my prince or my boss

my prince or my boss
episode 16



Mahkluk Astral..


Keesokan paginya richard terbangun karna ponselnya berdering, ia melihat siapa yang menelfon nya sepagi ini dengan mata yang masih mengantuk ia melihat ponselnya dan melebarkan matanya ketika mengetahui siapa yang menelfon nya sepagi ini..


"Nenek.." ucap richard terkejut


Richard pun bangun dan mengangkat telfon dari neneknya..


"Halo.. nenek.." ucap richard


"Hey.. kenapa lama sekali mengangkat telfon nenek? Kau sedang apa?" Ucap sang nenek dengan nada keras membuat richard menjahui ponsel nya dari telinga.


"Ma..maafkan aku nek, aku baru saja bangun tidur.." ucap richard


"Dasar anak pemalas! Sudahlah nanti siang kau harus pulang dan makan siang bersama..!" Ucap nenek


"Baik nek aku akan kesana.." ucap richard


Neneknya pun menutup telfon nya, richard pun menghela nafas nya dengan lega..


Nenek greta adalah satu satunya orang yang ditakuti oleh richard, richard tumbuh sejak kecil oleh nenek greta, nenek greta adalah orang yang merawat richard karna itu richard sangat mematuhi perintah nenek greta, kedisiplinan sudah diajarkan sejak kecil pada richard walaupun richard sangat takut pada nenek greta tetapi richard menganggap nenek greta adalah ibu keduanya setelah meninggalnya ibu kandungnya..


Dan hari ini adalah kepulangan nenek greta yang sangat tiba tiba mengingat telah lama nene greta menetap di amsterdam, nenek greta yang kembali mendadak itu pun memiliki alasan yang jelas..


"Kenapa nenek sudah kembali? Aku memprediksi kepulangannya 2 bulan lagi setelah kontrak ku dengan nada habis.. jika dia ada disini.. bisa bisa dia akan menghukum ku jika dia tau yang sebenarnya.." ucap richard bingung..


Richard yang sedang kebingungan itu pun tidak hanya tinggal diam, richard tetap bersiap menuju kantornya, segera mandi dan berganti baju..


Kali ini richard memakai setelan jas seperti biasanya yang mahal dan elegant memperlihatkan sisi tampan nya dengan rambut yang tertata rapi seperti biasa.. richard pun pergi menuju kantornya..



ilustrasi style richard





Nada sudah lebih dulu berada dikantor dan melanjutkan pekerjaannya didalam ruangan richard, saat tengah serius mengerjakan tugas nya ponsel nada tiba tiba berdering..


"Halo gladies, ada apa?" Ucap nada


"Nad, apa kau sudah melihat nilai mu?" Ucap gladies


"Belum, aku lupa glad, mungkin aku akan melihatnya nanti.." ucap nada


"Lebih baik kau tidak usah melihatnya nad, kau harus segera ke kampus sekarang..!" Ucap gladies


"Ada apa glad? Apa ada masalah?" Ucap nada


"Iya, semua nilai mu dari semester pertama hingga semester ini semuanya eror.." ucap gladies


"Apaa?(terkejut) ba..bagaimana bisa? Nilai ku dari dulu tidak eror glad.." ucap nada


"Aku juga tidak tau nad, kau harus ke kampus dan menyelesaikan nilai mu hari ini.." ucap gladies


"Ba..baiklah aku akan segera ke kampus, aku tutup dulu yah.." ucap nada


Nada pun menutup telfon dan mengambil tasnya, nada pergi ke kampus nya sangat terburu buru.. saat sampai di pintu keluar perusahaan nada bertemu dengan bram yang sedang menunggu kedatangan richard.


"Tuan bram.." ucap nada


"Iya nona.." ucap bram


"Tuan bram, jika richard telah datang katakan padanya aku harus ke kampus sebentar ya.." ucap nada


"Baik nona.." ucap bram


Nada berlari menuju mobilnya dan segera melajukan mobilnya menuju kampus, bram yang melihat nada bertingkah seperti itu pun heran dan penasaran apa yang telah terjadi.. tak lama mobil richard sampai, bram menyambut kedatangan richard..


