my prince or my boss

my prince or my boss
episode 8



Tidak ada yang berubah...


Setelah selesai melakukan pembuatan kontrak nampaknya nada dan richard melakukan pekerjaan dikantor seperti biasanya.. nada yang sedang serius mengerjakan tumpukan dokumen di atas mejanya itu sambil mendengarkan music menggunakan earphone sehingga ia tak memperdulikan hal lain disekitarnya..


●●●


Diruangan CEO


Nampak richard juga sangat fokus dengan dokumen dokumennya, membalas setiap email yang masuk ia sangat serius jika soal pekerjaan..


"Maaf tuan.. saya mengganggu.." sapa bram asisten pribadi richard


"Ada apa bram?" Jawab richard yang masih fokus dengan dokumennya


"Tuan, anda dipanggil oleh tuan Edward beliau menunggu anda dirumah utama sekarang.." ucap bram


"Apa lagi yang di inginkan pria tua itu..." ucap richard kesal


"Baiklah ayo kita pergi.." ucap richard beranjak dari meja kerja nya dan keluar


Richard yang telah diluar ruangan melihat semua pegawainya berdiri dan menunduk tanda memberikan hormat tapi ada satu kejanggalan salah satu pegawainya tidak berdiri dan memberi hormat pegawai itu hanya fokus dengan pekerjaan nya sambil mendengarkan music memakai earphone dan .. sedikit bergoyang..


Beberapa pegawai yang melihat nada membulatkan mata seakan terkejut melihat kelakuan dari pegawai magang itu.. tapi lain hal nya dengan richard ia menahan tawanya yang melihat kelakuan konyol sekretaris sekaligus kekasih pura-puranya itu...


Seorang pegawai berniat untuk menegur nada dengan cara menepuk pundaknya tapi richard mengangkat tangannya seolah melarang pegawai itu untuk menegur sekretarisnya.. richard melanjutkan langkahnya tanpa mengganggu sang sekretaris dan berlalu begitu saja.


●●●


Dirumah utama keluarga Oscar


Sebuah mobil mewah berwarna hitam masuk kedalam halaman rumah mewah..


Richard dan bram memasuki rumah dengan gagahnya, dilihatnya tuan Edward yang tengah duduk diruang keluarga sambil membaca koran.


"Ada apa ayah memanggilku..?" Sapa richard


"Duduklah anakku.." jawab edward sambil menutup korannya.


"Apa ini soal perusahaan ayah?" Tanya richard


"Ah bukan nak, ini masalah perjodohan mu dengan angela.. duduklah nak!" jawab edward


"Kalau begitu aku tidak perlu duduk ayah, langsung saja.. ayah aku sudah punya kekasih jadi hentikan perjodohan ini..!" Ucap richard


"Kekasih? Wanita seperti itu kau bilang kekasih.. dia bahkan tidak pantas untuk menjadi istri mu.." ucap edward kesal


"Hentikan ayah..." ucap richard


"Ayah tau kau hanya menjadikan wanita itu mainan bukan? Cepat atau lambat kalian pasti akan berakhir..ayah akan memberikanmu waktu untuk bermain dengan dia dan setelah itu kau harus menikah dengan angela..!" Ucap edward


"Bagaimana jika aku yang menawarkan ini pada ayah.. jika hubungan ku bertahan lebih dari 2 bulan maka ayah jangan mencampuri kehidupan pribadi ku lagi.. begitu juga sebaliknya jika kurang dari 2 bulan aku pisah dengannya maka aku akan bersedia menikahi angela.." ucap richard


"Kalau begitu.. aku harus kembali ke perusahaan, pekerjaan ku terlalu banyak.." ucap richard menundukkan kepalanya tanda memberi hormat begitu pun bram.


Mereka berdua meninggalkan rumah itu dan langsung kembali ke perusahaan..


●●●


Di mobil


"Tuan, apakah anda sudah mempunyai kekasih...?" Tanya bram


"Ayolah bram, aku ini tampan tidak mungkin tak punya kekasih.." jawab richard sombong


"Baguslah jika anda sudah punya kekasih, setau saya anda menjomblo sudah lebih dari 6 tahun.." ucap bram dengan sedikit tertawa


Bram dan richard memang sudah sangat dekat, bram adalah anak dari asisten kepercayaan keluarga Oscar, sejak kecil richard dan bram sudah bersama baik bram ataupun richard menganggap bahwa mereka bukan hanya sekedar hubungan antar majikan dan bawahan melainkan lebih dari itu..


"Hentikan ejekan konyol mu itu bram.. aku tidak bohong, apa kau tau sekretaris baru itu? " ucap richard dan dijawab anggukan oleh bram


"Dialah kekasih ku.." ucap richard dengan tampang sombongnya


"Apa? Bagaimana mungkin? Bagaimana bisa?? "Ucap bram terkejut mendengar richard.


