Roleplay As Cultivator

Roleplay As Cultivator
21 : Dungeon



Dipuncak bukit Tian Jie dan Huang Qingyue ingin mendapat pandangan yang lebih baik untuk melihat kondisi  sekitar. Hal yang mengejutkan mereka berdua ketika sampai puncak bukit.


Puncak dari bukit batu itu sangat luas, sekitar dua ratus meter persegi. Dibagian tengah puncak bukit itu sudah rubuh membentuk seperti kawah dengan pecahan bebatuan didasarnya.


Tian Jie dan Huang Qingyue mengitari kawah tersebut untuk mencari petunjuk tetapi mereka berdua tidak menemukan jejak yang jelas.


Tian Jie : “Qingyue, bagaimana emblem milikmu apakah ada perubahan ?”


Huang Qingyue : “Cahayanya semakin kuat, aku yakin saudariku ada didekat sini”


Tian Jie terdiam sejenak untuk mengira - ira.


“Apakah kamu pikir dia masuk kedalam sana ?”


“Dari yang aku lihat kedalamannya bisa sampai lima puluh meter lebih”


Huang QIngyue : “Aku juga tidak yakin Tuan Tian”


“karena emblemku lebih bersinar begitu naik kesini aku juga mengira kalau dia turun kesana”


“Tapi saat kita mengitari kawah ini, aku tidak menemukan jalur turun maupun tali”


“ … apakah dia meloncat ke bawah karena panik ?”


“Kita menemukan sedikit bekas pertarungan di jalur kita datang”


Tian Jie sedikit mengerak - gerakkan bibirnya membuat senyum yang meragukan.


“Kemungkinan besar seperti itu”


“Huuf .., apakah kamu memiliki tali atau semacamnya ?”


Huang Qingyue mengeluarkan tali yang ujung terikat ke sebuah jangkar kecil.


“Aku punya Tuan Tian, Tapi hanya sepanjang tiga puluh meter”


Tian Jie hanya bisa menghela nafas.


‘Apakah aku harus mengambil resiko lagi ?’


‘Turun kesana itu mudah tapi kembali ke atas yang akan sedikit sulit’


Disaat Tian Jie dan Huang Qingyue memikirkan cara aman untuk turun ke kawah tersebut, Bukit di bawah mereka bergetar dengan hebat.


GRrrrk~GRRRK~GRRrrKK


“GEMPA !?”


“KYAA”


Tanah menjadi tidak stabil dan mengoyang - goyangkan mereka berdua.


Ksrak~


Disaat mereka berusaha menyeimbangkan diri, Tian Jie melihat ujung kawah yang mulai rontok ke bawah.


‘jangan - jangan ..’


Dia bergegas memegang tangan Huang Qingyue dan menariknya menjauh dari tepi kawah.


“Lari Qingyue”


“Eh”


GRrrrk~GRRRK~GRRrrKK


Mereka berlari menjauh dari tepi kawah walau hampir jatuh karena tanah bergetar begitu kuat.


Tepi kawah itu mulai retak dan meluncur turun. Dinding kawah mulai longsor dengan cepat dan merembet ke arah Tian Jie dan Huang Qingyue lari.


Boom~ boom~ boom~


“Lebih cepat”


Bersamaan dengan mereka lari, longsoran tanah hampir mencapai bawah kaki mereka. Melihat pijakannya mulai turun Tian Jie langsung menarik Huang QIngyue dan memeluknya dengan satu tangan.


“Warp step (cantrip 0)”


Tian Jie melompat dengan sekuat tenaga ke arah salah satu batu besar didepannya. Tidak berhenti Tian Jie terus melompat diantara bebatuan besar supaya tidak ikut meluncur kebawah bersama longsoran tanah dan bebatuan.


“AYOLAH !”


Srrrrk~ Boom~ boom~ boom~


Setelah beberapa saat longsoran berhenti. Tian Jie masih memeluk Huang Qingyue melompat kearah tanah yang sudah stabil. Kemudian dia membalik tubuhnya ke arah kawah dan membiarkan dirinya terjatuh dengan bokongnya pertama ke tanah kemudian berbaring di tanah miring sisa longsoran.


“Hah … hah … haaaah … “


“wh@t the f@ck”


“Itu tadi benar - benar memacu adrenalinku”


Tian Jie mencoba mengontrol nafasnya yang terengah - engah. Dia sampai lupa bernafas saat melompat - lompat diantara bebatuan untuk menyelamatkan diri mereka. Dia juga tidak sadar melupakan seseorang sampai orang itu bergerak.


“um …, Tuan Tian Jie ..”


Tian Jie yang tersadar kalau dia masih memeluk Huang Qingyue segera melepas tangannya dan membiarkan Huang Qingyue sedikit membuat jarak.


“.. Kamu tidak apa -apa ?”


Huang Qingyue sedikit memalingkan wajahnya karena malu.


“I-iya, aku tidak apa - apa”


Tian Jie memejamkan matanya sejenak kemudian mulai menganalisis kondisi sekitar. Dia berdiri untuk melihat tanah hasil longsoran.


