
…
Tian Jie membuka matanya. Disampingnya dia melihat sudah ada Huang Qingyue yang duduk dan menata hasil rampasan perang mereka.
Merasa ada yang menatap dirinya, Huang Qingyue menoleh ke Tian Jie. Sambil menunjukkan senyuman lebar Huang Qingyue mendekat dan bertanya.
“oh, Apakah Tuan sudah pulih ?”
Tian Jie : “Energi spiritualku sudah pulih sepenuhnya, tapi kepalaku masih agak pusing karena penggunaan teknik yang berlebihan”
“Berapa lama aku tertidur ?”
Huang Qingyue : “hampir satu malam, tidak lama lagi fajar akan kelihatan” sambil menunjuk ke arah timur.
Tian Jie : ‘Hmm, satu malam untuk mengembalikan seluruh spell charge yang kumiliki’
‘seperti waktu yang dibutuhkan untuk long rest didalam TRPG’
‘sistem ini benar - benar menggunakan TRPG yang sering ku mainkan sebagai referensi’
“Apakah kamu sudah istirahat Qingyue ?”
Huang Qingyue : “Ah, aku akan baik - baik saja dengan istirahat sebentar setelah ini”
“jangan khawatir tuan Tian Jie!”
Tian Jie : ”yah , Jika itu yang kamu inginkan tidak apa -apa, tapi selalu usahakan tubuhmu pada konsisi maksimal”
“Didalam tempat yang kita tidak tahu apa yang bersembunyi dibawah bayangannya, Kita tidak boleh lengah”
“Mendapat waktu untuk istirahat sebentar adalah suatu kemewahan jika kita berada di tempat yang penuh bahaya”
“Istirahatlah sekarang”
Huang Qingyue mengangguk dan sedikit mendekat ke batang pohon. Kemudian, dia memasang posisi bersila untuk mulai memulihkan diri.
“Ah .., Sebelum aku mulai bermeditasi, anda bisa mengambil terlebih dahulu hasil rampasan disitu”
“Ada beberapa barang berharga disana dan tidak bisa aku sangka kalau pangeran manusia kadal itu mempunyai banyak ramuan”
Tian Jie : “Bagaimana dengan ramuan obat yang kamu cari ?”
Huang Qingyue : “Aku sudah mengambilnya terlebih dahulu, maaf jika itu menyinggung Tuan”
Tian Jie : “Tidak masalah, cepatlah bermeditasi, kita akan pergi bergerak mencari temanmu sebelum tengah hari !”
Huang Qingyue mengangguk sebelum menutup mata dan mulai bermeditasi.
Tian Jie mengalihkan pandangannya ke hasil rampasan dihadapannya. Dia kemudian mengambil salah satu ramuan untuk diperiksa. Vial berbentuk seperti buah pir terbuat dari kaca yang berisi ramuan berwarna merah.
‘dari mana mereka mendapat ramuan ini ?’
‘Lizardfolk bukanlah makhluk humanoid yang cukup cerdas untuk membuat ramuan ini’
‘Akan aku simpan dulu ramuan - ramuan ini’
‘Jangan asal meminum ramuan dari musuh yang kamu kalahkan jika belum yakin efeknya apa !’
Tian Jie menyimpan ramuan - ramuan tersebut ke dalam cincin ruangnya. Kemudian mengambil javelin dan mengeceknya.
‘Kualitasnya jelek, jika aku menggunakan arcane strike level satu, javelin ini tidak akan sanggup menahan kekuatan spiritualku dan langsung hancur kecuali bagian metalnya’
Tian Jie meletakkan kembali javelin itu ke tanah. Dia tidak menemukan barang berharga lain yang menarik perhatiannya. Emas yang dibawa lizardfolk memang terbilang banyak jika pegang orang yang bukan kultivator. Tetapi dimata Tian Jie yang merupakan kultivator, jumlah itu seperti menambah segelas air ke dalam danau. Akhirnya Tian Jie tidak mengambil barang lain dan hanya mengambil ramuan untuk dia periksa di lain waktu.
Melihat Qingyue yang masih bersemedi, Tian Jie melihat ke panel sistem miliknya.
[ Name : Tian Jie
Level : Kondensasi spiritual
Next Level : Pondasi spiritual
Spiritual energy : 396 / 500
Race : Manusia
Class : Magus
Strength : 16
Dexterity : 12
Constitution : 14
Intelligence : 16
Charisma : 12 ]
“Tinggal sedikit lagi dan aku bisa naik ke tingkat pondasi spiritual”
“Sebaiknya aku percepat proses kultivasiku”
“Di pertarungan tadi aku bisa menang hanya karena beruntung musuh hanya bergerak mengikuti nalurinya saja”
“Jika dia didalam kondisi yang bisa mengontrol penuh pergerakan miliknya, aku akan kalah dalam sekejap”
Tian Jie berdiri dan menjauh mencari tempat untuk berkultivasi. Menemukan bukit kecil yang tidak jauh dari lokasi Huang Qingyue bersemedi, dia mendaki naik kepuncak. Puncak bukit itu tertutup rerumputan, tapi Tian Jie mengetahui kalau struktur tanah dibawahnya berupa bebatuan.