"Santai santai.. tidak perlu kaget seperti itu bram, itu wajarlah aku kan tampan.." ucap richard dengan tersenyum kepada bram


"Aku bahkan tidak yakin jika dia yang mau duluan dengan mu tuan, karna setiap kali keluar dari ruangan mu mukanya selalu kesal dan kadang menggerutu sendiri.." ucap bram


"Ah i..iiituu (berfikir keras) ituu tandanya cinta bram" ucap richard meyakinkan bram


"Cinta? " tanya bram


"Iya cinta, dia sangat cinta padaku.." jawab richard tersenyum


"Hahahahaha.....(bram tertawa) tuan anda bahkan tidak terlalu pandai dalam hal berbohong apalagi soal perasaan, aku bersama mu dan mengikutimu kemana pun anda pergi sejak kita kecil.. jadi aku pasti tau saat anda berkata jujur ataupun tidak.." ucap bram


"Hentikan bram, aku memang selalu kalah darimu.." ucap richard yang menyerah berbohong


"Jadi, apa anda memaksanya tuan?" Tanya bram


"Aku tidak memaksanya, hanya saja terjadi sesuatu dan aku mendapat kesempatan emas.." jawab richard


"Lalu hubungan anda dan sekretaris itu sekarang adalah pura pura?" Tanya bram


"Tepat sekali, aku dan dia membuat kontrak kerja sama ini hingga 3 bulan nanti, jadi sesuai dengan hitunganku yang menantang pak tua itu..." jawab richard


"Tapi jangan beritahu siapa pun tentang ini, hanya kau yang tau kebenarannya bram.." ucap richard lagi


"Baik tuan, semoga anda sukses dengan rencana ini tuan" ucap bram tersenyum


Tak terasa mereka sudah sampai diperusahaan.. jiwa mereka yang tadinya santai waktu didalam mobil sangat berubah derastis ketika keluar mobil, dengan gagahnya bram dan richard keluar dari mobil dan disambut oleh seluruh pegawai.


Richard dan bram menuju ruangan CEO, tentu saja pandangan richard fokus pada satu meja yaitu meja sekretarisnya itu, tapi kali ini ia tak melihat sekretarisnya itu..


"Dimana dia?" Ucap batin richard


Richard dan bram melanjutkan langkahnya dan masuk keruangan CEO.


"Tuan, ini sudah jam makan siang, apa perlu saya membelikan makanan seperti biasanya?" Tanya bram


"Tidak perlu bram, kau suruh sekretaris itu untuk memasakkan spageti untuk ku..!" Jawab richard


"Baik tuan" jawab bram dan langsung keluar ruangan..


●●●


Di kantin perusahaan


Nada sedang menikmati makan siangnya, makan spageti kesukaannya dan minum jus alpukat favoritnya.


"Maaf nona..." sapa bram


"Ada apa tuan bram?" Jawab nada


"Nona, anda diminta untuk memasakkan spageti oleh tuan richard.." ucap bram


"Mm.. saya pun juga tidak mengerti nona, tapi sepertinya anda harus membuatnya.." ucap bram


"Aku tidak mau, katakan padanya...!" Jawab nada kesal


"Nona, tuan richard memegang kekuasaan penuh di perusahaan, anda pastinya tau apa yang akan terjadi jika anda tidak menurutinya..." ucap richard


"Berani apa dia, aku dan dia kan sudah membuat..." ucapan nada terhenti karna hampir keceplosan


"Pokoknya aku tidak mau..!" Ucap nada kesal


Tapi fikiran nada terlintas oleh isi kontrak itu, 5 poin itu tidak menyalamatkannya dari perintah richard.. "aku harus menurut padanya.." ucap batin nada kesal


"Baiklah kalau nona tidak mau, maaf nona saya akan menemui tuan richard.." ucap bram


"Eh..eh, oke oke aku mau, bisakah tuan bram antarkan aku ke dapur perusahaan?" Ucap nada


"Baik nona, mari saya antar.."- jawab bram tersenyum


Bram mengantar nada menuju dapur perusahaan, bram meminta semua pegawai dapur untuk menyiapkan bahan yang dibutuhkan nada untuk memasak.. dan kini nada siap memasak spageti permintaan boss nya itu..


"Ayolah nada kau harus semangat... " ucap nada pada diri sendiri


"Dasar pria menjengkelkan.. "gerutu nada


Nada mulai memasak, bram melihat nada yang sedang memasak sambil menggerutu hanya bisa menahan tawanya.


Tak lama satu porsi spageti siap disajikan..


"Baiklah tuan bram, anda sudah bisa mengantarnya pada pria itu..." ucap nada memberikan sepiring spageti


"Terima kasih nona.." ucap bram mengambil spageti itu dan pergi.


