my prince or my boss

my prince or my boss
episode 4



Perjanjian..


"Permisi pak.." sapa nada yang telah masuk keruangan.


"Duduk! " jawab kesal richard


"Mm..maafkan saya pak.." ucap nada sambil menunduk


"Kamu akan saya pulangkan ke kampus mu.." ucap richard


Nada yang kaget, langsung mengangkat kepalanya dan menyatukan tangannya untuk memohon.. dan berkata.


"Maafkan saya pak, saya mohon maafkan saya.. saya tidak sengaja menumpahkan air itu dan saya juga tadi hanya berniat membersihkan celana bapak, saya mohon pak jangan pecat saya, ini hari pertama saya bekerja pak tolong saya pak tolong sekali pak jangan di pulangkan ke kampus saya pak nanti bagaimana nilai saya dan saya akan tertinggal mata kuliah pak saya mohon saya mohon bapak richard walden oscar maafkan saya, saya akan lakukan apapun APAPUN pak saya mohon.." ucap nada dengan perkataan yang begitu cepat dan berulang ulang sambil menutup mata.


Wajah nada sangat menggemaskan saat ini, tentu saja itu disadari oleh richard yang sedang melihat nada memohon kepadanya dengan perkataannya yang begitu cepat membuat richard merasa ingin tertawa, namun ditahan olehnya..


"Hey..hey.. hentikan.." ucap richard


Nada memberhentikan permohonannya itu, dan memasang wajah melas, richard yang melihat wajah itu menjadi sangat ingin mengerjai wanita kecil yang berada dihadapannya saat ini..


"Apa kau seorang rapper? Kenapa bicara mu cepat sekali.." ucap richard sambil tersenyum kecil


Nada tidak berani menjawab dan hanya menundukan kepalanya, dia tidak ingin melihat wajah bosnya itu.


"Apa kamu bisa mengulang perkataan mu yang terakhir tadi..!" Ucap richard


Nada mengangkat kepalanya, dan berfikir apa yang terakhir ia ucapkan tadi.


"Mmm.. saya mohon pak.." jawab nada


"Bukan, bukan maksud saya kalimat terakhir.. " ucap richard


"Saya akan melakukan apapun pak saya mohon.." jawab nada


"Ya yang itu.." ucap richard sambil menegakkan duduknya.


"Maksud bapak?" Ucap nada bingung


"Yapp, kamu bilang akan lakukan apapun kan? " ucap richard


"I..iiya pak" ucap nada yang merasa bodoh dan takut karna ucapannya itu.


"Oke, karna kamu mau lakukan apapun untuk saya, jadi saya akan memaafkan kamu untuk kali ini.." ucap richard


"Terima kasih pak, tap tapi pak.." ucapan nada terpotong


"Tidak ada tapi tapi, dan kamu silakan kembali ke tempat mu.." ucap richard


Nada pun kembali dengan wajah menunduk.. sesampainya dimeja kerja nada terus berfikir apa yang akan terjadi selanjutnya dan apa yang akan bos nya itu minta kepadanya..


"Omegat nada, apaan sih yang kamu pikir kenapa coba pake bilang kalimat itu segala, ya ampun apa yang akan dilakukan pak richard kepadaku.. " gumam nada yang sudah membayangkan hal hal negatif yang akan terjadi.


●●●


Ruangan CEO


Richard tak henti hentinya tersenyum membayangkan wajah polos dari sekretaris muda nya itu..


"Dasar anak kecil, wajah mu sangat menggemaskan membuatku sangat ingin menjahili mu.." ucap richard yang saat itu sedang melihat kearah nada yang sedang mengantukkan kepalanya ke meja seperti orang autis.


Drrrt.. drrrtt


Hape richard berbunyi..


"Baik saya segera kesana.." jawab richard kepada seseorang disebrang telfon.


Richard beranjak dari kursinya dan langsung bergegas pergi, tapi kali ini dia mengajak sekretaris kecilnya itu.


"Ikut saya.." ucap nathan kepada nada


Nada dengan sigap berdiri dan langsung mengikuti bos nya itu..


Sesampainya di lantai bawah, saat keluar sudah ada beberapa orang sedang menunggu dan terlihat sebuah mobil sport mewah berwarna silver yang sudah terparkir.


"Silahkan tuan.." ucap salah satu pegawai membukakan pintu.


"Saya akan mengendarainya sendiri" ucap richard dan langsung masuk kedalam mobil


Nada yang langkahnya terhenti karna kebingungan harus berbuat apa, richard yang sudah didalam mobil menyadari bahwa skretarisnya itu hanya terdiam saja, richard menurunkan kaca mobil..


