my prince or my boss

my prince or my boss
episode 22



Terpesona..


Richard masih dengan perasaan bahagianya seakan tak ingin hari ini berlalu begitu saja, richard belum mengingat kejadian semalam dan apa yang telah ia lakukan terhadap nada, tak ingin berdiam diri richard segera beranjak dari tempat tidurnya untuk mandi dan berganti baju berhubung hari ini richard malas ke kantor dan berencana ingin berdua saja dengan nada hari ini, richard pun memutuskan memakai kaos biru dongker dengan celana santai dan tentu saja rambutnya yang selalu tertata rapih...


Disi lain..


Nada tengah kebingungan mencari bahan makanan di dalam kulkas, ia tak menemukan satupun bahan makanan disana..


"Bagaimana ini? Di apartemen semewah ini masa ga ada satupun bahan makanan sih.. selama ini makhluk itu makan apa? Hmmm.. dasar laki laki, apakah aku harus membeli bahan makanan di mini market? " ucap nada pada diri sendiri.


"Baiklah sepertinya aku harus keluar dan membeli bahan makanan.. tapiii bagaimana aku bisa masuk lagi kesini? Aku bahkan tidak tau password apartemen ini.. hmmm sangat merepotkan.." ucap nada yang kebingungan


"Ah.. aku tau aku akan belanja bahan makanan dari aplikasi online saja, aku tidak perlu keluar.. sambil menunggu aku bisa membersihkan apartemen kotor ini dan juga memandikan junior.." ucap nada


Nada pun mengambil ponsel nya untuk memesan beberapa bahan makanan lewat aplikasi online, setelah memesan nada membersihkan apartemen richard.. sambil bekerja nada mendengarkan musik favoritnya yaitu IDOL-BTS ya.. nada adalah seorang army bahkan bisa dibilang sangat tergila gila dengan bts, sambil merapikan sofa dan mengepel lantai nada bergoyang mengikuti alunan musik favoritnya itu..



Nada tak sadar bahwa sedari tadi ada seseorang yang terus memperhatikannya sejak lama, ya.. siapa lagi kalau bukan richard.. richard menahan tawanya karna melihat gadis kecilnya itu bergoyang dengan sangat lincah, richard pun tersenyum bahagia.. entah apa yang telah ia lakukan sehingga bisa dipertemukan dengan nada seorang gadis kecil polos dan ceria yang mampu membuat senyuman richard kembali..


Saat sedang bergoyang nada pun terhenti karna melihat richard yang sedang berdiri melihat nya, nada terkejut dan tersipu malu sedangkan lagu favoritnya itu tetap terputar dengan cepat nada mengambil ponselnya dan mematikannya.. nada pun salah tingkah dihadapan richard dan hanya bisa tersenyum lebar..



"Sangat menggemaskan... aku ingin sekali mencubit pipinya... tidak tidak richard.. kau harus cool dihadapannya.. tahan tahan... " ucap batin richard


"Se..sejak kapan kau berada disitu..?" Tanya nada


"Hmm.. mungkin 30 menitan.." jawab richard santai


"Apaaa? Jad..jadi kau daritadi melihat ku? " tanya nada dan menunjuk dirinya sendiri


Wajah polos nada sangat menggemaskan untuk seorang richard sepertinya jika semakin lama nada memperlihatkan wajah seperti itu, richard akan lepas kendali.. richard menjawab pertanyaan nada dengan mengangkat satu alisnya dan mengangguk kemudian berjalan menuju dapur dan mengambil gelas dan air putih sementara nada menunduk karna sangat malu.. ,eskipun sedang minum mata richard tetap melirik dan memperhatikan gadisnya itu..


Tingtong... (bell apartemen)


Tingtong..


Nada yang mendengar bell itu pun mengangkat kepalanya dan segera menuju pintu untuk melihat siapa yang datang sementara richard berdiri di depan meja dapur sambil melihat kearah pintu masuk..


Nada membuka pintu dan ternyata yang datang adalah kurir yang membawakan bahan makanan yang telah nada pesan, nada membayarnya dan mengambil pesanannya.. kemudian kembali masuk dan menuju dapur dengan membawa bungkusan berisi bahan makanan..


