
Berpura-puralah...
"Baiklah, ayo kita rapat... " ucap nada dan tersenyum
Perkataan nada membuat fokus richard yang sedari tadi memandanginya buyar, seperti salah tingkah richard mengambil jas nya dan langsung melangkah menuju ruang rapat di ikuti bram dan nada dibelakangnya..
Pukul 10.00 rapat telah dimulai, semua orang yang mengikuti rapat sangat fokus termasuk nada yang baru pertama kalinya mengikuti rapat penting seperti ini, ia mencatat beberapa poin penting yang dibahas dalam rapat..
Selama rapat sesekali richard melihat nada yang tengah fokus, richard sedikit tersenyum melihat keseriusan nada, ia menganggap bahwa nada sangat manis hari ini..
Ditengah rapat, klien meminta pendapat richard tentang kerjasama yang akan mereka buat, tak berfikir lama richard menerima tawaran itu dan segera berdiri menyampaikan pendapatnya..
Tentu saja ini membuat nada semakin terfokus dengan richard yang sedang berdiri disampingnya, richard mengungkapkan pendapatnya dengan penuh wibawa dan kecerdasannya.
Nada pun sangat terpesona dengan boss nya saat ini, ia bahkan tak mampu untuk mengedipkan mata.. pasalnya richard yang sedang berbicara saat ini terlihat sangat bijaksana dan cerdas ditambah lagi wajah yang tampan dan senyuman yang terbit di sela sela bicaranya membuat nada semakin terpesona..
"Pantas saja jika dia dijuluki the best of the best CEO, dari caranya berbicara saja sudah membuat orang terpesona, bahkan kecerdasannya pun semakin terlihat saat ini.. sangat beruntung wanita yang menjadi kekasihnya.." ucap batin nada
"Ah.. tidak... apa yang ku fikirkan.." gumam nada sambil menepuk kepalanya dengan pulpen
Sudah 1 jam rapat telah berlangsung dan akhirnya telah selesai.. klien dan richard pun menandatangani kontrak kerjasama dan berjabat tangan.. setelah itu semua pun meninggalkan ruangan termasuk richard, nada dan bram..
■ruangan richard■
"Tuan, apakah tuan akan mengikuti pertemuan dengan keluarga kerajaan? Tuan dan nyonya oscar telah meminta ku untuk membawa anda tuan.." ucap bram
"Apakah pertemuan ini ada hubungannya dengan perjodohan ku dan angela bram?" Ucap richard
"Maaf tuan, saya pun tidak tahu tuan.. tapi tuan dan nyonya sangat menginginkan anda datang tuan..jika tidak(terpotong)" ucap bram
"Baiklah, jam berapa pertemuannya?"-tanya richard
"Sekitar jam 12 siang ini tuan, tempatnya di rumah keluarga kerjaan.." jawab bram
"Hmmm.. kenapa pak tua itu sangat menyusahkanku.." gerutu richard
Richard melihat nada yang sedang fokus dengan pekerjaannya untuk presentasi minggu depan.. richard berniat untuk membawa nya pergi.
"Nada ayo kita pergi..! " ucap richard yang melangkah mendekati nada dan menarik tangannya
"A..apaa? Aku...tap.. tapi aku.. aku harus(terpotong)" ucap nada
Richard menarik nada dan memaksa untuk mengikutinya, nada hanya bisa pasrah entah dibawa kemana lagi dia kali ini.. nada hanya berharap tidak ada hal aneh yang akan terjadi nantinya..
"Tuan bram tolong aku..." rengek nada
"Bram jaga perusahaan selagi aku tak ada.." ucap richard yang terus melangkah sambil menarik tangan nada
"Baik tuan..hati hati dijalan tuan..!" Ucap bram tersenyum
Richard dan nada masuk kedalam mobil, dengan cepat richard melajukan kendaraannya..
Dalam perjalanan mereka hanya saling diam dan fokus dengan fikiran masing masing tapi nada sesekali melihat kearah bram yang sedang fokus menyetir.. nada pun memberanikan diri untuk berbicara..
"Kita akan kemana?" Tanya nada
"Kita pergi untuk berakting sayang.." jawab richard
"Haa? Lagi..? Aku harus bertemu dengan kedua orangtua mu lagi tuan? " ucap nada terkejut dan memasang muka malasnya..
"Heyy.. kau akan ku gajih jadi tenang saja.. berpura-puralah menjadi kekasih ku yang baik.. oke!" Ucap richard tersenyum pada nada.
"Baiklah.." ucap nada masih tetap dengan muka malasnya.
