
Huang Qingyue mencoba menstabilkan nafasnya setelah pertarungan.
Dia menatap box kontainer tersebut dan mencoba membukanya. Tetapi pintu box itu terkunci. Jika diperhatikan dengan lebih seksama, banyak penyokan pada box kontainer tersebut. Seperti bekas didobrak seseorang.
“Xiaojun , apakah kamu didalam ?” Sambil mengetuk - ngetuk pintu box kontainer.
“Ini aku Qingyue”
“Kumohon jawablah”
Huang Qingyue menunggu jawaban dari dalam selama beberapa saat. Dari dalam terdengar sesuatu bergerak dengan terseret - seret.
srek~srek~srek~
Klang~
“Qing .. yu ..”
Huang QIngyue terkejut mendengar suara yang sedang dia cari.
“Xiaojun, XIAOJUN, bagaimana keadaanmu ?”
“Cepat buka pintunya”
Dia mengedor - gedor pintu besi dari box kontainer itu.
kreeeeek~
Dengan suara besi bergesekan pintu dari box kontainer itu mulai terbuka.
Dari dalam keluar seorang perempuan cantik dengan seragam yang sama dengan milik Huang Qingyue. Wajahnya pucat dan penuh dengan kotoran. Ada beberapa tempat ditubuh menunjukkan bekas darah. Tangan kanannya bergelantung tidak ada tenaga ditahan oleh tangan kirinya. Dia menatap Huang Qingyue sambil tersenyum.
“Aku .. senang .. kamu .. baik …. baik .. sa … ja ..”
Mata Xiaojun tertutup dan dia terjatuh.
Huang Qingyue segera menangkapnya supaya tidak terjatuh ke lantai.
“Xiaojun !!!”
Dia merogoh kantong ruangnya mencari ramuan penyembuh. Di tangannya sepotol ramuan dia buka dan di arahkan kemulut Xiaojun.
Tapi belum sempat Xiaojun meminum ramuan itu seluruh ruangan itu bergetar hebat.
“aah .. “
Huang Qingyue sedikit menumpahkan ramuan penyembuh ditangannya.
“Sekarang apa lagi ?”
Dia merunduk sambil memeluk saudarinya.
…
Beberapa saat yang lalu.
Ditengah ruang besar didalam dungeon ada sebuah singgasana. Singgasana itu tersembunyi dibalik bayangan tiang penyangga dan menghadap ke air terjun lava. Di singgasana itu ada seseorang atau sesuatu yang duduk. Dia mengenakan baju zirah hitam yang menutupi seluruh tubuhnya. Disamping singgasana itu terdapat sebuah pedang besar yang terlihat seperti lempengan besi, memiliki panjang dua meter dengan lebar setengah meter.
Dari lubang mata di baju zirah itu mengeluarkan cahaya berwarna hijau. Kemudian terdengar suara - suara seperti percakapan dari banyak orang.
“hmm .. , ada penantang lain yang masuk”
“Dua orang , satu laki - laki dan satu perempuan”
“Beberapa orang sebelumnya sangat mengecewakan”
“Aku harap salah satu dari mereka layak”
“Kita sudah tidak punya waktu lagi, ini akan menjadi yang terakhir”
“Kita akan menghancurkan semua setelah ini selesai”
“Sekarang kita mulai ujiannya”
“””RAISE UNDEAD”””
Sela - sela dari kesatria dengan armor hitam itu mulai bercahaya dan mengeluarkan api hijau. Dia bangkit dan memegang pedang besar disampingnya. Ketika pedang itu diangkat pijakan kesatria itu sedikit retak. Dia kemudian berjalan perlahan mendekat di air terjun lava.
Berhenti tepat lima meter didepan air terjun lava, Kesatria itu mengangkat pedangnya vertikal keatas dengan kedua tangannya. Kemudian dia mengayunkan pedang itu dengan sekuat tenaga ke arah sebuah kristal merah yang menempel dilantai.
Swing~ Boom~
“””Inilah akhirnya”””
kreeek~
kristal merah itu menjadi abu - abu dan pecah. Kemudian lantai didekat air terjun lava itu mulai retak. Seluruh ruangan, tidak, seluruh bangunan yang ada didungeon bergetar kuat.
Sang kesatria hitam itu berbalik dan berjalan ke arah pintu keluar dengan santai. Disetiap langkahnya, tempat bekas tapak kakinya runtuh kebawah dan masuk ke dalam lava.
Api hijau di lubang matanya membara dengan kuat diantara gelapnya bayangan baju zirah yang dia kenakan.
…
Tian Jie sibuk mencari petunjuk di arah sebalik dari tempat Huang Qingyue, sampai ada cahaya api dari teknik fire bird dash menarik perhatiannya.
“Qingyue ?”
“Musuh apa yang dia hadapi sampai langsung menggunakan teknik ultimatenya”
Dia berbalik arah untuk datang membantu Qingyue. Tapi pijakannya mendadak bergetar.
Tian Jie berhenti sejenak untuk menyeimbangkan diri dan menatap langit - langit
brrr~brr~brr
Dia bergerak lagi berusaha segera secepat mungkin mencapai Huang Qingyue dan keluar dari tempat terkutuk ini. Dari pengalaman gempa yang terjadi didalam dungeon selalu berakhir dengan munculnya bos terakhir atau runtuhnya dungeon yang akan mengubur mereka untuk waktu yang lama.