"Selamat pagi tuan.." sapa bram


"Iya selamat pagi, ada apa dengan mu bram? Aku lihat kau tadi sedang melihat ke arah parkiran?" Tanya richard


"Ah..itu.. nona nada baru saja pergi ke kampusnya tuan, dia sangat terburu buru sepertinya ada masalah yang terjadi..." jawab bram


"Benarkah? Bisakah kau mencari tau apa yang terjadi bram..?" Ucap richard


"Baik tuan.." ucap bram


Richard melanjutkan langkahnya masuk kedalam perusahaan di ikuti oleh bram dibelakangnya..






Nada telah sampai di kampus dan segera menuju bagian akademik menemui dosen yang bersangkutan..


Tok..


Tok..


Tok..


Nada masuk kedalam ruangan dosen bagian akademik.. dosen itu mempersilakan nada untuk duduk..


"Maaf pak jika saya menganggu, saya kesini ingin konfirmasi terkait nilai saya yang mendadak eror pak.." ucap


"Soal itu.. maafkan saya nona nada..." ucap dosen


"Ada apa pak? Apa saya telah melakukan kesalahan?" Tanya nada


"Tidak nona, hanya saja saya hanya mengikuti perintah nona.." ucap dosen


"Perintah? Perintah dari siapa pak?" Tanya nada


"Ini semua perintah dari pangeran albert.." ucap dosen


"A..apa?" Ucap nada terkejut


"Dasar mahkluk astral.."gerutu kesal nada


"Maafkan saya.. saya hanya mengikuti perintah..." ucap dosen


"Baiklah, saya mengerti sekarang.. tidak apa apa pak, anda pasti juga diancam oleh mahkluk astral itu.. saya akan menyelesaikan nya sendiri.." ucap nada


"Pak, dimana saya bisa menemukan albert?" Tanya nada


"Dia ada diruangan vvvip lantai 3..." jawab dosen


"Baiklah, terima kasih pak saya permisi dulu.." ucap nada


Dengan emosi yang memuncak dan sedikit lagi akan meledak nada pun pergi keruangan dimana albert berada..




Sesampainya nada di depan ruangan vvvip itu, tanpa mengetuk pintu nada langsung membukanya, dilihatnya 3 pria tampan yang kini melihat kearahnya, mata nada tertuju pada seorang pria yang duduk, dengan senyuman khas nya pria itu menyambut kedatangan nada yang sedari tadi ditunggunya..



Nada dengan emosi nya yang ingin meledak pun melangkah mendekati pria itu.. dan...


PLAKKKK.... satu tamparan mendarat di pipi mulus albert, membuat wajahnya memerah dan terkejut... begitupun dengan alios dan nathan..


"Apa kau sudah puas?... apa ini saja yang bisa kau lakukan?.. ini sangat murahan pangeran albert yang terhormat.., yang perlu kau tau kita adalah manusia biasa hanya saja kau lebih beruntung daripada aku karna kau terlahir sebagai seorang pangeran.. dan aku hanyalah orang biasa.. kau memang terlahir memiliki segalanya tapi tidak dengan sebuah perasaan, kau bahkan terlahir tidak memiliki perasaan.., didunia ini ada beberapa hal yang tidak bisa kau paksakan dengan status pangeran mu itu.. dan juga ada beberapa hal yang tidak bisa kau beli dengan uang mu itu..! jadi, berhentilah bersikap angkuh seakan kau bisa memiliki segalanya.. dan satu lagi aku sangat tidak tertarik dengan mu.." ucap kesal nada kepada albert


Nada pun pergi meninggalkan ruangan itu, meninggalkan 3 pria yang terkejut dengan perlakuan nya.. albert hanya terdiam dan mencerna perkataan nada yang barusan di dengarnya.. menurutnya kata kata dari nada sangat menusuk hatinya membuat hati nya sedikit teriris...