Bram pun pergi mengantarkan spageti buatan nada, nada yang melihat punggung bram yang membawa spageti itu..


●●●


Ruangan CEO


"Tuan, ini pesanan anda.." ucap bram menghidangkan spageti itu didepan richard.


"Apa dia kesal bram?" Tanya richard


"Sepertinya dia sangat kesal tuan mengganggu jam istirahatnya.." jawab bram sedikit tertawa


Richard yang mendengar jawaban dari bram pun ikut tertawa


"Lalu dimana dia bram?" Tanya richard


"Dia sudah berada di meja nya tuan.."jawab bram


"Benarkah?" Ucap richard yang melihat nada dari jendela diruangannya..


"Kalau begitu aku harus makan ini, bram apa kau sudah makan?" Ucap richard


"Belum tuan.." jawab bram


"Makanlah bram, pergilah ke kantin.." ucap richard


"Baiklah, saya akan pergi untuk makan tuan.." ucap bram yang menundukkan kepalanya tanda hormat kepada richard


Bram pun keluar dari ruangan richard, richard yang sudah sendirian diruanganya sangat bersemangat untuk menyantap spageti yang dibuat khusus untuk nya.


"Selamat makan.." ucap richard pada diri sendiri dan segera memakannya.


Tak berapa lama richard makan, nafas richard mulai sesak, kepalanya pusing hingga penglihatannya tidak fokus, bicara pun sulit. Richard yang saat ini hanya bisa memegang dadanya menahan sakit.


Disisi lain...


Bram yang baru sampai kantin teringat bahwa ia melupakan hape nya dan segera kembali menuju ruangan richard, tak lama bram pun sampai dan langsung membuka pintu ruangan richard dan dilihatnya richard yang tampak kesakitan.


"Tuan..." ucap bram terkejut dan bergegas membopong richard


Bram membopong richard keluar ruangan dan tentu saja membuat seluruh pegawai terkejut dan panik, nada yang melihat pun terkejut dan ber inisiatif mengikuti mereka dengan menaiki taxi.


●●●


Dirumah sakit


Dokter telah selesai memeriksa kondisi richard yang sudah tak sadarkan diri.


"Bagaimana keadaan tuan richard dok?" Tanya bram


"Tuan richard mengalami alergi, alergi terhadap seafood.." jawab dokter


"Tapi dok, dia tidak memakan yang mengandung seafood.. terakhir ia hanya makan spageti saja.." ucap bram


"Mungkin spageti itu memakai bahan penyedap yang mengandung seafood didalamnya tuan.. mangkanya reaksi alergi muncul pada tuan richard.." ucap dokter


"Untung saja tuan richard segera dibawa kesini, saya akan memberikan beberapa obat pereda alergi pada tuan richard.." lanjut dokter


"baik dok.. terima kasih dokter mari saya antar.." ucap bram


Bram mengantar dokter untuk keluar dari ruang rawat richard, setelah dokter pergi bram melihat nada yang sedang duduk di kursi depan ruangan richard, nada pun menyadari keberadaan bram dan langsung mendekati bram.


"Maaf tuan bram, apa yang terjadi dengan tuan richard?" Tanya nada


"Nona nada, apa anda tidak mempelajari dokumen penting soal tuan richard sebelumnya?" Tanya kembali richard


"Saya mempelajarinya tuan, maksudnya tuan bram apa?" Ucap nada


"Nona nada, anda hampir membunuh tuan richard apa anda sadari itu.." ucap bram kesal


"A..apa? Tap tapi apa yang saya lakukan tuan?" Ucap nada


"Anda sudah tau bahwa tuan richard alergi terhadap seafood, lalu mengapa anda memasukkan penyedap rasa seafood didalam spageti itu.. anda sangat keterlaluan nona nada.." ucap bram kesal


"Tuan richard alergi seafood, ma..maafkan saya tuan bram maafkan saya, apa saya bisa menemui tuan richard?" Ucap nada sedih


"Tidak perlu, anda pergilah nona nada sebelum emosi ku memuncak...!" Ucap bram kesal


"Maafkan saya tuan, saya tidak tahu kalau tuan richard alergi seafood hal itu tidak tertulis di dokumen tentangnya.." ucap nada sedih


"Pergilah nona.." ucap bram


"Kalau begitu saya permisi tuan" ucap nada lesu dan langsung pergi.


Bram melihat nada pergi dengan menundukkan kepalanya, kali ini nada sangat sedih dan menyesal karna nya bossnya itu masuk kerumah sakit..


"Aku membuat kesalahan lagi.." ucap nada pada diri sendiri sambil berjalan keluar rumah sakit.


Bersambung....