
Kita berteman
"Sekarang aku mengerti kenapa kau begitu marah ketika melihat ku bersama albert waktu itu, apa yang harus ku lakukan.. bahkan jika diberi kesempatan untuk memilih.. aku memilih untuk tidak mengenal mu richard dan juga tidak ingin terlibat dengan albert.. " ucap batin nada
"Kau harus menjauhi albert nad..!" Jawab bram
"Bagaimana bisa aku menjauhinya? Bahkan aku saja tidak begitu mengenalnya.." ucap nada
"Lalu bagaimana bisa waktu itu dia bersama mu dikafe?" Tanya bram
"Aku membuat masalah padanya beberapa bulan yang lalu.. dan dia menumtut ku untuk meminta maaf dan menuruti permintaannya." Jawab nada
"Masalah apa? Dan kenapa bisa?" Tanya bram semakin penasaran
"Hmm.. sudahlah tuan bram.. aku tidak ingin membicarakan makhluk astral itu.. lagipula masalah dengan dia sudah selesai, dia berjanji tidak akan menganggu ku.." jawab nada
"Baiklah.. sebisa mungkin kau harus menghindar dari albert.." ucap bram
"Ya..ya.. tenang saja tuan bram, dia adalah manusia paling menjengkelkan kedua setelah richard.. sudah pasti aku akan menjauhinya.." ucap nada
"Hahahaha... untung saja aku tidak menjadi yang ketiga..." ucap bram sambil tertawa
"Kau adalah pria baik tuan bram..." ucap nada
Nada dan bram melanjutkan obrolan mereka dengan beberapa candaan yang membuat mereka tertawa hingga akhirnya mereka pun memutuskan untuk makan siang bersama sambil berbincang mengenai banyak hal..
Disisi lain...
Disebuah ruangan mewah terdapat tiga pria tampan yang sedang bermain billiard tetapi satu pria duduk dan hanya fokus dengan gelas dihadapannya sambil mengetuk pinggiran gelas dengan jari telunjuknya yang lentik, ya.. pria itu adalah albert, sepulang dari kafe dan bertemu nada.. albert memutuskan untuk berkumpul bersama dua sahabatnya..
"Oksigen... " ucap albert pada diri sendiri sambil tersenyum smirk..
"Hey bro.. ada apa? Kenapa senyum senyum sendiri?" Tanya alios
"Sejak kapan dia seperti itu? Hey al.. apa kau sedang jatuh cinta? "Tanya nathan
"Ck.. berhentilah mengganggu ku..!" Jawab albert
"Wanita mana yang membuatnya seperti ini? "Ucap alios
"Siapa lagi kalau bukan gadis kecil yang bernama nada itu.." ucap nathan
"Pergilah.. kalian berisik.." ucap albert
"Jadi gini ya.. kalau orang lagi kasmaran.. pengennya sendiri.." ucap alios meledek
"Hentikan alios.. kau akan kena pukulan dari al .." ucap nathan
"Hey al.. sore ini kita diundang ke club nya jimmy.. apa kau mau ikut?" Tanya alios
"Aku tidak ikut.. aku ada urusan sore ini.. " jawab albert
"Baiklah.. kalau begitu kita pergi dulu ya.." ucap alios
Alios dan nathan pun meninggalkan albert, albert yang kini sendiri diruangan hanya fokus dengan gelas minumannya.. sampai akhirnya ia merogoh kantongnya dan mengeluarkan sebuah foto seorang wanita cantik, tampak wanita itu memakai dress putih dan rambut panjang yang terurai serta senyuman manis yang terukir diwajahnya.. albert melihat foto itu sangat dalam seakan ia sangat merindukan sosok yang ada didalam foto itu.. tak terasa air mata menetes dari mata indah albert..
ilustrasi foto
"Maafkan aku....... sepertinya... aku... telah menemukannya..." ucap albert sambil melihat foto itu
Setelah selesai melihat foto itu, albert bergegas pergi meninggalkan ruangan dan melajukan mobilnya kesuatu tempat..