"Apa itu?" Tanya richard


"Ini bahan makanan, aku memesannya tadi..." jawab nada sambil mengeluarkan bahan makanan dari bungkusan


"Kenapa kau membelinya? Lebih baik kau memesan makanan yang telah jadi saja.." ucap richard


"Cihh.. makanan yang dibeli diluar belum tentu sehat meskipun dari bahan yang bagus tapi kita kan ga tau bagaimana pengolahannya.. " ucap nada


"Lalu kau ingin apakan semua itu?" Tanya richard


"Aku akan mengolahnya, aku akan membuatkan mu sup untuk meredakan mual mu sehabis mabuk semalam.." jawab nada


"Ah iya aku hampir lupa, bagaimana caranya kau bisa masuk kesini?" Tanya richard


"Ah.. itu.. kau membukakan pintu semalam untuk ku dan aku masuk.." jawab nada


"Benarkah? " ucap richard


"Apa kau lupa kejadian semalam?" Tanya nada


"Hmm.. sepertinya, karna aku sangat mabuk semalam.. " jawab richard


"Benarkah? Baguslah kalau begitu.." ucap nada senang


"Apa yang terjadi semalam?" Tanya richard


"Ah.. ti..tidak ada.. semua normal kau mabuk dan tertidur.." jawab nada salah tingkah karna mengingat kejadian semalam yang tanpa sadar membuat wajahnya memerah.


"Ada apa dengan wajahmu? Kenapa merah tibatiba? " tanya richard


"Ti..tidak apa apa kok.. pergilah aku ingin masak.." hawab nada mengalihkan


Richard pun menatap dalam nada yang membuat nada semakin mengingat jelas kejadian semalam..


"Hey,, berhentilah menatap ku seperti itu.. dan pergilah aku ingin masak?" Ucap nada


"Benarkah tidak ada yang terjadi? Aku penasaran.. " ucap richard sambil menatap dekat nada sambil tersenyum


"Pergilah.." ucap nada sambil mendorong richard menjauh darinya


"Baiklah baiklah..." ucap richard dan melangkah menuju sofa untuk menonton tv


"Akhirnya bisa tenang..." ucap nada pada diri sendiri


Nada pun memulai memasak sup ayam, ommelet dan bubur untuk richard, nada pun sangat fokus memasak sementara richard yang sedang duduk disofa sesekali melihat kearah nada yang fokus memasak satu senyuman terukir lagi diwajah tampan richard.. ini pertama kalinya seorang wanita memasak di apartemen richard, richard seperti melihat ibu nya yang sedang memasak makanan untuknya..



Richard tak hanya diam, ia pun menghampiri nada yang tengah memasak..


"Ada yang bisa ku bantu?" Tanya richard


"Kau akan membantu jika kau duduk dan diam disitu.." jawab nada dan menunjuk meja makan


"Baiklah..." ucap richard dan duduk di meja makan.


Nada pun kembali fokus memasak..


"Apakah masih lama? " tanya richard


Tak ada jawaban dari nada, nada tetap fokus memasak..


5 menit kemudian..


"Apakah masih lama??" Tanya kembali richard


"Bisakah kau berhenti bertanya? Apakah kau tidak melihat aku sedang masak..." ucap nada kesal


"Aaaa...wwww.." rintih nada kesakitan karna jarinya terkena pisau.



Dengan sigap richard berdiri dan menghampiri nada..


"Ma..maafkan aku... " ucap richard


Richard mengambil jari nada yang terkena pisau dan mengisap darah yang keluar, nada yang melihat perlakuan richard pun hanya bisa melihat dengan matanya yang kini tertuju pada richard jantung nada berdegup kencang tidak tenang seperti biasa.. nada melihat wajah kawatir dari seorang richard membuat ia tak bisa mengedipkan matanya..


"Apakah masih sakit?" Tanya richard kawatir


"Ti..tidak.. aku baik baik saja.." jawab nada salah tingkah


"Kemarilah.. " ucap richard


Richard menggandeng tangan nada membuat nada terkejut, nada pun melihat tangan nya yang kini digandeng oleh richard.. richard membawa nada duduk disofa, mengambil kotak p3k dan duduk dihadapan nada untuk mengobati luka dijari nada dengan perlahan richard mengoleskan obat dan menempelkan plester dijari nada..


