
Langit cerah dengan sedikit awan membuat udara disiang hari tidak terasa terlalu panas. Matahari sudah sedikit condong ke arah barat.
Huang Qingyue terbangun dari meditasinya dan mulai membuka mata. Dia membuka dan mengepalkan tangannya memastikan tubuhnya berada pada kondisi maksimal.
‘umu, kekuatanku sudah pulih sepenuhnya’
Menengok kekanan dan kekiri, Huang Qingyue tidak melihat Tian Jie.
‘Dimana Tuan Tian ?’
Dia mencari di sekitar tempat persembunyian mereka tetapi tidak menemukan keberadaan Tian Jie.
‘Apakah Tuan Tian Jie meninggalkanku ?’
Dia menggelengkan kepala, kemudian meloncat ke atas pohon untuk mendapat jarak pandang yang lebih jauh. Sampai di puncak pohon dia mengamati sekitar sampai melihat ada asam putih kecil dari jarak sekitar satu kilometer. Tanpa pikir panjang dia mendekati sumber asap itu.
Huang Qingyue berjalan mendekati sumber asap dan menemukan sungai dengan lebar dua puluh meter dan memiliki kedalaman yang dangkal. Air sungai itu jernih dengan bebatuan sebagai dasarnya.
Dia kemudian menyusuri sungai itu mendekati sumber asap.
Sampai disumber asap, Huang Qingyue mendapati api unggun yang dilingkari dengan ikan yang ditusuk dahan. Disampingnya ada kain yang dilipat dengan rapi dan diletakkan diatas batu. Dia mendekati kain tersebut untuk mememriksa. Tiba - tiba berhenti karena mendengar sesuatu keluar dari air.
“huoh, belut ini benar - benar sulit ditangkap”
Tian Jie keluar dari sungai sembari menyeka air dari wajahnya.
“hmm ?”
“Oh Qingyue, Kamu sudah selesai bermeditasi ?”
Dia mendekat sambil melambaikan tangannya. Saatnya ini dia tidak mengenakan atasan baju dan hanya mengenakan celana pendek. Satu tangannya memegang belut besar yang sudah tidak bergerak. Dia duduk didekat api unggun dan mulai membersihkan belut itu.
“Aku kira kamu akan selesai meditasi di sore hari, karena itu aku pergi mencari makan dulu”
“Ini, ambil satu ikan bakar yang sudah matang !” sambil mengambilkan satu ikan didekatnya.
“... Terima kasih banyak”
Huang Qingyue menerima ikan tersebut tapi matanya masih mengamati tubuh Tian Jie. Ini pertama kalinya dia melihat tubuh laki - laki.
Tian Jie memiliki tubuh yang kekar dan berotot tetapi sering tidak terlihat karena dia selalu mengenakan pakaian yang longgar. Banyak bekas luka ditubuhnya, tetapi ada bekas luka besar didada kirinya dan dipunggugnya.
Huang Qingyue hanya diam mengamati dan tidak memakan makanannya.
“hmm .., Kenapa kamu hanya melamun QIngyue ? cepat makan !”
“Qingyue , Qingyue .., QINGYUE !” Teriak Tian Jie sembari menjentik - jentikkan jarinya ke arah wajah Huang Qingyue.
“Ah , m-maaf Tuan Tian” Huang Qingyue sedikit malu. Ini baru pertama kalinya dia melihat tubuh laki - laki dari dekat, dan merasa penasaran. Terlebih tubuh Tian Jie yang penuh dengan luka pasti memiliki banyak cerita juga.
“mmm, Tuan punya banyak luka ya ?”
Tian Jie berhenti makan mendengar pertanyaan. Dia menyentuh luka didadanya sambil terbanyang lagi ingatan dari Tian Jie yang sebenarnya. Disaat dia dikhianati oleh gurunya sendiri di akademi dan disiksa diruang hukuman. Ingatan itu sangat jelas baginya, bahkan dia bisa merasakan rasa sakit yang dirasakan Tian Jie sebelumnya. Dia mengepalkan tangan dan menggertakkan giginya.
Melihat Tian Jie yang mendadak seperti menahan amarah, membuat Huang Qingyue terkejut.
“A-ah .. , maaf Tuan Tian , jika pertanyaanku menyinggung anda”
Tian Jie yang menyadari kalau dia menakuti Huang Qingyue segera menarik dan menghembuskan nafasnya untuk menenangkan diri. Dia melambaikan tangannya sebagai tanda untuk menenangkan Huang Qingyue.