“Huang Qingyue masih terlihat dari sini, Jika ada apa - apa aku bisa langsung mengetahuinya”
“Mari kita mulai kalau bergitu”
Tian Jie membersihkan puncak bukit itu, membuat area bebatuan dengan diameter sepuluh meter dan meletakkan batu datar ditengannya untuk tempat kultivasi. Dia kemudian bersila dibatu tersebut dan memejamkan mata untuk berkonsentrasi.
~huuuff~~haaaaa~
Suara nafas berat dapat terdengar.
Tian Jie mempersiapkan tubuhnya untuk menggunakan Burning Sun Art. Tubuhnya tegap lurus diiringi dada dan perutnya yang mengembang dan mengempis. Dia menunggu cahaya matahari keluar dari ufuk timur.
‘Kali ini akan kucoba menyerap energi spiritual sampai batas yang bisa diterima oleh tubuh ini’
Tidak lama garis cahaya merah keluar dari ufuk timur dan mulai melebar dan menyinari langit.
Tian Jie menggunakan teknik Burning Sun Art nya dengan maksimal. Nafasnya sangat panas membuat cahaya terdistorsi dan dapat dilihat dengan mata.
Suhu udara disekitarnya meningkat. Aura panas menyelimuti tubuh Tian Jie membuatnya terlihat seperti bara pai yang panas.
‘Panas sekali, tapi masih bisa ditahan’
Tian Jie mulai menyerap energi spiritual dari cahaya matahari. Energi spiritual yang berelemen api itu memenuhi dantiannya dan menyebar ke seluruh jalur ki tubuhnya. Pembuluh darahnya menonjol keluar. Keringat yang keluar dari tubuhnya hampir seketika menguap. Walaupun dia kesusahan mempertahankan konsentrasinya, Tian Jie tetap berusaha melanjutkan tekniknya.
‘ayolah tubuhku, bertahanlah sedikit lagi’
‘kita harus melampaui batas kita kalau ingin bertahan hidup di dunia ini’
Menggertakkan giginya sambil menahan energi spiritual yang panas masuk kedalam tubuhnya Tian Jie melanjutkan kultivasinya. Dantiannya terus mengembang karena desakan jumlah energi spiritual yang masuk. Energi spiritual itu juga mengalir ke aliran darahnya, membersihkan kotoran didarahnya dan mengeluarkannya lewat kulit.
Tian Jie terus melanjutkan teknik Burning Sun Art miliknya sampai matahari tampak seutuhnya.
Tubuhnya terlihat lusuh karena kotoran dan keringat yang keluar. Dia melanjutkan meditasi untuk menstabilkan tubuhnya. Setelah tubuhnya terasa normal dia mengecek seberapa kemajuan tingkat kultivasi miliknya.
[ Name : Tian Jie
Level : Kondensasi spiritual
Next Level : Pondasi spiritual
Spiritual energy : 423 / 500 ]
“kuh, naik kurang lebih dua puluh poin energi spiritual ya”
“Jika aku memaksakan diri seperti tadi empat hari lagi aku bisa menerobos ke ranah Pondasi spiritual”
Tian Jie kemudian berdiri dari tempat meditasinya. Tetapi begitu melangkah satu kaki, tubuhnya sedikit terhuyung kedepan.
“Efek samping dari Teknik Burning Sun Art jika digunakan berlebihan mulai terasa”
“Aku kira aku sudah bisa menggunakannya pada tingkat ini”
“Besok akan kurangi intensitasnya sedikit, semoga tubuhku bisa menahannya”
“Secepat mungkin aku harus sampai ke tingkatku sebelumnya”
“Setelah kembali ke tingkat ranah Inti spiritual, aku bisa lebih leluasa untuk kembali ke benua tengah”
Tian Jie menuruni bukit kecil dan mendekat ke tempat Huang Qingyue. Sampai didepan Huang Qingyue, dia menatap wajahnya yang sedah bermeditasi.
‘kemarin aku sedikit gegabah saat melawan lizardfolk itu’
‘jika saat itu aku sendirian, aku pasti memilih kabur dari pada melawan mereka’
Tian Jie sebenarnya masih belum mempercayai Huang Qingyue sepenuhnya. Tapi entah kenapa dia merasa iba dengan Huang Qingyue dan ingin menolongnya, walaupun melawan musuh yang bisa dibilang melebihi kapasitas kemampuan miliknya.
Tian Jie tersenyum melihat Huang Qingyue yang bisa tenang bermeditasi dan menurunkan penjagaan disekitarnya.
‘setidaknya kau tahu dia tidak melakukan apapun padaku saat aku tidak sadarkan diri’
Tian Jie akhirnya bisa sedikit mempercayakan punggungnya ke pada Huang Qingyue.