"Apa yang kamu lakukan disitu, ayo cepat masuk!.." ucap richard


"Bb..baik.." jawab nada dan langsung bergegas masuk.


Nada mengikuti perintah boss nya itu, dalam perjalanan tak ada satu pun yang berbicara mereka hanya fokus dengan fikiran mereka masing masing...


Tak lama kemudian mobil sport mewah berwarna silver berhenti disalah satu butik ternama di Jerman..


"Kita kenapa ke butik pak?" Tanya nada dengan muka polos


"Ikut saya..!" Jawab richard dan langsung keluar dari mobil diikuti oleh nada.


●●●


Di butik


"Selamat datang tuan richard, ada yang bisa saya bantu?" Sapa manager butik


"Ya tolong ambilkan saya beberapa dress yang bagus untuk wanita disebelah saya..! " jawab richard kepada manager butik.


Tak lama, beberapa pegawai membawakan dress dress yang paling bagus dibutik itu, richard pun memilih milih dress itu, dan memberikan dress pilihannya kepada nada.


"Ganti baju mu dengan ini..!" Ucap richard dan memberikan satu dress berwarna biru muda.


Tanpa membantah nada langsung pergi keruang ganti untuk mengganti bajunya meskipun hal ini sangat membuatnya kebingungan daritadi.


Richard yang sedang duduk di sofa depan ruang ganti menunggu sekretarisnya itu selesai berganti pakaian, saat ini richard hanya fokus dengan hapenya.


Beberapa saat kemudian, nada yang selesai mengganti pakaiannya keluar dengan memakai dress selutut berwarna biru muda semakin membuat nada terlihat sangat manis dan cantik, dengan rambut hitamnya yang tergerai begitu saja dan higheels berwarna biru membuat kaki si sekretaris kecil itu terlihat lebih jenjang.. richard yang belum menyadari keberadaan nada yang telah keluar dari ruang ganti..


"Tuan, sepertinya anda sangat tepat memilih dress untuk wanita anda.. " ucap sang manager membuat fokus richard menjadi teralihkan kepada nada yang saat ini berada dihadapannya..


Richard terkejut melihat penampilan nada yang berdiri dihadapannya, ia hanya terdiam matanya tak ingin berkedip seakan ia tak ingin pemandangan indah diahadapannya hilang walau hanya sekejap, nada pun merasa sangat malu bossnya terus melihatnya..


"Ma..maaf pak apakah saya harus menggantinya dengan yang lain?" Ucap nada membuyarkan fokus richard kepadanya.


"Tidak perlu.., kamu pakai yang itu saja.." ucap richard dan langsung beranjak dari duduknya membayar dress itu dan langsung masuk kedalam mobil, nada pun mengikuti kemana boss nya itu pergi.


●●●


Di dalam mobil, kedua manusia itu hanya berdiam diri tak ada yang memulai pembicaraan, mereka hanya fokus dengan fikiran mereka masing-masing.. setelah beberapa saat mobil mereka memasuki halaman hotel mewah yang membuat mata nada terbuka lebar, ia terkejut dan sangat cemas tentang apa yang akan dilakukan oleh bossnya itu.


"Apa apaan ini, jangan mentang-mentang dia boss main seenaknya aja, ga bisa dibiarin nih, enak aja mau jual anak orang.. " ucap batin nada yang sudah mulai kesal...


"Maaf pak richard walden oscar, maafkan kelancangan saya.. saya mohon bapa berhentikan mobil ini sekarang juga..!" Ucap nada tegas dan membuat richard memberhentikan mobilnya.


"Maaf bapak CEO yang terhormat, saya mengakui kalau saya memang melakukan kesalahan dan saya akan melakukan apapun untuk menebus kesalahan saya, tapi bapak juga harus punya hati dong pak, ga bisa seenaknya aja menjual anak gadis apalagi umur saya masih muda, saya juga masih punya orangtua pak, maaf yah pak mending saya dipecat aja.. biarin deh nilai jelek dari pada dijual kaya gini.." ucap nada kesal kepada bossnya itu


Richard yang mendengar perkataan nada bukannya marah malah sebaliknya richard merasa nada sangat lucu, senyum richard merekah dan richard tertawa melihat nada yang sudah mulai salah paham dengannya..


"Kenapa bapak ketawa? Engga ada yang lucu.." ucap nada kesal.


