Roleplay As Cultivator

Roleplay As Cultivator
37 : Naga dari masa lalu (5)



HOOOOOM~


Tangan putih yang berasal dari dalam gelapnya formasi semakin kuat menarik Dreadwing. Tetapi Dreadwing juga tidak tinggal diam. Dia menghisap life essence dari kelompok kultivator tersebut. Terjadi fluktuasi pada aura ditubuhnya.


Dreadwing menghentikan suara lengkingan dan menutup mulutnya. Kemudian dia menatap ke arah kultivator yang melayang di atas dirinya.


Para kultivator yang mengepung Dreadwing sedikit lega karena tekanan yang menghisap energi kehidupan mereka sudah hilang. Mereka kembali memperkuat formasi ritual dan teknik pembatas yang menahan pergerakan Dreadwing.


Mata Dreadwing yang bercahaya ungu perlahan redup dan kembali ke bentuk mata naga aslinya. Pupilnya meruncing dan fokus ke kultivator yang melayang di atasnya. Kedua sayapnya perlahan naik dan melebar.


“Kalian tahu kenapa aku dipanggil Dreadwing ?”


Sayapnya mengeluarkan cahaya hijau yang perlahan semakin kuat dan membentuk duri - duri seperti punggung landak. Dreadwing mengibaskan sayap berdurinya keatas dan menembakkan duri - duri hijau ke arah kultivator di atasnya. Duri - duri hijau itu melesat ke atas seperti peluru gatling.


Kultivator Dwarf yang melihat serangan datang ke arahnya mengeluarkan perisai lain yang berbentuk bundar. Dia mengambangkan perisai dari metal itu di depannya untuk menghadang serangan yang datang.


Clank~Clank~Clank~Clank~Clank~Clank~Clank~Clank~


Tetapi perisai itu tidak bisa berbuat banyak. Duri - Duri itu dengan mudah menancap pada perisai metal tersebut. Setelah terkena serangan bertubi - tubi perisai akhirnya mulai pecah dan membuat duri - duri hijau itu mengenai sang kultivator Dwarf.


Zap~Zap~Zap~Zap~Zap~Zap~Zap~Zap~Zap~Zap~


Sekujur tubuhnya dipenuhi duri yang bahkan bisa menembus baju zirahnya.


Uhuk~


Setelah dia batuk darah teknik kekangan gravitasinya terlepas dan dia mulai kehilangan ketinggian. Dia jatuh tepat ke arah Dreadwing dibawahnya yang sudah menyiapkan sayap berduri untuk menikamnya.


“Ini hanya sebatas salah satu teknik perubahan sayap milikku”


Dreadwing dengan santai menunggu kultivator Dwarf itu jatuh ke arah ujung sayapnya dengan sendirinya. Setelah kekangan gravitasi hilang dia bisa kembali mengangkat tubuhnya dari formasi ritual di bawahnya.


Sebelum tubuh kultivator Dwarf itu sempat tertikam di sayap Dreadwing sesuatu menangkapnya. Tubuh sang kultivator Dwarf yang ditahan oleh dua buah pedang terbang pergi menjauh dari lokasi pertarungan.


Dreadwing melihat ke belakang kelompok orang yang mengepungnya dan melihat Guo Jing yang berjongkong dengan satu kaki dan satu lutut menyentuh tanah.


Guo Jing membuat isyarat tangan untuk mengendalikan pedangnya yang tersisa. Satu matanya masih tertutup tapi dia tetap berusaha memperkuat tekad  dihatinya.


“Jadi kamu masih bisa bertahan manusia”


“Tapi itu hanya akan memperlama penderitaan yang kamu alami”


Sayap Dreadwing kembali merenggang sehingga duri - durinya terlihat dengan jelas.


“Jangan biarkan dia melepas serangan itu”


Kultivator elf melempar pisau yang seluruh bagiannya terbuat dari silver ke arah sayap Dreadwing. Kemudian muncul rantai hitam yang sama menahan pergerakan Dreadwing.


“RAAAGH, Rantai menjengkelkan ini lagi”


Dreadwing meningkatkan momentum aura miliknya dan mulai mengibas - ngibaskan rantai hitam yang mengikat dirinya.


Clank~Clank~Clank~Clank~


Rantai hitam berkedip semakin cepat dan jika diperhatikan dengan seksama terdapat retakan di berbagai bagian.


“Aku sudah mulai bosan, mari kita percepat prosesnya”


Dreadwing kembali merubah bentuk sayapnya. Duri - duri hijau melebur menjadi aura lagi kemudian mulai membentuk delapan tentakel yang terlihat seperti slime berwarna hijau. Tentakel - tentakel itu menggeliat dari punggung Dreadwing. Ujung dari empat tentakel tiba - tiba berubah menjadi kaku kemudian melesat cepat  mengarah ke kultivator yang sedang menjalankan formasi ritual.


Keempat kultivator itu tidak bisa bergerak banyak karena takut membuat formasi hancur. Mereka membuat pertahanan dari formasi sihir lain. Tetapi sepertinya usaha mereka tidak berhasil.


jab~jab~jab~jab~


Formasi pertahanan keempat kultivator berhasil ditembus oleh tombak tentakel Dreadwing. Setidaknya formasi pertahanan itu berhasil membelokkan tusukan tentakel yang menargetkan jantung mereka. Tentakel - tentakel itu mengenai pundak kiri keempat kultivator itu dan mulai bergerak menyebar seperti akar yang menembus tanah.


