
Kita bertemu lagi...
Pagi hari nada terbangun lesu seakan tak ada gairah untuk berangkat kerja, tapi apa boleh buat itu sudah menjadi tanggung jawab nada, ia bersiap untuk berangkat ke kantor dengan setelan kemeja polos berwarna pink, rok putih selutut serta sepatu higheels berwarna putih dipermanis oleh tas jinjing berwarna pink dan hari ini nada membiarkan rambutnya terurai tak lupa ia memakai jepitan bermanik mutiara putih kecil di rambut hitamnya itu..
"Okee.. aku siap.." ucap nada didepan cermin.
Drrtt..drttt
Hape nada berbunyi termyata gladies menelfonnya..
"Halo"-nada
"Halo nad, aku harap kamu tidak lupa untuk datang ke kampus hari ini.."-gladies
"Ya ampun aku lupa.. kalo hari ini pak smith meminta angkatan kita untuk kumpul.."-nada
"Sudah ku duga, kamu pasti lupa..."-gladies
"Oke aku akan segera kesana..."-nada
Nada mematikan telfon dan langsung bergegas ke kampus, tapi ia tak lupa untuk menelfon manager perusahaan oscar kalau hari ini ia meminta izin..
●●●
Di kampus
Nada keluar dari mobilnya dan langsung berlari menuju kelas pertemuan, ia menyadari bahwa ia sedikit terlambat.. untung saja pak smith belum berada dikelas nada segera mengambil tempat dan duduk di antara gladies dan clara..
Tak lama kemudian pak smith datang dan memulai pertemuan itu..
●
●
●
Pertemuan selesai, nada, gladies dan clara memutuskan untuk makan dulu dikantin kampus dan berbincang..
Sementara itu...
●●●
Seorang lelaki tampak duduk gelisah didalam mobil sepanjang perjalanan ia hanya memikirkan kapan akan sampai ke perusahaan, siapa lagi kalau bukan Richard Walden Oscar.. ia sangat menantikan bertemu dengan sekretaris kecilnya itu... akhirnya sampai di perusahaan tanpa basa basi Richard langsung menuju ruangan nya untuk melihat sang sekretaris..
Sesampainya di depan meja nada, tidak ada nampak keberadaan dari sekretaris kecilnya itu, Richard mengerutkan dahinya itu pertanda ia sedikit kesal karna tak bertemu dengan mainannya.. Richard masuk ke ruangannya dan langsung memanggil manager..
Tak lama manager datang..
"Permisi tuan, ada yang bisa saya bantu...?" Ucap manager
"Dimana dia??" Ucap Richard tegas
"Siapa maksud anda tuan?" Tanya manager
"Sekretaris itu, dia dimana ?" Jawab richard
"Maaf tuan, sekretaris nada meminta izin kepada saya untuk pergi ke kampusnya karna pihak kampus mengadakan pertemuan tuan.." ucap manager
"Kenapa kau tak memberitahu ku sejak tadi..?" Ucap richard kesal
"Ma...maafkan saya tuan, saya akan menelfon dia untuk cepat datang jika pertemuannya telah selesai.." ucap manager yang sudah takut
"Tidak perlu..! Berikan saya nomor nya.." ucap richard
Manager langsung memberikan nomer ponsel nada kepada richard..
"Kau boleh kembali bekerja sekarang..!" Ucap richard
"Baik.. terima kasih tuan.." ucap manager dan langsung pergi dari ruangan..
Richard memikirkan cara untuk menjahili sekretarisnya itu...
"Gadis kecil.. kamu tidak bisa pergi tanpa izin dariku.." ucap richard tersenyum smirk..
●●●
Dikampus
Nada dan kedua temannya sedang menikmati makannya sambil berbincang soal pekerjaan baru mereka itu..