Mata nada masih saja terfokus dengan wajah tampan serta raut wajah yang kawatir itu... jangung nada masih tetap berdegup begitu kencang entah rasa apa ini... "ada apa dengan jantung ku? Apa aku sakit? Tapi.. kenapa aku merasa bahagia sekali..?" Ucap batin nada yang kini tak tenang dengan perasaannya.. "apakah dia benar benar lelaki menyebalkan yang kutemui setiap hari dikantor? Mengapa dia sangat lembut sekali tidak seperti biasanya.. apakah dia memang memiliki dua kepribadian.." ucap batin nada kembali..


"Maafkan aku.. karna aku kau terluka.." ucap richard


"Ah.. tidak apa apa, aku yang tidak fokus.." jawab nada


"Apakah kita harus ke dokter dan memeriksanya?" Tanya richard


"Tidak perlu.. aku sudah baik baik saja sekarang, kalau begitu aku akan lanjut memasak.." jawab nada


"Baiklah.. tapi hati hati yah jangan sampai terluka.." ucap richard


"Baiklah.." ucap nada tersenyum


Nada pun beranjak dari sofa dan kembali melanjutkan masakannya sementara richard kembali menunggu nada dimeja makan.. kali ini richard berusaha bersikap tenang dan tak mengganggu nada..


10 menit berlalu, masakan nada pun telah selesi.. "sudah selasai.." ucap nada gembira.. nada pun menghidangkan masakannya dan membawanya ke meja makan..


"Pasti enak, cobalah .. " ucap nada tersenyum manis


Richard pun tersenyum dan segera memakan masakan buatan nada..


"Bagaimana rasanya?" Tanya nada antusias


Richard tersenyum kearah nada dan memperlihatkan ibu jarinya sebagai tanda bahwa masakan buatannya enak..


"Benarkah? Waahhh..." ucap nada senang melihat respon richard


"Kau makanlah juga.." ajak richard


"Baiklah baiklah..." ucap nada dan juga ikut makan.


Mereka berdua pun sarapan bersama dengan rasa bahagia seperti sepasang kekasih yang baru saja menikah.. pagi ini mereka melupakan pertengkaran yang biasa mereka lakukan setiap hari..





Sarapan pun selesai, nada membereskan meja makan dan berencana mencuci piring tapi richard melarangnya dan menawarkan diri untuk mencuci piring.. tapi yang terjadi mereka berdua pun mencuci piring bersama.. sambil tertawa karna cipratan air yang terus saja mengenai richard dan sifat jail richard yang tiba tiba muncul membuat wajah nada terkena busa dari sabun cuci piring...


"Heyyy... hentikan... aku basah.." ucap nada


"Hahahah... biarkan saja..! " ucap richard jahil


"Dasar jail.. rasakan ini... " ucap nada sambil mencipratkan air di wajah richard


"Aaiishh... heeeyyy..." ucap kesal richard


Mereka berdua pun bermain air didapur hingga keduanya pun basah tapi mereka tak peduli dan tetap tertawa dan jahil satu sama lain..


"Lihatlah akibat ulah mu kita basah.." ucap nada


"Ulah ku? Ini juga adalah ulah mu.. " ucap richard


"Baiklah cuci piring sudah selesai... selanjutnya aku harus memandikan junior.." ucap nada sambil melepas celemek


"Ehmm.. nada.." panggil richard


"Hmm.. ada apa?" Jawab nada


"Apa kau yakin akan memandikan junior dengan pakaian seperti itu?" Ucap richard dan melihat kearah tubuh nada sambil mengangkat satu alisnya


Ucapan richard membuat nada melihat kearah bawah tubuhnya betapa terkejutnya nada melihat kemeja yang dikenakannya kini tembus pandang karena basah dan memperlihatkan pakaian dalamnya.. segera nada menutupi tubuhnya dengan kedua tangannya...


"Aaaa... dasar mesum..! Jangan melihat kearah sini..." ucap nada


Richard pun memalingkan wajahnya tapi richard tersenyum.. entah untuk apa senyuman itu tapi yang jelas richard sangat senang ketika melihat nada terkejut dan kesal..


"Pergilah ke kamarku dan pakailah kemeja ku...!" Ucap richard


"Ba..baiklah.." ucap nada


Nada pun melangkah menuju kamar richard dan masih tetap menutupi tubuh atasnya dengan kedua tangannya..


Sesampai di kamar nada langsung melepas kemejanya dan mengganti dengan kemeja putih milik richard, ukuran kemeja richard sangat besar untuk nada tapi sangat cocok dipakai oleh nada, nada memutuskan tetap mengurai rambutnya dan keluar dari kamar menghampiri richard yang sedang duduk di sofa melihat ponselnya..


