Roleplay As Cultivator

Roleplay As Cultivator
15 : Satu Serangan Kejutan



Tian Jie mengamati dari jauh setelah mendengar suara ledakan. Dia tidak pernah menyangka musuhnya akan sebegini lemah.


‘kukira settingan karakter di dunia kultivasi pasti overpower, tapi sepertinya tidak semuanya’


‘direwolf yang kemarin sepertinya mutasi langka’


Dari kejauhan dia melihat sang pangeran bangun dan mengambil vial kecil dari dalam tasnya. Setelah sang pangeran meminum cairan didalam vial tersebut, luka ditubuhnya sembuh dengan cepat.


‘apa- apaan itu ?’


‘healing potion ?’


‘lizardfolk yang tinggal didalam hutan liar memiliki healing potion ?’


‘tapi tunggu dulu, bukankah kemarin Qingyue juga terkena racun dari mereka’


‘lizardfolk macam apa ini ?’


Tian jie yang menyadari kalau sekali lagi informasinya meleset. kalau lizardfolk di dunia ini, tidak sama dengan lizardfolk di TRPG yang dimainkannya di bumi.


‘aku tarik kembali kesimpulanku , lizardfolk ini tidak normal’


‘sebaiknya berhati - hati dalam melawannya’


Tian Jie mengawasi Huang Qingyue dan berbisik kepadanya.


“Qingyue, aku punya rencana ..”


Huang Qingyue mendengarkan rencana Tian Jie dengan seksama. Dia mengangguk walau sedikit ragu karena rencana milik Tian Jie terlalu sederhana. Dengan dirinya sebagai pengalih perhatian, Tian Jie akan menyerang sang pangeran dari belakang. Sang pangeran saat ini di kelilingi oleh penjaganya, apalagi lokasi mereka ada di bagian lapang yang jauh dari pohon dan semak belukar untuk mengendap - endap.


Huang Qingyue hanya bisa percaya kalau Tian Jie mempunyai cara untuk melakukannya. Dia kemudian mengendap - endap mendekat ke tempat mereka. Tapi sebelum Huang Qingyue menampakkan dirinya , Tian Jie memegang tangannya. Terkejut Huang Qingyue sedikit tersipu karena dia tidak pernah kontak dengan laki - laki sedekat ini.


“Tunggu Qingyue !”


“Akan aku intimidasi mereka sedikit”


Tian Jie membuka telapak tangannya dan mulai merapal. Listrik mengalir di telapak tangannya dan mengeluarkan percikan cahaya berwarna putih kebiruan.


Bzzt~ Bzt~ Bzzzzt~


“Lightning spark (cantrip 0)”


Petir kecil keluar dari telapak tangan Tian Jie dan bergerak ke arah kelompok Lizardfolk. Tiga lizardfolk terkena petir tersebut dan jatuh tersungkur.


“Cih , Sang Pangeran bisa menghindari serangan itu”


“Lanjutkan rencana kita Qingyue”


“aku akan mencari kesempatan menyerang dari belakang”


Tian Jie kemudian mundur perlahan masuk ke semak- semak.


Huang Qingyue hanya bisa mengangguk. Dia hanya bisa berharap Tian Jie tidak akan meninggalkannya begitu dirinya menjadi umpan.


…..


Huang Qingyue mengamati Lizardfolk dari balik pohon.


‘mereka sepertinya masih panik dari serangan Tuan Tian yang baru saja dilakukan’


Mereka menjaga rapat formasi mereka dan tidak bergerak selama beberapa menit.


‘haaah, memang sepertinya aku harus menjadi umpan’


Huang Qingyue mulai bergerak maju dan mendengar suara pangeran.


‘hihihi, Dia benar - benar ketakutan’


‘Senior dia bilang ?’


Dia menampakkan diri sembari tersenyum menggoda sang pangeran.


“Baru beberapa hari kita tidak bertemu dan kamu sudah memanggilku senior ?”


“Apakah kamu mulai pikun ?”


Sesuai dugaannya sang pangeran menjadi marah sampai wajahnya memerah.


“TERNYATA ITU KAU GADIS KECIL !”



Sang pangeran yang berusaha menahan rasa marah dan malu mengepalkan tangannya dengan kuat. Dia masih bisa menggunakan nalarnya dengan baik. Gadis kecil didepannya tidak mungkin bisa melakukan hal - hal baru saja terjadi.


Ketika bertemu dengannya, sang pangeran merasakan bahwa gadis kecil ini memiliki semacam bloodline khusus yang berelemen api. Dirinya yang ingin kembali menjadi kaisar alkemis membutuhkan kemampuan berelemen api, semakin kuat semakin bagus. Jika dia menjadikan gadis ini sebagai wanitanya, dia akan mendapat manfaat dari bloodline berelemen api ini. Karena itulah dia memerintahkan penjaganya untuk menangkap Huang Qingyue.


Sang pangeran sudah berhasil meracuni Huang Qingyue dan yakin bisa dengan mudah mengejarnya. tetapi tanpa disangka - sangka gadis kecil tersebut memiliki penjaga sekuat ini.


‘aku harus berhati - hati, gadis kecil ini tidak mungkin yang melakukan serangan barusan’


“Aku sudah mengejarmu beberapa hari, apakah kali ini kamu bersedia mengikutiku sebagai wanitaku ?”


Sang pangeran memasang wajah senyum berusaha menggoda Huang Qingyue.