"Menjualmu?" Ucap richard


"Untuk apa saya menjual mu, bahkan kalau saya menjual mu dipasaran kamu tidak akan laku, mana ada yang dijual berbadan kecil seperti mu.." ucap nathan dan menahan ketawanya


Mendengar ucapan bossnya nada semakin kesal, apalagi dikatakan ia berbadan kecil..


"Kalau bapak tidak ingin menjual saya, trus untuk apa semua ini dress daann kita mau masuk ke hotel mewah ini?" Ucap nada yang masih kesal.


"Oke, saya akan jelaskan tadi kamu mengatakan akan melakukan apapun untuk saya asalkan kamu tidak dipecat, jadi sekarang saya minta kamu untuk jadi pacar saya selama 3 bulan kedepan dimulai hari ini dan kamu harus mengikuti perintah saya..!" Ucap nathan dengan santainya dan membuat nada terkejut.


"Appaaa....., pacar? Pacar bapak? Untuk apa? " jawab nada terkejut


"Kamu hanya perlu menjadi pacar saya, dan ikuti setiap perintah dari saya..!" Ucap richard


"Tidak pak, saya tidak bisa.." ucap nada


"Tidak masalah jika kamu tidak mau, tapi jangan salahkan saya jika nanti namamu akan masuk daftar blacklist, saya yakin kamu pasti mengetahui seberapa besar pengaruh perusahaan oscar di negara ini.." ucap richard.


Perusahaan Oscar adalah perusahaan nomor satu di jerman tidak ada yang tidak mengetahui betapa kuat nya pengaruh perusahaan Oscar terhadap negara Jerman ataupun negara lain yang sudah menjalin kerjasama.


"Baiklah, cuman 3 bulan kan, kalau begitu saya setuju tapi kita butuh kontrak..." ucap nada


"Kontrak? Untuk apa?" Tanya richard


"Perjanjian juga butuh kontrak kan, jadi saya menginginkan kita membuat kontrak kerjasama..!" Jawab nada tegas


"Baiklah kita akan buat itu nanti setelah selesai bertemu kedua orangtua ku didalam.." ucap richard


"Baiklah..." jawab nada santai


"Apa? Kamu bilang orangtua? Tuan dan nyonya Oscar?" Ucap nada yang baru sadar dengan nada yang lumayan keras.


"Heyy... bisakah kamu pelankan suaramu itu..." ucap richard sambil menutup kupingnya


"Ya kita akan bertemu mereka, dan kamu harus berpura pura jadi kekasih ku dan putuskan urat malu mu untuk ku, maksudku kamu harus lebih berani dan percaya diri ketika dihadapan orangtuaku.. dan jangan terlalu sopan..!" Ucap richard kepada nada


"Baiklah aku mengerti, apakah aktingku ini digaji pak boss?" Ucap nada keceplosan


"Tidak keberatan saya akan menggaji mu 5000 euro jika akting mu bagus tapi jika gagal kamu harus ganti rugi kepada ku 3000 euro, bagaimana? " ucap richard


"Oke setuju.. " ucap nada yang tidak memperhatikan ucapan richard.


"Baiklah kita sepakat.." ucap richard dan mulai menjalankan mobilnya kembali


"Ehh, tunggu tunggu... jika akting ku bagus kamu bayar aku 5000euro tapi jika aktingku gagal aku yang harus membayarmu, tidak ini tidak adil aku tidak setuju...!" Ucap nada yang sudah paham ucapan richard tadi.


"nona nada, kamu tadi sudah setuju, dan jangan membuat saya marah dengan kelakuan anda...!" Ucap richard membuat nada terdiam dan menunduk.


"Sangat menggemaskan..."batin richard ketika melihat wajah melas sekretaris kecilnya itu.


Nada yang terdiam menandakan bahwa ia pasrah dengan apa yang sudah ia setujui tadi...


Tak lama mobil mereka sudah sampai di pintu utama hotel mewah itu, richard dan nada keluar mobil dan memasuki hotel, tanpa aba aba richard memegang tangan nada yang membuat nada kaget hingga melihat kearah richard dan richard pun membalas tatapan nada dengan tersenyum manis, membuat nada terpesona lagi dan lagi kepada richard.


Mereka memasuki lift dan telah sampai di depan pintu salah satu ruangan pertemuan di hotel itu..


" kamu siap...?" Tanya richard kepada nada dan menaruh tangan nada di selah lipatan tangannya.


"Ya aku siap.." jawab nada dengan senyuman.


Pintu ruangan itu pun terbuka..


Bersambung....