"Besok akan ku kembalikan kemeja mu.. " ucap nada tersenyum



Ucapan nada membuat fokus richard pada ponselnya teralihkan, richard melihat penampilan nada yang memakai kemejanya serta rambut yang terurai memperlihatkan kesan seksi dari seorang nada terpancar keluar, jantung richard kembali berdetak dengan cepat..


"Aku akan memandikan junior.." ucap nada dan melangkah menuju kandang junior


"Ba..baiklah.." ucap richard


Nada menghampiri junior yang sedang berada di kandangnya dan menggendongnya..


"Aku akan membantumu memandikan juno.." ucap richard


"Wahh.. baiklah.. lihatlah juno ayah angkat mu juga peduli dengan mu.." ucap nada tersenyum sambil menggendong junior


"A..ayah..?" Ucap heran richard


"Iya,.. kau adalah ayah junior jadi kau harus merawat dan memyayangi junior.. okee.." ucap nada


"Kalau aku ayahnya.. lalu kau adalah ibunya?" Ucap richard


"Tentu saja.. kan kita berdua yang mengadopsi nya..." ucap nada


"Baiklah.." ucap richard


"Kalau begitu.. ayo kita mandikan junior.." ucap nada


Nada dan richard pun pergi ke kamar mandi untuk memandikan junior, kali ini tidak ada yang jail satu sama lain tapi mereka tetap tertawa karna tingkah jumior yang menggemaskan saat mandi..


Setelah selesai memandikan dan mengurus junior, nada pun bersiap untuk segera pulang..


"Kau akan kemana?" Tanya richard yang baru saja selesai mengganti bajunya


"Aku akan pulang dan berangkat kerja.." ucap nada


"Tidak usah ke kantor, hari ini temani aku.. " ucap richard dan menggandeng tangan nada


"Ki..kita mau kemana?" Tanya nada


"Tentu saja kerumahmu..." jawan richard


Richard tetap menggandeng nada hingga keluar apartemen dan garasi mobil khusus richard.. richard dan nada pun masuk kedalam mobil, richard melajukan mobilnya menuju rumah nada..


Dalam perjalanan keduanya pun hanya diam dan fokus dengan fikiran mereka masing masing tidak ada yang memulai percakapan sesampainya dirumah nada, richard memarkir kan mobilnya didepan rumah nada..


"Aku akan menunggu mu disini, jadi pergilah mandi dan bersiaplah kita akan pergi.." ucap richard


"Hmm .. baiklah.." jawab nada


Nada pun keluar dari mobil dan segera masuk ke dalam rumah untuk mandi dan bersiap siap..


10 menit berlalu


20 menit berlalu


30 menit berlalu


Richard yang duduk didalam mobil pun menjadi bosan karna menunggu nada yang tak juga keluar..


"Apakah semua wanita sama? Bahkan nenek greta ketika bersiap dia harus menghabiskan waktu 2 jam untuk berdandan dan berganti baju, apakah aku harus menunggunya hingga 2 jam? " ucap richard sambil melihat jam tangannya..


Karna bosan didalam mobil richard pun keluar dan bersandar di mobil, richard melihat sekitar rumah nada..


Tak lama nada pun keluar dengan menggunakan atasan berwarna putih, celana jeans serta hugheels berwarna putih yang sangat memperlihatkan lekuk tubuh dari seorang nada satifa tak lupa rambut yang terurai serta make up yang natural menambah kecantikan nada.. tentu saja hal ini membuat richard membukatkan matanya dan seperti ia terpesona dengan nada hingga ia tak mampu untuk mengedipkan matanya lagi... entah sudah berapa kali nada membuat richard terpesona..



Nada berjalan mendekati richard sambil tersenyum manis, namun sesuatu terjadi.. kaki nada tersandung membuat keseimbangannya hilang.. richard dengan sigap menangkap nada yang hampir terjatuh itu.. membuat kedua mata mereka bertemu untuk kesekian kalinya...



bersambung........


terima kasih telah membaca novel ini, dan maaf untuk segala macam kesalahan penulisan ataupun hal lainnya..


jangan lupa tinggalkan komentar dan saran serta like nya yahhh.. supaya author semangat apdet novel ini....


TERIMA KASIH.....


 


Tiyachan