my prince or my boss

my prince or my boss
episode 17



Kapan semua berakhir..


Hari ini adalah hari dimana mental nada di uji, ya.. hari yang ditunggu telah tiba... hari presentasi pertama nada, nada telah bersiap.. kali ini nada memakai setelan kemeja putih dengan rok berwarna coklat muda tentu saja dengan rambut panjang yang terikat dan make up yang tampak natural.. nada menghembuskan nafas nya dan berdoa untuk kelancaran presentasinya hari ini..



ilustrasi style nada


Setelah siap nada bergegas pergi menuju kantornya dengan semangat yang membara... dan harapan untuk kelancaran presentasinya hari ini..


Disisi lain...


Seorang pria tampan sedang memperbaiki dasinya didepan cermin.. siapa lagi kalau bukan richard walden oscar.. pria dengan ketampanan dan kecerdasan yang hakiki.. kali ini richard memakai setelan jas berwarna hitam serasi dengan celananya dan kemeja putih serta dasi yang bermotif membuat aura karismatik dalam dirinya terpancar keluar, rambut yang selalu tertata rapih seperti biasanya membuat wajah tampan nya menjadi tampak seksi..



ilustrasi style richard


Richard pun telah siap untuk berangkat kerja dijemput oleh bram asisten sekaligus sahabat sejati nya itu.. mereka pun menuju perusahaan...


■perusahaan oscar■


Mobil richard telah sampai di depan pintu utama perusahaan, bram dan richard pun keluar dari mobil, saat richard ingin melangkah masuk kebetulan nada juga telah sampai diperusahaan..


Nada memberi hormat pada richard dan richard sedikit menganggukkan kepalanya..


Sangat jarang sekali richard dan nada datang diwaktu yang bersamaan..


Richard melangkah masuk kedalam perusahaan diikuti oleh nada dan bram dibelakangnya..


Pemandangan segar dipagi hari untuk para pegawai melihat CEO nya hari ini sangat tampan membuat mata mereka tak mampu berkedip.. aura ketampanan dan seksi richard sangat terpancar hari ini..


Sama halnya dengan gadis kecil dibelakangnya, hari ini dia sangat terlihat cantik dengan tubuh semampainya dengan rok yang sedikit memperlihatkan lekuk tubuhnya membuat pegawai laki laki di perusahaan itupun terpesona..



Mereka berdua bagaikan model papan atas yang sedang berjalan diatas karpet merah..





PUKUL. 09.30


■dalam ruangan richard■


Didalam ruangan saat ini hanya ada bram dan richard yang sedang berdiskusi masalah perusahaan tapi tiba tiba richard sedikit memiringkan dasinya..


"Kenapa kau memiringkan dasimu? " tanya bram heran


"Tunggu dan lihat saja nanti.." jawab richard tersenyum


Tak berapa lama nada masuk kedalam ruangan richard..


"Tuan.. sudah saatnya kita ke ruang rapat.." ucap nada


"Baiklah.." ucap richard dan berdiri dari tempat duduknya


"Tunggu sebentar tuan..!" Ucap nada


Nada melangkah mendekati richard dan spontan membenarkan dasi richard yang terlihat miring, richard sangat senang dengan perlakuan nada pada dirinya dan kini richard mengedipkan matanya kepada bram yang saat ini melihatnya..



"Dasar manusia modus.." gumam bram melihat kelakuan sahabatnya itu.


Setelah nada selesai membenarkan dasi richard, mereka pun pergi menuju ruang rapat..


■ruang rapat■


Rapat telah dimulai dengan presentasi dari pihak perusahaan lain, nada saat ini sedikit gugup dan tangannya sedikit gemetar mengingat ini adalah presentasi pertamanya dalam rapat penting.. richard pun melihat tangan nada yang gemetar dan wajah nada yang sedikit pucat karna gugup..


"Kenapa tangan mu bergetar?" Tanya richard


"Maafkan aku, aku hanya sedikit gugup karna ini adalah presentasi pertama ku..." jawab nada


"Tenang saja, kau harus rilex.." ucap richard


"Apa kau akan memarahi ku jika aku gagal mendapatkan kontrak itu? " tanya nada


"Tenanglah.. sebenarnya kontrak itu telah kita dapatkan.. bagus atau tidaknya presentasi mu tidak akan mempengaruhi kontrak itu.. semua ini hanyalah formalitas..." ucap richard


"Benarkah?" Ucap nada senang


"Tentu saja.. jadi santai saja.." ucap richard


"Baiklah aku tidak akan kawatir lagi.. aku akan melakukan presentasi sebisa ku.. terima kasih.." ucap nada bersemangat


Richard tersenyum melihat nada bersemangat lagi dan tidak gugup..