Huang Qingyue yang melihat hal tersebut sedikit mengerutkan dahinya. Cara pangeran ini melihatnya, sama seperti laki-laki di sektenya. Mata yang penuh dengan keinginan material.


“Siapa juga yang ingin menjadi wanitamu”


Huang Qingyue kemudian tanpa basa - basi memasang kuda - kuda dan mulai menggunakan energi spiritual nya. Kedua telapak tangan sedikit memancarkan cahaya merah dan cahaya disekitarnya terdistorsi karena panas bagaikan api yang membara.


Huang Qingyue meninju ke arah sang pangeran.


“Flame Fist”


Tinju api bagaikan perpanjangan dari tangan Huang Qingyue melesat cepat ke arah Sang pangeran.


Sebelum serangan itu mengenai sang pangeran, salah satu lizardfolk yang mengenakan chain armor maju dan memblokir tinju itu dengan perisai kecil ditangan kirinya.


“Biarkan aku yang menghadapinya pangeran, anda pulihkan diri anda dulu”


Sang lizardfolk tersebut kemudian melesat ke arah Huang Qingyue. Dia mengarahkan javelinnya dan bersiap menyerang. Begitu masuk ke jarak serang miliknya, dia menusukkan javelinnya ke arah wajah Huang Qingyue.


Melihat serangan yang datang , Huang Qingyue memiringkan kepalanya ke kanan dan membelokkan arah javelin itu sedikit kekiri dengan telapak tangan kanannya.


Kemudian Huang Qingyue memutar tubuhnya ke kiri dan melakukan tendangan putaran.


Lizardfolk tersebut menahan tendangan Huang Qingyue tetapi masih terhempas menjauh.


Keduanya kemudian membuat jarak sembari mempersiapkan serangan berikutnya.


Beberapa detik berselang dan mereka mulai bertarung kembali.



Jarak beberapa meter sang pangeran mengamati pertarungan keduanya. Dia tidak menyangka gadis itu sudah pulih.


‘dia pasti sudah meminun penawarnya’


‘kalau begini kapten itu tidak akan bisa mengalahkannya’


Sang pangeran kemudian menatap kedua anak buahnya yang lain.


“apakah kalian hanya akan menonton dan tidak membantu kapten kalian ?”


Mendengar pertanyaan sang pangeran kedua lizardfolk tersebut tersadar dan mulai bergerak.


‘hump, mereka ini benar - benar tidak bisa diandalkan’


‘manusia kadal di alam mortal memang jauh tertinggal dari manusia kadal dialam immortal’


Huang Qingyue saat ini menahan serangan dari tiga lizardfolk dan terlihat kewalahan.


Sang pangeran mengalihkan perhatiannya untuk mencari lokasi orang yang membantu Huang Qingyue. Dia sangat yakin penolong itu masih disekitar sini dan menggunakan Huang Qingyue sebagai umpan supaya para penjaganya terpisah. Dia sengaja memerintahkan para penjaganya untuk menyerang Huang Qingyue sehingga penolong itu akan terpancing keluar.


Di tangan sang pangeran terdapat racun yang dia sembunyikan di lengannya, siap untuk digunakan kapanpun. Lokasinya juga berada di tengah tempat terbuka. Dia merasa walaupun diserang dari arah manapun dia memiliki cukup waktu untuk menyerang balik.



Tian Jie yang bersembunyi di balik semak - semak memperhatikan pertarungan Huang Qingyue.


‘Selama energi spiritual miliknya masih tersisa, Qingyue bisa menahan mereka’


‘aku akan fokus ke target utama’


Tian Jie mengendap - endap mengitari area lapang tersebut sampai membelakangi sang pangeran.


Dia kemudian menyiapkan pedang pendek milik Huang Qingyue. Menatap kearah musuhnya Tian Jie menjadi fokus.


‘mari kita keluarkan semuanya di satu serangan kejutan ini’


‘Spell : True Strike (1)’


Mata Tian Jie sedikit mengeluarkan cahaya hitam ke unguan.


‘Lets go !’


‘Shadow movement’


Cahaya mulai hilang disekitar Tian Jie dan tubuhnya diselimuti bayangan. Perlahan Tian Jie menyatu dengan bayangan sekitar dan menghilang dari tempatnya bersembunyi.



Sang Pangeran yang sedang fokus mengamati perubahan disekitarnya, merasakan niat membunuh.


‘huh ?’


‘Dari mana ?’


Keringat muncul di dahinya. Dia mencari sumber niat membunuh yang dirasakannya. Insting sang pangeran yang merupakan reinkarnasi master alkemis mengatakan bahaya, tapi dia tidak bisa menentukan secara tepat darimana asalnya.


‘Niat membunuh ini, master assassin ?’


‘Aku tidak bisa mendeteksi asalnya sama sekali’


Saat Sang pangeran masih bingung, bayangan dibawah kakinya tiba - tiba bergoyang. Dia terkejut dan tidak sempat bergerak karena dadanya sudah tertusuk pedang yang muncul dari dalam bayangannya. Pedang tersebut mulai mengeluarkan kilatan listrik berwarna putih kebiruan bersamaan dengan suara seseorang yang dalam bagaikan berasal dari dalam bumi.


“Arcane Strike … ”


“- Thunder Grasp (1)”


Dari tangan yang memegang pedang itu, keluar listrik berbentuk cakar yang mengalir ke bilah pedang dan menembus dada Sang pangeran.


Bzzzzt~ Boom!!!~


...


Penulis : Hellooo, Aeon disini, aku masih hidup dan akan melanjutkan novel ini walaupun lama update hehe.