"Nad.. sekarang giliran mu untuk cerita seperti apa pekerjaan mu di perusahaan Oscar ?" Ucap gladies
"Iya betul nad, wahhh iri banget deh sama nada.. bisa magang di perusahaan ternama.." ucap clara
"Ada apa?? Apa pegawai disana membully mu?" Tanya gladies
"Tidak.. aku tidak dibully..hanya saja sepertinya enak kerja di perusahaan yang biasa biasa saja..." ucap nada
"Kamu harus bersyukur nad.. banyak yang menginginkan magang diperusahaan itu... apa lagi CEO perusahaan itu yang tampan dan penuh karismatik.."ucap clara
"Iya benar sekali.. hey nad apa kamu udah bertemu dengan CEO?" tanya gladies
"Tentu saja, nada bilang jabatannya sebagai sekretaris CEO.." ucap clara
"Wahhh iri nya.. seperti apa wajah asli nya dan seperti apa tubuhnya? Banyak yang bilang tubuhnya sangat seksi dan wajah asli nya lebih tampan dari foto foto dimajalah.." ucap gladies
"Hmmm orang itu.. orang itu sangat jelek dan sangat menjengkelkan.." ucap nada kesal yang membayangkan kelakuan richard kemarin
Drrrtt...drrrtt...
Hape nada berbunyi ada sebuah panggilan dari nomor tak dikenal..
"Halo.. ini dengan siapa?" Ucap nada kepada seseorang disebrang telfon
"Apa kamu benar benar sekretarisku? Bahkan nomor ponselku kamu tidak menyimpannya.." -richard
"Ka..kamu.." -nada yang kaget setelah mengetahui bahwa yang menelfon adalah richard
"Ma.. maafkan saya pak.." ucap nada ketakutan
"Kekasihku... apa seperti ini hari pertama setelah perjanjian kita kemarin? Kamu bahkan pergi tanpa izin dari ku dan tanpa memberitahuku sebelumnya.." ucap richard
"Ma..maafkan saya..." ucap nada gelisah
"Oke saya akan memaafkan mu kalau dalam 10 menit kamu sudah berada diruanganku sekarang..!" Ucap richard
"Apa..? 10 menit? Itu tidak mungkin.." ucap nada kesal
"Itu mungkin saja bagiku.. sampai ketemu 10 menit kemudian, jika kamu tak sampai sini dalam 10 menit.. kita lihat apa yang akan terjadi nona nada.." ucap richard dan langsung mematikan telfonnya.
Nada sangat kesal sekarang, pria itu benar benar mengerjainya saat ini.. tak berpikir panjang nada langsung mengemasi barangnya.
"Maaf guys kita ngobrol dilain waktu saja ya.. aku harus segera pergi.." ucap nada
"Oke hati hati nad..." ucap gladies dan clara
Nada langsung berlari menuju pintu keluar, nada melihat ada keramaian didepan pintu tapi ia tak punya waktu banyak untuk menunggu mereka bubar.. nada menerobos gerombolan mahasiswa yang sedang berkumpul seperti menyambut kedatangan orang yang istimewa, nada tidak peduli ia tetap menerobos keluar dan tiba tiba...
Jeedduukkk...
Terdengar bunyi kepala yang terhantuk cukup kuat..
"aduhhh.... " ucap nada sambil memegang kepalanya..
"Siall... " ucap seorang pria yang juga memegang kepalanya..
Nada yang merasa sakit hanya fokus memegang kepalanya, ia belum melihat siapa yang di tabraknya itu..
Pandangan nada mulai fokus ke arah depan dilihatnya seorang pria yang sedang memegang kepalanya dan terlihat kesakitan..
Tapi mata nada membulat besar ketika ia melihat jelas wajah pria itu, ingatannya mulai pulih tentang pria itu... dan secara spontan berkata dengan nada yang sedikit keras.
"GIGOLO...? " ucap nada menunjuk kearah pria itu..
Semua orang yang mendengar itu sangat terkejut dan ingin tertawa namun mereka tahan mengingat pria yang dikatai gigolo itu adalah orang yang sangat penting.
Nada langsung menutup mulutnya dan berlari meninggalkan kampus menuju mobil nya karna ia teringat perkataan bossnya itu...
●●●
Di kampus
Pria itu yang terkejut hanya bisa diam dan sangat kesal dengan gadis kecil yang baru ditemuinya tadi,ia tak percaya seakan ia mendapat kesialan di pagi hari..
"Yang benar saja kau dipanggilnya gigolo..." ucap martin
"Apakah level ketampanan mu sama dengan gigolo kawan? " ucap hans tertawa
"Diam kalian..." jawab albert kesal..
Tentu saja kejadian itu diabadikan oleh semua mahasiswa yang berada ditempat, kejadian nada memanggil sang pangeran dengan sebutan gigolo.
"Ternyata itu kau... gadis kecil... kita bertemu lagi..." ucap albert tersenyum smirk sambil memegang map berisi biodata nada.
Bersambung.....