"Albert apa kau baik baik saja?" Tanya alios


"Aku baik.. sangat baik.." ucap albert tersenyum



Kedua sahabatnya pun sangat heran dengan tingkah albert, mereka berpikir albert akan marah besar ketika nada menamparnya barusan tetapi albert hanya tersenyum.. entah apa yang dipikirkan albert saat ini..





■dalam mobil nada■


Nada menepuk nepuk kepalanya seakan menyesal dengan apa yang dia lakukan tadi..


"Dasar nada bodoh, kenapa kau memarahinya... jika dia tetap memboikot nilai mu bagaimana... aduhh nada kau sangat ceroboh... kali ini mahkluk astral itu akan sangat marah padaku dan bagaimana jika dia membunuh ku... aaahhh nada bodoh..." ucap nada pada diri sendiri





■Ruangan richard■


Pukul. 11.30 siang


"Hey.. bram apa kau tau kenapa nenek greta kembali lebih cepat?" Tanya richard


"Aku juga tidak tau, mungkin ada hubungannya dengan mu.." jawab bram


"Benarkah? " ucap richard


"Mungkin saja karna hubungan mu dengan nada sudah terdengar ditelinganya..." ucap bram


"Ini sangat gawat bram, jika dia tau semuanya.. dia akan memutilasi ku bram..." ucap richard


"Cepat atau lambat nenek greta akan tau, mungkin saja nantinya dia ingin menemui nada.." ucap bram


"Aku harus memikirkan hal ini, ayo bram kita harus segera kerumah utama untuk makan siang... nenek sangat tidak suka jika kita lambat.." ucap richard


"Baiklah.." ucap bram


Richard dan bram pergi ke rumah utama yaitu rumah keluarga oscar..


Beberapa menit setelah richard dan bram pergi, nada sampai dan masuk keruangan richard nada tidak melihat satu pun orang didalam ruangan itu..


"Pergi kemana mereka? Setau ku hari ini tidak ada rapat.." ucap nada


Nada pun menutup kembali pintu ruangan richard dan menuju kantin untuk makan siang..





■ruamah keluarga oscar■


Tampak semua orang telah duduk didepan meja makan begitu pun dengan richard dan bram, bram sudah dianggap sebagai bagian keluarga oscar maka dari itu bram di perkenankan untuk makan bersama mereka..


Semua keluarga oscar hadir termasuk ayah dan ibu richard serta paman dan bibi yang lainnya, makan siang pun berlangsung sangat normal dan tenang, tentu saja hal ini membuat richard merasa lega karna neneknya tidak berbicara mengenai dirinya..


"Richard sehabis makan siang temui nenek di ruang baca.." ucap nenek greta disela sela makan


"Baik nek.." jawab richard


Richard merasakan aura aura menakutkan yang terpancar dari mata neneknya pun merasa gelisah..


Setelah selasai makan siang beberapa anggota keluarga memilih untuk kembali ke kantor ataupun menetap dirumah utama, sementara richard.. richard mengajak bram untuk ikut bersamanya menemui nenek greta yang sedaritadi sudah berada diruang baca.


Tok..


Tok..


Tok..


Richard dan bram pun masuk kedalam ruang baca..


"Nenek.." sapa richard


"Duduklah!" Ucap nenek greta menunjuk kesofa tempat dimana nenek greta saat ini duduk


Kini richard dan bram duduk dihadapan nenek greta..


"Apakah kalian tidak pernah terpisahkan?" Ucap nenek greta


Perkataan nenek greta membuat richard dan bram mengangkat kepalanya dan melihat satu sama lain dengan wajah heran..


"Kalian selalu bersama sejak kecil, kalian bukan homo kan?" Ucap nenek greta


"Tentu saja tidak nek.." ucap kompak richard dan bram


"Kau bram, kau bahkan tidak pernah memiliki kekasih atau teman dekat wanita sejak dulu.. nenek kawatir kau akan terkena penyakit.." ucap nenek greta


"Bu..bu..bukan seperti itu nek aku.. aku hanya ingin fokus bekerja.." ucap bram menyangkal


Richard tertawa kpmendengar ucapan neneknya..