‘sial, seharusnya aku mengikuti insting TRPG milikku untuk tidak gegabah masuk’
Bersamaan dia sampai pintu gerbang tempat dia masuk, dia merasakan seseorang mengawasi dirinya. Dia memalingkan wajahnya ke lantai bawah yang perlahan berwarna merah membara.
Mata Tian Jie terbuka lebar.
Sebuah bayangan hitam berjalan perlahan mendekatinya. Di bawah bekas tapak kakinya runtuh menjadi lava. Dari kerasnya suara bising di ruangan besar itu, dia mendengar suara tawa.
ke~ke~ke~ke~
Suara itu terdengar dalam dan dingin memuat bulu kuduk orang yang mendengarnya berdiri.
Dia menatap api hijau di lubang mata undead berarmor hitam itu dengan sangat serius.
‘sial’
‘sial sial sial’
‘musuh merepotkan yang sudah sering menjadi alasan total party kill dari campaign TRPG level rendah’
‘Undead Knight’
Tian Jie reflek mengeluarkan pedang pendek milik Huang Qingyue yang masih dia bawa. Dia juga sudah mulai mempersiapkan spell miliknya. Pedang pendeknya sedikit mengeluarkan kilatan listrik dan dia memasang kuda - kuda bertarung padahal jaraknya dengan undead knight itu masih jauh.
“Tuan Tian Jie, aku sudah menemukan saudariku”
Tiba - tiba Huang Qingyue memanggilnya dari belakang. Di punggungnya terlihat seorang perempuan dengan baju yang sama dengan Huang Qingyue sedang tidak sadarkan diri.
Tian Jie menghentikan Huang Qingyue yang mencoba mendekat.
“Berhenti Qingyue !”
“kamu cepat keluar, bawa saudarimu jauh dari sini !”
“EH .. ?”
Huang Qingyue sedikit kaget dan menatap ke arah mata Tian Jie melihat. Kali ini dia benar - benar kaget dan tubuhnya sedikit gemetaran.
“A-apa itu ?”
Tian Jie : “CEPAT LARI !!!”
Huang Qingyue : “Tapi tuan Tian ..?”
Tian Jie : “Aku akan menyusul dibelakangmu”
“LARI KELUAR DARI SINI !”
Huang Qingyue mengangguk dan bergegas berlari dari tempat itu.
"Hati - hati Tuan Tian Jie !"
Saat ini Tian Jie masih tidak melepaskan pandangannya dari Undead knight didepannya. Jarak mereka berdua semakin dekat di setiap langkah sang Undead Knight.
Undead Knight berhenti dengan jarak tiga puluh meter dari Tian Jie. Disekitarnya sudah menjadi lautan api karena lantai yang telah dimakan lava dan lantai dua tempat Tian Jie berpijak juga sudah mulai goyah. beberapa saat keduanya tidak bergerak di dalam ruangan yang bergetar kuat.
Undead Knight itu mengangkat pedang besarnya dan meletakkannya dia atas pundak kanannya. Dia kemudian mengangkat tangan kirinya mengarah Tian Jie.
“-.-. .... .. .-.. .-.. / - --- ..- -.-. ....”
Suara seperti nyanyian burung hantu ditengah malam terdengar.
Dari telapak tangan Undead Knight itu mengeluarkan aura yang berwarna biru muda. Kemudian telapak tangan yang terbentuk dari aura melesat kearah Tian Jie.
Tian Jie terkejut melihat gerakan Undead Knight. Dia menghindar mundur , tapi tangan dari aura itu sempat menyentuh kaki kirinya.
“Kuh, dingin sekali”
Keringat keluar dari dahi Tian Jie. Dia tidak menyangka Undead Knight didepannya bisa menggunakan spell cantrip yang dia ketahui. Ini pertama kalinya dia terkena spell cantrip chill touch tapi dia tidak bisa senang dan sempat mempelajarinya.
Tian Jie memantapkan kuda - kudanya kembali dan menyerang balik Undead Knight. Pedang pendek ditangan kanannya dia arahkan ke Undead Knight.
“Lightning Spark (cantrip 0)”
Petir kecil menari diudara mendekati Undead Knight, Tetapi dia tidak berusaha menghindarinya sedikit pun.
bzzt~ Boom~
Petir itu menyambar Undead Knight dan sekelilingnya, membuat asap uap yang keluar dari lava dibawah kakinya.
Tian Jie tidak berhenti dan melancarkan tiga kali lightning spark lagi.
Bzzt~Bzzt~Bzzt~ Boom~Boom~Boom~
Empat kali rapalan cantrip beruntun adalah batas yang dia temukan jika dia tidak ingin mengalami migrain lagi setelah penggunaan cantrip berlebihan. Dia menurunkan pedang pendeknya menunggu mendapat pandangan dari kondisi musuhnya.
Bersamaan asap yang menghilang mulai telihat sosok siluet Undead Knight yang masih berdiri dengan pedang sebesar di bahu kanannya.
“A-apa ?” Tian Jie tidak ingin percaya dengan yang dilihatnya. Dia melangkah mundur satu langkah.
Undead Knight berdiri kokoh dengan armor hitam yang masih mengeluarkan percikan listrik bekas serangan Tian Jie. Mata api hijaunya membara dengan kuat sembari mulai sedikit merunduk. Terdengar suara tawa yang dalam dan dingin.
ke~ke~ke~ke~ke~
BOOM~
Dia melompat meninggalkan jejak tetesan lava diudara mengarah ke Tian Jie.
Kaaaaa~