Roleplay As Cultivator

Roleplay As Cultivator
22 : Dwarf Dungeon (1)



Huang Qingyue kebingungan melihat Tian Jie.


‘Ada apa dengan tuan Tian’


Dia mendekati Tian Jie dan menanyainya.


“Um, Tuan Tian Jie, apakah ada yang salah ?”


“du..on”


Suara Tian Jie yang terlalu kecil tidak terdengar olehnya.


“Anda bilang apa Tuan ?”


“Hehehe , aku menemukan …”


Huang Qingyue memiringkan kepalanya.


‘Ada apa sebenarnya ?’


Dia hanya diam melihat Tian Jie yang kegirangan karena sesuatu.


Tiba - tiba Tian Jie mengangkat kedua tangannya dan berteriak dengan keras.


“WOHOO AKU MENEMUKAN DUNGEON !!!”


Huang Qingyue tidak paham apa yang dibicarakan Tian Jie.


“huh ?”


‘Dungeon ? apa itu ?’


Dia kemudian memalingkan wajahnya untuk melihat batu besar yang dilihat Tian Jie. Pintu besar dengan ukiran dwarf yang megah membuatnya takjub. Dia kemudian melihat tulisan diatas pintu.


‘hmm, bahasa dwarf kuno ?’


“mm ,  d-didalam .. da .. dapur .. be .. si”


“mm, huruf apa itu aku lupa”


Tian Jie yang yang terlalu terbawa ke dunianya sendiri mendengar suara Huang Qingyue. Dia langsung memegang kedua pundak Huang Qingyue dan menatap langsung ke arah matanya.


“Qingyue .. , kamu bisa membaca tulisan itu ?”


Wajah Tian Jie semakin bersinar matanya terbuka lebar memantulkan kilauan cahaya.


Wajah Huang Qingyue memerah menatap Tian Jie. Dia menganggungkan kepalanya dengan pelan - pelan.


“I-iya , aku bisa sedikit membaca huruf bahasa dwarf kuno”


Tian Jie : ”Benarkah ? jadi ini tulisan dwarf ?”


“Apa bacaan dari tulisan diatas itu Qingyue ?”


Tian Jie terus menatap wajah Huang Qingyue dan tulisan relik di atas pintu bergantian dengan cepat.


“Sebentar tuan akan aku ingat - ingat dulu, ada beberapa simbol yang aku belum ingat”


Selagi Huang Qingyue berusaha membaca tulisan bahasa dwarf kuno, Tian Jie kembali ke dunianya sendiri. Dia terlihat sangat bersemangat.


‘Dungeon dwarf’


‘Dungeon pertama yang aku temukan di kehidupan baruku’


‘Ketika masih hidup di bumi aku selalu membayangkan bagaimana rasa menjelajahi dungeon seperti ini’


‘Menyelesaikan puzzle, menghindari perangkap, melawan monster, dan akhirnya mendapat harta’


‘Apa yang dulu hanya bisa aku bayangkan saat bermain TRPG , sekarang di depan mataku’ ‘Ada kesempatan untuk mencobanya’


‘Apakah aku harus mengambil resiko besar ini ? aku tidak tahu informasi apa - apa dari dungeon ini’


Tian Jie menjadi dilema. Dia adalah orang yang selalu berhati - hati saat mengambil keputusan. Jika saja dia memiliki informasi dari dungeon ini, dia bisa membuat rencana untuk menanggulangi kemungkinan yang ada. Kecelakaan mungkin tetap terjadi walaupun sudah meminimalisir kemungkinan kecelakaan. Tetapi kali ini Tian Jie tidak memiliki informasi apapun tentang apa yang ada didalam.


‘Tenang Tian Jie !’


‘Kontrol dirimu, ini bukan saatnya menikmati adrenalin dari petualangan’


huuuf~


‘Benar kita disini untuk mencari teman Qingyue’


‘Tapi ada kemungkinan kalau dia lari ke dalam sana untuk berlindung’


‘Jika itu benar maka ini akan menjadi dua burung dengan satu lemparan batu’


Beberapa menit berlalu.


Huang Qingyue akhirnya bisa membaca seluruh tulisan di atas pintu besar itu. Dia memberitahukannya kepada Tian Jie.


{ Di dalam dapur besi hitam,


Api menjilat tungku penempa,


Dengan nyali dan tenaga yang ramah,


Barang siapa berani menentang, akan kami tampar. }



Huang Qingyue : “Dari dua kalimat pertama, kemungkinan ini bekas bengkel tempa milik dwarf Tuan Tian”


Tian Jie yang mendengar itu mulai terbakar semangatnya lagi.


‘dungeon bekas blacksmith, aku mulai bisa mencium bau harta karum dengan jumlah yang banyak didalam sana’


Dia mengangguk - angguk membenarkan hipotesis Huang Qingyue.


“Omong - omong, apakah kamu mendapat sinyal dari temanmu ?”


“Kita sudah turun cukup jauh ke bawah kawah”


Huang Qingyue : “Oh, aku lupa mengeceknya”


Dia melihat emblemnya yang menyala konstan menandakan temannya sudah sangat dekat.


“Tuan Tian Jie, sinyal di emblem ku sangat kuat”


“Apakah jangan - jangan dia masuk kedalam sana ?”


Tian Jie : “Sepertinya begitu”


“Ayo kita masuk !”


