Please Never Leave Me

Please Never Leave Me
BAB 10



Jam pulang sekolah sudah berlalu 30 menit yang lalu tapi yang dinanti belum terlihat batang hidungnya. Setelah 3 menit lainnya berlalu gadis itu berjalan beriringan dengan pria di belakangnya, menyisakan tanda tanya besar dibenak Reza. Dari kejauhan Nazla melambaikan tangannya bertanda urusannya selesai.


"Lama ya?"


"Gak juga"


"Gak usah gitu orang kamu nunggu 33 menit 27 detik. Maaf ya aku telat banget"ujarnya.


"Santuy aja kali kaya di pantuy, sampai ngitungnya seakurat gitu" ujar Reza tersenyum.


"Cek ilah... si kunyuk senyum, senangnya bisa buat cocacola ini senyum sampai kelihat lesung pipinya lagi" sindir Nazla membuat Reza memerah.


"Cocacola?"tanyanya heran.


"Ituloh istilah yang aku temuin waktu nonton drakor, cocacola itu artinya cowok cakep cowok idola"jelas Nazla sambil tersenyum.


Reza hanya menatapnya bingung sekaligus bahagia. Ternyata cewek yang punya kelakuan aneh bin lazim ini bisa membuatnya tersenyum. Hingga ia lupa dan tak sadar diri kalau perbuatannya mulai mendekati zina, lebih tepatnya zina hati.


Walau Reza mulai memiliki perasaan padanya karena Nazla selalu berusaha memahaminya dengan caranya. Tapi jika berada sedekat ini, ia merasa jarak mereka di sepeda motornya terlalu dekat. Ia memang menyukai Nazla tapi ia tak ingin orang yang disukainya berdosa karenanya.


Nazla terus mengoceh sepanjang jalan, ia tak habis pikir kenapa Reza menolak kolaborasi dengan padahal riset ini juga merupakan ide Reza. Tapi si pria hanya menggeleng dan sesekali menjawab ocehan itu.


Mereka sampai di sebuah danau buatan. Danau yang menyuguhkan keindahan. Walau hanya ciptaan danau itu dapat membuat orang yang melihatnya berdecak kagum. Sama seperti yang dilakukan Nazla ia tak henti berkata wow dan wah.


"Wow..wah...wow..wah"ujar Reza.


Yang hanya mendapat tatapan sinis dari Nazla.


"Mau ngomongin apa? kalau masih mau bahas tentang riset aku ogah"ujarnya lagi.


"Enggak, sok tau kamu. Aku lagi males di rumah otakku mumet dengan riset padahal deadlinenya seminggu lagi"


ujarnya manyun.


"Terus?"


"Nyebelin? kalau nyebelin ngapain diajak ngobrol"ujarnya.


"Za aku suka...aku suka sama kamu" tukas Nazla tiba tiba membuat si lawan bicara terdiam.


"Hahahaha... lihat tuh aku berhasil lagi ngibulin kamu. Aku cuman becanda Za gak usah kanget gitu kali. Kayak yang gak pernah pacaran aja"ujar Nazla tertawa geli sambil menyeka air matanya karena berhasil membuat lawan bicaranya skakmat.


"Aku memang gak pernah pacaran" jawab Reza mengalihkan pandangannya ke arah danau.


"Masa iya, jaman sekarang mana ada remaja yang gak pacaran. Anak SD aja lebih pinter pakek acara panggil mama papa kalo enggak ayah bunda"jelasnya.


"Emang gak pernah, jadi menurut orang yang sudah pernah pacaran kata suka itu gak ada artinya ya? Tapi bagiku kata itu masih terdengar mengejutkan jadi kalau kau memang ingin becanda jangan gunakan kata itu" tukasnya memandang lawan bicaranya lekat dan kembali melihat pemandangan danau.


"Dia tersinggung? Kan aku cuman becanda. Apa aku udah kelewatan? Apa aku minta maaf aja? Gak enak suasananya jadi aneh gini" renungnya dalam hati.


Mereka saling terdiam hanya suara burung yang saling bersautan mengisi keheningan. Reza hanya memandang danau rautnya menunjukkan kekecewaan. Ternyata ia hanya jadi objek keusilan orang yang disukanya.


Lagi lagi ia beristighfar tak seharusnya ia menyimpan perasaan berlebih. Belum tentu juga Nazla adalah orang yang tertulis di lauhul mahfudz. Orang yang begitu dirindukan sebagai pelengkapnya.


"Za kamu bilang aku gak boleh telatkan?" tanyanya yang membuat Reza menatapnya heran.


"Besok jemput aku ya, aku janji gak bakal buat kamu nunggu lama. Dan soal yang tadi aku serius kok aku suka kamu karena kamu itu teman yang baik"ujarnya.


"Jadi cuma dianggap teman" batin Reza.


"Za malah bengong, mau nggak?" tanyanya.


"Okay tapi kalo telat 1 menit aja aku langsung tinggal. Aku jemput jam 06.30" tukasnya sambil memandang danau.


"Siap bossqyu"ujarnya.


* Keinginanku hanya satu dibertemukan denganmu, bersamamu membuat rasa cinta terhadap Rabb ini semakin menggebu. Kuharap kau ada alasan yang membawaku menuju jannah-Nya* Nazla Faisal Az zahra.