Roleplay As Cultivator

Roleplay As Cultivator
34 : Naga dari masa lalu (2)



“Aku mengekstrak dragon essence di dadaku”


Ujar Dreadwing sambil memukul - mukul dadanya dengan tangan kirinya. Dia tersenyum lebar melihat reaksi Ashburn.


“Apa kamu bilang ?”


Ashburn terkejut mendengar apa yang baru saja keluar dari mulut Dreadwing. Dia tidak percaya jika Dreadwing berani mengekstrak dragon essence miliknya atau dengan kata lain mengeluarkan jantungnya. Jika benar Dreadwing mengekstrak dragon essence miliknya, bagaimana mungkin dia masih bisa berdiri di depannya.


Setelah memikirkannya beberapa saat, Ashburn menyadari sesuatu dan membuka mata lebar-lebar sehingga biji mata kelihatan besar.


“TIDAK MUNGKIN”


“jangan - jangan kamu mengalirkan energi dari tempat itu”


Dreadwing tersenyum puas mendengar pernyataan Ashburn. Dia meletakkan kedua tangannya di dada bagian kanan dan kirinya. Kemudian menariknya seperti akan membuka sebuah lemari berpintu ganda. Dada Dreadwing terbuka dan menunjukkan isinya.


Ashburn terdiam tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


Dada Dreadwing penuh dengan energi spiritual yang terlihat seperti api berwarna hijau. Di Tengah - tengah rongga dadanya terdapat sebuah kristal berwarna ungu. Udara disekitar kristal itu sedikit terdistorsi dan terlihat seperti tersedot ke dalam kristal itu.


“Terlihat bagus bukan ?”


“Aku membuatnya dari dragon essence ku sendiri”


“Merubahnya menjadi batu spiritual dan mencampurkannya dengan sesuatu yang berasal dari Shadowfell”


Shadowfell, alam bayangan, alam batas, alam barzah atau lebih dikenal dengan alam kematian dimana setiap nyawa orang mati akan melewatinya.


“Dengan ini aku bisa terus mengalirkan energi kematian dari tempat itu”


Wajah Ashburn menjadi pucat.


“Kau gila, apakah kamu ingin membuang nalar sehatmu dan menjadi undead”


“MENJADI SEEKOR DRACOLICH”


“Dimana harga dirimu sebagai seekor naga ?”


“Kamu lebih memilih menjadi seekor undead untuk abadi dari pada naik ke alam atas”


“Kamu sudah mencoreng nama agung seluruh ras naga”


“Sampah sepertimu harus segera dihapus dari dunia ini”


Ashburn menerjang Dreadwing dan mengarahkan kedua cakarnya ke depan. Api merah membara menutupi kedua cakar itu. Cahaya merah terang terlihat seperti akan melahap segalanya ke dalam api dan membakarnya menjadi debu.


Dreadwing mengalirkan energi spiritualnya ke kedua tangannya. Cahaya api hijau menyelimuti kedua tangan itu bersiap untuk menghadapi cakar Ashburn.


BOOM~ BOOM~


Cakar dari keduanya saling menggenggam dan energi spiritual mereka yang saling bertabrakan menghancurkan lingkungan sekitar. Mereka berdua beradu tekanan energi spiritual hingga pijakan di bawah kaki mereka hancur. Keduanya melayang di udara saling menatap dengan tajam.


“Apakah aku terlihat seperti seekor dracolich ?”


“Benar - benar lelucon”


“Mungkin kamu harus mencicipi teknik yang aku temukan ini”


“Life Channeling to Origin”


Mata Dreadwing mengeluarkan cahaya ungu yang terlihat seperti debu bintang.


Dari kedua tangan Ashburn yang sedang mencengkram Dreadwing muncul api - api kecil berwarna ungu. Api itu kemudian mengalir ke arah mulut Dreadwing, siap untuk dimakan.


Ashburn terlihat semakin pucat. Dia merasakan sesuatu di ekstrak dari tubuhnya tapi dia tidak bisa memastikan apa yang dikeluarkan. Dia buru - buru melepaskan cengkramannya dan mundur beberapa langkah.


“Teknik apa itu tadi ?”


Ashburn merasa ngeri dengan teknik yang tidak bisa dia pahami. Jika dia punya bulu kuduk, bulu kuduknya sudah pasti berdiri tegak dan merasakan keringat dingin. Sebagai seorang kultivator pasti akan selalu merasa waswas dengan teknik yang tidak bisa deteksi dengan pasti apa dampaknya. Dia merasa teknik Dreadwing bukan sembarang teknik tingkat atas.


Dreadwing dengan santai menyerap sisa api yang masih ada didepannya. Dia menyeka mulutnya yang bersih sambil sedikit tertawa.