●
●
●
■pemakaman ■
Albert keluar dari mobilnya dengan membawa bunga mawar putih, albert melangkah mendekati satu makan... entah makan siapa itu.. wajah albert tampak begitu sedih sambil menaruh bunga yang dibawanya.. albert mengelus nisan makam itu sambil tersenyum hingga airmatanya pun ikut jatuh..
"Apa kabar? Apa kau merindukan ku?" Ucap albert pada makam itu
"Aku membawakan mu bunga mawar putih.. apa kau menyukainya? "Ucap albert lagi
"Maafkan aku karna terlambat datang, dan maafkan aku juga karna...... aku sudah menemukannya.. apakah tidak apa apa?" ucap albert sedih
"Kalau begitu aku harus pergi dulu.. nanti aku akan membawanya untuk menemui mu.." ucap albert
Albert terus mengelus nisan makam itu, dan akhirnya albert memutuskan untuk pergi tak lupa ia mengecup nisan makam itu kemudian melangkah pergi..
●
●
●
Waktu sudah menunjukkan pukul 18.00 sudah saatnya untuk nada pulang dari kantornya, hari ini mood nada sedikit kacau karna kejadian tadi siang.. saat ini nada benar benar bingung harus bagaimana meredakan amarah boss nya itu...
Nada telah selesai membereskan barang barangnya dan segera melangkah keluar gedung kantor, saat nada masuk lift, kebetulan richard pun masuk kedalam lift itu.. saat ini hanya mereka berdua didalam lift.. suasana menjadi sangat canggung, richard pun tidak mengeluarkan sepatah kata pun dan nada pun merasa takut untuk menyapa richard..
Mereka berdua pun saling diam seribu bahasa didalam lift dan fokus dengan pikiran mereka masing masing... saat lift telah sampai dilantai dasar tanpa pamit kepada nada richard langsung meninggalkannya begitu saja...
"Sepertinya dia memang tidak menganggap ku ada.." gumam nada
Nada pun melangkah keluar lift dan menuju parkiran, dilihatnya richard yang memasuki mobil dan tuan bram yang mengendarainya.. nada tidak peduli dan melanjutkan langkahnya menuju parkiran.. dan mengendarai mobilnya kembali ke rumah..
Sementara itu..
■didalam mobil richard■
Diperjalanan...
"Hey bram..." panggil richard
"Hmmmm..." jawab bram singkat
"Apa aku keterlaluan terhadap nada?" Tanya richard
"Iyalah.. kau sangat keterlaluan.." jawab bram dengan santainya
"Aku serius bram..! " ucap richard
"Aku lebih serius dari mu..." ucap bram
"Aisshhh....." gerutu richard
"Kau sangat keterlaluan terhadap nada.. bagaimana nada akan jatuh cinta padamu.. kalau kau saja sudah bersifat posesif seperti ini..!" Ucap bram
"Itu karna yang bersama nya adalah albert bram... aku terbawa perasaan 6 tahun yang lalu.. aku hanya takut itu terulang kembali.. apalagi nada saat ini belum memiliki perasaan terhadapku..." ucap richard
"Kasihan sekali sahabat ku ini... hey bro.. berhentilah untuk memikirkan kejadian 6 tahun lalu.. kau harus berubah... aku sih bisa mengerti soal albert tapi tidak dengan nada... dia bahkan menganggap kau manusia yang paling menjengkelkan di hidupnya..." ucap bram dan tertawa
"Hentikan tawa mu itu bram..! Kau harus tidur di apartemen ku malam ini... dan ajari aku untuk meminta maaf kepada nada..!" Ucap richard
"Hey.. apa kau menyuruhku menghabiskan malam ini bersama mu? Kau harus membayar ku untuk ini..." ucap bram bercanda
"Baiklah aku akan membayar mu jika pelayanan mu bagus malam ini..." ucap richard bercanda
"Hahaha.. kau sangat menjijikan.. hentikan ocehan mu itu.." ucap bram
"Baiklah kau harus ajari aku malam ini...!" Ucap richard
"Ya..ya..ya untuk sahabat ku yang sedang jatuh cinta apa sih yang engga.." ejek bram
Mereka pun menuju apartemen richard... sesampainya di apartemem mereka pun langsung masuk dan membuka jas mereka..