Tian jie melompat melewati pintu besar yang sudah runtuh. Didalam dungeon sangat gelap sumber cahaya satu - satu hanya dari pintu masuk. Beruntung Tian Jie memiliki arcane eyes yang membuatnya bisa melihat didalam gelap.


“Qingyue apakah kamu bisa melihat dalam gelap ?”


Huang Qingyue : “ tenang saja Tuan Tian, aku bisa membuat penerangan sendiri”


Huang Qingyue membuat simbol tangan dan memejamkan matanya. Kemudian bola api muncul dan mengitari tubuhnya. Cahaya dari bola api itu bisa menerangi jarak tiga puluh meter dengan terang dan hanya samar - samar untuk jarak lebih dari itu.


Tian Jie : “Bagus , mari kita lanjutkan”


Mereka berdua melewati lorong besar perlahan. Tembok lorong itu berisi ukiran sederhana berupa garis - garis acak. Atapnya juga hanya datar dengan beberapa lubang ventilasi yang tertutup oleh tanah.


Setelah berjalan sekitar seratus meter, mereka berhenti. Di sisi kanan dan kiri mereka ada jalan masuk ke ruang besar tanpa pintu.


Dengan matanya Tian Jie bisa sedikit mengintip isi didalam ruang tersebut. Disisi kanan ada ruang dengan koin emas dan perak yang berserakan dilantai. Disisi kiri terlihat baju besi yang di letakkan di rak. Dia juga melihat beberapa set senjata yang disimpan.


“Sepertinya keduanya merupakan gudang penyimpanan”


Huang Qingyue : “Apakah akan kita cek dulu Tuan Tian”


Tian Jie : “mm .. , nanti saja”


Tian Jie yang sudah sering melewati berbagai macam campaign dungeon seperti ini saat bermain TRPG. dia sudah hafal dengan skenario ini.


‘Ruang penuh harta karun tapi sudah lama ditinggalkan dan tidak ada yang bisa membawanya keluar’


‘kemungkinan besar adalah perangkap’


‘bisa juga cuma imajinasiku yang berlebihan tapi lebih baik hati -hati’


“Qingyue , apakah kamu menemukan semacam jejak dari temanmu”


 Huang Qingyue menggelengkan kepalanya : ”Belum ada Tuan Tian”


Tian Jie : “ Kalau Begitu kita lanjut masuk kedalam”


Mereka bergerak maju sampai cahaya terakhir dari pintu masuk dapat terlihat. Lorong ini terus lurus tanpa belokkan, menyebabkan Jalur didepan mereka berdua terlihat berujung pada kegelapan tanpa batas.


‘seberapa jauh lorong ini sebenarnya’


‘aku juga merasa kalau lorong ini sedikit mengarah ke bawah’


Tiba - tiba Tian Jie melihat sesuatu dilantai. Dia mendekatinya dan mendapati tubuh lizardfolk yang sudah tidak bernyawa.


“Qingyue sepertinya benar temanmu dikejar sampai kesini”


“Tubuh belum lama mati mungkin satu atau dua hari”


Huang Qingyue : “Aku harap dia tidak apa - apa”


Mereka melanjutkan menelusuri dungeon itu. Setelah beberapa puluh meter mereka melihat sumber cahaya berwarna merah. Tanpa terburu - buru mereka mendekati sumber cahaya itu.


Di depan mereka berdua terdapat gerbang yang sama besarnya dengan yang ada di pintu masuk. Gerbang itu terbuka sedikit ke arah dalam sekitar empat meter dan dari sela - sela yang terbuka terlihat cahaya merah dari dalam ruangan.


Tian Jie menengok ke kanan - kiri mencari petunjuk dan akhirnya menemukan sebuah tuas di dinding kanan mereka. Dari kondisinya yang banyak karat dia ragu tuas ini masih bisa digunakan.


Di saat yang sama Huang Qingyue menemukan jejak pertarungan.


“Tuan Tian lihat dilantai ada jejak dari teknik langkah api dari sekte kami”


“Di pintu juga ada bekas gosong, sepertinya saudariku memaksa membuka gerbang besar ini”


Tian Jie : “Temanmu itu terlalu ceroboh menghabis kan energinya hanya untuk mendobrak gerbang raksasa ini”


Dia kemudian menggenggam tuas didinding itu dengan kedua tangannya. Tian Jie berusaha menggerakkan kebawah tuas itu. Awalnya tuas itu tidak bergeming, tapi ketika terdengar suara dari dalam tembok tuas itu bisa digerakkan perlahan.


Ketika terdengar bunyi klik Tian Jie berhenti. Bangunan mulai bergetar karena ada mekanik yang bergerak dibawah lantai yang mereka pijak. Kemudia perlahan Gerbang raksasa itu terbuka.


“Lihat , jika dia lebih tenang dan menemukan tuas ini untuk membuka gerbang itu”


Gerbang itu terbuka sepenuhnya. Mereka berdua disambut dengan sebuah ruangan yang sangat besar. Mereka masuk melewati gerbang dan memasuki ruangan tempat kerja blacksmith yang sangat besar mungkin sebesar stadion dengan kapasitas ribuan orang.


Tian Jie akhirnya bisa melihat sumber cahaya dari rungan yang besar ini.


“Gila, apakah itu air terjun lava ?”


(A/N) : halo semuanya, aku akan berusaha update tiap dua hari sekali. aku harap kalian suka dengan novel ini dan bisa memberikan komentar supaya aku bisa mengembangkan story nya dengan lebih baik