
“aaaAAARRRggghh!”
“Kurang ajar kamu Ashburn”
“Untuk apa kamu membakar life essence mu sendiri untuk membantu mereka”
Dreadwing terbakar hebat membuat tekniknya terhenti. Tentakel di punggung nya memudar dan sayapnya kembali muncul. Tubuhnya sudah setengah tenggelam kedalam asap gelap ritual.
“Harga diriku sebagai naga tidak akan membiarkanmu hidup setelah apa yang telah kamu lakukan”
“Akan aku kerahkan setiap bagian tubuhku untuk membasmi dirimu, Dreadwing”
“Bahkan jika aku mati, itu tidak akan menghentikanku”
Ashburn perlahan menurunkan ketinggian terbangnya. Tubuhnya diselimuti api merah darah yang berkobar terang. Beberapa bagian sisiknya rekan dan berhamburan seperti arang yang dibakar menjadi abu. Tetapi sorot matanya terlihat sangat sangat serius dan tegas seolah tidak merasakan tubuhnya yang perlahan terbakar.
Ashburn mendarat di samping kultivator elf dan menengok ke arahnya.
“Aku serahkan kepada kalian setelah ini”
Dia kembali fokus ke Dreadwing yang masih menjerit dan berjuang untuk melepaskan diri.
Ashburn menyatukan kedua telapak tangannya di depan dadanya. Api merah darah di sekitar tubuhnya bergerak maju dan membentuk roh api dengan perawakan yang mirip seperti Ashburn. Setelah Roh Api itu menjadi stabil, hubungan energi spiritual antara dirinya dan tubuh Ashburn akhirnya terputus. Tubuh Ashburn tumbang seperti sebuah boneka tali yang terputus talinya.
Roh Api Ashburn membuka matanya. Dia mulai bergerak maju ke arah Dreadwing.
Dreadwing melihat musuhnya dan tersenyum sinis.
“Sepertinya kamu memang membuang segalanya hanya untuk menghabisiku Ashburn”
“Tapi kamu lupa satu hal”
“AKU ABADI DALAM ARTIAN YANG SESUNGGUHNYA”
“Entah kemana ritual ini akan membelengguku, tapi aku pasti akan kembali”
“Dan pada saat itulah, dunia akan menertawakan usahamu yang sia - sia”
Roh Api Ashburn menatap diam Dreadwing, kemudian menggerakkan tangannya untuk menahan kedua sayap Dreadwing. Dia menekan kedua sayap itu ke arah bawah supaya tenggelam ke dalam ritual. Setelah Dreadwing tenggelam cukup dalam hingga hanya tersisa leher dan kepalanya yang terlihat, Ashburn baru membuka mulutnya.
“Aku tidak akan bisa menghabisimu Dreadwing”
“Apa yang aku lakukan hanyalah memberikan kesempatan untuk orang lain yang kemungkinan bisa mengalahkanmu”
“Persiapan orang itu akan jauh lebih matang dari para kultivator ini”
“Dia sudah mengetahui seluruh kemampuanmu”
“Karena aku akan mewariskan ingatanku kepadanya”
“Dia akan menjadi musuh terburuk bagimu”
Roh api Ashburn menengok ke arah dimana Tian Jie berdiri dan membuat Tian Jie sedikit terkejut. Tetapi dia terlihat seperti menatap langit di atas bukit dan tidak fokus ke arah Tian Jie.
…
Tian Jie yang sedikit terkejut melihat hal ini akhirnya berhasil menyatukan semua titik petunjuk.
‘Barusan dia ..’
Tian Jie mengamati baju zirahnya yang memiliki garis - garis merah yang berpendar mengikuti irama jantungnya. Dia memfokuskan indranya ke dragon essence di dadanya. Sedikit ingatan mengalir ke otaknya. Semua ingatan yang Tian Jie lihat terdiri dari berbagai macam teknik dan musuh yang pernah dihadapi Ashburn. Tetapi Tian Jie tidak terlalu lama tenggelam ke dalam ingatan itu.
‘Jadi begitu, armor ini dibuat dari tubuhmu Ashburn’
…
Roh api Ashburn menengok ke arah Dreadwing lagi dan mengarahkan kedua telapak tangannya ke depan membuat simbol segitiga.
