
Hari pertama magang
Nada yang telah siap, dengan kemeja polos berwarna biru dan rok selutut berwarna hitam serta higheels warna hitam menambhkan kesan dewasa dan seksi dari seorang nada satifa, dengan rambut di ikat rapi memperlihatkan leher jenjang dari seorang nada satifa.
"Baiklah, aku siap untuk hari ini.." tersenyum nada ke arah cermin
Nada yang keluar dari kamarnya menuruni tangga di sambut oleh beberapa pelayan dimeja makan, dengan mood yang senang nada menghampiri meja makan dan menyantap sarapan yang telah di sediakan.
●●●
Di perusahaan oscar
Mobil bmw putih terparkir, seorang wanita cantik dan elegan keluar dari mobil tersebut dengan senyuman merekah diwajahnya, siapa lagi kalau bukan nada satifa.
Nada memasuki perusahaan itu dengan penuh percaya diri, tanpa ia sadari dia telah mencuri perhatian orang di sekitarnya. Beberapa karyawan bahkan berbisik membicarakan dirinya.. nada yang tak sadar jika diperhatikan terus melanjutkan jalannya menuju meja resepsionis.
"Pagi, mba.."
"Pagi, ada yang bisa saya bantu?" -resepsionis
"Iya, saya adalah mahasiswa magang, dan ini berkas saya.." jawab nada dan memberikan berkas ke resepsionis
"Baiklah, nona anda bisa menunggu di ruang tunggu jika direktur sudah ada akan saya panggil nona.." -resepsionis
"Baik, terima kasih.." -nada
Nada menuju ruang tunggu dan duduk di sofa sambil memainkan hape nya, sekitar 30 menit nada menunggu sang direktur datang hingga nada pun merasa ngantuk dan bosan.
"Permisi nona, anda sudah dipanggil oleh direktur.." -sapa resepsionis
"Iya, terima kasih.. " -jawab nada
"Mari saya antar.." resepsionis mengantar nada ke ruangan direktur..
●●●
Ruang direktur
"Permisi pak, ini adalah mahasiswa magang.." -resepsionis
"Baiklah, silahkan duduk" -pak direktur
"Kalau begitu, saya permisi untuk kembali pak.." -resepsionis
Resepsionis itu meninggalkan ruangan.
" baiklah, saya sudah membaca berkas berkas anda nona nada, dan saya takjub dengan nilai nilai anda.." -direktur
"Terima kasih atas pujiannya pak.." -jawab nada dengan tersemyum
"Oke kamu magang mulai hari ini yah sampai 3 bulan ke depan.."
"Baik pak.."
"Kamu akan saya tempatkan di bagian sekertaris, karna itu bidang anda.. dan kebetulan sekertaris CEO perusahaan oscar sedang mengambil cuti, jadi anda akan saya tempatkan dibagian itu.. bagaimana?" -ucap direktur
Nada yang kaget mendengarnya karna langsung ditempatkan dibagian yang menurut dia itu adalah jabatan yang sangat penting.
"Baik pak, saya akan melakukan yang terbaik.." jawab nada dengan percaya diri
"Oke, ini adalah beberapa hal yang anda harus pelajari terkait CEO, dan ada juga hal hal yang tidak disukai oleh CEO, kamu bisa mulai pelajarinya hari ini.." -ucap direktur dan memberikan tumpukan dokumen kepada nada.
"Baik pak.." -jawab nada yang kaget melihat t,ebalnya dokumen yang diberikan kepada nya.
"Mari saya antar ke meja anda.." -jawab direktur dan beranjak dari tempat duduknya.
Sesampainya dimeja sekretaris nada yang kaget melihat tumpukan dokumen yang sangat banyak dan itu sekarang sudah menjadi tugasnya sehingga membuat nada menelan ludahnya..
"Hari pertama udah sebanyak ini" -batin nada mengeluh
"Baiklah, nona nada ini adalah meja anda selama 3 bulan ke depan, saya harap anda bisa melakukan yang terbaik.. " ucap pak direktur
"Oh ya dan satu lagi ini ada beberapa dokumen yang harus kamu kerjakan dan serahkan pada CEO nanti ketika beliau datang.." ucap lagi direktur
"Baik pak saya mengerti.." jawab nada
Nada mengangguk itu menandakan bahwa dia telah mengerti, pak direktur pun pergi kembali keruangannya.
"Baiklah nada, ayo kita mulai..." ucap nada pada diri sendiri.
