Roleplay As Cultivator

Roleplay As Cultivator
35 : Naga dari masa lalu (3)



Tian Jie mengerutkan keningnya melihat kondisi Elder Red Dragon.


“Yah, aku pikir dia sudah mati”


Elder shadow dragon, salah satu boss monster yang menjadi tanda akhir dunia. Kehadirannya menjadi ancaman bagi seluruh makhluk hidup karena bagi Elder shadow dragon makhluk hidup lain hanyalah sumber makanan yang siap diserap energi kehidupannya. Mereka tidak haus kekuasaan maupun harta, bagi mereka yang terpenting adalah kekuatan dan hidup kekal. Elder shadow dragon akan menyerap seluruh energi kehidupan di dunia sampai kering dan menyebabkan dunia itu terpaksa mengatur ulang kondisi alam dari awal. Kemudian Elder shadow dragon akan tidur dalam waktu sangat lama sampai masa panen siap kembali.


“Elder Shadow Dragon bisa dikatakan abadi”


“Bahkan jika kita membunuhnya, dia hanya akan hidup kembali setelah beberapa ratus tahun”


“Satu - satunya cara membunuh Elder shadow dragon selamanya adalah menghancurkan inti kekuatannya di Shadowfell”


“Kedengaran mudah tapi Shadowfell ..”


“Aku belum mengetahui bagaimana detail alam kematian (Shadowfell) disini”


“Di dalam TRPG, sekali seseorang masuk Shadowfell, berarti sembilan dari sepuluh kemungkinan untuk mendapat kematian”


“Alam yang penuh Daemon , undead, dan makhluk bayangan lainnya”


“Bahkan menghirup udara disana bisa menyebabkan kita terus mendapat kegilaan”


“Alam yang terus berubah dan tidak stabil, satu kedipan mata kita berada diatas bukit satu kedipan lain kita berada di dasar jurang”


“Tapi jika kita melihat ke depan akan selalu ada cahaya dari daun sebuah pohon yang tidak terhitung besarnya”


“Pohon Dunia (Jianmu) atau world tree, tempat semua roh akan kembali ke akarnya”


“Hanya roh orang mati yang mendapat perlindungan world tree di Shadowfell”


“Sekarang ..”


Tian Jie kembali mengalihkan pandangannya ke arah Elder Shadow Dragon.


“Jika ilusi ini adalah sebuah ingatan .. “


“Dimana, kapan, dan yang terjadi dengan boss monster ini ?”



Dreadwing yang masih menginjak kepala Ashburn mendekatkan kepalanya ke wajah lawannya.


“jadi bagaimana pendapatmu tentang kekuatan ini Ashburn ?”


“Dengan ini kita bisa menjadi abadi”


“Bahkan mungkin lebih kuat daripada naga di alam atas, benar bukan ?”


Ashburn hanya bisa menggeram tanpa bisa melepaskan diri dari pijakan Dreadwing. Aura yang keluar dari Dreadwing terasa sangat berat menahan dirinya di tanah. Setelah mengerahkan tenaganya dia akhirnya bisa berbicara.


“Aku tidak akan menjadi makhluk serendah dirimu Dreadwing”


“Teknikmu hanya akan menghancurkan alam bawah ini”


Dreadwing menggelengkan kepalanya.


“cih, Alam bawah ini hanyalah salah satu dari ribuan alam bawah lainnya Ashburn”


“Tidak ada yang perlu berlebihan dipikirkan”


“Lagi pula kamu pikir aku tidak tahu bagaimana dirimu sebelum naik ke alam atas”


“Seekor naga yang sangat sombong dan congkak”


“Menyerang kota, sekte, dan klan dari manusia hanya karena dia gatal dengan pertarungan”


“Merampas berbagai macam permata, emas, dan barang sihir”


“Tapi setelah naik kesana, lihatlah dirimu”


“Tidak lebih dari anjing suruhan”


Ashburn hanya bisa terdiam mendengar perkataan Dreadwing.


Dreadwing mengangkat kepalanya dan memandang langit.


“Aku akan naik kesana ketika kekuatanku sudah cukup”


“Dan pada saat itu … mereka akan mengerti bahwa kekuatan mereka tidak ada apa - apanya”


“Ikutlah denganku Ashburn, kamu akan mendapat kekuatan yang bisa menginjak orang - orang merendahkanmu di alam atas”



“Jika dua, aku tidak bisa membayangkan bagaimana akhirnya”


Tian Jie mengeluarkan keringat dingin. Semakin dia melihat ilusi ini semakin dia merasa was was karena kekuatannya saat ini bagaikan semut di hadapan manusia. Dengan kultivasinya yang sebelumnya dia bahkan tidak bisa bergerak jika dihadapkan dengan para naga - naga ini. Apalagi dengan ranah kultivasinya yang sekarang.