Tiba saat nya nada melakukan presentasi, nada maju dengan percaya diri dan memulai presentasinya..





Rapat telah selesai, kontrak didapatkan perusahaan oscar.. rapat ditutup dengan sesi tanda tangan kedua belah pihak yang ingin bekerja sama.. setelah selesai semua orang keluar ruangan dan menyisahkan richard dan nada..


"Presentasi mu sangat hebat.. berkat itu kita dapatkan kontraknya.." ucap richard


"Maksudnya? Kau bilang kontrak itu telah kita dapatkan sebelum nya dan rapat ini hanya formalitas..." ucap nada


"Maaf aku sedikit berbohong tadi.. aku mengatakan itu untuk membuat mu tenang tadi... tapi hari ini kau sangatlah hebat... " ucap richard menepuk bahu nada dan melangkah keluar ruang rapat.


Nada terdiam dan mencerna perkataan richard, wajah nada tersenyum setelah menyadari richard sangat peduli padanya..


"Tuan.. tunggu aku.." ucap nada


Nada pun berlari mengejar richard..


"Terima kasih.." ucap nada pada richard


Richard pun tersenyum tampan..


"Apakah kita harus merayakannya? "Tanya nada


"Merayakan?" Ucap richard


"Iya kita harus merayakan hari ini karna berhasil mendapatkan kontrak.." ucap nada


"Kau sangat berlebihan.. bahkan aku sudah banyak mendapatkan kontrak tapi tidak pernah merayakannya.." ucap richard sombong


"Ck.. dasar sombong.." gerutu nada


"Baiklah jika kau tidak mau.. aku akan mengajak tuan bram saja.." ucap nada yang melangkah mendahului richard


Dengan sigap richard menarik kerah kemeja nada membuat nada berhenti melangkah..


"Baiklah kita akan rayakan.." ucap richard


"Benarkah?" Ucap nada


Richard menganggukan kepalanya.


"Kalau begitu nanti aku akan mentraktir mu makan ice cream di kedai favorit ku besok.. kebetulan besok hari libur.." ucap nada senang


"Baiklah setelah kita menemui nenek greta.. kita akan pergi merayakannya.." ucap richard


"Baiklah.. (ucap nada dengan senang).... hah.. tunggu.. nenek greta? Nenek siapa?" Tanya nada


"A.. iya aku lupa... besok kita harus ke rumah ku untuk bertemu nenek greta.. nenek greta adalah nenek ku.." ucap richard


"Kenapa aku harus bertemu nenek mu? Apa tidak cukup orangtua mu saja? " ucap nada


"Nenek ku baru saja kembali dari amsterdam, dia kembali kesini karna mendengar aku sudah memiliki kekasih.. " ucap richard


"Apa kau anak nenek?" Ucap nada


"Hentikan perkataan konyol mu itu.. tentu saja aku bukan anak nenek.." ucap richard


"Baiklah baiklah.. apa aku harus berakting melawannya?" Tanya nada


"Tidak..tidak jangan melawannya.. ayo kita keruangan ku dan aku akan menjelaskan tentang nenek greta.." ucap richard


Richard dan nada pun melanjutkan langkahnya menuju ruangan richard.. sesampai diruangan richard menjelaskan mengenai nenek greta dan beberapa hal yang harus dilakukan nada ketika bertemu dengan nenek greta..


"Apakah dia sangat seram ..?" Tanya nada dengan wajah polosnya


"ya.. dia sedikit menakutkan jika marah.., maka dari itu kau harus hati hati.. jangan sampai dia mengetahui hubungan kita yang sebenarnya..." jawab richard


"Baiklah.. aku akan lakukan yang terbaik.." ucap nada


"Baiklah.." ucap nada


"Kalau begitu kembali lah bekerja.. dan terima kasih atas kerja keras mu hari ini..." ucap richard tersenyum


"Baik tuan.." ucap nada dan tersenyum


Nada beranjak dari duduknya dan melangkah keluar ruangan untuk melanjutkan pekerjaannya yang lain..