Lembar demi lembar nada membaca dokumen dokumen yang terpampang dihadapannya, dan tentu saja dokumen yang berisi tentang CEO diperusahaan Oscar yang lebih dulu dia baca, dia menghafal semua hal hal yang sangat penting terkait CEO diperusahaan itu.
"Oh nama CEO nya disini tuan Richard Walden Oscar.. nama yang bagus.." ucap nada yang tetap fokus pada dokumennya.
Tiba-tiba semua pegawai berdiri dan menunduk, nada pun ikutan berdiri dan menunduk.. ternyata yang datang adalah CEO perusahaan, CEO itu pun berlalu melewati nada, nada yang telah mengangkat kepalanya hanya melihat punggung pria itu memasuki ruangan CEO.. selama ini dia cukup penasaran dengan orang yang berada dibalik kesuksesan grup Oscar.
"Wahh sepertinya dia punya karismatik yang tinggi, bahkan punggungnya saja terlihat indah.. " gumam nada yang masih melihat punggung dari CEO perusahaan itu hingga CEO benar benar masuk kedalam ruangannya.
Kringg...kringg
Telfon di meja nada berdering, dengan cepat nada mengangkatnya..
"Baik pak.." jawab nada kepada orang disebrang telfon itu
Ternyata CEO menyuruhnya masuk mengantarkan beberapa dokumen, segera nada mengambil dokumen dan menuju ruangan CEO yang berhadapan dengan meja kerjanya..
Nada memasuki ruangan itu, tampak seorang pria yang sedang duduk begitu gagahnya, memakai setelan jas mahal, kulitnya putih bersinar, wajah nya yang tampan dan sedang serius membaca dokumen sangat terlihat seksi, rambutnya yang hitam tertata rapih, jari jemari lentik yang sedang memegang bolpoin sangat terlihat menggemaskan..
Nada terpanah dengan pesonanya, pesona pria itu..
"Sangat perfect .." ucap batin nada
Nada yang hanya terdiam dihadapan pria itu karna terpesona akhirnya buyar, karna sang CEO menyadari keberadaannya.
"Kamu siapa? Mana Ellen?"
"Ma..maaf saya Nada satifa pak, sekretaris pengganti selama 3 bulan dan saya mahasiwa magang pak.."-nada
Pria itu memanggil seseorang lewat telfon dan berbicara, sepertinya dia mencari sekretaris lamanya.. tak lama dia menutup telfon nya.
"Baiklah.. mana dokumennya?"
"Ini pak" (memberikan dokumen)-nada
"Baiklah, kamu boleh keluar.."
"Baik pak.." jawab nada dan langsung keluar dari ruangan itu..
Nada berjalan kembali ke meja kerjanya, memikirkan apa yang baru dilihatnya tadi.. pesona sang CEO membuat nada terpesona..
"Ternyata benar kata netijen selama ini, dia memang tampan dan sangat...sangat (membayangkan kembali) seksi.." gumam nada sambil memegang kedua pipinya.
"Astaga, apa yang aku pikirkan.. sadar nada sadar..." gumam nada yang telah sadar dari hayalannya dan menepuk nepuk pipinya.
"Sekertaris nada.."
sapa seorang pria yang membuat nada sangat kaget dan langsung sigap untuk berdiri namun karna kaget tidak sengaja tangan nada menyenggol gelas berisi air putih dan mengenai celana pria itu..
"Astaga... " ucap nada kaget dan mengangkat kepalanya untuk melihat siapa orang itu.. dan ternyata adalah CEO GROUP OSCAR, sontak membuat nada membesarkan matanya dan langsung mengambil tisu tanpa pikir panjang nada langsung membersihkan tumpahan air itu dicelana richard yang lokasinya sangat dekat dengan area sensitif nya.
"Ma..maafkan saya pak.." ucap nada yang langsung mengelap tumpahan air itu..
"Apa yang kamu lakukan?" Ucap richard yang sangat kesal dan mencoba menyingkirkan nada yang telah jongkok dihadapannya namun nada tetap bertahan.
"Hey.. hentikan.."ucap richard agak sedikit keras membuat semua karyawan memperhatikan mereka, richard yang menyadari itu langsung melepaskan tangan nada.
"Maa..maafkan saya pak.." mohon nada kepada richard
"Kamu keruangan saya..!!!" Ucap richard kesal dan langsung masuk keruangannya.
Nada langsung berdiri, "nada kenapa kamu ceroboh" gumam nada menepuk dahinya dan langsung masuk keruangan CEO.
Dengan penuh ragu dan rasa takut nada membuka pintu ruangan itu..
"Ya tuhan tolong nada tuhan.." ucap batin nada.
bersambung.....