“Mari kita selesaikan”
“ Lawanging jagading jagad, bukakna lan tuduhna, wekasaning urip ”
Dengan rapalan yang diucapkan oleh Roh api Ashburn, Formasi ritual mulai berubah dengan memudarnya asap gelap dan diganti dengan sebuah pemandangan yang indah. Sebuah batang pohon raksasa berwarna putih yang memancarkan aura berwarna - warni dapat terlihat dari formasi ritual yang sudah berubah bagaikan portal menuju dunia lain.
Setelah Asap gelap itu menghilang, tubuh Dreadwing yang tadinya tenggelam ke dalam formasi ritual dapat terlihat kembali. Jika seseorang mendekat dan menengok ke dalam lubang dimensi formasi ritual, dia akan melihat tubuh Dreadwing yang sudah terbakar hebat hingga tulangnya bisa terlihat. Api itu seperti berusaha mensucikan Dreadwing, karena semakin dalam Dreadwing masuk ke lubang dimensi semakin kuat api yang membakar tubuhnya.
Dreadwing yang sudah diam untuk waktu yang lama, menatap Roh api Ashburn. Dia ingin bicara tapi tekanan dari formasi ritual lebih kuat setelah Ashburn mengambil alih. Pandangannya sangat tajam seolah ingin segera terbebas dan mencincang apapun yang menghalangi jalannya. Kemarahannya dapat terasa dari niat membunuhnya yang membuat kultivator yang tersisa menjadi gemetaran. Tapi dia tidak bisa melakukan apa - apa.
Tidak lama seluruh tubuh Dreadwing sudah masuk seutuhnya ke dalam lubang dimensi formasi ritual. Api merah membakar tubuh Dreadwing dan hanya menyisakan sebuah tubuh Roh berwarna hijau. Pagoda Emas masih menekan tubuh Roh Dreadwing dan ikut masuk ke dalam lubang formasi ritual.
Kultivator Elf mencabut pedangnya dari tanah dan membuat rantai hitamnya menghilang. Tubuhnya keriput seperti kakek manusia berusia seratus tahun. Kedua tangannya gemetaran dan matanya kehilangan cahayanya.
“Sudah berakhir …”
“Akhirnya”
Senyum perlahan terlihat di wajahnya, tapi suara Ashburn terdengar menghentikannya.
“Belum selesai”
“Pertarungan masih belum selesai, bagi diriku, bagi dirimu, dan bagi dunia ini”
Roh api Ashburn menyatukan kedua telapak tangannya, menutup formasi ritual itu menyisakan simbol formasi yang terukir di lantai. Kemudian tanah disekitar mereka bergerak naik dan membuat sebuah ruangan yang menyembunyikan keberadaan formasi ritual tersebut.
“Dengan ini tugas utamaku sudah berakhir”
“Sekarang kalian yang harus berusaha mempersiapkan diri ketika Dreadwing kembali”
Roh api Ashburn berubah menjadi api dan menyebar ke setiap kultivator yang masih selamat. Sebagian dari api tersebut kembali masuk ke dalam tubuh fisik Ashburn, tetapi tidak ada tanda - tanda dia bergerak.
…
Tian Jie yang masih berada di atas bukit melihat bagaimana lubang dimensi itu ditutup dan Dreadwing berhasil disegel. Kemudian tanah di sekitar segel itu bergerak menutupinya. Tanah itu membentuk sebuah bangunan persegi bertingkat dengan dinding yang terlihat seperti batu. Di puncaknya berbentuk limas segi empat yang terbuat dari ruby merah penuh dengan simbol formasi.
Pandangan Tian Jie mulai berubah dan dia ada di dalam ruangan tempat segel formasi ada. Dia mengetahui bahwa Ashburn sedang membagikan pengetahuannya kepada kultivator yang selamat dari ingatan yang dia dapat.
‘bahkan kamu masih sempat memberikan mereka bantuan di akhir hidupmu’
Tian Jie merasa tersentuh dengan jiwa kesatria yang dimiliki Ashburn.
‘Red dragon yang sering aku lawan di TRPG selalu menjadi makhluk brutal’
‘Tapi disini bahkan seekor evil dragon masih memiliki harga diri yang kuat’
‘Harga dirinya sebagai seekor naga yang merupakan simbol keseimbangan alam’
‘Dia menyerahkan obor api miliknya kepada orang lain hanya untuk menjaga dunia ini tetap seimbang’
‘Aku tidak tahu apakah aku pantas menjadi pemegang api ini’
‘Tapi akan ku usahakan dunia ini tidak akan hancur saat dreadwing kembali’
‘Setidaknya hanya itu yang bisa aku janjikan kepadamu …’
‘Ashburn’