"Berhenti tertawa richard, kau pun sama.." ucap nenek greta membuat bram menahan tawanya


"Tidak nek, aku normal.." ucap richard


"Richard, apa benar kau telah memiliki kekasih?" Tanya nenek greta


"A..a.. i..itu iya nek aku sedang memiliki hubungan dengan seorang wanita saat ini.." jawab richard


"Siapa dia? Bawalah dia pada nenek.. nenek ingin memgetahui gadis itu.." ucap nenek greta


"A..ha..ba..baik nek, aku akan membawanya nanti.." ucap richard


"Tidak nanti, kau harus membawanya besok padaku.." ucap nenek greta


"Maaf nek, besok ada rapat penting nek sepertinya tidak bisa.." ucap richard


"Baiklah, hari libur bawalah dia kemari..! Dan jangan membuat alasan.." ucap nenek greta


"Baik nek.." ucap richard


"Baiklah kembali lah kalian ke kantor, waktu makan siang telah habis.." ucap nenek greta


"Baik nek.." ucap kompak richard dan bram


Richard dan bram berdiri memberi hormat pada nenek greta dan segera pergi dari rumah utama menuju kantor..





Nada sedang menikmati makan siangnya saat ini, tiba tiba seseorang datang menghampirinya dan duduk dihadapannya..


"Kau.." ucap kesal nada melihat orang dihadapannya


"Hai.. kita bertemu lagi.." ucap albert dengan senyum khasnya


"Apa kau tidak punya kerjaan selain mengganggu ku?" Ucap kesal nada


"Kau benar.." ucap albert santai


"Dasar mahkluk astral.." gerutu nada dengan suara kecil


"Kau bilang apa tadi?" Tanya albert


"Aku bilang, pergilah sebelum satpam mengusirmu..." jawab nada ketus


"Sedikit lagi aku akan pergi.. tapi ada satu hal yang ingin ku tanyakan padamu.." ucap albert


Nada diam mendengarkan albert dengan tatapan kesal..


"Bisakah kau katakan hal apa yang tidak bisa ku beli dengan uang dan status ku sebagai pangeran..! " ucap albert


Nada yang mendengar ucapan albert pun kebingungan karna nada pun tidak tau jawabannya, dia hanya mengatakan itu spontan tadi, nada hanya terdiam..


"Ck.. kau bahkan tidak bisa menjawab nya nona.." ucap albert


Nada hanya diam


"Baiklah.. mungkin kau sedang berpikir.. aku akan berikan kau waktu untuk menemukan jawabannya.. jika kau tak bisa menjawab.. kau harus mengikuti perintah ku..." ucap albert


Albert pun berdiri dan beranjak dari tempat duduknya..


"Ah.. dan satu lagi aku hanya ingin membuktikan kalau segalanya bisa aku beli dengan uang dan status ku bahkan.. dirimu .." ucap albert


Albert pun pergi meninggalkan nada yang masih terdiam karna perkataan albert dan pertanyaan albert yang membuat dia berpikir..


Nada menghela nafas dengan kesal sambil melihat albert yang semakin jauh meninggalkannya..


"apa apaan dia.. seenaknya saja... tapi.. benar juga.. apa yang tidak bisa dia beli didunia ini dengan uang yah? kurasa tidak ada.. tapi bagaimana aku bisa lepas dari diaa..." ucap nada pada diri sendiri.


nada pun menyelesaikan makan siang nya dan kembali bekerja menyelesaikan presentasi untuk besok.. saat richard dan bram telah kembali pun mereka membantu nada menyelesaikan nya hingga selesai..


Bersambung..



ilustrasi nenek greta..


Terima kasih telah membaca novel ini.. maaf jika ada kata yang salah salah yaah.. dan jangan lupa like dan komen nya yahh... bye bye..