Mobil mereka pun memasuki gerbang berwarna emas yang sangat mewah, richard disapa oleh salah satu pegawai keamanan rumah itu, setelah richard memberikan kartu identitasnya mereka pun diizinkan masuk, setelah gerbang terbuka tampak rumah yang sangat mewah..
Mobil mereka memasuki pekarangan rumah dan terparkir di depan pintu utama, kedatangan mereka disambut oleh seluruh pelayan..
"Ini rumah siapa?" Tanya nada
"Berhenti memasang muka kampungan mu itu, cepat keluar dan berpura-pura lah menjadi kekasih ku dengan baik..! " ucap richard santai sambil keluar mobil nya.
"Dasar galak.." gerutu nada dan keluar dari mobil mengikuti richard.
Richard yang telah berdiri pun menunggu kedatangan nada, nada yang menghampirinya seakan sudah tau apa yang harus ia lakukan sekarang, tangan nada memeluk tangan kiri richard hal itu dilakukannya karna saat ini mereka adalah sepasang kekasih..
Pasangan itu pun memasuki rumah mewah itu, semua pelayan menunduk dan memberikan hormat, salah satu pelayan menunjukkan ruangan yang telah disiapkan untuk jamuan makan siang antar keluarga oscar dan keluarga kerajaan, nada dan richard mengikuti kemana pelayan itu pergi..
Sesampai disebuah ruangan kedatangan mereka telah ditunggu, dilihatnya seorang lelaki paruh baya yang sedang duduk dimeja makan dengan wajah yang tampan dan postur yang tegap memperlihatkan wibawa yang sangat tinggi..
"Akhirnya kau datang juga richard, ayo silakan duduk..! " ucap nicolas
Nicolas adalah raja yang saat ini menjabat, tentunya richard sangat menghormatinya.. keluarga oscar dan keluarga kerajaan memilki hubungan yang sangat dekat dari dulu, itu sebabnya richard sangat akrab dengan nicolas.. dan hal ini juga sebagai penyebab kenapa ayah richard sangat ingin menjodohkan richard dengan angela, karna angela adalah keponakan dari nicolas..
"Baik paman.." ucap richard
Richard membukakan kursi untuk nada, nada pun mengerti dan langsung duduk setelah itu richard pun duduk disamping nada..
"Jadi, bagaimana kabar mu dan perusahaan mu richard?" Tanya nicolas
"Keduanya baik baik saja paman.." jawab richard
"Bagus kalau begitu, paman baru mendengar nya dari ayahmu kalau kau membatalkan perjodohan mu dengan angela, ada apa richard? Bukankah pernikahan itu bagus untuk bisnis mu?" Ucap nicolas
"Maaf paman, karna aku tidak mencintai angela, aku menganggap pernikahan bukanlah sesuatu yang pantas dikaitkan dengan bisnis paman.. lagipula sekarang aku sudah mendapatkan wanita yang ku cintai.." jawab richard
"A.. begitu ya.. bisakah kau kenalkan wanita mu pada paman?" Ucap nicolas
"Tentu saja, dia adalah nada satifa.." jawab richard
Nada pun tersenyum dan memberi hormat ke arah nicolas..
"Maafkan aku nona nada, jika tadi aku menceritakan tentang perjodohan richard.." ucap nicolas
"Tidak perlu meminta maaf tuan, aku tidak apa apa.." ucap nada
"Panggil aku paman saja nak! Hey.. richard bagaimana kalau kau terima saja perjodohanmu dengan angela, bukankah bagus kau bisa memilki dua wanita sekaligus..." ucap nicolas
"Hentikan paman, paman kan sudah tau kalau aku bukanlah orang yang serakah..." ucap richard
"Baiklah baiklah, dimana ayah dan ibumu? Mereka akan datang kan?" Tanya nicolas
"Mungkin sedikit lagi mereka akan sampai paman.." jawab richard
"Baiklah.. kalau begitu kita mengobrol saja dulu sambil menunggu mereka.. istriku stella telah memasak makanan khusus untukmu richard.." ucap nicolas
"Oh iya.. dimana bibi paman?" Ucap richard
"Dia sedang bersiap mungkin sedikit lagi akan datang.." ucap nicolas
Sambil menunggu yang lain, mereka pun berbincang masalah bisnis dan tak lupa tentqng perjodohan richard, richard berusaha membujuk pamannya itu untuk memberhentikan perjodohan nya dengan angela, paman nicolas sangat menyetujui hubungan richard dan nada bahkan nicolas mengatakan untuk membantu memberhentikan perjodohan richard dan angela walau sebenarnya dia tidak yakin angela akan berhenti merengek kepadanya, karna angela adalah keponakan nya yang sangat manja padanya.
