dia tidak pernah mengira akan terseret permasalahan seperti ini. Dia menyelamatkan Qingyue hanya demi mendapat informasi tentang hutan ini. Dia tidak pernah menyangka akan terlibat masalah seperti ini. Hal yang bahkan tidak terpikirkan dalam prediksi Tian Jie.
‘Takdir memang terkadang membuat kita tertawa karena bingung bagaimana sesuatu yang bahkan tidak ada dalam perhitungan bisa terjadi’
‘yah, sepertinya aku akan menerima quest pertamaku ini’
‘aku harap permasalahan ini bisa diselesaikan dengan mudah’
Tian Jie tersenyum kecut dan menatap langit. Dia kemudian menghela nafas dan menatap Huang Qingyue yang masih merunduk didepannya.
‘Cintanya terhadap keluarganya sangat kuat’
‘Dia bahkan rela menjual dirinya sendiri untuk menyelamatkan ibunya’
‘Jika laki - laki lain dihadapkan dengan situasi ini, dia pasti akan sangat senang’
“haaah”
“baik, aku akan menolongmu Qingyue”
Tian Jie berjongkok dan memegang kedua tangan Huang Qingyue. Dia mengangkat tubuhnya supaya berdiri dari posisi merunduk. Sekarang dia bisa melihat wajah Huang Qingyue yang terkejut menatap dirinya. Air mata sedikit mengalir keluar dari salah satu mata Huang Qingyue.
“Apakah Tuan benar - benar akan membantuku ?”
Huang Qingyue masih agar ragu dengan jawaban Tian Jie. Dia dan Tian Jie tidak memiliki hubungan dekat dan baru saja bertemu. Apalagi Tian Jie merupakan penyelamatnya. Bisa dibilang permintaannya sedikit tidak sopan.
Tian Jie memberikan senyuman kepada Huang Qingyue. Dia kemudian mengusap kepala Huang Qingyue dan membersihkan air matanya.
“hmm emm, aku akan mencoba menolongmu”
“Tapi aku tidak tahu apakah aku bisa menyelesaikan masalahmu”
Huang Qingyue menjadi ceria dan menjabat kedua tangan Tian Jie. Dia mulai mengangkat dan menurunkan tangan tersebut dengan gembira. Mendapat bantuan disaat terpojok seperti ini memberikan sedikit rasa lega untuk dirinya.
“Terima kasih, Terima kasih, terima kasih”
Tian Jie menghentikan jabat tangan itu dan memberi isyarat Huang Qingyue untuk tenang.
“Tenanglah dulu, Kita akan mencoba menyelesaikan masalah satu per satu”
Dia menatap Lizardfolk yang datang mendekat dari arah sungai.
“Mulai dari dia”