"Woaahh... sejak kapan kau memelihara anak kucing? "Tanya bram sambil mengangkat juno
"Ohh.. itu kucing ku dan nada.. aku akan mengambil minuman..." jawab richard sambil melangkah menuju dapur untuk mengambil minuman
Saat ini bram bermain dengan juno sambil menunggu richard mengambil minuman... tak berapa lama richard pun kembali, menaruh minuman diatas meja dan duduk di sofa.
"Kalian bahkan sudah memiliki anak kucing bersama..." ucap bram
"Hmmm... kucing itu kami pungut dijalan karna hampir tertabrak oleh ku, namanya junior tapi kau boleh memanggilnya juno.." ucap richard
"Tunggu... berarti nada pernah ke apartemen mu? " tanya bram serius
"Ah...itu tentu saja.." jawab richard
"Wahhh... dia adalah wanita kedua yang kau bawa ke apartemen mu setelah nenek greta... hahaha.. ngomong-ngomong apa yang kalian lakukan berdua disini? Apakah ada hal romantis yang terjadi?" Ucap bram
"Hentikan fikiran kotormu itu bram..! Aku hanya tidak ingin dia mengacaukan rumah ku... apa kau tidak ingat kekacauan apa yang dibuatnya terakhir kali.. bahkan 2 pelayan ku terkena gigitannya.. dia sangat liar bram, jadi aku membawanya kesini..." ucap richard
"Ya..ya..ya.. aku sangat percaya sifat liar yang dimiliki gadis itu.. jika dia disini dan mendengar perkataan kita mungkin kita berdua akan terkena gigitannya... hahaha" ucap bram tertawa
Richard pun tertawa bersama bram, banyak hal yang mereka bicarakan malam ini...
Sementara itu...
Dirumah nada sedang menulis buku harian miliknya tiba-tiba..
Hatttcchhiiimmmm.... nada tiba tiba bersin
"Sepertinya ada yang sedang membicarakan ku..." ucap nada pada diri sendiri
Nada pun melanjutkan menulis buku hariannya.. setelah selesai ia pun bersiap untuk tidur...
"Apa aku harus ke apartemennya yah?? Untuk meminta maaf? Tapi apa yang harus aku katakan pada richard..? Ah aku tau aku akan menjadikan junior sebagai alasannya... mungkin besok aku harus lebih pagi datang kesana setelah itu aku akan ke kantor.." ucap nada pada diri sendiri.
Setelah berdiskusi pada diri sendiri nada pun segera tidur..
●
●
●
Pagi hari pukul 06.00
Pagi ini nada bangun sangat pagi dan segera bersiap untuk pergi ke kantor tapi sebelum kekantor nada berencana mampir ke apartemen richard untuk meminta maaf tak lupa ia membawa sarapan nasi goreng untuk richard dan tentunya makanan untuk junior yang dipakainya sebagai alasan..
Nada telah siap dan segera pergi menuju apartemen richard dengan mengendarai mobil bmw kesayangannya..
●
●
●
Nada telah sampai diparkiran dan segera menuju apartemen richard..
Tingtong.. (suara bel)
Tingtong..
Tingtong..
Tak lama pintu pun terbuka, betapa terkejutnya nada dengan seseorang dihadapannya saat ini.. seorang pria yang mengacak rambutnya dengan mata yang masih tertutup dan hanya memakai kaos dalam dan celana pendek membuat nada tak bisa menutup matanya..
"Tu..tu..tu..tuan bram.." ucap nada terbata
Perkataan nada membuat bram tersadar dan melebarkan matanya...
"Na..na..nada..." ucap bram terkejut
Bram pun salah tingkah dengan cepat ia menutup tubuh atas nya dengan kedua tangannya..
