
ROooaaarrrRR~ Roar~ kikiki~
Beberapa Undead mendekati Tian Jie dengan langkah yang tersentak - sentak dan tidak stabil. Tidak seperti Undead Knight sebelumnya yang memiliki api hijau yang menyelimuti tubuhnya, Undead - undead di depannya lebih mirip dengan zombie.
Tidak terlalu memperdulikan undead - undead yang seperti monster mob di dalam game, Tian Jie hanya mengangkat tangan kanannya.
“Lightning spark (cantrip 2)”
Bzzt~ Bzzt~ Bzzt~
Petir kecil menyambar tiga undead yang berdekatan. Seketika mereka terjatuh dan hancur berserakan.
Tidak berhenti di situ Tian Jie terus menggunakan cantripnya untuk menyerang undead - undead yang bisa dia jangkau dengan serangannya. Suara listrik yang menyambar terdengar setiap beberapa detik. Setelah lima menit dia berhenti.
Tian Jie menurunkan tangan kanannya yang terlihat masih dialiri listrik. Dia sudah membersihkan sebagian besar Undead yang mendekati dirinya dengan spell cantrip miliknya. Topeng besi yang ada di kepalanya membelah menjadi puzzle kecil dan perlahan terbuka menunjukkan wajahnya yang masih kotor karena bekas darah.
Undead - undead lain yang keluar dari dalam dungeon menyebar tidak terarah. Undead - undead itu seperti semut yang berhamburan keluar dari sarangnya.
“Apa yang terjadi dengan dungeon itu ?”
“Karena aku sudah mendapatkan warisan dari senior itu, bukankah berarti dungeon ini sudah tidak punya arti lagi”
Dia berbalik dan berjalan ke arah Huang Qingyue. Begitu sampai di depan Huang Qingyue, Tian Jie merunduk dan memegang pergelangan tangan Huang Qingyue. Dia menyebarkan energi spiritualnya dan menemukan sebuah kejutan.
“INI !?”
Sisa energi spiritual api yang mengamuk didalam tubuh Huang Qingyue perlahan mereda. Energi spiritual api itu seperti tersedot oleh sesuatu yang ada di dalam dantian Huang Qingyue. Sesuatu yang berbentuk seperti biji bulat berwarna merah. Biji itu menyerah energi spiritual api yang liar dan dikondensasi menjadi energi spiritual yang kompatibel dengan tubuh Huan Qingyue. Tubuh Huang Qingyue juga mengalami perubahan yang signifikan dimana daya tahannya terhadap energi spiritual api menjadi lebih kuat.
“Meridian di kedua tangan dan kakinya sedikit demi sedikit pulih”
“Sepertinya tidak hanya aku yang mendapat sesuatu”
“Keberuntungan juga ada di tanganmu Qingyue”
Tian Jie mengangkat Huang Qingyue. Dia kemudian menggendongnya di punggung.
“Kuharap tidak apa - apa jika aku memindahkan dirinya disaat perubahan ini masih berlangsung”
Tian Jie membawa Huang Qingyue untuk mencari tempat persembunyian dimana Li Xiaojun terbaring. Tian Jie memanjat perlahan supaya tidak terlalu menggoyang - goyangkan tubuh Huang Qingyue. Tapi, tanpa dia sadari, tubuh Huang Qingyue menyerap residu energi spiritual yang dipancarkan oleh Flame scale battle gear miliknya. Apakah itu buruk atau tidak, hanya dirinya di masa depan yang akan menentukan.
…
Tian Jie akhirnya sampai ditempat Li Xiaojun terbaring. kemudian meletakkan Huang Qingyue disampingnya. Dia kembali mendekat ke tepian dinding kawah dan mengamati dasarnya.
“Tempat ini cukup aman, selama menutupi mereka dengan tenda”
“Undead dibawah sana tidak punya cukup akal sehat untuk bisa keluar dari kawah ini”
Tian Jie bergegas memasang tenda untuk menutupi mereka berdua. Setelah selesai kembali turun ke dalam kawah. Dia mendekat ke pintu masuk dungeon tentu saja sembari mensucikan undead yang mendekati dirinya.
Tian Jie berhenti sejenak untuk melihat pintu besar di depannya.
“Armor yang aku kenakan ini bukan sesuatu yang ditinggal begitu saja”
“Pasti ada alasan kenapa armor ini sampai ke tanganku”
“Dan orang - orang yang mampu membuat armor ini pasti bukan dwarf sembarangan”
Dia masuk ke dalam dungeon itu sekali lagi.
Tian Jie melihat lorong besar didepannya di penuhi dengan undead - undead yang bergerak tanpa arah. Dia mengenakan kembali helm dari armornya dan melompat maju.