Hari ini adalah hari yang sangat baik untuk nada, keberhasilan yang didapatkannya hari ini membuat nada bersemangat menjalankan tugas sebagai seorang sekretaris perusahaan CEO..


setelah rapat selesai richard dan nada sibuk dengan pekerjaan mereka masing masing hingga waktu pulang kerja pun tiba.. nada kembali kerumah dan sangat ingin merebahkan tubuhnya yang cukup lelah saat ini..





Keesokan harinya.. hari ini adalah hari minggu yang artinya hari libur... nada terbangun lesu karna semalaman dia tidur larut malam untuk menonton drama korea kesukaannya..


"Hoaammm..(merentangkan tangan) sayangnya hari ini aku tidak libur,." Ucap nada pada diri sendiri


Nada beranjak dari tempat tidurnya dan melangkah menuju kamar mandi.. kali ini dia harus cepat karna richard akan menjemputnya pagi ini..


Kali ini nada memakai dress mini berwarna hitam dengan dalaman kaus warna putih, rambut terurai dan make up yang tampak natural membuat dirinya semakin terlihat cantik dan manis..


"Baiklah nada... semangat untuk hari ini.." ucap nada didepan cermin..


Waktu sudah menunjukkan pukul 9.19, nada keluar dari kamarnya dan menuruni tangga...


"Maaf nona, diluar ada seorang pria yang menunggu anda.." ucap john


"Baiklah.. aku pergi dulu john.." ucap nada


Nada melanjutkan langkahnya keluar dari rumah, dilihatnya richard yang sedang menunggu nya sambil bersandar di mobil mewahnya.. nada pun menghampiri richard..


Mata richard yang kini tertuju pada nada pun tak mampu berkedip, nada yang kini dihadapannya sangat berbeda dengan setiap hari yang dia lihat di kantor.. nada tampak sangat cantik dan manis dengan penampilannya saat ini... lagi lagi richard terpesona dan jantung richard mulai berdetak dengan cepat seakan ingin melompat keluar..


Nada yang melangkah semakin dekat dengan richard pun tersenyum..



"Ayo kita pergi..." sapa nada pada richard


Perkataan nada membuat kesadaran richard kembali..


"Kau ini sangat lama sekali..." ucap richard ketus dan melangkah menuju pintu mobil dan masuk mobil.


Nada yang mendengar perkataan ketus richard pun menjadi cemberut dan kesal, nada pun ikut masuk ke dalam mobil.. dan Richard melajukan mobilnya menuju rumah utama keluarga oscar..





Mobil richard memasuki pekarangan rumah mewah, pagar yang tinggi berdiri tegak pun terbuka secara otomatis dan memperlihatkan rumah yang besar dan mewah tidak kalah dengan rumah keluarga kerajaan.. taman yang hijau dan luas membuat kesan damai dan mewah rumah itu, kini mobil richard terparkir di depan pintu utama rumah.. nada yang masih syok melihat rumah keluarga oscar pun tak mampu mengedipkan matanya..


"Woaahh... apa ini rumah mu ?" Tanya nada takjub


"Hentikan tingkah kampungan mu itu dan ayo cepat turun..." ucap richard dan keluar dari mobil.


"Lagi lagi dia mengataiku kampungan... sangat menjengkelkan.." gerutu nada dalam mobil


Nada pun keluar dari mobil dan berdiri disamping richard..


"Apa kau siap?" Tanya richard


"Tentu saja.." jawab nada tersenyum


Richard pun menggandeng tangan nada dan mereka melangkah masuk kedalam rumah..


Kedatangan mereka disambut oleh beberapa pelayan yang kini memberi mereka hormat, richard tetap menggandeng tangan nada menuju satu ruangan..


Betapa terkejutnya nada ketika pintu ruangan terbuka dilihatnya kini seorang wanita usia lanjut yang sedang berdiri dan tersenyum menyambut mereka... nada membulatkan matanya dan mencolek richard, richard pun melihat ke arah nada..



"Hey.. apakah dia yang kau sebut nenek greta..? Apakah dia sungguh seorang nenek? Dia bahkan tidak pantas disebut nenek..! Dia terlihat seperti seorang model.. bahkan nenek ku saja hanya memakai daster jika dirumah.. nenek mu sangat perfect.."ucap nada dengan suara kecil pada richard


"Hentikan dia memperhatikan mu.." jawab richard dengan suara kecil pada nada


"Duduklah.." ucap nenek greta yang kini duduk disofa


Richard dan nada pun duduk disofa berhadapan dengan nenek greta..