Saat mereka sama sama terkejut, tak lama suara dari dalam apartemen terdengar..
"Brammm... bisakah kau membantu ku? Permainan kita belum selesai karna mu pinggang ku sangat sakit sekarang.. kemarilah dan angkat aku... ! "Ucap richard dengan berteriak dari dalam apartemen
"Aa..a nada.. kau jangan salah paham..!" Ucap bram dengan oenuh kegelisahan
"Tenang saja tuan bram.. aku sangat mengerti kondisi.. ka..kalau begitu aku akan ke kantor.. dan ini aku membawakan makanan untuk junior dan sepertinya karna permainan itu kalian belum sempat makan.. ini aku membawakan sarapan..." ucap nada dan langsung memberikan bawaannya kepada bram
"Tap..tapi nad..nada.." ucap bram
"Baiklah aku akan pergi.. tenang saja aku akan menyimpan rahasia ini.. " ucap nada
Nada pun segera pergi dan meninggalkan bram yang membeku karna kesalah pahaman pagi ini.. tak lama richard pun menghampiri bram..
"Siapa itu bram?" Ucap richard sambil memegang pinggangnya
"Hufftt.. nada.." jawab bram
"Lalu mana anak itu sekarang? " tanya richard
"Dia pergi setelah kau berteriak tadi.." jawab bram
"A..apa.? Kenapa kau tak memberitahuku..!" Ucap richard
Bram pun masuk dan menutup pintu tanpa menghiraukan perkataan richard
"Hey bram.. apakah nada tidak berfikir yang aneh tentang kita?" Tanya richard
"Menurutmu? Kau mengatakan permainan dan pinggang sakit mu itu.. siapa yang tidak akan salah paham dengan itu.." jawab bram
"Astaga... apa yang harus kulakukan bram? Apa dia benar benar berfikir kita ini homo?" Ucap richard
"Ini dia membawakan makanan juno dan ini makananmu.." ucap bram sambil memakai celana dan kemejanya
"Ini semua karna kau tidur disini semalam bram..." ucap richard
"Kau yang menyuruhku untuk tidur disini dan memainkan permainan bodoh itu..." ucap bram
"Baiklah kalau begitu kita harus berjauhan untuk sementara... sudah cukup nenek greta yang menganggap kita homo.. aku tidak rela jika nada juga berfikir seperti itu.." ucap richard
"Memangnya kau bisa jauh dariku? Bahkan teman mu saja mungkin cuman aku.." ucap bram
"Be..benar juga .." jawab richard dengan lesu
"Sudahlah lupakan saja.. (sambil berjalan menuju meja makan) aku ingin sarapan... nanti dikantor kau jelaskan saja padanya.." ucap bram dan membuka tas bekal dari nada
"Baiklah... hey itu kan untuk ku.." ucap richard menghampiri bram
"Kau berbagi makanan saja dengan juno.." ucap bram sambil memakan nasi goreng dari nada
"Apa kau gila? Aku ini manusia... berikan itu padaku..!" Ucap richard
"Baiklah.. kita bagi saja.." ucap bram dan membagi makanan mereka
Kedua sahabat aneh itu pun makan bersama dengan tenang, setelah selesai makan richard dan bram pun bersiap pergi ke kantor, karna tak membawa baju bram memakai baju richard.. mereka pun siap dan segera menuju kantor..
●
●
●
Perusahaan Oscar
Nada telah sampai dan segera menuju meja kerjanya dan mengerjakan pekerjaannya, tak lupa juga ia mengantar dokumen ke ruangan richard meskipun pemilik ruangan itu belum datang..
"Hmmm... menjadi sekretaris memang sangat merepotkan.. setiap hari selalu ada tugas baru.." ucap nada pada diri sendiri sambil fokus melihat komputer dihadapannya.
