
"Eelllllll?!" panggilan yang seperti biasa saat pemuda yang baru saja menginjak usia tujuh belas tahun itu bertingkah disetiap harinya.
"Ini surat panggilan apa lagi El?!" suaranya semakin meninggi dan mengisi setiap sudut ruang yang ada.
"Sebenarnya yang sekolah kamu atau emak sih. Kenapa jadi malah emak yang terus terusan datang kesekolahmu"
Sakhiya Malik Soekatmaja
Emak terkece sepanjang sejarah.
Ibu kandung secara biologis dari Kharrel Andez Kumara.
Tak ada yang mampu menandingi omelannya bahkan suaminya sendiri pun takut akan dirinya.
Berusia empat puluh dua tahun dan menjalani kehidupannya yang normal layaknya seorang istri dari seorang pengusaha dan ibu dari seorang anak yang sama persis seperti dirinya.
🍃🍃🍃
"El?! dimana laptop yang ayah kasih pinjam padamu?" teriak seorang pria yang membanggakan dirinya karna menjadi seorang kepala keluarga.
"Jangan bilang kamu merusaknya lagi. Itu sudah yang ketujuh kalinya kamu ganti laptop dalam setengah tahun ini"
Edwin Keenand Kumara
Seseorang yang El anggap sebagai ayah terbaik sedunia. Memberikan segala keinginannya asal masih dalam tingkat kewajaran dan tidak keluar dari peraturan yang dibuat oleh ayahnya.
Pria yang mencintai emak nya setulus jiwa dan raganya, melindungi dan mengayomi keluarga kecilnya dalam tingkat kesabaran ekstra saat harus berhadapan pada situasi dimana istri dan anaknya mulai bertingkah tidak semestinya.
Berusia empat puluh empat tahun dan masih berlumuran bisnis dalam genggaman tangannya hingga waktu yang belum ditentukan.
🍃🍃🍃
"Maaaakkk.. sempaknya El yang gambar donat dimana? kok tidak ada di lemari?" teriakkan itu sudah tidak asing lagi bagi penghuni rumah yang berdominan berisi para pekerja.
Sakhiya: "Tanya mbak Nur El" sahut sang ibu dari arah dapur yang telah berpeluh keringat bercampur tepung dibeberapa titik wajahnya yang kian menunjukan suatu kerutan di bawah matanya.
"Kata mbak Nur sudah dicuci, tapi di lemari tidak ada mak. Emak tidak menyimpannya?" teriaknya lagi di dalam kamar yang sedikit terbuka pintunya.
Sakhiya: "Untuk apa emak menyimpan s*mpak donatmu? S*mpak ayahmu saja yang tedy bear membludak di lemari kamar emak" sahutnya tak malu pada beberapa pekerja yang berlalu lalang melewati dapur sambil sedikit menahan tawa.
"Mak.. ini kok sempaknya El ada yang bolong bolong?"
"Di rumah ada tikus ya mak?" teriaknya lagi tapi kali ini menghampiri sang ibu yang masih saja berkutat di dapur lantai satu.
Sakhiya: "Ini mah bukan karna tikus, pasti kamu pakainya sembarangan sampai bisa bolong seperti ini. Lagi pula bukannya bagus kalau bolong jadi kalau El mau berak tidak perlu buka s*mpak lagi iya kan?" ucapnya sambil tersenyum jahil pada putra yang baru menginjak remaja itu.
"Waaaah.. emak benar juga, ya sudah apa lebih baik s*mpak El dibolongin semuanya saja?"
Kharrel Andez Kumara
Putra tunggal Sakhiya Malik dan Edwin Keenand Kumara sekaligus pemeran utama dalam kisah ini.
Berusia tujuh belas tahun, belum pernah berpacaran atau mungkin karna kecintaannya pada sang emak membuatnya buta akan gadis remaja lain.
Sangat terbuka pada ibunya yang dipanggil my emak dalam segala hal dan bidang.
Memiliki hobi yang cukup menstrim yaitu mengkoleksi berbagai jenis celana dalam pria dengan berbagai motif, anime atau berbagai gambar yang tak biasa.
.
.
.
.
.
.
.
note
Gue kali ini kaga mau terima komentar kok bisa visual bapak ibunya orang Taiwan, visual anaknya orang Korsel.
Ini cerita gue, jadi suka suka gue.
Kalo kaga suka, kaga usah baca.
Wong urip sebenere kui penak, dasare bae menungsone sing digawe ribet.
Usah mencak mencak lan ngomong aku pansos buat tenar.
Setiap author punya jalan sendiri sendiri yes.
ndk.id