"Jadi kau kekasihnya richard.?" Tanya nenek greta


"Iya nek, perkenalkan saya nada satifa panggil saja nada.." jawab nada dengan sopan


"Apa keahlian mu..?" Tanya nenek greta


"K..k..keahlian? Keahlian ku..?" Jawab nada bingung


"Ya .. kau memilki keahlian apa?" Tanya nenek greta


"Nenek.. nada ini (terpotong)" ucap richard


"Diam kau richard, nenek belum menyuruh mu bicara.." ucap nenek greta ketus


Dalam batin nada "keahlian.. aku saja tidak tahu keahlian ku apa.. sepertinya memang tidak ada.. lalu aku harus mengatakan apa.." bicara batin nada yang kini tengah bingung


"Jawablah nona.." ucap nenek greta


"Mm.. ke..keahlian ku masak nek.." ucap nada dengan senyum terpaksanya


"Oh.. kau bisa masak? Masakan apa yang bisa kau buat?" Tanya nenek greta


Dalam batin nada kembali gelisah "masak apa? Aku harus jawab apa? jika nenek mengetes ku gimana? apa sekarang adalah ajang pencarian bakat? akubahkan tidak memiliki bakat sejak lahir.. padahal hanya menjadi kekasih cucunya saja masa harus punya keahlian tertentu.."bicara batin nada yang semakin gelisah


"Ma..masak aku bisa masak mie.. mie instan nek.." jawab nada dengan senyumannya.


Richard yang mendengar perkataan nada pun hanya bisa pasrah dan menutup wajah nya dengan jarinya, richard pasrah dengan apa yang akan dilakukan nenek greta padanya dan nada hari ini..



"Tidak ada yang lain? " tanya nenek greta


"Ah.. ten..tentu saja ada.. aku juga bisa memasak telur goreng dan membuatnya menjadi omellet.."jawab nada dengan wajah polosnya


Richard pun semakin menutup wajahnya.. kali ini dia benar benar pasrah..


"Yang benar saja nona.. apakah kau akan memberikan cucuku mie instan dan telur goreng setiap harinya?" Ucap nenek greta


"Mm.. ten..tentu saja tidak nek.." ucap nada menundukkan kepalanya


"Ck.. richard akhiri saja hubungan mu dengan gadis ini dan carilah yang lebih baik.." ucap ketus nenek greta


"Tidak nek, aku sangat mencintai nada.. untuk kali ini saja berikan kami kesempatan.." ucap richard


"Apa kau mau diberinya mie instan dan telur goreng setiap hari..?" Ucap kesal nenek greta


"Tentu saja tidak nek, soal memasak aku akan menyuruhnya untuk belajar nek.. jadi berilah kesempatan.." ucap richard


"Ck.. dasar anak keras kepala.. baiklah nenek akan berikan kesempatan untuk kalian berdua.. " ucap nenek greta


"Benarkah? Terima kasih nek.." ucap senang richard


Nada pun ikut senang dan tersenyum lega..


"Tapi gadis ini harus belajar memasak dan hal lain nya pada nenek, setiap hari libur dia harus kesini..!! " ucap nenek greta


Mendengar perkataan nenek greta, wajah ceria dan senyum yang tadinya merekah diwajah nada pun lenyap berubah menjadi wajah terkejut..


"A..aku.." ucap nada terbata


"Baiklah nek, tidak apa kan sayang aku akan membawamu kemari setiap hari libur untuk belajar pada nenek.." ucap richard dengan tersenyum kearah nada dan mengangkat alisnya memberi tanda.


Nada yang melihat wajah richard hanya bisa membulatkan matanya dan tersenyum paksa..


"Ba..baiklah sayang.." jawab nada dengan senyum terpaksanya


"Baiklah.. kalau begitu nenek akan menunggu kalian setiap hari libur pukul 9 pagi dan jangan terlambat..!" Ucap nenek greta


"Ba..baik nek.." jawab nada dan tersenyum


Dalam batin nada meronta ronta bahkan berteriak jika dia sangat tidak mau hari liburnya dipakai untuk belajar pada nenek greta ditambah lagi dia harus sering bertemu dengan nenek greta.. entah apa yang akan terjadi berikutnya... nada hanya berharap semua sandiwara ini berakhir.. karna dia sudah sangat lelah...


"Kapan semua ini berakhir tuhan.." ucap batin nada


Bersambung...