Kringg..kringg.. (ponsel nada berdering)
"Halo.." sapa nada
"Halo.. apa kabar nona nada? Apa kau masih mengingat ku?" Ucap albert
"Tentu saja tidak..." ucap nada ketus
"Ck.. bagaimana jika kita berkenalan lagi?" Ucap albert
"Hentikan omong kosong mu albert dan berhentilah mengganggu ku..!!" Ucap nada
"Bisakah kita bertemu hari ini? Ada yang ingin ku bicarakan.." ucap albert
"Aku sibuk.." jawab nada ketus
"Baiklah kalau begitu.." ucap albert dan langsung mematikan telfonnya
"Dasar mahkluk aneh.. " gerutu nada yang sedang melihat ponselnya
Nada pun melanjutkan kembali aktifitasnya, tak berapa lama dua pria tampan memasuki ruangan membuat semua karyawan berdiri dan membungkukkan badan mereka untuk memberi hormat, nada pun menyadari kedatangan dua pria tampan itu yang tidak lain adalah richard dan bram, dua pria yang baru ditemuinya pagi tadi... nada pun mengikuti karyawan lain untuk memberi hormat..
Setelah richard dan bram masuk keruangan, semua karyawan pun melanjutkan aktifitas mereka kembali begitupun dengan nada.. ia kembali fokus dengan pekerjaannya dan tiba tiba telfon di meja kerjanya berbunyi..
"Keruangan ku sekarang! " ucap richard dan langsung mematikan telfon.
"Ck..dasar kebiasaan... " gerutu nada kesal
Nada pun beranjak dari duduknya dan segera masuk keruangan bossnya itu...
■ruangan richard■
"Ada yang bisa saya bantu tuan?" Tanya nada
"A..i..itu.. yang tadi pagi kau jangan salah paham..!" Jawab richard
"Salah paham? .... .... ah tentu saja tidak.. aku paham kok.." ucap nada
"Benarkah? Bagus kalau begitu..." ucap richard lega
"Nada.. kau tidak menganggap aku dan richard adalah homo kan?" Tanya bram
"Oh.. tentu, orang yang melihat dan mendengar kejadian tadi pagi pasti akan berfikiran kalau kalian punya hubungan yang dekat... tapi itu tak masalah bagiku... kalian bisa percaya padaku.. aku akan menjaga rahasia ini..." jawab nada sambil mengedipkan matanya
"Aishhh... kau bilang tadi kau tidak akan salah paham... yang benar saja aku ini normal.." ucap richard kesal sambil melonggarkan dasinya.
"Hahahahahahah.... apakah kami terlihat seperti sepasang kekasih yang telah menghabiskan malam bersama? " ucap bram tertawa
"Apakah aku salah? Berarti kalian tidak menjalin hubungan? Tapi kenapa kalian begitu dekat?" Tanya nada dengan wajah polosnya
"Aishhh.. anak ini benar benar tidak punya otak.." ucap richard
"Hey.. aku ini manusia sudah pasti memiliki otak..." ucap nada kesal
"Hentikan hentikan... kalian sudah seperti kucing dan anjing..." ucap bram
"Iya aku kucingnya.. dia anjingnya..." ucap nada menunjuk richard
"Heyy.... gadis kecil kurang ajar..." ucap richard yang melangkah mendekati nada
Nada yang melihat richard sangat kesal pun berlari keluar ruangan richard tetapi sebelum ia menutup pintu ruangan nada menjulurkan lidahnya untuk mengejek boss nya itu...
"Dasar gadis kecil gila.." gerutu richard yang melihat nada kabur
Bram pun hanya tertawa melihat tingkah dari kedua orang itu.. richard tampak kesal kemudian duduk dikursi kerjanya..
"Berhenti tertawa bram..." ucap richard
"Baiklah..baiklah... ayo kita lanjut kerja.." ucap bram
"Ah..iya aku baru ingat bukankah hari ini kita harus pergi ke acara amal bram?" Ucap richard
"Iya tuan.. acaranya dimulai jam 11 nanti.. mungkin akan dilanjutkan dengan rapat oleh perusahaan william.. untuk saat ini.. sepertinya kita harus segera pergi untuk melihat kemajuan pembangunan departemen store tuan.." ucap bram
"Baiklah.. ayo kita pergi..." ucap richard beranjak dari duduknya
"Apakah kita akan membawa nada? " tanya bram
"Tidak.. tidak.. aku tidak ingin membuat hari ini kacau karna dia.." jawab richard
Richard dan bram pun keluar ruangan, nada yang menyadari pun segera fokus ke pekerjaannya dan pura pura tak melihat mereka sementara richard hanya melirik tajam gadis kecilnya itu dan melewatinya .. richard dan bram pun pergi dari perusahaan..