“Tidak apa - apa Qingyue, luka ini sedikit mengingatkan pada hal kurang menyenangkan bagiku”
Huang Qingyue diam seribu bahasa.
Dia sebenarnya sangat penasaran dengan laki - laki didepannya. Tiba - tiba datang disaat paling genting untuk menolongnya. Membantunya melawan musuh yang lebih banyak dan kuat dari dirinya. Huang Qingyue sebenarnya sangat curiga dengan gerak gerik Tian Jie.
Dia sudah sering didekati oleh laki - laki dari sekte dengan cara mereka berpura - pura menyelamatkan dirinya dari sergapan musuh. Karena itu dia sudah berpengalaman dengan kondisi seperti itu. Tetapi laki - laki didepannya ini berbeda.
Huang Qingyue yakin Tian Jie memiliki tujuan tertentu mendekatinya, tetapi dia juga tahu kalau Tian Jie masih menjaga jarak dari dirinya. Tian Jie mendekati dirinya tetapi juga tidak mempercayai dirinya.
Jika bukan karena masih harus mencari saudarinya, dia pasti sudah menanyakan permintaan Tian Jie kepada dirinya. Jika memang Tian Jie memintanya menjadi pasangan kultivasi, dia tidak akan menolak. Tetapi dia merasa Tian Jie bahkan belum memikirkan permintaannya dan fokus untuk menolongnya.
Dan itu membuatnya merasa lebih berhutang budi kepada Tian Jie.
Karena suasanya yang menjadi canggung, Keduanya hanya diam selama menyantap makanannya.
Tian Jie menggunakan tangan kanannya untuk makan ikan bakarnya dan tangan kirinya untuk lanjut memasak.
Huang Qingyue memakan makanannya perlahan sembari sesekali melirik Tian Jie.
Waktu terus bergulir untuk mereka berdua sampai langit mulai berwarna oranye.
…
Tian Jie : “Qingyue, apakah kamu punya petunjuk untuk mencari saudarimu ?”
Huang Qingyue : “umu, setiap anggota sekte mempunyai emblem kusus yang bisa digunakan untuk mengetahui kalau ada teman di dekat kami”
“tetapi jarak maksimalnya adalah lima kilometer”
Tian Jie : “hmm, berarti dia cukup jauh dari lokasi kita”
“apakah kalian membuat perjanjian untuk bertemu kembali ?”
Huang Qingyu menggelengkan kepalanya : “um, saat itu kami berpisah karena dikepung oleh pasukan pangeran itu”
“Jika aku tidak salah ingat, dia dikejar oleh tiga ekor manusia kadal”
Mendengar penjelasan Huang Qingyue, Tian Jie terdiam sejenak untuk berfikir.
“Mungkin kita bisa mendapat petunjuk atau jejak saudarimu ditempat kalian berpisah”
“Apakah kamu ingin kita bergerak sekarang ?”
Huang Qingyue : “ Aku akan mengikuti arah Tuan Tian”
Tian Jie mengangguk : “ Baiklah kita bergerak sekarang !”
“Tunjukkan jalan tempatmu berpisah Qingyue”
Huang Qingyue : “Ikuti aku Tuan Tian !”
Tian Jie bergerak mengikuti Huang Qingyue dari belakang. Lokasi tempat Huang Qingyue berpisah cukup jauh, jika menggunakan kecepatan mereka yang biasa akan memakan waktu lama. Tian Jie mendekat kesamping Huang Qingyue dan mengulurkan tangannya.
“Qingyue berikan tanganmu !”
“e-eh ..”
Wajah Huang Qingyue sedikit memerah. Dia sedikit malu tapi perlahan menggemggam tangan Tian Jie. Dia bingung dengan apa yang ingin Tian Jie lakukan.
“Yosh, genggang dengan erat tanganku dan usahakan tetap berada didepan”
“Warp step (Cantrip 0)”
Huang Qingyue kaget, tubuhnya tiba - tiba terasa ringan dan gerakannya lebih cepat. dia hampir tersandung jatuh karena tidak terbiasa dengan kondisi tubuh.
“kyaah !?”
“Qingyue !” Tian Jie memegang erat tangan Huang Qingyue dan membantunya menyeimbangkan tubuh.
“kikiki, hati - hati melangkah Qingyue” sambil menunjukan senyum lebar untuk menggoda Huang QIngyue.
“uuuum .., Humf”
Huang Qingyue cemberut memalingkan wajahnya. Dia membiasakan dirinya dengan kecepatan sekarang dan mulai memimpin Tian Jie.
Dua siluet yang terlihat bergandengan tangan melesat cepat melewati hutan diwaktu matahari mulai tenggelam.