Selang beberapa saat nyonya stella datang menghampiri mereka yang sedang asik berbicara, tak lupa nada pun memperkenalkan diri nya kepada stella..
"Tak menyangka akhirnya ada seorang wanita yang meluluhkan hati mu richard.." ucap stella
"Ahh.. bibi bisa saja.." ucap richard richard tersenyum
"Nada, apa kau tau kalo kekasihmu ini adalah bad boy.." ucap stella tertawa
Nada menggelengkan kepala sambil tersenyum tapii lain dengan batin nada yang berkata "tentu saja aku tau bibi.. keponakan mu ini sangat bad boy bahkan lebih dari bad boy.." ucap batin nada
"Baiklah biar bibi cerita seberapa bad boy nya dia.." ucap stella
"Hentikan bibi, apa bibi akan membuat kekasih ku benci padaku?" Ucap richard
"Hey, memang nya kenapa? Aku kan juga ingin tau kau orangnya seperti apa? Ceritakan saja bibi.." Ucap nada
"Kekasihmu saja tidak keberatan richard.." ucap stella
Tiba tiba ponsel nicolas berbunyi, nicolas pun mengangkat telfonnya..
"Halo.. ada apa ed?" Sapa nicolas
"Halo nic, maafkan aku dan istriku sepertinya tidak bisa datang kerumahmu.." ucap edward
"Ada apa? Apa yang terjadi ed?" Ucap nicolas
"Ada hal yang sangat mendadak nic, kapan kapan kita akan atur pertemuan lagi.." ucap edward
"Baiklah kalau begitu nic, aku tutup telfonnya dulu.." ucap edward
Nicolas menutup telfonnya dan kembali meletakkan nya diatas meja..
"Ada apa sayang?" Tanya stella kepada nicolas
"Edward dan istrinya tak bisa datang sayang.." jawab nicolas
"Benarkah? Ada apa memangnya?" Tanya stella
"Dia mengatakan ada urusan mendadak yang harus segera ia selesaikan sayang, mungkin lain kali kita bisa atur jamuan makan berikutnya.." jawab nicolas
"Baiklah lagipula sudah ada richard dan nada disini... kalau begitu ayo kita makan saja pasti kalian sudah lapar karna lama menunggu.." ucap stella
"Baik bibi.." ucap richard dan nada
Mereka pun mulai menyantap makanan yang telah dihidangkan diatas meja sambil membicarakan beberapa hal, nada pun menikmati makanan dan ikut berbaur meskipun ia baru pertama kali bertemu dengan nicolas dan stella tapi mereka sudah terlihat sangat akrab..
Disela sela makan, seseorang datang menghampiri mereka..
"Ayah... ibu.. "ucap seorang lelaki
Nicolas, stella, richard dan nada pun melihat asal suara itu, alangka terkejutnya nada yang tengah minum hingga akhirnya dia pun tersedak akibat seseorang yang dihadapan nya saat ini..
"Uhukk..uhukk.." nada batuk
"Nada, kau tidak apa apa?" Tanya stella yang melihat nada yang tiba tiba tersedak.
"Aku tidak apa apa bibi.." jawab nada
"Kemarilah nak, ikutlah makan bersama kami.." ucap nicolas kepada anaknya
"Baik ayah.."
Pria itu pun langsung duduk disebelah stella dan berhadapan dengan nada, nada pun langsung menundukkan wajahnya agar pria itu tak melihatnya dengan jelas, pria itu memperhatikan nada sangat fokus..
"Nada kenalkan ini anak paman albert ernest william.. tampan bukan? Seperti ayahnya" ucap nicolas
"Iya paman.." jawab nada yang tersenyum melihat nicolas namun tak berani melihat albert
"Apakah dia kekasih mu kak richard? " tanya albert
"Iya albert, kenalkan dia kekasih ku nada satifa.." jawab richard
Nada hanya menunduk tak berani melihat albert, karna nada mengingat hal terakhir yang ia lakukan terhadap albert ketika dikampus..
"Kau sangat pandai memilih wanita kak, kekasihmu sangat cantik.."ucap albert
"Tentu saja..." ucap richard pamer
"Sudah..sudah ayo kita lanjut makan lagi.." ucap stella
Mereka pun melanjutkan makan, tapi berbeda dari sebelumnya nada hanya menundukkan wajahnya dan diam untuk mendengarkan mereka berbicara..