"Hmmm... untung saja dia tidak mengajak ku.." ucap nada pada diri sendiri
Nada pun kembali fokus dengan pekerjaannya hingga waktu menunjukkan pukul 12.00 siang, nada telah menyelesaikan tugas nya dan menuju kantin untuk makan siang.. setelah sampai kantin, nada mengambil beberapa makanan kemudian duduk di dekat jendela.. nada sangat menikmati makanan dihadapannya saat ini..
Tiba-tiba.. satu buah buket bunga mawar merah terpampang didepan wajahnya membuat nada terkejut dan melihat orang yang membawakannya bunga..
"Ka..kau.." ucap nada sambil melihat seseorang disebelahnya
Tapi sebelum itu ... haaattttcccciiimmmm....(nada pun bersin)
"Jauh kan bunga itu.. aku alergi dengan bunga.." ucap nada menjauhkan bunga dari depannya
Pria yang membawakan bunga itu pun menjauhkan bunganya dan duduk dihadapan nada..
"Aku tidak tau kalau kau alergi bunga..." ucap albert
"Maafkan aku ya... ini (memberi sapu tangan) " ucap albert
Nada pun mengambil sapu tangan albert untuk membersihkan hidungnya..
"Aku akan kembalikan ini nanti.."ucap nada
"Terserah saja mau dikembalikan atau tidak.. tapi maafkan aku ya.. apa itu sakit?" Ucap albert
Nada mengerutkan dahinya, nada merasa heran dengan perubahan sifat albert yang tiba tiba sangat lembut dan penuh perhatian kepadanya..
"Apakah kau albert? Pangeran bodoh dan sombong itu?" Tanya nada heran
"Hei.. berhentilah mengejek ku..!" Jawab albert
"Baiklah.. kenapa kau kesini? Dan kenapa masih mengganggu ku? Bisakah kau berhenti mengganggu ku?" Ucap nada
"Tentu saja tidak bisa.. aku kesini ingin membicarakan sesuatu padamu.." ucap albert
"Apa itu? Jangan bilang kau ingin aku menjadi kekasih mu? Sudah ku bilang aku tidak mau.." ucap nada
"Ck.. jangan terlalu percaya diri, aku kesini ingin meminta maaf tentang apa yang sudah ku lakukan kepadamu.." ucap albert
"Benarkah? Seorang pengeran albert meminta maaf? Wahh kurasa aku bermimpi.." ucap nada
"Aku serius.. bisakah kau memaafkan ku?" Tanya albert
"Baiklah aku memaafkan mu... tapi kembalikan dulu nilai kuliah ku seperti semula.." jawab nada
"Sudah ku perbaiki.. ini (memberikan sebuah map) " ucap albert
Nada mengambil map itu dan melihatnya, map itu berisi semua nilai nada yang telah diperbaiki, nada pun tersenyum dan memeluk map itu..
"Aaa... syukurlah... terima kasih al.." ucap nada dan tersenyum manis kepada albert
Seketika albert terpesona dengan senyum manis gadis yang berada dihadapanya itu, albert pun tersenyum dan mengangguk..
"Apa sekarang kau sudah memaafkan ku?" Tanya albert
"Tentu... " jawab nada tersenyum
"Apakah sekarang kita bisa berteman.? " ucap albert dan mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan
Ucapan albert membuat nada terkejut sekaligus heran, tapi sepertinya nada yang polos tidak memperdulikan itu.. nada pun mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan albert..
"Baiklah.. kita berteman..." ucap nada
bersambung..
ilustrasi bram