“hehe, Kau terkejut ?”


“Itu bagus”


“Kau tahu api kecil yang keluar dari tubuhmu barusan”


“Terasa tidak memiliki jenis energi apapun dan terlihat lemah bukan”


“Tapi nyatanya ini adalah salah satu energi terkuat yang dibutuhkan seseorang untuk tetap hidup”


Dahi Ashburn mengkerut dan wajah terlihat semakin pucat.


“Jangan - jangan itu tadi … ”


“Dengan teknik ini aku tidak perlu lagi menunggu waktu dan menyerap energi alam untuk dapat meningkatkan dragon essence milikku”


“Sebaliknya dengan mengorbankan dragon essence milikku”


“Aku bisa menyerap life essence milik makhluk lain dengan leluasa”


“Menjadi abadi semudah membalik telapak tangan”


Dreadwing mengulurkan tangan kanannya ke arah Ashburn.


“Bergabunglah denganku Ashburn”


“Dengan teknik ini kita bisa menjadi sebuah kelompok dewa naga baru untuk seluruh ras naga”


“Potensi kita akan jadi tidak terbatas”



Di atas bebatuan Tian Jie mengamati keduanya dengan tertegun. Walaupun dia tahu kalau semua ini hanya ilusi. Tapi dia merasa kalau pertarungan ini benar - benar terjadi dan ilusi ini menunjukkannya sebuah ingatan di masa lampau.


“Pertarungan dua naga ini terlalu dahsyat”


“Aku takut jika mereka bertarung di tengah hutan, maka hutan itu akan menghilang dan menjadi padang tandus”


“Memang benar perkataan kalau ..”


“Ketika kultivator abadi bertarung, Para makhluk fana yang paling menderita”


Kemudian dia melihat Dreadwing yang membuka dadanya.


“Woah woah woah, dia terlihat seperti underlord dari suatu game yang pernah aku mainkan”


“Undead ? Seekor dracolich ? bukan, bukan, bukan ..”


“Dia malah lebih mirip dengan ..”



Ashburn bergertakkan giginya, dia merasa jijik melihat kelakuan Dreadwing.


“Dasar hina”


“Kamu tidak pantas menyebut dirimu naga lagi”


“Teknik taboo seperti itu akan merusak keseimbangan alam”


Dreadwing : “Keseimbangan sampah, akan aku pikirkan hal - hal seperti itu setelah aku menjadi DEWA !”


Aura Dreadwing yang berbentuk api hijau berubah warna menjadi ungu. Momentumnya meningkat dengan pesat menyebabkan semua kehidupan disekitarnya menjadi layu. Bahkan batu yang dia pijak menjadi pucat dan lapuk.


“Aku tidak akan membiarkanmu hidup”


“Dragon force”


Aura Ashburn membara dengan kuat. Sisik - sisiknya terlihat jelas karena disela - selanya menyala kekuningan bersamaan dengan energi spiritual yang mengalir deras. Matanya menjadi merah terang selayaknya api. Dia membuka mulutnya.


“Burning Breath”


Semburan asap hitam bercampur api keluar dari mulut Ashburn. Semburan ini menyebabkan batu yang menyentuhnya seketika menjadi lava merah karena sangking panasnya. Asap hitam bercampur api itu melesat ke arah Dreadwing dan menyebar ke segala arah menyebabkannya  sulit untuk menghindar.


Dreadwing tenang dan tidak berusaha menghindar. Dia juga membuka mulutnya dan membalas serangan itu.


“Disintegrate Breath”


Semburan laser hijau yang kali ini dengan ukuran yang lebih besar, menghadang semburan dari Ashburn.


Kedua elemen semburan naga ini saling beradu dengan sengit. Tetapi dapat dilihat kalau semburan asap panas milik Ashburn  semakin terdorong mundur. Pada akhirnya semburan nafas Dreadwing berhasil mengalahkan semburan nafas Ashburn.


Ashburn yang terkena semburan itu terpental ke belakang. Baju zirah emasnya hancur menjadi debu dan terdapat luka besar di dadanya. Ketika dia ingin bangkit, sebuah kaki menginjak kepalanya kembali ke tanah.


“Kamu tidak cukup kuat Ashburn”


Elder Black Dragon yang menginjak kepala Elder Red Dragon, berdiri dengan aura ungu yang mengintimidasi seluruh makhluk yang melihatnya.



Tian Jie merasakan keringat dingin karena melihat kejadian di depannya. Dia menelan ludahnya sembari mendapat kesimpulan dari kemampuan dan wujud Elder Black Dragon.


“Dia benar - benar sudah berubah menjadi salah satu jenis monster terkuat dari TRPG”


“Elder Shadow Dragon”