"Bagaimana kuliah mu albert?" Tanya richard sambil makan
"Semuanya lancar ka, hanya saja akhir akhir ini aku mandapat masalah dari seorang wanita.." ucap albert yang melihat kearah nada
Mendengar ucapan albert, nada mengangkat kepalanya dilihatnya wajah albert yang tengah memandanginya dan tersenyum smirk..
"Yang benar saja albert, masalah dengan wanita? Apa kau menghamili seorang wanita?" Tanya richard
"Ah.. tidak kak, tentu saja tidak.. hanya saja ada seorang wanita yang berani mengejek ku dikampus.." ucap albert dan melihat kearah nada lagi.
Nada yang tau albert akan melihat kearahnya dengan cepat nada menundukkan kepalanya lagi, nada tak ingin melihat albert.. tapi albert terus memandanginya
"Tuhan.. keluarkan aku dari situasi ini tuhann..." ucap batin nada yang sedang resah
Nada sangat tahu apa maksud dari albert, wanita yang dimaksud albert adalah nada, nada yang menundukkan kepalanya sedari tadi pun memikirkan ide agar bisa keluar dari situasi berbahaya untuk dirinya itu.
Richard yang mendengar perkataan albert hanya tertawa dan tak percaya bahwa ada seorang wanita yang mengejek albert karna richard sangat mengetahui bagaimana sifat albert yang sebenarnya..
Nada mencolek richard..
"Apakah aku bisa ke toilet? Sepertinya aku kebelet pipis.." bisik nada pada richard
"Pergilah..! " jawab richard
Nada pun berdiri dan ingin beranjak dari meja makan namun ..
"Nada, kau mau kemana? " tanya stella
"Maaf paman dan bibi, aku harus ke toilet sebentar.." jawab nada
"Oh begitu, baiklah silakan! Biar pelayan yang menunjukkan dimana toiletnya.." ucap stella
"Baik bibi.." ucap nada
"Tidak ibu, biarkan albert saja yang mengantarnya.." ucap albert tiba tiba
"Aa.. tidak perlu, biarkan aku pergi dengan pelayan saja.." ucap nada gelisah
"Tidak apa apa kaka ipar, mari saya antar.." ucap albert tersenyum
Albert segera beranjak dari tempat duduknya dan melangkah menuju toilet di ikuti oleh nada..
Sampai di toilet..
"Ini toiletnya.." ucap albert
"Baik terima kasih albert.." ucap nada
Nada pun langsung masuk kedalam toilet..
■dalam toilet■
Nada pov..
Apa yang harus aku lakukan, tidak mungkin aku hanya mundar mandir dalam toilet ini.. kenapa aku harus bertemu dengannya.. dan kenapa takdir ku begini sekali tuhan..
Untung saja albert tidak melakukan apa apa saat mengantar ku kesini, seperti dia juga sudah lupa dengan wajahku.. mungkin aku yang terlalu kawatir.. aku harus bersikap biasa saja seperti tak mengenalnya.. ya.. itu yang harus ku lakukan untuk saat ini..
Apa sebaiknya aku kabur saja? Tapi tidak richard tidak akan memaafkan ku, dia akan marah jika aku kabur lagi.. baiklah aku harus bersikap biasa saja..
Nada pov end
Nada sedang melihat ke cermin dan memperbaiki penampilannya, sedikit tarik nafas ia pun siap untuk keluar dari toilet, tentu saja ia berharap albert telah kembali ke meja makan atau bahkan albert tidak mengingatnya..
Nada melangkah keluar dari toilet, sebelum keluar dia mengintip keberadaan albert.. tapi tak melihat albert ada disekitar toilet, nada pun keluar perlahan..
"Apa kau mencari ku?" Ucap albert
Nada pun terkejut dan segera melihat ke asal suara, dilihatnya albert yang sedang berdiri bersandar pada dinding, wajah albert berubah menjadi sinis dengan tatapan tajam dan senyum smirknya, ia melihat nada dan melangkah mendekati nada..
ilustrasi albert
Nada yang takut pun hanya bisa berjalan mundur, albert yang sudah berada didekatnya pun menarik tangan nada..
"Apa kau mengenalku?" Tanya albert
"Ha..ha..ha.. ten..tentu saja tidak.." ucap nada cengengesan
Albert pun menarik tangan nada dan menyenderkan nada ke dinding dan menatapnya..
"Apa sekarang kau sudah ingat?" Tanya albert
"Aku tanya sekali lagi, apa kau sudah mengingatku..?" Tanya richard
Nada menatap mata sinis albert kali ini ia benar benar takut,.. entah apa yang harus ia lakukan saat ini.. dan entah apa yang akan dilakukan albert padanya sekarang..
"Tuhan.. tolong aku..." ucap batin nada
Bersambung...