“”””AAAAAAaaaaaggggrrrhhh””””


Teriakan dari keempat kultivator itu bisa terdengar.



Dari jauh Tian Jie hanya bisa melihat semua kejadian di ilusi ini dengan perasaan was - was. Dia sudah sangat terbawa ke dalam kondisi yang dilihatnya dan ikut berharap kalau Elder shadow dragon itu berhasil dikalahkan. Jika makhluk itu berhasil selamat maka dunia ini akan tamat itulah yang dipikirkan Tian Jie. Tapi mengamati pertarungan yang terjadi, dia merasa bahwa akan membutuhkan pengorbanan yang sangat banyak hanya untuk menumbangkannya.


“Aku tidak bisa membayangkan rasa sakit dari keempat kultivator yang tertancap tentakel itu”


“Dan sepertinya energi kehidupan mereka mulai diserap dengan cepat melalui tentakel itu”


“Apakah tidak ada harapan lagi ?”


Tian Jie akhirnya tidak tahan lagi dan menutup matanya. Dia berbalik dan perlahan membuka matanya setelah merasa tenang. Tapi apa yang menyambutnya sedikit membuat terkejut.


“hmm ..?”


“Ashburn, kamu … “



Guo Jing melihat rekan - rekannya kewalahan menahan serangan Dreadwing. Wajahnya mengkerut memikirkan sesuatu dengan keras. Saat ini dia bahkan belum lima puluh persen pulih, tapi kondisi mereka benar - benar sudah tidak bisa dibiarkan terus berlangsung.


“Aku tidak punya pilihan lain”


Dia membangkitkan tubuhnya sambil sedikit gemetaran. Pada akhirnya dia hanya bisa duduk. Tangan kanannya mengeluarkan cahaya emas, kemudian dia menancapkannya ke dalam perut bagian atas miliknya. Seperti mengambil sesuatu dari dalam tubuhnya, tangan kanannya mengepal ketika dikeluarkan. Ketika dia membuka kepalan tangan tersebut, muncul sebuah miniatur pagoda emas.


“Akan aku berikan seluruh kekuatanku”


Pagoda itu melayang didepan Guo Jing dan bersinar terang.


Guo jing menepukkan kedua tangannya ke depan dan mulai merapal sesuatu. Kemudian dia mengangkat tangan kanannya dengan telapak tangan menghadap ke atas.


Pagoda emas itu melayang mengikuti tangan kanan Guo jing dan melayang di atasnya. Ukurannya semakin membesar dan membesar hingga ribuan kali lipat dari ukuran asli.


Guo Jing kemudian mengayunkan tangan kanannya kedepan.


“Ten Floor Golden Pagoda !”


“HANTAM DIA”


Pagoda emas raksasa itu melesat ke atas Dreadwing dan jatuh menghantamnya dari atas. Aura emas dari Pagoda terus menghantam Dreadwing dengan ganas, berusaha menekannya ke bawah. Tetapi sepertinya serangan itu tidak terlalu berefek.


Dreadwing dengan mudah menahannya dengan ke empat tentakel hijau lainnya.


“Usaha kalian sia - sia”


“Tidak ada satupun dari kalian yang bisa menahanku”


HAA~HAA~HAA~HAA~HAA~HAA~HAA~


Dreadwing tertawa dengan sangat keras. Tentakel yang menancap pada ke empat kultivator pembawa formasi bergerak seperti menghisap sesuatu.


Keempat kultivator itu perlahan menjadi keriput dan terlihat pucat. Satu dari mereka sudah tidak kuat dan jatuh berlutut ke tanah.


Formasi ritual itu terhenti. Perlahan tangan putih dari dalam asap hitam melepaskan pegangannya dan kembali ke dalam asap gelap formasi ritual.


“OH TIDAK”


Guo Jing hanya bisa berteriak. Dia ingin pergi maju dan menggantikan posisi kultivator itu tapi tubuhnya sudah benar - benar tidak bisa bergerak. Bahkan darah mengalir dengan deras dari hidung dan matanya. Menggunakan Pagoda Emas yang terhubung langsung dengan dantiannya membuat dampak balik yang luar biasa untuk tubuh dan pikirannya. Dia sudah mempertaruhkan semua yang dia miliki.


“Kalian akan menjadi tanda pertamaku kepada dunia ini”


“Kalau aku, Dreadwing”


“Sang akhir dari semua makhluk hidup sudah datang !”


HAA~HAA~HAA~HAAaaa~


 Tiba - tiba dari langit turun energi spiritual api yang mengalir kepada empat kultivator itu. Cermin metal di tangan mereka menjadi merah seperti dipanaskan oleh penempa.


Formasi ritual itu kembali aktif walaupun cermin - cermin sudah lepas dari para kultivator. Tangan - tangan besar juga perlahan muncul dari dalam asap gelap formasi. Tapi tidak seperti sebelumnya, kali ini tangan - tangan yang keluar berupa tangan merah yang terbakar api membara.


Kali ini tangan - tangan api itu memegang Dreadwing dengan lebih kuat dan menariknya ke bawah. Tubuh Dreadwing pun terbakar dengan hebat ketika tenggelam ke dalam formasi ritual tersebut.


“AAARRRGHHH !!!”


“ASHBUUURN …, KAMU SIALAN !”


Dreadwing melihat ke atas dimana sumber energi spiritual berasal. Disana Ashburn yang terbungkus dengan energi spiritual api yang hebat melayang sambil melihat ke bawah.


“Bahkan jika nyawaku ini terbakar habis, akan aku hentikan kamu ..”


“DREADWING !”