“Bagaimana ini akan berakhir”


“Aku tidak ingat ada catatan tentang naga dengan kekuatan seperti ini ketika masih di akademi”


“Apakah aku terlewat saat membaca atau memang tidak ada catatan”



Dreadwing menunggu jawaban Ashburn, tapi setelah beberapa menit tidak ada suara sedikitpun darinya.


“Haaah, kamu benar - benar tidak menghargai kesempatan”


Dia membuka mulutnya lebar ke arah tubuh Ashburn. Cahaya hijau mulai muncul dari tenggorokannya.


“Kalau begitu mati saja”


SIIIIING~


Tapi sebelum Dreadwing sempat melepas semburan nafasnya, sebuah panah berwarna silver dengan banyak simbol sihir yang diselimuti oleh api melesat ke arah kepalanya.


Boom~


Dreadwing terkena serangan tersebut tepat di kepalanya dan terpental ke belakang. Dia terguling dengan panah yang tertancap di pipi kanannya. Dengan cepat Dreadwing kembali bangkit. Dia terlihat sangat marah dan auranya menjadi liar.


“MAKHLUK RENDAH !”


 “Kalian masih berani melawanku ?”


Dreadwing melebarkan sayapnya dan terbang ke arah sumber panah tersebut.


Dari kejauhan terlihat sekelompok orang dari berbagai ras. Mereka terlihat bekerja sama untuk menyiapkan sesuatu.


Seorang elf yang mengenakan jubah yang menutupi kepalanya, mengambil anak panah dari belakang punggungnya dan kembali membidik Dreadwing. Dia terlihat seperti seorang pangeran dengan mahkota emas di kepalanya sedang tubuhnya penuh dengan perhiasan dari berlian tanpa mengenakan baju zirah dari bahan metal.


“Dia sudah terpancing”


Dari belakangnya seorang dwarf maju ke depan sambil memikul palu besar di pundaknya. Dia terlihat mengenakan baju zirah adamantium yang menutupi seluruh tubuhnya. Palu besarnya berwarna emas dengan sebuah batu ruby besar menghiasi pangkalnya.


“Kami akan berusaha mengulur waktu, sementara formasi dibentuk”


Seseorang juga ikut maju ke depan. Kali ini seorang manusia yang memiliki rambut panjang diikat kebelakang dengan baju putih. Dia memegang pedang berbentuk seperti scimitar di belakang punggungnya. Di sekitarnya terdapat enam buah pedang yang sama melayang membentuk sayap.


“Lakukan dengan cepat, aku tidak tahu seberapa lama aku bisa menahannya”


Dia melompat ke langit dan terbang menghadang Dreadwing. Tangan kanannya melepas pedang yang dia genggam kemudian membentuk sebuah isyarat tangan. Pedang yang dia lepas melayang di depannya dan mengarah ke Dreadwing. Ke enam pedang lain kemudian mengitari pendang itu dan mulai mengeluarkan kilatan listrik.


“Makan ini, Kilatan Pedang Suci”


Ke enam pedang itu berputar dengan cepat dan membuat kilatan listrik semakin kuat. Kemudian serangan yang terlihat seperti tembakan laser yang keluar dari meriam melesat ke arah dreadwing.


Dreadwing mengepakkan sayapnya dengan santai melihat serangan yang datang. Dia mengedipkan matanya sambil sedikit mengangguk dan sebuah formasi mulai terbentuk di depannya.


BOOM~


Serangan itu menabrak formasi tersebut menyebabkan lubang di formasi pertahanan itu.


“Hump, Tidak berarti sama sekali”


Dreadwing membentangkan sayapnya dengan lebar. Di Kedua sayapnya mulai terbentuk cahaya hijau yang berbentuk bulu.


“Berapa kali aku harus menjelaskan kepada kalian kalau kekuatan kalian tidak akan cukup”


Dia mengibaskan sayapnya dan bulu - bulu cahaya hijau tersebut melesat seperti peluru ke arah sekelompok orang - orang itu.


Dwarf yang melihat serangan yang datang, mengangkat palunya dan menghentakkannya ke tanah. Tembok transparan terbentuk di depannya dengan tinggi empat puluh meter dan panjang seratus meter.


“PHALANX”


BOOM~ BOOM~ BOOM~ BOOM~


Bulu - bulu cahaya itu menabrak tembok tersebut dan meledak menghasilkan cahaya hijau yang menyilaukan mata.