“Warp step (cantrip 2)”
Tian Jie sampai di percabangan tempat gudang koin emas dan gudang berbagai macam senjata disimpan. Undead terus keluar satu persatu dari dalam kedua ruangan tersebut.
“Sesuai dugaan, itu semua jebakan”
Melewati persimpangan tersebut Tian Jie semakin masuk ke dalam. Ketika dia melihat cahaya merah di depannya, Tian Jie menghentikan langkah kakinya. Dinding - dinding dari lorong itu mengeluarkan cahaya yang berbentuk gambar. Ada gambar dwarf pejuang , dwarf penempa, dwarf penombak, dan lain - lain.
“Ini belum ada saat kami masuk sebelumnya”
Tian Jie mendekati gambar cahaya itu.
“Detect magic (cantrip 2)”
Detect magic adalah spell cantrip yang Tian Jie dapatkan dari sistem ketika berhasil menerobos ke tingkat pondasi spiritual. Spell ini membuat Tian Jie bisa mendeteksi reaksi energi sihir di sekitarnya. Berbeda dengan indra spiritual yang dimiliki setiap kultivator yang hanya bisa membuat penggunanya menggunakan indra fisiknya melalui media energi spiritual, detect magic membuat penggunanya bisa merasakan aura dari segala jenis benda yang memiliki energi spiritual. Selain itu pengguna detect magic bisa mengetahui jejak dan jenis teknik dari aura energi spiritual yang dideteksinya tetapi tidak bisa mendeteksi secara jelas jika teknik yang dideteksi memiliki tingkat lebih tinggi dari detect magic. Kelemahan dari detect magic hanyalah jarak deteksinya yang kurang dari tiga puluh meter dari tempat pengguna.
Mata Tian Jie sedikit mengeluarkan cahaya biru. Dia mulai mengamati dinding - dinding dari lorong itu.
“Hmm, dinding ini memiliki sihir ilusi yang akan aktif jika disentuh”
“Dari aura yang aku lihat, sepertinya hanya spell ilusi tingkat rendah”
“Seharusnya tidak apa - apa jika aku sentuh”
Tian Jie mendekat ke depan salah satu gambar cahaya itu. Dia meletakkan tangan kanannya ke tembok dan sesuai prediksinya spell ilusi itu mulai bekerja.
[ Peringatan , mendeteksi energi spiritual yang akan mengganggu pikiran host ]
[ Prosedur penghalang dijalankan ]
“eh .. ?”
“Sistem punya fitur semacam ini ?”
“Bisakah aku mematikannya dulu ?”
[ Prosedur penghalang ditangguhkan atas keinginan Host ]
“Fyuh, sekarang kita lihat apa yang diperlihatkan spell ilusi ini”
Pandangan Tian Jie mulai berubah. Seluruh lorong mendadak dipenuhi dengan api membuatnya secara reflek mengangkat tangannya untuk menutupi wajah. Tapi dia tidak merasakan panas yang datang dan perlahan menurunkan tangannya.
Tian Jie memutar kepalanya tiga ratus enam puluh derajat mengamati sekitarnya. Api besar itu perlahan mereda dan menunjukkan pemandangan sekitarnya. Dia saat ini berada di atas bukit yang hangus terbakar. Dia melihat langit malam yang gelap tanpa bintang. Di kanan dan kirinya penuh dengan mayat dan senjata dalam jumlah besar.
‘Pemandangan macam apa ini ?’
‘Apakah ini perang ?’
Dia yang belum pernah melihat mayat sebanyak ini bahkan di dalam ingatan Tian Jie yang sebelumnya. Tian Jie merasa tidak nyaman dengan pemandangan sungai darah dan api ini.
‘Perang dimanapun pasti tidak akan enak untuk dilihat’
Tian Jie tidak melihat tanda orang yang masih hidup disekitarnya. Dia seperti melihat salah satu versi neraka dengan mata kepala sendiri. Disaat Tian Jie masih mencoba menahan rasa tidak enaknya, cahaya dari belakangnya membuatnya reflek memutar badan.
Dia melihat berbagai macam serangan melesat ke arah langit yang gelap. Semua serangan itu membentur sesuatu yang gelap dilangit. Tian Jie menyipitkan mata berusaha mendapat pandangan yang lebih jelas. Ada siluet besar yang mengepakkan sayapnya di gelapnya langit malam.
Tiba - tiba dari siluet itu keluar cahaya terang berwarna hijau yang menyinari seluruh bukit. Cahaya itu menunjukkan wujud asli dari siluet gelap bersayap tersebut.
Seekor naga, dan bukan naga biasa. Seekor Naga besar dengan warna sisik hitam yang diselimuti dengan aura hijau.
Elder Black Dragon.