“uwah, beruntung kita tidak terseret kebawah tadi”


Dua pertiga dinding kawah longsor kebawah dan mengubur dasar kawah. Kedalaman kawah sekarang sekitar empat puluh meter. Masih ada bagian tanah yang bergerak meluncur ke bawah tapi tidak banyak.


Saat Tian Jie mengamati dasar kawah dia melihat sesuatu yang menarik perhatiannya. Dari atas itu terlihat seperti batu besar berbentuk balok dengan lebar tiga puluh meter, sedangkan panjangnya tidak diketahui karena ujung satunya masih tertimbun tanah.


Tian Jie tidak bisa melepas rasa penasarannya. Kebetulan dinding di kawah sudah tidak terjal seperti sebelumnya. Dia yakin bisa turun kesana dan naik lagi.


‘apa itu ?’


“Qingyue aku akan turun mengecek sesuatu”


Tidak menunggu jawaban Huang Qingyue, Tian Jie segera selesat kebawah dengan membiarkan dirinya meluncur ditanah yang tidak padat.


Huang Qingyue yang kaget juga mengikuti Tian Jie kebawah.


“Tunggu tuan Tian Jie, aku ikut”


Tian Jie meluncur kebawah mendekati balok batu besar itu. Semakin dekat kesana dia sadar kalau batu itu tidak terbentuk secara alami.


‘Pahatan batu .. ?’


‘ .. sepertinya bukan’


‘itu terlihat lebih seperti terbuat semen atau tanah liat’


Dia sampai diatas batu tersebut.Tian Jie berjongkok kemudian menempelkan tangannya ke batu itu.


‘ini .. , benar - benar semen cetakan’


Huang Qingyue yang meluncur dibelakang Tian Jie juga sampai diatas batu tersebut. Dia mendekati Tian Jie dengan wajah cemberut.


“huf, jangan tiba - tiba bergerak tanpa bilang - bilang seperti itu Tuan Tian”


Tetapi Tian Jie seperti tidak mendengarnya dan masih sibuk mencermati struktur didepannya. Dia menemukan ada bagian yang mengelupas karena terkena longsoran tadi. Dia bisa melihat balok batu besar ini tersusun dari balok batu hitam kecil yang di rekatkan oleh semacam campuran semen.


‘ini buatan seseorang .. ’


‘Sebuah bangunan yang dindingnya terlihat seperti batu dan bangunan itu terkubur didalam sebuah bukit besar’


‘JANGAN - JANGAN’


Mata Tian Jie terbuka lebar menyadari bangunan apa ini. Sambil tersenyum dia melompat kesamping bangunan dan meluncur kedepan bangunan itu untuk bisa melihat seperti apa bentuknya.


Tian Jie berhenti bergerak mengamati bangunan itu.


Dari depan dia melihat sebuah pintu gerbang raksasa. Pintunya sangat besar dengan lebar dua belas meter dan tinggi dua puluh lima meter. Dua pilar besar menahan pintu itu dikanan dan kiri. Tetapi salah satu pintu sudah rusak jatuh kedalam bangunan itu menunjukkan betapa gelap didalam sana. Di bagian atasnya terdapat atap dengan ukiran tulisan yang tidak bisa dia baca. Di daun pintu besar itu terdapat relief berbentuk manusia dengan tubuh besar berotot, berkumis, mengenakan armor, dan membawa sebuat palu besar. Relief itu terbuat dari batu sama seperti bahan pintu, hanya palunya saja yang dihias dengan emas dan rubi yang entah bagaimana masih bersih berkilau.


Tubuh Tian Jie gemetaran, wajahnya merunduk, matanya tertutup rambut, tapi senyum lebar menghiasi wajahnya bahkan sampai giginya terlihat.


“Kukuku”


Huang Qingyue mendekati Tian Jie merasa ada yang aneh dengan dirinya.


“Um, Tuan Tian Jie, apakah ada yang salah ?”


Dia memegang pundak Tian Jie dan menggoyang - goyangkan tubuhnya.


“dungeon” guman Tian Jie.


Huang Qingyue : “anda bilang apa Tuan ?”


Tian Jie : “hehehe , aku menemukan …”


”hmm ?” Huang Qingyue memiringkan kepalanya.


Tian Jie tiba - tiba mengepalkan kedua tangannya ke udara mengagetkan Huang Qingyue.


“WOHOO AKU MENEMUKAN DUNGEON !!!”


Huang Qingyue memasang wajah bingung.


“huh ?”



Suara teriakan Tian Jie cukup keras bergema didalam kawah dan merembet masuk kedalam dungeon.


“urgh .. , s .. sia .. pa . .. ?”


Didalam dungeon yang gelap terdengar suara rintihan. Dari suaranya terdengar seperti suara perempuan.


“ .. to .. lo .. ng … a ..“


Perlahan suara perempuan itu hilang tanpa ada yang bisa mendengarnya.